Jakarta (parade.id)- Kabar bahwa pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, meninggal dunia ramai beredar di media sosial dan dikutip sejumlah media sejak Senin (19/10/2026). Hingga Selasa (20/10/2026), belum ada pengumuman resmi maupun bukti independen yang mengonfirmasi kabar itu. Media pemerintah Korea Utara justru melaporkan Kim masih beraktivitas.
Isu tersebut bermula dari unggahan di platform X oleh Wanjun Xie, pembangkang Tiongkok yang berbasis di Amerika Serikat. Ia mengklaim Kim, 42 tahun, mengalami pendarahan otak mendadak, jatuh koma, lalu dilarikan ke Beijing untuk perawatan darurat. Xie juga menulis bahwa pada 17 Oktober sebuah rumah sakit di Beijing mengirim tim medis ke Korea Utara untuk menyelamatkan Kim yang disebutnya “dalam kondisi kritis”.
Xie kemudian menambahkan klaim bahwa Tiongkok mengirim sekitar 9.000 tentara ke Pyongyang untuk membantu putri Kim, Kim Ju Ae, menstabilkan pemerintahan. Belakangan ia menyebut kekuasaan beralih ke adik Kim, Kim Yo Jong, bukan kepada putrinya. Kedua klaim itu belum diverifikasi secara independen. Tidak ada pernyataan resmi dari Pyongyang maupun Beijing yang mendukungnya.
Kabar tersebut lalu menjadi topik terpopuler di X dan ikut diangkat sejumlah tabloid internasional.
Pada Selasa (20/10/2026), Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan Kim mengunjungi Pameran Nasional Pakaian dan Alas Kaki 2026 di Pyongyang pada Senin (19/10). Menurut KCNA, Kim didampingi istrinya, Ri Sol Ju, dan putrinya, Kim Ju Ae. Ia menyatakan puas atas perkembangan industri ringan dan menyampaikan sejumlah arahan untuk sektor tersebut.
Foto-foto kunjungan itu belum diautentikasi secara independen, dan waktu pengambilannya belum dapat dipastikan. Foto tersebut juga bukan penilaian medis atas kondisi Kim. Sebelumnya, KCNA melaporkan Kim hadir pada pembukaan Museum Revolusi Pertahanan Nasional pada 11 Oktober.
Seorang analis Korea Utara, Benedict Rogers, sempat menyebut “dia tidak tampak seperti orang yang sehat”. Pernyataan itu merupakan pengamatan, bukan konfirmasi kematian atau penyakit tertentu. Intelijen Korea Selatan sebelumnya juga menilai Kim berisiko mengalami masalah jantung akibat obesitas.
Ini bukan kali pertama kabar kematian Kim beredar. Pada April 2020, ia absen dari peringatan ulang tahun kakeknya, Kim Il Sung, dan muncul isu ia kritis atau meninggal setelah operasi jantung. Spekulasi berhenti setelah Kim muncul kembali di pabrik pupuk di Sunchon sekitar 20 hari kemudian, sebagaimana dilaporkan media pemerintah Korea Utara.
Korea Utara dikenal sangat tertutup sehingga informasi dari dalam negara itu sulit diverifikasi. Sejumlah analis menilai Kim Ju Ae tengah disiapkan sebagai penerus, tetapi Pyongyang belum menunjuknya secara resmi.
