Site icon Parade.id

Mata Kering dan Mata Katarak: Kenali Perbedaannya agar Tidak Salah

Foto: dok. istimewa

Jakarta (parade.id)- Keluhan pada mata sering kali dianggap sepele. Mata terasa perih, berair, mudah lelah, atau penglihatan mulai kabur kerap dikaitkan dengan kelelahan akibat terlalu lama menatap layar. Padahal, tidak semua gangguan mata memiliki penyebab yang sama. Ada kondisi yang bersifat ringan, seperti mata kering, tetapi ada pula gangguan yang memerlukan penanganan medis, salah satunya adalah mata katarak.

Memahami perbedaan antara mata kering dan mata katarak menjadi langkah penting agar setiap orang dapat mengenali kapan keluhan masih dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup dan kapan perlu segera memeriksakan diri ke dokter mata.

Apa Itu Mata Kering?

Mata kering merupakan kondisi ketika permukaan mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup karena produksi air mata berkurang atau kualitas air mata tidak optimal. Akibatnya, mataterasa tidak nyaman dan aktivitas sehari-hari dapat terganggu.

Beberapa penyebab mata kering meliputi:

Terlalu lama menatap layar komputer atau ponsel.
Berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama.
Bertambahnya usia.
Penggunaan lensa kontak.
Efek samping obat tertentu atau kondisi medis tertentu.

Gejala Mata Kering

Beberapa gejala yang umum dirasakan antara lain:

Mata terasa perih atau seperti terbakar.
Sensasi mengganjal seperti ada pasir.
Mata merah.
Mata mudah lelah.
Penglihatan sesaat menjadi kabur, terutama setelah menatap layar dalam waktu lama.
Mata berair sebagai respons terhadap iritasi.

Pada umumnya, keluhan mata kering dapat membaik setelah mata diistirahatkan atau mendapatkan penanganan sesuai penyebabnya.

Apa Itu Mata Katarak?

Berbeda dengan mata kering, mata katarak adalah kondisi ketika lensa mata yang semula jernih menjadi keruh. Kekeruhan tersebut menghalangi cahaya masuk ke retina sehingga penglihatan menjadi semakin buram.

Mata katarak paling sering terjadi akibat proses penuaan, tetapi juga dapat dipicu oleh cedera pada mata, penyakit tertentu seperti diabetes, paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang, penggunaan obat kortikosteroid dalam waktu lama, maupun faktor keturunan.

Gejala Mata Katarak yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, mata katarak sering berkembang perlahan sehingga banyak orang tidak menyadari gejalanya.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:

Penglihatan tampak berkabut atau buram.
Sulit melihat pada malam hari.
Mata lebih sensitif terhadap cahaya.
Cahaya lampu terlihat menyilaukan atau memiliki lingkaran cahaya.
Warna benda tampak lebih pudar.
Sering mengganti ukuran kacamata karena penglihatan terus berubah.

Berbeda dengan mata kering, penglihatan kabur akibat mata katarak umumnya tidak membaik hanya dengan mengedipkan mata atau mengistirahatkan mata.

Perbedaan Mata Kering dan Mata Katarak

Meskipun sama-sama dapat menyebabkan penglihatan terasa kurang nyaman, kedua kondisi ini memiliki karakteristik yang berbeda.

Mata kering lebih banyak menimbulkan rasa tidak nyaman di permukaan mata, seperti perih, gatal, atau sensasi mengganjal. Penglihatan kabur biasanya bersifat sementara.

Sementara itu, mata katarak lebih memengaruhi kejernihan penglihatan karena lensa mata mengalami kekeruhan. Penglihatan menjadi semakin buram secara bertahap dan umumnya tidak membaik tanpa penanganan medis.

Apakah Mata Kering Bisa Menjadi Mata Katarak?

Mata kering tidak menyebabkan mata katarak. Keduanya merupakan kondisi yang berbeda dan memiliki penyebab masing-masing.

Namun, seseorang dapat mengalami kedua kondisi tersebut secara bersamaan, terutama pada usia lanjut. Misalnya, seseorang yang mengalami mata kering juga dapat memilikimata katarak akibat proses penuaan. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara menyeluruh sangat penting untuk mengetahui penyebab utama keluhan yang dirasakan.

Cara Menjaga Kesehatan Mata

Menjaga kesehatan mata dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti:

Mengistirahatkan mata saat menggunakan perangkat digital dengan menerapkan aturan 20-20-20.
Berkedip lebih sering ketika bekerja di depan layar.
Menggunakan pelindung mata saat beraktivitas di bawahsinar matahari.
Mengonsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin dan antioksidan.
Mengontrol penyakit kronis, seperti diabetes.
Tidak merokok karena dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan mata.
Melakukan pemeriksaan mata secara berkala, terutama setelah memasuki usia 40 tahun atau jika memiliki faktorrisiko tertentu.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata apabila mengalami:

Penglihatan buram yang tidak kunjung membaik.
Mata silau berlebihan saat melihat cahaya.
Sulit melihat pada malam hari.
Perubahan penglihatan yang semakin mengganggu aktivitas.
Mata merah atau nyeri yang berlangsung terus-menerus.

Deteksi dini sangat penting untuk menentukan penyebab gangguan penglihatan sekaligus mendapatkan penanganan yang sesuai. Semakin cepat kelainan pada mata diketahui, semakin besar peluang untuk mempertahankan kualitas penglihatan dan mencegah gangguan yang lebih berat di kemudian hari.*

Exit mobile version