Site icon Parade.id

KSPI-Partai Buruh Akan Kerahkan Ratusan Ribu Massa di Mayday 2026

Foto: Saiq Iqbal (Presiden KSPI-Partai Buruh) di aksi 24 Oktober 2024, di sekitar patung kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat

Jakarta (parade.id)- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)-Partai Buruh, resmi menyatakan kesiapan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Keduanya telah menyampaikan surat pemberitahuan resmi kepada Kapolri dan Kapolda Metro Jaya.

Aksi dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 1 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WIB. KSPI akan memusatkan titik kumpul di Pintu 10 Gelora Bung Karno (depan Gedung TVRI), Senayan, dengan tujuan akhir Gedung DPR RI di Jalan Gatot Subroto. Sementara Partai Buruh menyasar langsung depan Gedung DPR RI sebagai lokasi aksi pusat, khusus bagi peserta dari wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Dari sisi jumlah massa, KSPI menargetkan 50.000 peserta yang akan turun ke Jakarta, sementara Partai Buruh bersama organisasi inisiator memproyeksikan kehadiran 50.000 hingga 100.000 orang secara nasional. Aksi juga akan digelar serentak di daerah-daerah seluruh Indonesia, dengan peserta di luar tiga wilayah utama diarahkan menuju kantor gubernur, bupati/wali kota, serta gedung DPRD setempat.

Tuntutan yang diusung KSPI dan Partai Buruh hampir sepenuhnya selaras—mencerminkan keresahan yang sama di kalangan pekerja Indonesia. Tuntutan bersama tersebut meliputi:

KSPI menegaskan bahwa aksi ini akan dijalankan dengan prinsip non-violence—anti kekerasan, terukur, terarah, dan konstitusional. Kegiatan yang direncanakan berupa orasi dan penyampaian pendapat, dengan alat peraga berupa spanduk, leaflet, dan mobil komando.

Penanggung jawab aksi dari kedua organisasi telah terdaftar dan surat pemberitahuan resmi telah dikirimkan kepada aparat keamanan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Aksi May Day 2026 ini dipimpin oleh ISaid Iqbal, yang menjabat sekaligus sebagai Presiden KSPI dan Presiden Partai Buruh—menjadikan mobilisasi tahun ini sebagai salah satu yang paling terkoordinasi dalam sejarah gerakan buruh Indonesia.

Exit mobile version