Jakarta (parade.id)- Presiden meminta persoalan sampah segera diselesaikan, kata Kepala BRIN Arif Satria. BRIN diminta menggandeng Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menggerakkan perguruan tinggi masuk ke desa dengan teknologi pengolahan sampah.
“Presiden sangat memperhatikan agar ini cepat diselesaikan, karena sampah juga menjadi masalah di banyak negara berkembang,” ujar Arif, Selasa (27/10/2026).
Teknologi yang akan dipakai dimiliki BRIN dan sejumlah perguruan tinggi, mulai skala rumah tangga, desa, kecamatan, hingga kota. “Presiden mengarahkan agar teknologi skala rumah tangga dan desa segera diterapkan,” katanya.
Arif menegaskan BRIN bukan lembaga produksi massal. “Kami hanya membuat prototipe. Namun kami ingin memastikan prototipe yang kami buat memberi manfaat dan bisa dipakai masyarakat, agar gerakan yang diminta Presiden benar-benar berjalan sesuai harapan,” ujarnya.
