#AniesBaswedan Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/aniesbaswedan/ Bersama Kita Satu Mon, 10 May 2021 07:14:31 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #AniesBaswedan Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/aniesbaswedan/ 32 32 Potensi Anies Menjadi Tokoh Fenomenal di 2024 https://parade.id/potensi-anies-menjadi-tokoh-fenomenal-di-2024/ https://parade.id/potensi-anies-menjadi-tokoh-fenomenal-di-2024/#respond Mon, 10 May 2021 07:14:13 +0000 https://parade.id/?p=12462 Jakarta (PARADE.ID)- Selamat Ulang Tahun Gubernur Anies Baswedan. Saya sengaja mengawalinya dengan ucapan “Selamat Ulang Tahun” karena hari ini, jumat tanggal 7 Mei Gubernur DKI Jakarta genap berusia 52 tahun. “Tumpeng Joglo” yang dipersembahkan para pegawai di Balaikota DKI seolah menyuguhkan “image dan emosi baru” dalam perpolitikan Jawa dan Indonesia. Di ruang politik, Anies punya […]

Artikel Potensi Anies Menjadi Tokoh Fenomenal di 2024 pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Selamat Ulang Tahun Gubernur Anies Baswedan. Saya sengaja mengawalinya dengan ucapan “Selamat Ulang Tahun” karena hari ini, jumat tanggal 7 Mei Gubernur DKI Jakarta genap berusia 52 tahun.

“Tumpeng Joglo” yang dipersembahkan para pegawai di Balaikota DKI seolah menyuguhkan “image dan emosi baru” dalam perpolitikan Jawa dan Indonesia.

Di ruang politik, Anies punya dua hal penting. Pertama, kemampuan. Kedua, kesempatan. Menjadi gubernur DKI itu sebuah kesempatan. Kesempatan untuk membuktikan ke publik tentang kapasitas dan kemampuan diri sebagai seorang pemimpin di Ibu Kota. Di posisi ini, perjalanan politik Anies akan ditentukan masa depannya.

Menjadi orang nomor satu di DKI itu magnet media. Publik melihat layaknya panggung nasional. Disini, Anies punya kesempatan untuk mengkomunikasikan gagasan dan karyanya. Jika berhasil, rakyat akan mengapresiasinya. Ini sekaligus akan melapangkan jalan bagi Anies untuk mendapat peran dan tanggung jawab yang lebih besar di negeri ini

Melihat popularitas dan tren elektabilitas dari sejumlah lembaga survei, respon publik terhadap Anies terlihat cukup tinggi. Terbukti, Anies hampir selalu berada di posisi teratas dalam sejumlah survei kepala daerah terkait pilpres 2024. Ini seolah mengkonfirmasi kesuksesan Anies memimpin Jakarta. Begitulah fakta yang terbaca di mata publik saat ini. Berbagai penghargaan atas prestasi Anies linier dengan respon akseptabilitas dan elektabilitasnya.

Suksesnya presiden Jokowi menjadi capres di 2014 juga satu hal yang menguntungkan bagi Anies. Sebab, sebelum jadi capres, presiden Jokowi adalah gubernur DKI. Sama dengan Anies untuk saat ini. Pencapresan Jokowi di 2014 berhasil membentuk dan mewariskan image bahwa posisi gubernur DKI berpotensi untuk menjadi tangga menuju ke istana.

Kapasitas dan sejumlah keberhasilan Anies memimpin DKI telah menempatkan cucu pahlawan Indonesia Abdurrahman Baswedan ini sebagai kepala daerah yang paling potensial menjadi calon presiden di 2024.

Saat ini, boleh dibilang Anies adalah tokoh paling fenomenal. Hal ini  mengingatkan kita kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di tahun 2004.  Publik melihat Anies banyak disudutkan oleh pihak-pihak tertentu. Mirip presiden ke-6 ini, Anies banyak diam dan tidak merespon. Kecuali hanya menjawab: “Saya tidak akan menanggapinya dengan kata-kata, tapi membuktikannya dengan karya”. Narasi ini nampak berkelas dan cukup populer.

Anies juga mirip  presiden Jokowi di tahun 2014. Seorang gubernur yang fenomenal saat itu. Kemunculannya menjadi antitesa dan mampu mendobrak “elitisme politik” yang bertahan saat itu. Prabowo yang merepresentasikan tokoh dari kalangan elit di 2014 harus mengaku kalah dan menyerah terhadap mantan Walikota Solo itu.

Anies dianggap tokoh yang bersahaja, dikenal mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan semua pihak di tengah situasi politik saat ini yang cenderung tinggi eskalasinya. Rakyat merindukan sosok yang dianggap mampu merekatkan kembali keutuhan bangsa. Dan itu diyakini ada di diri dan karakter Anies.

Selain kemampuannya berbicara di tengah bangsa sendiri dengan segala dinamika dan persoalan politik yang dihadapi, Anies telah beberapa kali menunjukkan kelasnya ketika berbicara di berbagai forum internasional. Posisinya di sejumlah organisasi internasional layak menjadi kebanggaan bangsa ini.

“Selamat Ulang Tahun Gubernur DKI Jakarta”, semoga setiap gagasan, rencana, langkah, keputusan dan karyamu bisa menjadi persembahan yang terus mampu menginspirasi dan menjadi spirit bangsa ini dalam menjaga, memakmurkan dan memajukan negeri besar bernama Indonesia ini.

Jakarta, 7 Mei 2021

*Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa, Tony Rosyid

Artikel Potensi Anies Menjadi Tokoh Fenomenal di 2024 pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
https://parade.id/potensi-anies-menjadi-tokoh-fenomenal-di-2024/feed/ 0
Menunggu Pidato Anies Baswedan https://parade.id/menunggu-pidato-anies-baswedan/ https://parade.id/menunggu-pidato-anies-baswedan/#respond Sun, 16 Aug 2020 14:44:02 +0000 https://parade.id/?p=5891 Jakarta (PARADE.ID)- Bagi bangsa Indonesia, 17 Agustus itu sakral dan monumental. Itu adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Momen yang oleh bangsa ini diabadikan tidak saja dalam bentuk peringatan, tapi sudah menjadi bagian dari ritual kebangsaan. Setiap 17 Agustus, evoria bernostalgia demikian meriah di setiap penjuru hingga pelosok negeri ini. Selain lomba, terdengar pidato para pimpinan dan […]

Artikel Menunggu Pidato Anies Baswedan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Bagi bangsa Indonesia, 17 Agustus itu sakral dan monumental. Itu adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Momen yang oleh bangsa ini diabadikan tidak saja dalam bentuk peringatan, tapi sudah menjadi bagian dari ritual kebangsaan.

Setiap 17 Agustus, evoria bernostalgia demikian meriah di setiap penjuru hingga pelosok negeri ini. Selain lomba, terdengar pidato para pimpinan dan pejabat negara. Mulai dari pimpinan pusat hingga pejabat daerah. Terbersit kalimat tanya: “Apakah pidato-pidato itu mampu memberi efek bagi perubahan bangsa?”

Dari waktu ke waktu, pidato para pejabat dan elit bangsa itu seringkali tak lebih hebat dari lomba emak-emak posyandu dan remaja karang taruna. Monoton, normatif, dan biasa-biasa saja. Makin panjang pidato, makin membosankan. Dan rakyat tak paham, apalagi tersentuh hatinya. Mungkin karena demokrasi kita seringkali melahirkan para pemimin preman.

Tak ada yang beda dalam pidato itu, apalagi mengejutkan. Semua ucapan berputar pada kalimat “terima kasih dan memberikan apresiasi sedalam-dalamnya kepada para pejuang bangsa”. Dengan sedikit dibumbui cerita sejarah perjuangan yang heroik. Lalu, apa bentuk terima kasih dan apresiasi itu? Tak lebih dari struktur kata dan ungkapan kalimat belaka yang setiap tahun diputar “secara live” di depan rakyat.

Tahun lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 2019, di depan masyarakat Jakarta, pemimpin DKI, Anies Baswedan berpidato. Kali ini, ada yang beda. Sebab, dalam pidato Anies, ada tindakan. Ada kebijakan. Ada juga keputusan. Sebuah kebijakan dan keputusan yang mengejutkan.

Dalam pidatonya, Anies memberi apresiasi lebih konkret kepada para pejuang bangsa. Salah satu apresiasinya, Anies membebaskan beban pajak kepada tanah dan bangunan dimana para pejuang negeri ini pernah tinggal. Ahli warisnya kini tak lagi punya beban untuk membayar pajak. Suatu kebijakan berani dan revolusioner. Karena, tak pernah terpikirkan oleh siapapun, termasuk oleh ahli waris para pejuang itu. Berisiko terhadap pemasukan atau pendapatan pemerintah daerah.

Anies katakan: “Banyak para pejuang yang memperjuangkan kemerdekaan tanah ini tidak bisa membayar pajak di tanah yang mereka tinggal”.

“Bukankah ironi,” lanjut Anies. “Mereka berjuang untuk kita, mengusir penjajah dari tanah ini, mereka terusir dari rumahnya karena pajak yang diberikan oleh pemerintah kepada mereka.”

“Mulai tahun ini,” kata Anies “para pejuang dan anak turunannya, di rumahnya, tidak harus bayar pajak di Jakarta.” Bebas!

“Seorang yang amat berjasa pada Jakarta, justru kita pajakin sebesar-besarnya. Sekarang kita ubah, semua orang yang berjasa untuk Republik ini, inilah Ibu Kota, dan Ibu Kota menyampaikan terima kasih dan apresiasi untuk semua. Dengan apa, membebaskan mereka dari pajak bumi dan bangunan”. Jelas Anies.

“Saya, kami dan generasi Republik yang harus menyampaikan terima kasih telah berjuang untuk bangsa Indonesia. Ini adalah hutang budi yang kami tidak tahu bagaimana kita bisa melunasinya.” Begitu cuplikan pidato Anies tanggal 17 Agustus 2019, setahun lalu di Ancol. Pidato yang terukur kualitas dan kelasnya.

Yang dibutuhkan dari seorang pemimpin bukan hanya sekedar susunan kata, tapi keutuhan kalimat yang mampu menggerakkan terjadinya perubahan yang bisa secara langsung dirasakan oleh rakyat yang dipimpinnya. Maka, seorang pemimpin mesti punya narasi yang terukur, baik secara konseptual maupun konstektual.

Konseptual artinya, punya basis pertimbangan yang matang. Termasuk menghitung manfaat dan dampaknya. Konstektual artinya, sesuai kebutuhan -dan memberi solusi bagi problem rakyat- pada zamannya. Dalam konteks ini, Anies layak disebut sebagai pemimpin zaman. Kata-katanya dipahami, dirasakan dan pada akhirnya secara nyata bisa dinikmati efeknya oleh rakyat. Terukur dalam kata dan tindakan.

Besok, hari senen, 17 Agustus 2020 masyarakat Jakarta, mungkin juga Indonesia, menunggu apa yang akan disampaikan gubernur Jakarta ini dalam pidato hari kemerdekaan 17 Agustus 2020. Terobosan apa yang akan disampaikan orang nomor satu di Ibu Kota ini di hari sakral esok hari.

Jakarta, 16 Agustus 2020

*Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa, Tony Rosyid 

Artikel Menunggu Pidato Anies Baswedan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
https://parade.id/menunggu-pidato-anies-baswedan/feed/ 0