Jakarta (parade.id)- Ratusan mahasiswa menggelar unjuk rasa di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026) sore. Aksi ini bertepatan dengan genap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang dilantik pada 20 Oktober 2024. Massa yang dikoordinasi BEM UI bersama sejumlah elemen masyarakat itu dikawal ketat polisi. Hingga sore hari, situasi di lokasi terpantau kondusif.
Aksi tersebut bagian dari rangkaian demonstrasi yang digalang Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar), aliansi mahasiswa lintas kampus. Kegiatan pagi hari berpusat di Tugu Proklamasi, Menteng, sejak sekitar pukul 09.00 WIB, sedangkan Tugu Tani menjadi titik aksi sore hari. Mahasiswa di Yogyakarta dan Makassar juga menggelar demonstrasi pada hari yang sama. Tidak semua kampus dalam aliansi ikut turun di Jakarta.
Para mahasiswa membawa lima tuntutan. Di antaranya, mereka mendesak kebakaran hutan dan lahan ditetapkan sebagai bencana nasional serta meminta perbaikan kebijakan ekonomi. Agenda utama aksi ini adalah menyampaikan evaluasi kritis atas dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Koordinator Sosial dan Politik BEM UI Hafidz Hernanda menjelaskan, peserta sengaja tidak mengenakan almamater. Langkah itu diambil agar aksi “lebih inklusif dan bisa lebih membaur dengan masyarakat sipil”, ujarnya.
Polda Metro Jaya mencatat 52 kegiatan masyarakat di wilayah hukumnya hari ini, 26 di antaranya penyampaian pendapat di muka umum. Titik aksi tersebar di Monas, Tugu Tani, Tugu Proklamasi, Gedung DPR/MPR, hingga sejumlah kementerian dan lembaga. Sebanyak 9.505 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk pengamanan.
Dari 47 elemen massa yang bergerak, hanya dua yang menyampaikan pemberitahuan aksi kepada kepolisian. “Kami berterimakasih kepada dua elemen ini yaitu BEM UI dan Universitas Jayabaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Kepadatan lalu lintas diperkirakan terjadi sejak pukul 10.00 WIB. Lewat unggahan Instagram, TMC Polda Metro Jaya mengimbau warga “mengantisipasi kepadatan dan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Monas”, juga di Jalan Sudirman-Thamrin dan Gedung DPR/MPR.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan 16 rute alternatif untuk enam kawasan aksi: Monas, Tugu Tani, DPR/MPR, UKI Cawang, Bundaran Senayan, dan Rawamangun. Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin meminta pengguna jalan “menghindari titik kegiatan penyampaian pendapat dengan menggunakan rute alternatif”. Layanan Transjakarta, MRT, dan LRT disebut beroperasi normal, dan perjalanan kereta api dari Stasiun Gambir tidak terganggu.
Di luar Jakarta, polisi memperketat pengamanan di sejumlah stasiun dan gerbang tol di wilayah Tangerang untuk mengantisipasi pelajar yang hendak berangkat ke ibu kota. Sejumlah kabupaten dan kota juga melarang siswa mengikuti demonstrasi. (dbs)
