#AdeArmando Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/adearmando/ Bersama Kita Satu Fri, 15 Apr 2022 11:56:23 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.3 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #AdeArmando Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/adearmando/ 32 32 Jawara Damin Sada (Pernah) Sampaikan Ini ke Ade Armando https://parade.id/jawara-damin-sada-pernah-sampaikan-ini-ke-ade-armando/ Fri, 15 Apr 2022 11:56:23 +0000 https://parade.id/?p=19008 Jakarta (PARADE.ID)- Jawara Damin Sada pernah bertemu dan menyampaikan kegusarannya ke Ade Armando soal perilakunya yang dianggap sedang mencemooh agama. Pertemuan Damin Sada dengan Ade ketika itu menyoal azan, dan jauh sebelum apa yang telah dialami Ade saat ini. “Salam buat bung Ade Armando. Tentunya dia masih iingat dengan saya. Waktu itu mungkin 2017 atau […]

Artikel Jawara Damin Sada (Pernah) Sampaikan Ini ke Ade Armando pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Jawara Damin Sada pernah bertemu dan menyampaikan kegusarannya ke Ade Armando soal perilakunya yang dianggap sedang mencemooh agama. Pertemuan Damin Sada dengan Ade ketika itu menyoal azan, dan jauh sebelum apa yang telah dialami Ade saat ini.

“Salam buat bung Ade Armando. Tentunya dia masih iingat dengan saya. Waktu itu mungkin 2017 atau 2016, saya pernah bertemu dalam rangka perkataan Ade Armando yang mengatakan bahwa azan itu tidak suci,” katanya, lewat video pendek di grup WA dan parade.id sudah konfirmasi ke yang bersangkutan, Jumat (15/4/2022).

“Bertemu dalam rangka tabayun, lah, sesama muslim. Untuk saling mengingatkan. Saling menasihati. Saya ingin ketemu dia di mana saja tetapi dia memilih tempatnya di Polres Jakarta Timur dan saya ikuti,” sambungnya.

Sebelum pertemuan itu, Ade mengaku ke Damin Sada bahwa isterinya khawatir kalau jadi bertemu.

“Pertama dia bicara dengan saya, ‘Abang, bahwa isteri saya khawatir, saya ketemu abang sebagai jawara’,” ceritanya.

Tapi, Damin Sada mengatakan agar Ade maupun isteri tidak perlu takut. Damin Sada malah mengingatkan ke Ade soal tidak memikirkan diri sendiri.

“Saya bilang, jangan takut. Kalau memang di situ benar, saya juga gak galak sebagai orang, ya, kan. Makanya jadi orang itu, jangan cuma memikirkan diri sendiri, tapi pikirin keluarga,” paparnya.

“Saya bilang, kan gua dosa banget kalau sampai isteri lu jadi janda, anak lu jadi yatim. Itu. Dan lu sendiri terus mencemooh agama lu sendiri. Ini gak benar. Jadi, terserah lu, mau minta maaf syukur, gak, ya udah,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan soal nasihat yang disampaikan, yang kalau dalam hukum ada konsekuensinya.

“Tapi kalau gua udah nasihatin, dalam hukum, kalau nanti lu macam-macam lagi, lalu gua mukul, gua hajar, ya, mungkin setahun, lah. Hukumannya dipotong empat bulan, tinggal delapan bulan. Tapi kalau langsung gua pukul tanpa gua nasihati, mungkin bisa jadi dua tahun. Paham kan lu? Apa dia bilang, ‘Ya, bang. Saya paham’,” ungkapnya.

Ia mengingatkan Ade jangan terus mencemooh agama, apalagi agama sendiri (Islam).

“Mungkin sebelum sampai terjadi hal-hal yang tidak diingini oleh saya, maka terjadi. Mungkin ini adalah tangan-tangan tuhan. Tidak harus mengotori tangan saya,” kata dia.

Ade Armando, kata Damin Sada, harus sadar atas apa yang ia lontarkan atau lakukan. Dan ia berharap itu.

“Jangan katanya semakin gila. Emang udah gila elu. Semakin gila ya silakan aja. Gila lu lanjutin, ya,” tandasnya.

(Rob/PARADE.ID)

Artikel Jawara Damin Sada (Pernah) Sampaikan Ini ke Ade Armando pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Ade Armando dan Perasaan Kita https://parade.id/ade-armando-dan-perasaan-kita/ Tue, 12 Apr 2022 06:14:22 +0000 https://parade.id/?p=18936 Jakarta (PARADE.ID)- Saya sedang melihat status facebook orang-orang tentang Ade Armando dan aksi demonstrasi hari ini. Dari postingan FB biasanya, kita bisa menilai kecenderungan orang meski ukurannya sangat relatif. Saya perhatikan teman-teman facebook saya, semula sedikit, setelah pesbukan agak lama, saya mengetahui ternyata ada banyak sekali yang merasa gembira dan senang Ade Armando dipukuli dan […]

Artikel Ade Armando dan Perasaan Kita pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Saya sedang melihat status facebook orang-orang tentang Ade Armando dan aksi demonstrasi hari ini. Dari postingan FB biasanya, kita bisa menilai kecenderungan orang meski ukurannya sangat relatif.

Saya perhatikan teman-teman facebook saya, semula sedikit, setelah pesbukan agak lama, saya mengetahui ternyata ada banyak sekali yang merasa gembira dan senang Ade Armando dipukuli dan ditelanjangi dengan sadis di tengah kerumunan masa aksi.

Ada yang ketawa, menganggap itu hiburan, ada yang merasa puas, dan bahkan menganggap Ade Armando itu dipukuli karena menerima Azab Tuhan karena prilakunya selama ini. Jujur saja saya heran dan agak kaget.

Pikir saya, pastilah reaksi semacam itu karena telah menyimpan dendam atau benci yang sangat dalam pada si korban. Ade Armando itu.

Tapi, kita ini bangsa Indonesia. Bangsa yang dikenal oleh bangsa asing, sebagai bangsa yang ramah dan santun. Bagaimana mungkin kita orang Indonesia yang dikenal ramah dan santun, tapi senang melihat kebrutalan yang mengerikan semacam itu?

Saya tak habis pikir, jujur saja. Sebab, yang mukul Ade Armando terlihat merasa benar, yang menonton merasa senang. Benarkah ini sikap kita terhadap kekerasan dan keberutalan? Bagaimana mungkin kita tdak terusik, malahan merasa senang, melihat ada saudara kita dizalimi sekeji itu?

Memang Ade Armando ini pikirannya sering menimbulkan kontroversi sehingga oleh sebagian kalangan kemudian membencinya. Saya juga kadang-kadang tak menyetujui pernyataannya. Kadang malah saya gak senang pada argumentasinya.

Tapi, tak ada alasan yang boleh dibenarkan, berdasarkan ajaran apa pun itu, bahwa karena kebencian atau ketidak setujuan terhadap suatu argumentasi seseorang, kemudian kita boleh melakukan kekerasan.

Meskipun benci pada Ade Armando, janganlah mentoleransi kebrutalan dan kekerasan yang dialaminya. Adanya toleransi terhadap kekerasan, menurut saya, pertanda buruk bagi kehidupan berdemokrasi.

Pertanda buruk bagi kehidupan bermasyarakat. Pertanda buruk bagi kehidupan bertetangga. Pertanda buruk bahwa ada yang salah dari kita.

Bagaimana pun, Ade Armando, saudara kita sebangsa, dan, saudara seiman bagi muslim. Di satu sisi, dia dibenci oleh suatu kelompok, di sisi lain ia dikagumi oleh kelompok yang lain.

Ada yang menyetujui pikiran-pikirannya, ada yang memprotesnya. Tapi, sebagai warga yang berdemokrasi, cukuplah sampai di tataran “setuju dan ketidaksetujuan saja” kita bersikap, kemudian berbenah diri dan mengambil peran yang baik.

Kita tetep boleh berdialog, berdebat dan berdiskusi atas tema apa pun, namun jangan luapkan sikap dengan tindakan kekerasan.

Kalau kita pakek istilah pembelahan kelompok. Saat ini kelompok satu dizalimi, katakanlah Ade Armando, pembencinya senang. Lain waktu kelompok satunya dizalimi, dan pembencinya senang.

Begitu terus akan terjadi secara berulang dan bergantian bila kita menoleransi kekerasan.

Berkumpul dan menyampaikan aspirasi, sebagaimana aksi demonstrasi hari ini, adalah hak berdemokrasi. Itu betul sekali.

Namun, kasus Ade Armando hari ini, dan reaksi banyak persetujuan terhadap kekerasan yang diterimanya itu, juga memperlihatkan kepada kita bahwa instrumen demokrasi sudah digunakan untuk merusak demokrasi. Hak demokrasi yang menyuarakan suara rakyat, secara bersamaan hak itu digunakan menindas rakyat.

Terlepas dari kasus Ade Armando yang sangat disayangkan itu, aksi demonstrasi hari ini yang menyampaikan berbagai persoalan bangsa yang tengah terjadi, sangat patut diapresiasi.

Semoga pemerintah mendengarkan keluhan masyarakat yang disuarakan mahasiswa hari ini. Semoga persoalan bangsa kita sekarang ini bisa teratasi. Dan, berharap semoga yang melakukan kekejian terhadap Ade Armando bukanlah seorang mahasiswa.

Sebab mahasiswa itu seorang terpelajar, orang yang disekolahkan, bukan seorang barbar. Melakukan kekerasan yang mengerikan hanya menunjukkan keburukan yang tidak patut dipuji.

*Andi Prayoga
Aktivis HMI Jakarta

Artikel Ade Armando dan Perasaan Kita pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>