#AS Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/as/ Bersama Kita Satu Fri, 06 May 2022 11:26:17 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #AS Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/as/ 32 32 Joe Biden Minta Kongres Jadikan Pengungsi Afghanistan Sebagai Warga AS https://parade.id/joe-biden-minta-kongres-jadikan-pengungsi-afghanistan-sebagai-warga-as/ Fri, 06 May 2022 11:26:17 +0000 https://parade.id/?p=19375 Jakarta (PARADE.ID)- Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden meminta kongres untuk menjadikan puluhan ribu pengungsi Afghanistan sebagai warga tetap AS. Demikian menurut sebuah proposal yang termasuk dalam permintaan anggaran tambahan yang dia kirimkan kepada anggota parlemen pekan lalu. Presiden memasukkan Undang-Undang Penyesuaian Afghanistan dalam teks (dokumen). Undang-undang penyesuaian telah dipelopori dalam beberapa bulan terakhir oleh […]

Artikel Joe Biden Minta Kongres Jadikan Pengungsi Afghanistan Sebagai Warga AS pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden meminta kongres untuk menjadikan puluhan ribu pengungsi Afghanistan sebagai warga tetap AS. Demikian menurut sebuah proposal yang termasuk dalam permintaan anggaran tambahan yang dia kirimkan kepada anggota parlemen pekan lalu.

Presiden memasukkan Undang-Undang Penyesuaian Afghanistan dalam teks (dokumen). Undang-undang penyesuaian telah dipelopori dalam beberapa bulan terakhir oleh Senator Demokrat Chris Coons dari Delaware dan Amy Klobuchar dari Minnesota.

Jika disahkan, tindakan itu akan memungkinkan warga negara Afghanistan yang memasuki AS antara 31 Juli 2021, dan 20 September 2022, untuk mengajukan permohonan untuk menyesuaikan status imigrasi mereka menjadi tempat tinggal permanen. Demikian dikutip cnn.com.

Sebagai informasi, lehih dari 60.000 warga Afghanistan dievakuasi ke AS musim panas lalu ketika Taliban mengambil kembali kendali negara itu. Pemberhentian pertama mereka adalah pangkalan militer domestik.

Tapi, setelah pemrosesan dan pemeriksaan ekstensif, mereka secara bertahap pindah ke komunitas di seluruh negeri. Pengungsi diberi pembebasan bersyarat kemanusiaan untuk tetap berada di negara itu, dan pada bulan Maret, diberikan status perlindungan sementara setidaknya selama 18 bulan.

Jika permintaan Presiden disetujui, warga Afghanistan yang memenuhi syarat, termasuk pasangan dan anak-anak mereka harus berhasil menyelesaikan pemeriksaan latar belakang dan tinggal di AS setidaknya selama satu tahun sebelum mengajukan permohonan kartu hijau, kata dokumen itu.

“Ini mengirimkan pesan kepada teman-teman Afghanistan kami bahwa mereka tidak dilupakan, dan merupakan sinyal bagi semua sekutu kami bahwa kami menepati janji kami. Kami berterima kasih atas dukungan Gedung Putih dalam mengakui pentingnya undang-undang ini,” kata Shawn VanDiver, seorang veteran Angkatan Laut dan pendiri koalisi #AfghanEvac.

(Irm/PARADE.ID)

Artikel Joe Biden Minta Kongres Jadikan Pengungsi Afghanistan Sebagai Warga AS pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Kekhawatiran AS atas Nuklir Rusia https://parade.id/kekhawatiran-as-atas-nuklir-rusia/ Fri, 04 Mar 2022 13:30:38 +0000 https://parade.id/?p=18182 Jakarta (PARADE.ID)- Pejabat senior Gedung Putih menunjukkan gejala kekhawatirannya kepada invasi Rusia ke Ukraina. Di antaranya soal dugaan Rusia akan memperlebar invasinya ke barat Ukraina. Kekhawatiran meningkat setelah perintah Putin pada hari Minggu untuk menempatkan senjata nuklir dengan strategis, pada pada peringatan “siap tempur” untuk menanggapi “komentar agresif” Barat. “Pada hari-hari berikutnya, bagaimanapun, pejabat keamanan […]

Artikel Kekhawatiran AS atas Nuklir Rusia pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Pejabat senior Gedung Putih menunjukkan gejala kekhawatirannya kepada invasi Rusia ke Ukraina. Di antaranya soal dugaan Rusia akan memperlebar invasinya ke barat Ukraina.

Kekhawatiran meningkat setelah perintah Putin pada hari Minggu untuk menempatkan senjata nuklir dengan strategis, pada pada peringatan “siap tempur” untuk menanggapi “komentar agresif” Barat.

“Pada hari-hari berikutnya, bagaimanapun, pejabat keamanan nasional mengatakan mereka telah melihat sedikit bukti di lapangan bahwa pasukan nuklir Rusia telah benar-benar pindah ke keadaan kesiapan yang berbeda,” kata dia, Jumat (4/3/2022).

AS, tadinya ingin mencoba uji rudal, kemudian dibatalkan setelah ada hal di atas. Ini juga untuk menghindari dugaan tantangan langsung ke Moskow

“Kami tidak mengambil keputusan ini dengan mudah. Tapi sebaliknya, untuk menunjukkan bahwa kami memiliki kekuatan nuklir yang bertanggung jawab,” kata John F. Kirby, sekretaris pers Pentagon, belum lama ini, seperti dikutip nytimes.com

“Kami menyadari pada saat ketegangan ini betapa pentingnya bagi Amerika Serikat dan Rusia untuk mempertimbangkan risiko salah perhitungan, dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko tersebut,” sambungnya.

Meskipun demikian, reaksi Putin terhadap gelombang awal sanksi telah memicu berbagai kekhawatiran yang oleh seorang pejabat senior disebut sebagai “Putin terpojok masalah”.

Tetapi selain membatalkan uji coba rudal, tidak ada bukti bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan. Dan seorang pejabat senior mengatakan tidak ada minat untuk mundur dari sanksi, justru sebaliknya.

(Irm/PARADE.ID)

Artikel Kekhawatiran AS atas Nuklir Rusia pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Presiden Biden Prediksi Ini soal Invasi Rusia ke Ukraina https://parade.id/presiden-biden-prediksi-ini-soal-invasi-rusia-ke-ukraina/ Wed, 02 Mar 2022 04:33:54 +0000 https://parade.id/?p=18147 Jakarta (PARADE.ID)- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memprediksi atau memperkirakan apa yang terjadi pada Rusia atas invasinya Ukraina. Dalam prediksinya itu, Biden menyebut bahwa Rusia ke depan akan melemah. “Konflik itu sebagai pertempuran antara tirani dan kebebasan. AS berencana untuk segera melarang pesawat Rusia dari wilayah udara Amerika,” kata dia, kemarin, Selasa (1/3/2022). Pidato […]

Artikel Presiden Biden Prediksi Ini soal Invasi Rusia ke Ukraina pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memprediksi atau memperkirakan apa yang terjadi pada Rusia atas invasinya Ukraina. Dalam prediksinya itu, Biden menyebut bahwa Rusia ke depan akan melemah.

“Konflik itu sebagai pertempuran antara tirani dan kebebasan. AS berencana untuk segera melarang pesawat Rusia dari wilayah udara Amerika,” kata dia, kemarin, Selasa (1/3/2022).

Pidato Biden datang ketika kampanye militer Rusia tampaknya telah bergeser ke arah penargetan wilayah sipil dengan senjata yang semakin kuat. Atas hal itu, bahkan ia bersumpah akan membuat Rusia “membayar harga” karena menginvasi Ukraina.

Dia juga memaparkan berbagai tanggapan, termasuk peningkatan pengerahan pasukan AS di Eropa dan upaya agresif Departemen Kehakiman untuk menyita aset oligarki sekutu Putin dan pejabat pemerintah.

“Ini ketika invasi ke Ukraina memasuki hari ketujuh dengan sekitar 660.000 pengungsi melarikan diri dari negara itu,” menurut PBB agen pengungsi, dikutip nytimes.com.

Pada Selasa (malam) itu, diberitakan bahwa sebuah proyektil menghantam menara radio dan televisi utama Kyiv. Menewaskan lima orang dan memaksa stasiun televisi untuk mengudara.

Ledakan itu terjadi di dekat Babyn Yar Holocaust Memorial Center, yang menuai kecaman dari Israel.

Meskipun tidak ada laporan tentang serangan besar di malam hari, pada hari sebelumnya sebuah ledakan menghancurkan sebuah gedung administrasi besar di alun-alun utama di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, menewaskan tujuh orang.

Video yang diverifikasi oleh The Times menunjukkan kerusakan besar pada setidaknya dua gedung apartemen besar di kota Borodyanka, sekitar 35 mil barat laut Kyiv. Saksi mata dan wakil menteri luar negeri Ukraina mengatakan bahwa kerusakan itu akibat serangan udara Rusia.

PBB mengatakan bahwa setidaknya 136 warga sipil menjadi korban, termasuk 13 anak-anak telah tewas sejauh ini.

(Irm/PARADE.ID)

Artikel Presiden Biden Prediksi Ini soal Invasi Rusia ke Ukraina pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Biden Lakukan Komunikasi dengan Sekutu soal Perkembangan Rusia-Ukraina https://parade.id/biden-lakukan-komunikasi-dengan-sekutu-soal-perkembangan-rusia-ukraina/ Fri, 18 Feb 2022 14:35:22 +0000 https://parade.id/?p=17913 Jakarta (PARADE.ID)- Hari ini, Presiden Amerika Serikat (AS), dikabarkan tengah komunikasi dengan sekutunya, menyoal perkembangan Rusia dan Ukraina. Komunikasi ini bertujuan untuk mencegah upaya Rusia menerjunkan tentaranya di beberapa perbatasan. “Ada jalan menuju resolusi diplomatik. Tapi Biden juga memperingatkan bahwa Putin bisa saja melancarkan serangan invasi,” kata Biden, Jumat (18/2/2022). AS merasa khawatir akan hal […]

Artikel Biden Lakukan Komunikasi dengan Sekutu soal Perkembangan Rusia-Ukraina pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Hari ini, Presiden Amerika Serikat (AS), dikabarkan tengah komunikasi dengan sekutunya, menyoal perkembangan Rusia dan Ukraina. Komunikasi ini bertujuan untuk mencegah upaya Rusia menerjunkan tentaranya di beberapa perbatasan.

“Ada jalan menuju resolusi diplomatik. Tapi Biden juga memperingatkan bahwa Putin bisa saja melancarkan serangan invasi,” kata Biden, Jumat (18/2/2022).

AS merasa khawatir akan hal itu karena tampak tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Rusia, Putin. Di antaranya soal apakah pasukan Rusia benar-benar menarik diri dari perbatasan Ukraina atau tidak. Demikian dikutip nytimes.com.

Soal ini Putin telah menyampaikan bahwa Rusia tidak ada rencana untuk menyerang Ukraina. Atas hal itu, Rusia pun menyebut AS sebagai “teroris informasi”.

Kendati begitu, kabar bahwa telah ada kontak fisik antara kedua Negara (Rusia dan Ukraina) tampaknya bukan isapan jempol. Pasalnya, dari kedua Negara tampak tak menampiknya soal itu.

Kontak fisik itu memanaa pada hari Kamis, kemarin. Disebut kontak terjadi karena “ulah” separatis. Di Ukraina. Separatis ini diduga didukung oleh Rusia.

Kontak itupun dinilai yang paling intens terjadi dalam beberapa bulan belakangan. Sampai-sampai militer Ukraina mengatakan bahwa kontak tersebut memakan korban warga sipil.

Terjadi kontak di taman kanak-kanak. Dan itu tentu memperkuat ketegangan. Ukraina mengecamnya.

Kontak itu memicu perebutan pengaruh diplomatik. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Biden akan mengadakan panggilan telepon dengan para pemimpin trans-Atlantik dalam “upaya berkelanjutan untuk mengejar pencegahan.” Tapi belum jelas siapa yang akan bergabung.

Menteri Luar Negeri Antony J. Blinken pada hari Kamis melakukan perjalanan tidak terjadwal ke New York. Dia mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Moskow tampaknya sedang menyiapkan panggung untuk serangan. Blinken juga menerima proposal untuk bertemu dengan menteri luar negeri Rusia, Sergey V. Lavrov, akhir pekan depan.

(Irm/PARADE.ID)

Artikel Biden Lakukan Komunikasi dengan Sekutu soal Perkembangan Rusia-Ukraina pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Joe Biden Imbau Warganya Tinggalkan Ukraina https://parade.id/joe-biden-imbau-warganya-tinggalkan-ukraina/ Fri, 11 Feb 2022 13:28:15 +0000 https://parade.id/?p=17766 Jakarta (PARADE.ID)- Presiden Amerika Serikat (AS) mengimbau sekaligus mendesak agar warganya meninggalkan negara Ukraina. Alasan Biden ialah apa pun bisa jadi dengan cepat. Ungkapan itu ia nyatakan karena belakangan ini situasi Rusia dengan Ukraina sedang memanas. “Warga Amerika harus pergi sekarang. Kita saat ini tidak seperti menghadapi teroris, melainkan kita sedang berhadapan dengan pemilik tentara […]

Artikel Joe Biden Imbau Warganya Tinggalkan Ukraina pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Presiden Amerika Serikat (AS) mengimbau sekaligus mendesak agar warganya meninggalkan negara Ukraina. Alasan Biden ialah apa pun bisa jadi dengan cepat.

Ungkapan itu ia nyatakan karena belakangan ini situasi Rusia dengan Ukraina sedang memanas.

“Warga Amerika harus pergi sekarang. Kita saat ini tidak seperti menghadapi teroris, melainkan kita sedang berhadapan dengan pemilik tentara terbesar di dunia,” kata dia, Kamis (10/2//2022), waktu setempat.

Pasukan AS saat ini tidak diizinkan untuk memasuki Ukraina sendiri jika perang pecah. Dan tidak ada rencana bagi mereka untuk melakukan operasi evakuasi non-kombatan seperti operasi AS di Afghanistan dimusim panas lalu.

“Ini adalah situasi yang sangat berbeda dan hal-hal apa pun bisa menjadi dengan cepat,” demikian dikutip cnn.com.

Menurut Biden, hal itu juga karena tidak ada situasi yang mendorongnya untuk mengirim pasukan AS dengan alasan menyelamatkan warganya. Ia khawatir, jika hal demikian dilakukan, maka boleh jadi akan tercipta perang dunia.

Namun demikian, Gedung Putih telah menyetujui rencana sekitar 2.000 tentara AS di Polandia untuk membantu orang Amerika yang mungkin mencoba mengevakuasi Ukraina jika Rusia menyerang.

(Irm/PARADE.ID)

Artikel Joe Biden Imbau Warganya Tinggalkan Ukraina pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Ancaman Invasi Rusia ke Ukraina Dapat Atensi Tinggi dari NATO https://parade.id/ancaman-invasi-rusia-ke-ukraina-dapat-atensi-tinggi-dari-nato/ Thu, 10 Feb 2022 11:55:17 +0000 https://parade.id/?p=17753 Jakarta (PARADE.ID)- Ancaman invasi Rusia ke Ukraina mendapatkan atensi tinggi dari NATO. Jens Stoltenberg, selaku Sekjend NATO mengatakan bahwa pihaknya siap merespons dengan pasukan. “Siap dengan cepat. Memperkuat kehadiran (pasukan) itu lebih lanjut dengan mengirimkan paaukan tambahan ke daerah tersebut (perbatasan),” kata dia. Tidak hanya NATO, Amerika Serikat (AS) pun demikian. Memberikan atensi tinggi. Bahkan […]

Artikel Ancaman Invasi Rusia ke Ukraina Dapat Atensi Tinggi dari NATO pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Ancaman invasi Rusia ke Ukraina mendapatkan atensi tinggi dari NATO. Jens Stoltenberg, selaku Sekjend NATO mengatakan bahwa pihaknya siap merespons dengan pasukan.

“Siap dengan cepat. Memperkuat kehadiran (pasukan) itu lebih lanjut dengan mengirimkan paaukan tambahan ke daerah tersebut (perbatasan),” kata dia.

Tidak hanya NATO, Amerika Serikat (AS) pun demikian. Memberikan atensi tinggi. Bahkan AS mendukung pengerahan pasukan NATO di perbatasan.

“AS memiliki pangkalan sendiri di Lithuania dan Rumania, dan beberapa di Polandia. Presiden Joe Biden pekan lalu secara resmi menyetujui pengerahan 3.000 tentara AS lagi ke Polandia, Jerman dan Rumania dengan 8.500 personel,” paparnya, dikutip cnn.com.

Perlu diketahui, bahwa Ukraina bukanlah Anggota NATO. NATO juga tidak memiliki pasukan di sana.

Kendati begitu, NATO memberikan saran berupa strategi kepada Ukraina dan memberikan sinyal: Ukraina “salah satu mitra NATO yang paling substansial”.

NATO memiliki empat kelompok tempur seukuran batalyon multinasional di Estonia, Latvia, Lituania dan Polandia. Beroperasi secara bergilir.

Masing-masing dipimpin oleh Inggris, Kanada, Jerman atau AS. Dan berisi pasukan dari beberapa negara anggota. Aliansi itu mengatakan bulan lalu bahwa keempat kelompok itu adalah “kekuatan yang kuat dan siap tempur”.

Aset lain yang dimiliki NATO di kawasan itu termasuk sistem pertahanan rudal di Rumania. Dirancang untuk mendeteksi, melacak, menyerang, dan menghancurkan rudal balistik di atmosfer.

“Fasilitas serupa di Polandia akan mulai beroperasi tahun ini,” tandasnya.

(Irm/PARADE.ID)

Artikel Ancaman Invasi Rusia ke Ukraina Dapat Atensi Tinggi dari NATO pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Semua Tentara AS Telah Ditarik dari Afghanistan https://parade.id/semua-tentara-as-telah-ditarik-dari-afghanistan/ Tue, 31 Aug 2021 13:43:41 +0000 https://parade.id/?p=14723 Kabul (PARADE.ID)- Amerika Serikat menyelesaikan penarikan tentaranya dari Afghanistan pada Senin untuk mengakhiri perang selama 20 tahun yang berujung pada kembalinya Taliban ke puncak kekuasaan di negara itu. AS dan sekutunya di NATO dipaksa keluar dengan tergesa-gesa. Proses evakuasi berlangsung kacau dan mereka meninggalkan ribuan warga Afghanistan yang pernah membantu mereka dan layak untuk dievakuasi. Taliban merayakan kepergian […]

Artikel Semua Tentara AS Telah Ditarik dari Afghanistan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Kabul (PARADE.ID)- Amerika Serikat menyelesaikan penarikan tentaranya dari Afghanistan pada Senin untuk mengakhiri perang selama 20 tahun yang berujung pada kembalinya Taliban ke puncak kekuasaan di negara itu.

AS dan sekutunya di NATO dipaksa keluar dengan tergesa-gesa. Proses evakuasi berlangsung kacau dan mereka meninggalkan ribuan warga Afghanistan yang pernah membantu mereka dan layak untuk dievakuasi.

Taliban merayakan kepergian tentara AS dengan tembakan di Kabul.

“Tentara AS terakhir telah meninggalkan bandara Kabul dan negara kami memperoleh kemerdekaan penuh,” kata juru bicara Taliban Qari Yusuf kepada Al Jazeera TV pada Senin.

Presiden AS Joe Biden menyatakan dunia akan memegang janji Taliban untuk menjamin keselamatan mereka yang ingin meninggalkan Afghanistan.

“Sekarang, kehadiran militer kami selama 20 tahun di Afghanistan telah berakhir,” kata Biden, seraya berterima kasih kepada militer AS karena telah melakukan misi evakuasi yang berbahaya.

Dia berencana untuk menyampaikan pidato pada rakyat Amerika pada Selasa sore.

Operasi itu selesai sebelum batas waktu Selasa yang ditetapkan oleh Biden.

Keputusan untuk menarik semua pasukan pada 31 Agustus telah menuai kritik tajam dari berbagai pihak atas penanganan Afghanistan sejak Taliban mengambil alih Kabul awal bulan ini.

Jenderal Frank McKenzie, kepala Komando Pusat AS, mengatakan kepada Pentagon bahwa kepala diplomat AS di Afghanistan, Ross Wilson, berada dalam pesawat C-17 terakhir.

“Setiap anggota tentara AS sekarang keluar dari Afghanistan. Saya dapat mengatakan itu dengan kepastian 100 persen,” katanya.

Dua pejabat AS mengatakan staf diplomatik “inti” termasuk di antara 6.000 orang Amerika yang kembali.

McKenzie menambahkan penerbangan terakhir tidak menyertakan 250 warga Amerika yang ingin pergi namun tidak bisa mencapai bandara.

“Ada banyak kesedihan terkait dengan kepergian ini. Kami tidak membawa semua orang yang ingin kami keluarkan. Tapi saya pikir jika kami bertahan 10 hari lagi pun, kami tidak akan bisa mengeluarkan semua orang,” kata McKenzie kepada wartawan.

Evakuasi berbahaya

Lebih dari 122.000 orang telah diterbangkan keluar dari Kabul sejak 14 Agustus, sehari sebelum Taliban merebut kembali kekuasaan sejak dua dekade lalu ketika digulingkan oleh invasi pasukan asing pimpinan AS.

Batas waktu Selasa untuk penarikan tentara ditetapkan oleh Biden. Pendahulunya, Donald Trump ​​​​​, telah bersepakat dengan Taliban untuk mengakhiri keterlibatan AS di Afghanistan.

Biden mengatakan AS telah lama mencapai target menggulingkan Taliban pada 2001 karena menyembunyikan gerilyawan Al Qaida yang mendalangi serangan 11 September di AS.

AS dan sekutunya bergegas menyelamatkan warga negara mereka, warga setempat yang menjadi penerjemah, staf kedutaan lokal, aktivis hak-hak sipil, jurnalis, dan warga lain yang berisiko mendapat pembalasan dari Taliban.

Evakuasi menjadi lebih berbahaya ketika terjadi serangan bom bunuh diri yang diakui oleh ISIS dan menewaskan 13 tentara  AS dan sejumlah warga Afghanistan yang menunggu di gerbang bandara pada Kamis.

Setelah serangan berdarah di bandara Kabul itu, Biden berjanji untuk memburu mereka yang bertanggung jawab.

Penerbangan terakhir bisa dilakukan setelah sistem pertahanan anti-rudal AS mencegat roket yang ditembakkan ke bandara Kabul.

Seorang pejabat AS mengatakan laporan awal tidak menunjukkan adanya korban AS dari sebanyak lima roket yang ditembakkan.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan roket tersebut.

*Sumber: antaranews.com

Artikel Semua Tentara AS Telah Ditarik dari Afghanistan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Taliban Rasul https://parade.id/taliban-rasul/ Tue, 17 Aug 2021 12:20:03 +0000 https://parade.id/?p=14463 Jakarta (PARADE.ID)- “Tahu saya, Taliban itu ya seperti ISIS.” Itulah jawaban yang dikirim ke WA saya. Pengirimnya seseorang yang sering mengatakan ”Pancasila adalah kita”. Saya memang bertanya padanya: “apa yang Anda ketahui tentang Taliban?” Jawabnya, ya itu tadi, seperti kalimat pertama itu: Taliban sama dengan ISIS. Saya perlu bertanya karena dia baru saja kirim WA […]

Artikel Taliban Rasul pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- “Tahu saya, Taliban itu ya seperti ISIS.”

Itulah jawaban yang dikirim ke WA saya. Pengirimnya seseorang yang sering mengatakan ”Pancasila adalah kita”.

Saya memang bertanya padanya: “apa yang Anda ketahui tentang Taliban?” Jawabnya, ya itu tadi, seperti kalimat pertama itu: Taliban sama dengan ISIS.

Saya perlu bertanya karena dia baru saja kirim WA ke saya. “Waduh GAWAT!!!” tulisnya.

Yang dia anggap gawat adalah Taliban kini kembali menguasai Afghanistan. Tapi yang dia anggap gawat juga ini: salinan komentar Mantan Wapres Jusuf Kalla: “Afghanistan akan lebih baik di tangan Taliban.”

Dia menganggap komentar seperti itu sangat berbahaya. Kok ada tokoh Indonesia begitu pro-Taliban.

Gara-gara komentar itu Jusuf Kalla pun dia beri gelar ”juru bicara Taliban untuk Asia Tenggara”.

Rupanya, selama ini, ia benci Taliban sekaligus benci Jusuf Kalla.

Saya cermati lagi WA yang dikirim ke saya itu. Oh… ternyata itu bukan WA asli buatannya sendiri. Itu WA yang dia terima dari orang lain. Lalu di-forward ke saya.

Berarti bunyi WA seperti itu sudah beredar luas. Taliban itu ISIS. Dan JK itu pro-Taliban.

Rasanya memang sangat banyak yang punya kesan seperti itu.

Bayangan umum tentang Taliban adalah kekejamannya. Termasuk kekejaman kepada wanita. Luar biasa kejam. Bengis. Brutal. Beberapa film Hollywood juga mengambil tema kekejaman itu.

Saya sudah membaca beberapa novel dengan latar belakang Afghanistan. Yang ditulis novelis Afghanistan yang sudah jadi warga negara Amerika.

Isi novelnya juga seperti itu: zaman pemerintahan Taliban adalah zaman kegelapan Afghanistan. Kejam, bengis, brutal menjadi satu.

Maka ketika hari Minggu kemarin Taliban berhasil menduduki ibu kota Afghanistan, Kabul, bayangan lama itu muncul kembali. Afghanistan akan kembali menjadi negara horor.

Warga Berebut Naik Pesawat Meninggalkan Kabul Afghanistan Setelah Dikuasai Taliban disway.id Dahlan Iskan.jpegWarga berebut naik pesawat untuk bisa meninggalkan Kabul, Afghanistan.

Tanda-tanda bahwa Taliban akan kembali menguasai Afghanistan sebenarnya sudah terlihat sebulan lalu. Satu-per satu kota-kota di Afghanistan bagian utara dikuasai Taliban.

Amerika Serikat pun tahu persis: Taliban akan kembali berkuasa. Mungkin dalam waktu sebulan ke depan. Amerika kelihatannya tidak peduli lagi. Amerika tetap memutuskan menarik semua pasukan dari Afghanistan.

Ternyata perkiraan ”satu bulan” itu salah. Tidak sampai dua minggu seluruh Afghanistan sudah jatuh ke tangan Taliban. Pun ketika masih ada 6.000 tentara Amerika yang lagi menunggu jadwal ditarik pulang.

Sejak dua minggu lalu Amerika juga sudah ”mencicil” menerbangkan orang-orang sipil Afghanistan ke Amerika. Yakni mereka yang memenuhi syarat mendapatkan visa. Sudah 2.000 orang Afghanistan yang mendapat visa Amerika.

Maka hari Minggu kemarin adalah hari tergopoh-gopoh nasional di sana. Tentara Amerika, para diplomat, orang-orang yang sudah mengajukan visa. Semua berbondong ke bandara. Bayangan umum: akan terjadi apa yang pernah terjadi di Saigon tahun 1975. Mereka akan diangkut dengan pesawat meninggalkan Afghanistan dalam keadaan panik.

Di tahun 1975 itu, ketika Vietnam Selatan yang didukung Amerika kalah perang, mereka berbondong ke bandara. Diangkut terbang ke Bangkok –untuk selanjutnya jadi imigran di Amerika. Penguasa baru, komunis dari Vietnam Utara, membiarkan mereka meninggalkan Saigon.

Yang terjadi di Kabul tidak sama. Amerika, yang sudah 20 tahun ”menduduki” Afghanistan, memang kalah. Tapi oleh keputusan Amerika sendiri. Untuk menarik diri dari negara itu.

Keputusan Amerika itu dibuat oleh Presiden Donald Trump, dua tahun lalu. Joe Biden, pengganti Trump, mempercepatnya. Kini Trump berkoar agar Biden mengundurkan diri: membuat Amerika malu. Langkah Biden dianggap menjadi penyebab Taliban kembali berkuasa. Dan itu akan membuat maraknya kembali terorisme internasional.

Yang juga ikut terbirit-birit adalah Presiden Afghanistan hasil Pemilu yang lalu: Ashraf Gani. Ia meninggalkan istana menuju bandara. Lalu terbang ke arah utara: Tajikistan. Gani ingin mengungsi di negara tetangga itu.

Tapi Tajikistan menolak.

Pesawat Gani tidak jadi mendarat di Tajikistan. Pesawat itu belok ke arah barat daya. Menuju Oman. Dari sini Gani akan meneruskan perjalanan ke Amerika.

Amerikalah yang dulu menciptakan Taliban –untuk melawan Rusia yang waktu itu masih bernama Uni Soviet.

Setelah Taliban berkuasa di Afghanistan, jadilah negara itu sarang terorisme internasional.

Amerika pun memusuhi Taliban. Menggulingkan pemerintahannya. Yakni setelah terjadi serangan dua pesawat ke menara kembar New York, 9 September 2010. Yang menewaskan lebih 3.000 orang.

Setelah menguasai Afghanistan, Amerika membangun demokrasi di sana. Mengizinkan banyak partai berdiri. Untuk ikut pemilu.

Tapi tidak pernah ada partai yang berhasil menang. Pemerintahan Afghanistan selalu dibentuk berdasar hasil kompromi yang tidak kukuh.

Politik tidak pernah stabil. Hasil pembangunan juga tidak segera terlihat. Rakyat frustrasi. Mereka juga merasa terhina. Mirip negara jajahan. Rakyat Afghanistan adalah orang yang harga dirinya amat tinggi.

Dari sinilah Taliban kembali mendapat simpati. Terutama ketika muncul pemimpin baru yang berbeda.

Di dalam Taliban sendiri memang terpecah-belah. Terlalu banyak faksi. Salah satunya yang dipimpin Mullah Muhamad Rasul.

Rasul inilah yang membawa Taliban berwajah baru. Rasul berumur 56 tahun. Ia dari daerah selatan, dekat perbatasan Pakistan.

Rasul berasal dari suku Pastun, suku terbesar di Afghanistan. Ia berpikiran moderat. Ia Islam mazhab Sunni.

Taliban versi Rasul ini membawa ideologi Islam-nasional-Afghanistan.

Rasul melarang orang asing menjadi pejuang di Taliban. Tidak seperti Taliban lama. Yang begitu banyak dipegang orang asing. Bahkan pemimpin Taliban dari sayap Al-Qaeda adalah Osama Bin Laden, orang Saudi.

Di tangan Rasul, Al-Qaeda tidak akan boleh beroperasi di Afghanistan. Demikian juga ISIS, dilarang.

Hizbut Tahrir pernah menawarkan sistem kekhalifahan untuk Afghanistan. Rasul menolak.

ISIS juga menawarkan sistem pemerintahan Islamnya untuk Afghanistan. Rasul juga menolak.

Jelaslah bahwa Taliban di bawah Rasul sangat berbeda dengan yang kita kenal di masa lalu.

Taliban yang sekarang ini lebih tepat disebut sebagai nasionalisme Islam Afghanistan. Mereka lebih mencintai Afghanistan dari pada demokrasi Amerika. Mereka lebih mencintai Afghanistan dari pada Islam dari mana pun.

Mayoritas Islam di Afghanistan menganut aliran Deobandi. Aliran ini lahir di kota Deobandi, dekat Mumbai, India. Di zaman dinasti Moghul tahun 1800-an.

Sampai sekarang sekitar 15 persen Islam di India dan Pakistan dari aliran Deobandi. Aliran ini lebih berpegang pada Quran dan Hadis sesuai dengan teksnya. Agak mirip Wahabi. Karena itu Wahabi pernah mewarnai Islam di Afghanistan.

Bahwa Taliban era Rasul ini berbeda, sudah mereka buktikan selama dua minggu terakhir. Perebutan kota-kota di utara itu misalnya, tanpa diwarnai pertumpahan darah. Bahkan ketika mereka merebut ibu kota Kabul, tidak satu pun yang kena tembak.

Media di negara tetangga melaporkan memang terjadi beberapa kasus penjarahan, tapi hanya minor.

Sikap Presiden Gani sendiri mendukung peralihan yang damai itu. Di satu pihak, Gani memang dianggap pengecut. Tapi Gani sendiri berdalih, ia meninggalkan negeri itu agar tidak terjadi pertumpahan darah.

Para pejuang Taliban itu masuk Kabul memang bersenjata. Ketika mereka memasuki Istana juga dengan senjata lengkap. Tapi mereka hanya mengagumi kehebatan fasilitas di istana itu.

Mereka pun mencoba seluruh sofa yang ada di Istana. Duduk-duduk di situ. Dengan gaya duduk pejuang –sejenak mereka, tanpa aturan protokol Istana.

Sebagian lagi pergi ke gym milik Istana. Para pejuang itu terlihat mencoba alat-alat olahraga di gym itu. Sambil tetap mencangklong senjata.

Mereka menduduki Istana dengan damai. Mereka menjadi penguasa baru. Mereka berjanji akan membentuk pemerintahan inklusi –melibatkan kelompok lain. Mereka juga berjanji menghormati wanita. Mereka ingin Afghanistan maju di tangan bangsa sendiri.

Tiongkok kelihatannya sudah siap untuk digandeng. Keduanya memang berbatasan di salah satu sudut sempit pegunungan mereka.

Amerika sudah tahu semua itu.

Tiongkok juga sudah tahu semua itu.

*Dahlan Iskan

 

Artikel Taliban Rasul pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Klasemen Akhir Medali Olimpiade Tokyo: AS Juara Umum https://parade.id/klasemen-akhir-medali-olimpiade-tokyo-as-juara-umum/ Sun, 08 Aug 2021 10:28:53 +0000 https://parade.id/?p=14312 Jakarta (PARADE.ID)- Kontingen Amerika Serikat keluar sebagai juara umum Olimpiade Tokyo 2020 berdasarkan klasemen akhir perolehan medali menjelang upacara penutupan, Minggu. Sementara itu, Indonesia yang ketika seluruh atletnya rampung bertanding dan meninggalkan Tokyo pada Senin (2/8) berada di peringkat ke-35, kini berakhir di posisi ke-55 dalam klasemen akhir medali, demikian catatan laman resmi Olimpiade. AS […]

Artikel Klasemen Akhir Medali Olimpiade Tokyo: AS Juara Umum pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Kontingen Amerika Serikat keluar sebagai juara umum Olimpiade Tokyo 2020 berdasarkan klasemen akhir perolehan medali menjelang upacara penutupan, Minggu.

Sementara itu, Indonesia yang ketika seluruh atletnya rampung bertanding dan meninggalkan Tokyo pada Senin (2/8) berada di peringkat ke-35, kini berakhir di posisi ke-55 dalam klasemen akhir medali, demikian catatan laman resmi Olimpiade.

AS yang hingga hari penultima masih menduduki peringkat kedua, mengambil alih posisi juara umum Olimpiade Tokyo berkat raihan tiga medali emas tambahan pada hari terakhir kompetisi ketika China –yang sebelumnya ada di puncak– gagal menambah satu emas pun.

Dengan tambahan tersebut, AS mempertahankan gelar juara umum Olimpiade tiga edisi beruntun dan di Tokyo mengumpulkan total 39 medali emas, 41 perak dan 33 perunggu.

China di posisi kedua dengan 38 medali emas, 32 perak dan 18 perunggu, diikuti tuan rumah Jepang yang mengumpulkan 27 emas, 14 perak dan 17 perunggu.

Sementara itu, Britania Raya yang pada hari terakhir menambah dua medali emas finis di peringkat keempat dengan 22 emas, 21 perak dan 22 perunggu, menyalip ROC/Rusia yang ada di posisi kelima dengan 20 emas, 28 perak dan 23 perunggu.

Kendati di hari terakhir Australia gagal menambah satu medali pun, mereka tetap menutup penampilan di Olimpiade Tokyo menempati posisi keenam dengan koleksi 17 emas, tujuh perak dan 22 perunggu.

Sementara itu, negara-negara peringkat ketujuh hingga ke-10 semuanya sama-sama meraih 10 medali emas dan bahkan harus dipisahkan oleh raihan perak atau perunggu.

Belanda di posisi ketujuh dengan 10 medali emas, 12 perak dan 14 perunggu, diikuti Prancis peringkat kedelapan dengan 10 emas, 12 perak dan 11 perunggu.

Jerman di posisi kesembilan dengan 10 medali emas, 11 perak dan 16 perunggu, sedangkan Italia melengkapi 10 besar klasemen dengan 10 emas, 10 perak dan 20 perunggu.

*Sumber: antaranews.com

 

Artikel Klasemen Akhir Medali Olimpiade Tokyo: AS Juara Umum pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Twitter Blokir Sementara Akun Anggota DPR AS atas Cuitan Ihwal Covid-19 https://parade.id/twitter-blokir-sementara-akun-anggota-dpr-as-atas-cuitan-ihwal-covid-19/ Tue, 20 Jul 2021 11:16:16 +0000 https://parade.id/?p=13917 Bengaluru (PARADE.ID)- Twitter Inc pada Senin (19/7) mengatakan telah menutup sementara akun milik anggota dewan perwakilan rakyat Amerika Serikat dari partai Republik, Marjorie Taylor Greene, terkait cuitan yang melanggar kebijakan misinformasi COVID-19 platform media sosial itu. Greene mengunggah cuitan yang menyebut bahwa virus corona tidak berbahaya bagi mereka yang tidak obesitas dan berusia di bawah […]

Artikel Twitter Blokir Sementara Akun Anggota DPR AS atas Cuitan Ihwal Covid-19 pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Bengaluru (PARADE.ID)- Twitter Inc pada Senin (19/7) mengatakan telah menutup sementara akun milik anggota dewan perwakilan rakyat Amerika Serikat dari partai Republik, Marjorie Taylor Greene, terkait cuitan yang melanggar kebijakan misinformasi COVID-19 platform media sosial itu.

Greene mengunggah cuitan yang menyebut bahwa virus corona tidak berbahaya bagi mereka yang tidak obesitas dan berusia di bawah 65 tahun. Dia juga mengatakan bahwa organisasi-organisasi seharusnya tidak memaksakan vaksin dan masker yang “tidak disetujui FDA (badan pengawas makan dan obat-obatan AS). Cuitan-cuitan tersebut dianggap “menyesatkan” oleh platform tersebut.

Amerika Serikat menggunakan vaksin buatan Pfizer Inc, Moderna Inc, dan Johnson & Johnson di bawah izing penggunaan darurat dari FDA. Semua vaksin itu belum disetujui sepenuhnya, namun berbagai studi telah membuktikan efektivitas vaksin-vaksin itu.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden sebelumnya telah menyerukan agar perusahaan-perusahaan media sosial mengambil tindakan terkait misinformasi vaksin.

“Kami mengambil langkah penegakan terhadap akun @mtgreenee terkait pelanggaran Peraturan Twitter, terutama kebijakan informasi menyesatkan COVID-19,” kata seorang juru bicara Twitter dalam pernyataan melalui e-mail.

Akun Greene akan tetap terkunci selama 12 jam, menurut Twitter.

Dalam sebuah pernyataan melalui Facebook Live, Greene mengatakan bahwa dia telah terkunci sementara dari Twitter dan menyalahkan pemerintahan Biden atas upaya untuk mengontrol kebebasan berpendapat.

“Ingatlah, pekan lalu sekretaris pers kita mengatakan bahwa Gedung Putih berupaya untuk menghentikan penyebaran (misinformasi) karena mereka ingin lebih hati-hati dan mereka ingin tetap memegang kendali terkait informasi yang dibagikan tentang COVID-19 dan vaksin, bukankah itu mengkhawatirkan?” kata Greene.

Perwakilan dari partai Republik itu telah dihujani kritik sebelumnya atas komentar terkait pandemi. Pada  Juni, dia meminta maaf usai membandingkan kewajiban memakai masker dan vaksinasi di masa COVID-19 dengan kejadian Holocaust yang menewaskan 6 juta orang Yahudi.

Pada  Januari, Twitter mengunci akun Greene usai ia berdebat dengan pejabat pemilihan negara bagian terkait tuduhan penipuan pemilih.

*Sumber: antaranews.com

Artikel Twitter Blokir Sementara Akun Anggota DPR AS atas Cuitan Ihwal Covid-19 pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>