Jakarta (parade.id)- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyerukan seluruh lapisan masyarakat turun ke jalan dalam aksi bertajuk #IndonesiaSadar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu (28/10/2026) pukul 14.00 WIB.
Seruan itu disampaikan melalui akun resmi Instagram @bemuiofficial pada Selasa (27/10/2026). BEM UI menyebut aksi ini sebagai upaya rakyat mengambil kembali ruang demokrasi yang menjadi haknya.
“Di tengah berbagai persoalan yang tak kunjung terselesaikan, kebijakan yang kian menjauh dari kepentingan rakyat, serta kekuasaan yang seolah berjalan tanpa kendali, sudah saatnya rakyat bersuara,” tulis BEM UI dalam unggahan tersebut.
Dalam seruannya, BEM UI membuka ajakan selebar mungkin dengan membuka unggahan lewat sapaan “Halo, UI dan Indonesia!” Organisasi mahasiswa itu menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya milik mahasiswa, melainkan milik semua kalangan.
BEM UI memanggil ratusan profesi dan komunitas untuk hadir. Dari kelompok pekerja sektor primer dan industri, mereka menyebut buruh, petani, nelayan, nelayan tambak, peternak, pekerja pabrik, pekerja tambang, hingga operator alat berat.
Dari sektor pendidikan dan kesehatan, seruan menyasar guru, dosen, pelajar, mahasiswa, peneliti, ilmuwan, pustakawan, dokter, perawat, bidan, apoteker, dan tenaga kesehatan.
Kalangan pekerja transportasi dan jasa jalanan juga dipanggil, mulai dari sopir angkot, sopir bus, pengemudi ojek online, pengemudi taksi, kurir ekspedisi, masinis, kondektur, pelaut, hingga tukang parkir.
Pelaku ekonomi rakyat turut diajak, antara lain pedagang, pedagang kaki lima, pedagang pasar, pelaku UMKM, pengrajin, penjahit, wirausahawan, dan pengusaha. Karyawan swasta, pegawai negeri sipil, pekerja lepas, staf keuangan, akuntan, dan auditor juga masuk daftar.
Pekerja kreatif dan media tak ketinggalan: seniman, musisi, penulis, jurnalis, wartawan, fotografer, videografer, desainer grafis, ilustrator, animator, editor, dan penerjemah. Demikian pula pekerja teknis dan digital seperti pekerja IT, programmer, teknisi, mekanik, insinyur, dan arsitek.
Pekerja sektor informal dan layanan publik ikut dipanggil, termasuk tukang bangunan, kuli serabutan, tukang las, tukang kayu, tukang batu, sekuriti, satpam, petugas kebersihan, pemadam kebakaran, pemungut sampah, pemulung, juru masak, koki, barista, kasir, pelayan toko, dan pekerja laundry. Profesi hukum, seperti pengacara, advokat, dan aktivis, juga diundang, bersama ibu rumah tangga, pengasuh anak, dan perawat lansia.
Menariknya, BEM UI juga memanggil berbagai komunitas hobi dan subkultur anak muda. Mereka adalah K-popers, wibu, pecinta anime, cosplayer, gamer, pencinta alam, anak punk, penggiat teater, kolektor aksi figur, penggiat otomotif, anak motor, penggiat skateboard, pecinta hewan, pesepeda, fotografer jalanan, pencinta musik indie, penggiat komik, dan penggiat stand-up comedy.
Seruan ditutup dengan memanggil kelompok yang kerap luput dari perhatian, yakni “pengangguran”. Dengan daftar yang sangat panjang itu, BEM UI menegaskan bahwa persoalan yang diangkat dianggap menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Aksi digelar bertepatan dengan 28 Oktober, tanggal yang diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Hingga berita ini ditulis, unggahan BEM UI belum merinci tuntutan atau kebijakan spesifik yang akan disuarakan. Belum ada pula keterangan resmi mengenai jumlah massa yang diperkirakan hadir maupun tanggapan aparat dan pemerintah terkait rencana aksi tersebut.
Unggahan BEM UI memakai tagar #IndonesiaSadar sebagai penanda gerakan. Waktu dan lokasi aksi disebut jelas, yaitu Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB di Bundaran HI.
