Pidie (parade.id)- Insiden antara warga dan aparat TNI pecah di Gampong Sagoe, Kecamatan Muara Tiga Laweung, Kabupaten Pidie, Rabu (14/10/2026), saat acara Maulid Nabi berlangsung. Bentrokan dipicu penurunan paksa bendera Bintang Bulan yang dikibarkan warga di sekitar lokasi acara. Tujuh warga mengaku terkena pukulan dan sempat dibawa ke Puskesmas Muara Tiga.
Perdebatan sengit terjadi sekitar pukul 12.00 WIB setelah pasukan TNI tambahan tiba di lokasi dengan enam truk. Pasukan itu berasal dari Makodim 0102/Pidie dan Yon Armed 17 Simpang Beutong. Situasi memanas hingga berujung kerusuhan. Aparat menurunkan bendera secara paksa, sementara sejumlah baliho ucapan selamat dihancurkan.
Menurut kronologi, Komandan Koramil (Danramil) 01/Muara Tiga Laweung mendatangi gampong itu pada pagi hari dan mengimbau warga agar tidak mengibarkan bendera selama peringatan Maulid Nabi. Warga tetap mengibarkannya.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Danramil bersama Yon Armed 17 Simpang Beutong dan Polsek Laweung kembali ke lokasi. Mereka bernegosiasi agar bendera diturunkan, tetapi warga bertahan dan tidak ada kesepakatan.
Pukul 11.00 WIB, pihak Makodim 0102/Pidie tiba dan melanjutkan negosiasi. Kedua pihak sempat sepakat bendera diturunkan pukul 14.00 WIB. Kesepakatan itu batal karena ada pihak dari luar area negosiasi yang disebut memprovokasi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari TNI, kepolisian, maupun pemerintah daerah terkait insiden tersebut, termasuk kondisi terkini tujuh warga yang mengaku terluka.
Gampong Sagoe menggelar peringatan Maulid Nabi pada hari kejadian. Warga setempat ikut mengibarkan bendera Bintang Bulan di beberapa titik dan di sekitar lokasi acara.*
