Jakarta (parade.id)- PT Amanah Karya Indonesia atau Amanah Corp, startup IT asal Aceh, kini membukukan omzet Rp20 miliar per bulan dari bisnis top-up pulsa. Pencapaian itu diraih dua pendiri Muammar Khadafi dan Firmansyah Asnawi meski awalnya hanya bermodal Rp5 juta dan sempat diterjang bencana yang nyaris menutup usaha.
Amanah Corp fokus pada jasa pembuatan aplikasi custom dan sistem enterprise. Mereka mengklaim mampu membangun sistem sekelas Gojek, Traveloka, atau Shopee. Bedanya, perusahaan ini menolak proyek yang bertentangan dengan syariah, seperti pinjaman online dan sistem berbasis riba.
Prinsip “amanah” jadi fondasi utama. Perusahaan menerapkan transparansi harga, menjaga keamanan data pelanggan, dan tidak memutar uang deposit untuk investasi. Sebagian keuntungan disalurkan untuk infak, termasuk pembangunan dan renovasi lima masjid serta satu yayasan yatim piatu.
“Kami tidak hanya memikirkan untung-rugi, tapi juga surga-neraka dan membantu orang lain,” ujar salah satu founder dalam keterangannya yang diterima media, Sabtu (6/6/2026).
Pertumbuhan perusahaan disebut bertumpu pada rekomendasi dari mulut ke mulut. Amanah Corp juga memilih menghindari pinjaman bank sejak berdiri. Kini kantornya berbasis di Depok, dengan layanan digitalisasi untuk berbagai industri.
Kisah ini diangkat PecahTelur sebagai contoh bisnis berbasis nilai keagamaan yang tetap tumbuh di tengah persaingan industri teknologi.*
