Jakarta (parade.id)- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) nilai Prabowo Subianto sangat cocok berpasangan dengan Gibran Rakabuming di Pilpres 2024. Hal itu disampaikan Ketum GMNI Imanuel Cahyadi, kemarin, usai bertemu Prabowo Subianto, Sabtu (13/10/2023).
Menurut Imanuel, keduanya akan menjadi pasangan (kolaborasi) yang amat menyejukkan.
“Kita sangat mengapresiasi keterbukaan komunikasi Pak Prabowo kepada kita anak-anak muda, kader-kader bangsa. Pak Prabowo begitu membuka diri kepada kita anak-anak muda. Kita melihat sangat cocok jika berpasangan dengan anak muda, seperti Mas Gibran,” ucapnya.
Atas hal itu, Imanuel mengatakan telah membuat kita semakin optimis kerja-kerja kolaboratif dengan anak-anak muda, dalam membangun bangsa dan negara ke depan—akan membawa Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur sesuai dengan cita-cita nasional.
“Karena itu, sebagai kader bangsa, kader yang dididik dalam GMNI punya tanggung jawab sejarah untuk terus menerus melaksanakan ajaran-ajaran Bung Karno, sebagai bapak bangsa, sebagai proklamator, sebagai penggali Pancasila. Kita sebagai kader-kader GMNI punya tanggung jawab Sejarah melaksanakan ajaran Bung Karno secara konsisten,” ia menegaskan.
Selain itu, sebagai organisasi kader, organisasi gerakan perjuangan untuk mewujudkan cita-cita ideologi dalam setiap aktivitas politik, GMNI kata dia, selalu menjalankan politik yang strategis, mengedepankan nilai yang terkandung di dalam ideologi.
Salah satu bentuk politik strategis itulah narasi persatuan yang selalu ia sampaikan kepada siapa saja secara terbuka, yang kemudian dalam kesempatan bertemu dengan salah satu bakal calon presiden (Bacapres) Prabowo Subianto.
“Ajakan untuk segenap elit bersatu merupakan bentuk kebulatan tekad GMNI dalam menjalankan politik yang santun dan beradap bagi segenap elit dan seluruh rakyat Indonesia, sehingga polarisasi atau potensi terjadinya perpecahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat dicegah, dan persatuan itu akan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur,” imbuhnya.
Imanuel mengungkapkan, sejak berdirinya GMNI, seluruh kader tidak pernah diajarkan untuk berkontribusi pada partaai tertentu. Namun, kader GMNI adalah kader bangsa, yang diharapkan mampu mengabdikan dirinya pada kepentingan tanah air, bangsa dan negara.
“Tentu medium mengabdi kepada bangsa bisa ditempuh, selain banyak kader-kader alumni GMNI yang memilih aktif di partai politik sebagai salah satu jalan perjuangan yang diyakini. Ada banyak juga yang menjadi akademisi atau dosen, menjadi pengusaha atau professional di segala bidang. Kader GMNI adalah kader bangsa,” ucapnya.
Sebagai kader bangsa, kata dia, tentu punya kesempatan untuk berkomunikasi dengan calon pemimpin bangsa yang juga secara konstitusi akan diusung oleh partai politik dan gabungan partai politik.
“Komunikasi, silaturahmi serta dialog amat penting untuk mengokohkan semangat persatuan nasioal, yang menjadi ajaran dari Bung Karno,” tandasnya.
(Verry/parade.id)