Jakarta (parade.id)- Pemungutan suara Pemilu Israel telah selesai. Hingga berita ini ditulis, belum ada pemenang yang jelas. Hasil resmi belum diumumkan, dan yang tersedia baru proyeksi exit poll serta penghitungan awal. Baik blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu maupun blok penantangnya, mantan Kepala Staf Militer Gadi Eisenkot, belum menyentuh angka mayoritas.
Komisi Pemilihan Pusat mencatat partisipasi pemilih mencapai 77,7 persen pada pukul 22.00 waktu setempat, tertinggi sejak 1999. Pemungutan suara ditutup pada jam itu juga. Pemilu ini menjadi penentu apakah Israel tetap bersama Netanyahu dan koalisi sayap kanannya atau berganti arah.
Exit poll tiga stasiun televisi utama Israel memberi blok Eisenkot keunggulan dua kursi atas kubu Netanyahu, yakni 52 berbanding 50. Satu pengecualian adalah Channel 14 yang dikenal pro-Netanyahu. Stasiun itu memproyeksikan koalisi Netanyahu meraih 60 kursi dan blok Eisenkot 43 kursi.
Angka itu bergeser pada pembaruan dini hari. Exit poll terbaru Channel 12 pukul 02.00 memproyeksikan 53 kursi untuk blok sayap kanan dan religius Netanyahu, 49 kursi untuk oposisi pimpinan Eisenkot, dan 18 kursi untuk partai-partai Arab. Menurut proyeksi Channel 12, blok Netanyahu turun dari 68 kursi di Knesset sebelumnya. Di sisi lain, Likud tetap menjadi partai terbesar, disusul Yashar milik Eisenkot di posisi kedua. Proyeksi juga menunjukkan beberapa partai kecil gagal melewati ambang batas parlemen.
Eisenkot menyebut Israel telah memilih perubahan. Namun, ia menahan diri untuk mengklaim kemenangan dan mengingatkan bahwa ini baru exit poll sehingga hasil akhir harus ditunggu. Meski begitu, ia mendesak Netanyahu menerima hasil pemilu dan mundur.
Pemimpin Partai Demokrat, Yair Golan, menilai pemilih telah memecat pemerintahan Netanyahu. Sepanjang hari pemungutan suara, Netanyahu memperingatkan para pengikutnya lewat media sosial tentang tingginya jumlah warga Arab Israel yang memilih, dan mengajak pendukung sayap kanan ikut mencoblos.
Kursi Knesset berjumlah 120, sehingga sebuah koalisi membutuhkan minimal 61 kursi sebelum disetujui presiden. Posisi partai-partai Arab, yang diproyeksikan meraih 17 hingga 18 kursi, akan memperumit pembentukan koalisi. Exit poll juga membuka kemungkinan pemerintahan minoritas yang bisa lolos mosi percaya tanpa mayoritas absolut 61 kursi. Partai-partai ultra-Ortodoks pun tidak menutup kemungkinan bergabung dengan Eisenkot.
Penghitungan suara terus berlanjut, dan peta politik masih bisa bergeser. Finalisasi penghitungan akan memakan waktu beberapa hari. Menurut laporan Israel.com, hasil resmi dijadwalkan dikonfirmasi pada 4 November. Karena exit poll bukan hasil resmi, angka akhir bisa berbeda dari proyeksi malam pemilihan. (dbs)
