Jakarta (parade.id)- Politikus Partai NasDem, Lamdahur Pamungkas, melontarkan kritik keras terhadap laporan utama Majalah Tempo edisi 13–16 April 2026. Ia menilai pemberitaan yang menyoroti sosok Surya Paloh dan Partai NasDem tersebut telah melewati batas profesionalisme jurnalistik dan cenderung merendahkan martabat institusi partai.
Dalam pernyataan resminya pada Rabu (15/4/2026), Lamdahur menyoroti tajuk sampul (cover) bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya TBK” yang menurutnya membangun opini menyesatkan seolah-olah NasDem adalah lembaga komersial semata.
Lamdahur menegaskan bahwa narasi yang dibangun oleh Tempo merupakan bentuk framing tendensius yang jauh dari kenyataan lapangan. Ia menyayangkan langkah redaksi yang dianggap lebih mengejar sirkulasi ketimbang objektivitas.
“Pemberitaan Tempo, baik dari judul, foto cover, maupun isi tulisan, membentuk opini yang insinuatif dan menyesatkan. Ini jauh dari kaidah jurnalisme yang baik, etis, dan bertanggung jawab,” ujar Lamdahur dalam keterangan tertulisnya kepada media.
Lebih lanjut, Lamdahur menyindir pihak-pihak yang kerap mengeklaim diri sebagai penjaga nilai nasionalisme namun gagal memahaminya secara substantif. Ia membandingkan rekam jejak Surya Paloh dengan narasi yang diproduksi media tersebut.
Menurutnya, Surya Paloh menunjukkan keberpihakan nyata pada bangsa melalui tindakan dan konsistensi sikap. Ia menilai narasi media seringkali hanya menjadi komoditas pasar tanpa tindakan nyata.
Menutup pernyataannya, Lamdahur mengingatkan bahwa meskipun kebebasan pers adalah pilar demokrasi, hal tersebut tidak boleh dipisahkan dari tanggung jawab sosial. Ia menganggap model pemberitaan tanpa dasar kuat sebagai sebuah kemunduran dalam industri pers nasional.
Terbaru, pimpinan Tempo meminta maaf atas apa yang disinggung Lamdahur.
