Aliansi Perempuan Indonesia Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/aliansi-perempuan-indonesia/ Bersama Kita Satu Thu, 05 Mar 2026 06:50:49 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg Aliansi Perempuan Indonesia Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/aliansi-perempuan-indonesia/ 32 32 93 Organisasi Serukan Perlawanan Terbuka kepada Prabowo-Gibran Sambut Hari Perempuan https://parade.id/93-organisasi-serukan-perlawanan-terbuka-kepada-prabowo-gibran-sambut-hari-perempuan/ Thu, 05 Mar 2026 06:50:49 +0000 https://parade.id/?p=29955 Jakarta (parade.id)- Sebanyak 93 organisasi perempuan, serikat pekerja, dan kelompok hak asasi manusia yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia (API) menyerukan perlawanan terbuka terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, Minggu (8/3/2026). Mereka menuduh negara secara aktif menghancurkan tubuh, reproduksi, dan ruang hidup perempuan melalui serangkaian kebijakan yang dinilai represif, eksploitatif, dan anti-demokrasi. Dalam aksi bertajuk “Perempuan Bersatu Melawan Penghancuran […]

Artikel 93 Organisasi Serukan Perlawanan Terbuka kepada Prabowo-Gibran Sambut Hari Perempuan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Sebanyak 93 organisasi perempuan, serikat pekerja, dan kelompok hak asasi manusia yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia (API) menyerukan perlawanan terbuka terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, Minggu (8/3/2026). Mereka menuduh negara secara aktif menghancurkan tubuh, reproduksi, dan ruang hidup perempuan melalui serangkaian kebijakan yang dinilai represif, eksploitatif, dan anti-demokrasi.

Dalam aksi bertajuk “Perempuan Bersatu Melawan Penghancuran atas Tubuh” di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, API mengeluarkan tiga tuntutan politik keras: menghentikan kebijakan ekonomi yang tunduk pada imperialisme baru, mengakui kekerasan negara terhadap perempuan sebagai kejahatan kemanusiaan, dan memulihkan sistem demokrasi dengan menjadikan suara perempuan sebagai penentu kebijakan.

Tubuh Perempuan di Bawah Kendali Negara

API menyoroti KUHP Baru yang masih menempatkan perempuan sebagai objek moralitas dan mengatur aborsi dengan pendekatan kriminalisasi, bukan hak reproduksi. Bersamaan dengan itu, kebijakan efisiensi anggaran yang menghapus atau memangkas biaya visum dinilai secara langsung menyingkirkan hak perempuan atas layanan keadilan dan pemulihan pascakekerasan.

“Kontrol atas tubuh perempuan telah menyebabkan kematian—baik secara langsung maupun tidak langsung. Di tengah femisida yang terus meningkat, negara tidak kunjung membentuk femicide watch,” tegas API dalam pernyataan sikapnya. Koalisi ini menuntut pembentukan mekanisme dokumentasi, pencegahan, dan pemulihan korban femisida segera.

Pekerja Perempuan: Fleksibel di Atas Kertas, Rentan di Lapangan

Di sektor ketenagakerjaan, API mengidentifikasi sistem kerja fleksibel—kontrak pendek, outsourcing, dan kerja informal—sebagai alat kontrol yang membuat buruh perempuan mudah di-PHK dan tidak berdaya menuntut upah layak, hak maternitas, maupun kebebasan berserikat. Kondisi ini paling parah dialami di sektor garmen, tekstil, elektronik, pertambangan, hingga perkebunan kelapa sawit.

Pekerja rumah tangga (PRT) disebut dalam posisi paling rentan: bekerja di ruang privat tanpa pengawasan dan mekanisme pengaduan yang memadai. RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) yang telah diperjuangkan selama 22 tahun hingga kini belum juga disahkan oleh DPR. API juga mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggunakan 83,4% dana pendidikan dari anggaran Rp 335 triliun di 2026, namun dinilai menggerus mata pencaharian perempuan seperti pedagang kantin dan penjual sayur, serta mengabaikan kearifan pangan lokal.

Tanah Dirampas, Perempuan Dikriminalisasi

API juga menyoroti dampak proyek-proyek ekstraktif yang merampas tanah, air, dan hutan—sumber kehidupan yang selama ini dikelola perempuan. Ketika ruang hidup hancur akibat tambang atau perkebunan skala besar, perempuan menanggung beban ekologis berupa hilangnya sumber ekonomi, kesehatan, dan martabat. Lebih jauh, penolakan terhadap proyek-proyek tersebut kerap dibalas intimidasi dan kriminalisasi. API menuntut negara menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap perempuan pejuang lingkungan.

Sorotan Tajam pada Kebijakan Luar Negeri Prabowo

Tak hanya kebijakan domestik, API juga mengkritik keras langkah Presiden Prabowo yang menyetujui Agreements on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat. Kesepakatan ini dinilai sebagai bentuk ketertundukan politik dan ekonomi pada kekuatan global yang pro-perang, sekaligus melemahkan posisi Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia—termasuk solidaritas terhadap Palestina, Iran, Lebanon, dan Pakistan.

“Bagi gerakan perempuan, perdamaian dunia adalah syarat mutlak untuk pembebasan tubuh perempuan dari segala bentuk kekerasan,” tulis API. Mereka menilai penguatan kontrol militer di ranah sipil berpotensi meningkatkan eskalasi kekerasan terhadap perempuan.

Sejarah Kekerasan Negara yang Hendak Ditutup Rapat

API juga menolak proyek penulisan ulang sejarah nasional yang dinilai hendak menghapus rekam jejak kekerasan negara terhadap perempuan. Koalisi ini mengingatkan peristiwa 1965, tragedi perkosaan massal Mei 1998, serta pembunuhan buruh perempuan Marsinah dan Ita Martadinata sebagai kejahatan yang harus diakui negara—bukan dilupakan.

“Politik pengakuan atas kekerasan tersebut adalah hal penting dan strategis agar kebijakan negara berpihak pada ketidakberulangan peristiwa serupa,” tegas API.

Hari Perempuan Internasional diperingati setiap 8 Maret. API menyebut momentum ini sebagai ruang reflektif sekaligus perayaan atas capaian perempuan untuk menjadi subjek—bukan objek—dalam kehidupan personal, masyarakat, dan bernegara. Aksi “Panggung Perempuan” yang menampilkan suara komunitas perempuan akar rumput digelar di Teater Besar TIM, Jakarta Pusat.

Artikel 93 Organisasi Serukan Perlawanan Terbuka kepada Prabowo-Gibran Sambut Hari Perempuan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Aksi API Memperingati Women’s Day https://parade.id/aksi-api-memperingati-womens-day/ Sat, 08 Mar 2025 13:17:55 +0000 https://parade.id/?p=28651 Jakarta (parade.id)- Ratusan orang yang menamakan dirinya Aliansi Perempuan Indonesia (API) siang tadi, Sabtu (8/3/2025) memperingati Women’s Day di sekitar patung kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Aksi tersebut menyinggung beberapa persoalan yang dihadapi perempuan Indonesia di banyak sektor. Massa aksi menilai bahwa telah melihat berbagai praktik kebijakan negara yang semakin anti perempuan, rakyat miskin dan semakin […]

Artikel Aksi API Memperingati Women’s Day pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Ratusan orang yang menamakan dirinya Aliansi Perempuan Indonesia (API) siang tadi, Sabtu (8/3/2025) memperingati Women’s Day di sekitar patung kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Aksi tersebut menyinggung beberapa persoalan yang dihadapi perempuan Indonesia di banyak sektor.

Massa aksi menilai bahwa telah melihat berbagai praktik kebijakan negara yang semakin anti perempuan, rakyat miskin dan semakin merusak lingkungan. API pun menuntut beberapa hal.

Pertama, menuntut Pemerintah Prabowo-Gibran untuk segera menjamin hak atas pekerjaan yang layak bagi setiap orang dengan menerapkan kebijakan yang melindungi buruh termasuk buruh perempuan, PRT, perempuan buruh migran, perempuan petani, pengakuan perempuan nelayan, perempuan pengemudi ojek online dan transportasi publik lainnya, peremluan disabilitas, perempuan adat, pendidik dan akademisi perempuan, mahasiswa perempuan, perempuan LBTIQ+, anak perempuan, dan perempuan korban kekerasan termasuk kekerasan seksual dan pembunuhan atau femiside.

Kedua, massa API menuntut Pemerintah Prabowo-Gibran untuk menghentikan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melanggengkan praktik perampasan tanah, perusakan hutan dan lingkungan, serta menyingkirkan perempuan dan masyarakat adat dari ruang hidupnya.

Ketiga, menuntut Pemerintah Prabowo-Gibran untuk menghentikan efisiensi anggaran pada lembaga-lembaga yang memberi layanan pada perempuan korban kekerasan, memperbaiki implementasi UU PKDRT dan UU TPKS, termasuk melakukan penjangkauan kepada panti-panti rehabilitasi mental untuk memberikan.

Keempat, menuntut perlindungan kepada perempuan disabilitas korban kekerasan panti serta membubarkan panti rehabilitasi sebagai sumber perampasan kebebasan terhadap perempuan psikososial, dan mereformasi aparat keamanan dan pengadilan negeri seluruh Indonesia supaya menindaklanjuti kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dari kekerasan seksual hingga femisida dengan perspektif yang berkeadilan gender.

Kelima, menuntut Pemerintah Prabowo-Gibran menghentikan pemangkasan anggaran pendidikan, segera mewujudkan pendidikan gratis dan demokratis.

Keenam, menuntut DPR RI segera mengesahkan RUU PPRT, RUU Keadilan Iklim.

”RUU Masyarakat Adat yang berspektif gender dan Revisi UU PPMI dengan memastikan perlindungan bagi pekerja migran sebagai tanggung jawab negara dalam melindungi, mengakui dan menghormati hak-hak masyarakat khususnya perempuan, dan mencabut semua kebijakan yang pro investasi dan ants demokrasi diantaranya UU Ciptaker yang menciptakan pemiskinan berwajah perempuan,” demikian tuntutan dibacakan salah satu massa aksi.

Ketujuh, mengajak seluruh elemen masyarakat sipil dan organisasi untuk terus ikut aktif menyuarakan gugatannya atas situasi nasional yang memprihatinkan saat ini dan melawan tindakan diskriminatif pemerintah dan kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan terhadap perempuan dan minoritas termasuk teman-teman LGBTIQ+

Massa aksi yang tergabung dalam API lebih dari 30 organisasi. Meliputi perempuan, pekerja, disabilitas, mahasiswa, LGBTIQ, jumalis, aktivis HAM dan kelompok pro-demokrasi, dan lainnya.

(Rob/parade.id)

Artikel Aksi API Memperingati Women’s Day pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>