#Betawi Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/betawi/ Bersama Kita Satu Sun, 05 Dec 2021 10:16:05 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #Betawi Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/betawi/ 32 32 Kominfo Perkenalkan Migrasi ke TV Digital Lewat Drama Komedi Betawi https://parade.id/kominfo-perkenalkan-migrasi-ke-tv-digital-lewat-drama-komedi-betawi/ Sun, 05 Dec 2021 10:16:05 +0000 https://parade.id/?p=16518 Jakarta (PARADE.ID)- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperkenalkan dan mensosialisasikan migrasi siaran televisi analog ke digital melalui pentas drama komedi Betawi. Penggalan drama komedi Betawi yang digelar di Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) ini ditampilkan oleh Sanggar Sinar Jaya, pimpinan Hj Tonah, artis Betawi dari sinetron “Si Doel Anak Sekolahan”, Sabtu (4/12). Pentas seni selama satu jam yang […]

Artikel Kominfo Perkenalkan Migrasi ke TV Digital Lewat Drama Komedi Betawi pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperkenalkan dan mensosialisasikan migrasi siaran televisi analog ke digital melalui pentas drama komedi Betawi.

Penggalan drama komedi Betawi yang digelar di Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) ini ditampilkan oleh Sanggar Sinar Jaya, pimpinan Hj Tonah, artis Betawi dari sinetron “Si Doel Anak Sekolahan”, Sabtu (4/12).

Pentas seni selama satu jam yang didukung oleh LKB ini juga disiarkan langsung dan diakses melalui kanal Youtube Kemenkominfo dan Lembaga Kebudayaan Betawi.

Direktur Penyiaran PPI Kemkominfo Geryantika Kurnia melalui keterangannya mengatakan ada tiga periode peralihan siaran TV digital, yakni bulan April, Agustus dan November 2022. Sehingga, pada akhir tahun depan seluruh siaran televisi sudah digital semua.

Geryantika menyatakan ada banyak kelebihan siaran digital ini, di antaranya siaran yang diterima lebih jelas dan suaranya lebih bagus.

Selain itu, saluran TV yang diterima masyarakat juga menjadi lebih banyak. Sekarang ini sudah ada 637 saluran TV di Indonesia. Di Jakarta saja sudah ada 50 saluran TV digital.

“Bagi masyarakat yang belum memiliki TV digital tidak usah khawatir, karena siaran digital bisa ditangkap dengan menambahkan alat semacam dekoder,” kata Geryantika.

“Silahkan gunakan Set Top Box atau STB, apabila televisi Anda belum digital agar tetap dapat menyaksikan program-program kesayangan Anda. Alat tersebut harganya terjangkau sekitar Rp150 ribu hingga Rp300 ribu. Dan bagi keluarga miskin pemerintah akan memberi bantuan alat tersebut,” imbuhnya.

Dalam sosialisasi “Sambut Siaran TV Digital dari DKI Jakarta dan sekitarnya” ini juga hadir Ketua KPID DKI Jakarta Kawiyan, Kabid KP Diskominfotik DKI Jakarta Nuruning Septarida dan Kepala Stasiun TVRI Jakarta Erwin Hendarwin.

Dijelaskan bahwa mulai 25 Agustus 2022 siaran TV analog di seluruh wilayah Jabodetabek akan dihentikan dan dialihkan ke siaran TV digital.

Ketua Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta Kawiyan menambahkan dengan teknologi siaran digital nantinya, akan lebih banyak kanal siaran televisi yang bisa dinikmati masyarakat.

Kawiyan berharap masyarakat tetap memperhatikan peruntukan siaran yang aman untuk usia anak yang bisa dilihat di pojok atas siaran TV.

“Jangan lupa segera laporkan juga jika ada siaran televisi yang dianggap tidak cocok untuk ditayangkan ke komisi penyiaran,” ujar Kawiyan.

Sementara Kepala Stasiun TVRI Jakarta Erwin Hendarwin menyatakan dengan siaran digital memungkinkan siaran budaya lokal lebih banyak lagi, khususnya untuk budaya Betawi.

*Sumber: Antara

Artikel Kominfo Perkenalkan Migrasi ke TV Digital Lewat Drama Komedi Betawi pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Anies Dapat Gelar Tokoh Betawi https://parade.id/anies-dapat-gelar-tokoh-betawi/ Mon, 01 Nov 2021 05:30:30 +0000 https://parade.id/?p=15949 Jakarta (PARADE.ID)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat gelar kehormatan Tokoh Betawi dari Majelis Adat Badan Musyawarah (Bamus) Betawi. “Anies Baswedan orang yang betul-betul meneladani pemikiran rakyatnya, bagaimana mencintai rakyatnya dan bagaimana membangun Jakarta,” kata Ketua Majelis Adat Bamus Betawi Nuri Taher menjelaskan alasan pemberian gelar tokoh Betawi kepada Anies di Jakarta, Minggu. Selain itu, kata […]

Artikel Anies Dapat Gelar Tokoh Betawi pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat gelar kehormatan Tokoh Betawi dari Majelis Adat Badan Musyawarah (Bamus) Betawi.

“Anies Baswedan orang yang betul-betul meneladani pemikiran rakyatnya, bagaimana mencintai rakyatnya dan bagaimana membangun Jakarta,” kata Ketua Majelis Adat Bamus Betawi Nuri Taher menjelaskan alasan pemberian gelar tokoh Betawi kepada Anies di Jakarta, Minggu.

Selain itu, kata dia, para tokoh yang diberi gelar tersebut adalah tokoh yang baik dan dapat membimbing masyarakat.

Anies merupakan satu di antara 11 tokoh di Jakarta yang mendapatkan gelar kehormatan yang diberikan saat Pelantikan Antarwaktu Pengurus Majelis Adat Bamus Betawi periode 2021-2023 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta.

Anies mengapresiasi gelar tersebut dan berjanji akan menjaga amanat itu. “Kami pandang ini (gelar kehormatan) sebagai sebuah amanat yang harus kita jaga sebaik-baiknya,” ujar Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menambahkan bahwa majelis adat berperan penting dalam pengembangan budaya Betawi setelah pandemi COVID-19 dengan pola interaksi yang banyak mengalami perubahan.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Betawi karena menjadi fasilitator dan menciptakan ekosistem bagi masyarakat dari seluruh Indonesia bersatu di Jakarta.

“Masyarakat Betawi menciptakan ekosistem bagi seluruh anak bangsa untuk bersatu, masyarakat Betawi adalah fasilitator yang berkontribusi amat besar untuk Indonesia. Karena itu simpul ini harus terus dijaga,” katanya.

Selain Anies, tokoh lain yang mendapat penghargaan, yakni Eddie Marzuki Nalapraya, Sutiyoso, Fauzi Bowo, Prasetyo Edi Marsudi, Syukron Ma’mun, Abraham Lunggana, Mohamad Taufik, Sylviana Murni, Merry Hotma dan H Chaeruddin.

*Sumber: Antara

Artikel Anies Dapat Gelar Tokoh Betawi pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Pelantikan dan Apel Siaga Laskar Adat Betawi https://parade.id/pelantikan-dan-apel-siaga-laskar-adat-betawi/ Sat, 09 Oct 2021 07:31:58 +0000 https://parade.id/?p=15428 Jakarta (PARADE.ID)- Hari ini, Sabtu (9/10/2021), Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menggelar pelantikan dan apel siaga Laskar Adat Betawi. Pelantikan dan apel siaga digelar di Lapangan Bumi Perkemahan Cibubur (Buperta), Jakarta Timur. Ketua Umum Lulung Abraham Lunggana atau yang dikenal Haji Lulung mengukuhkan Damin Sada sebagai Panglima Laskar Adat Betawi. Nama Damin Sada cukup dikenal di […]

Artikel Pelantikan dan Apel Siaga Laskar Adat Betawi pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Hari ini, Sabtu (9/10/2021), Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menggelar pelantikan dan apel siaga Laskar Adat Betawi. Pelantikan dan apel siaga digelar di Lapangan Bumi Perkemahan Cibubur (Buperta), Jakarta Timur.

Ketua Umum Lulung Abraham Lunggana atau yang dikenal Haji Lulung mengukuhkan Damin Sada sebagai Panglima Laskar Adat Betawi. Nama Damin Sada cukup dikenal di kalangan Betawi. Ia tinggal di Bekasi, Jawa Barat.

Dalam acara ini, Haji Lulung menjelaskan bahwa apel siaga ini dimaksudkan untuk menjadi mitra penegak hukum.

“Karena ini kampung kite maka wajib kite bergerak. Dan tentunya bekerja sama dengan Muspida serta penegak hukumnya Kapolda dan Kodam Jaya,” sampainya.

Aktivis Betawi Jali Pitung yang turut hadir di acara tersebut mengatakan bahwa dengan terpilihnya Damin Sada sebagai Panglima Laskar Adat Betawi, komitmen untuk anak-anak Betawi ke depan akan dipegang.

“Harapan kita ke depan, dan saya yakin bang Damin Sada ini sosok pemimpin yang memegang teguh komitmen terhadap anak Betawi. Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya juga ingin menyampaikan ucapan selamat ke abangda kita, bang Damin Sada yang telah dikukuhkan sebagai Panglima Laskar Adat Betawi untuk periode 2021-2026,” ujarnya.

Harapan kita, lanjut dia, sebagai anak Betawi bagaimana kita melakukan perekatan, kemudian pendekatan-pendekatan konsolidatif secara konstruktif untuk mem-border seluruh adik-adik kita, saudara-saudara kita yang berada di tanah Betawi tentunya.

“Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Ketua Umum Bamus Betawi bahwa telah terjadi akulturasi budaya di Betawi. Betawi ini kan sebuah tatana kota yang menghimpun seluruh masyarakat nusantara,” terangnya.

Selain itu, ia dan warga Betawi lainnya berharap ke depan anak-anak Betawi harus solid, kompak, dan berusaha melepaskan berbagai persoalan yang dianggap itu sebagai perbedaan. Dan bagaimana kita mengupayakan kebersamaan ini yang kita ke depan secara tegas serta kuat secara konstruktif bahwa kita ini adalah anak Betawi.

Juga bagaimana kita menjaga marwah dan budaya leluhur kita di Betawi yang juga merupakan etalase negara Indonesia, karena Betawi ini kam ada di Ibu Kota.

“Untuk teman-teman yang mungkin ada pendapat berbeda, marilah kita duduk bersama-sama untuk melakukan konsolidasi guna membangun tatanan Betawi secara konstruktif. Inti acara ini untuk pelestrian budaya,” kata dia.

Laskar Adat Betawi Bela Negara
Dalam acara tersebut Ketua Umum Bamus Betawi Haji Lulung sempat menyinggung Bela Negara.

Ia menjelaskan, bahwa hal itu adalah bagian dari pemberian edukasi. Memantapkan kedisplinan kepada kita, warga Betawi.

Hal yang hampir senada dengan Haji Lulung terkait itu, aktivis Betawi Jali Pitung mengatakan bahwa hal demikian juga merupakan kewajiban dan tanggung jawab yang harus diemban ke depan oleh Laskar Adat Betawi, untuk mempertahankan eksistensi NKRI. Tentu, kata dia, kita takkan lepas dari falsafah bangsa kita yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

“Bela Negara itu, kalau kita memperhatikan ikrar Laskar Adat Betawi tadi, yang pertama kita secara historis Indonesia ini kan dibangun dan didirikan oleh para pahlawan-pahlawan kita, para habaib, para ulama. Nah fenomena hari ini nyaris miris buat kita,” ujarnya, kepada awak media.

Sebagai anak Betawi asli ia sangat bersyukur dan bangga dengan upaya-upaya keras Badan Musyawarah (Bamus) Betawi dengan Pimpinan Haji Lulung untuk membentuk Laskar Adat Betawi.

“Kalau kita mau jujur, Pancasila ini kan lahir dari pemikiran para alim ulama, para pahlawan kita yang merupakan sebuah konsensus dalam berbangsa dan bernegara, sehingga kita mempertahankan NKRI, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai luhur keagamaan. Ini adalah bagian tentang Bela Negara,” ia menjelaskan.

(Sur/PARADE.ID)

Artikel Pelantikan dan Apel Siaga Laskar Adat Betawi pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
HUT DKI, Ondel-ondel Raksasa Bakal Dipamerkan di TIM https://parade.id/hut-dki-ondel-ondel-raksasa-bakal-dipamerkan-di-tim/ Sun, 20 Jun 2021 11:08:13 +0000 https://parade.id/?p=13333 Jakarta (PARADE.ID)- Sebanyak 10 ondel-ondel raksasa setinggi 4,94 meter bakal dipamerkan di Taman Ismail Marzuki (TIM) saat peringatan HUT ke-494 DKI Jakarta pada 22 Juni 2021. “Pameran berlangsung mulai 22-30 Juni 2021,” kata Manajer Komunikasi Revitalisasi TIM Yeni Fatmawati di Jakarta, Ahad. Adapun ondel-ondel yang dipamerkan, yakni masing-masing lima ondel-ondel karakter pria dan lima ondel-ondel […]

Artikel HUT DKI, Ondel-ondel Raksasa Bakal Dipamerkan di TIM pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Sebanyak 10 ondel-ondel raksasa setinggi 4,94 meter bakal dipamerkan di Taman Ismail Marzuki (TIM) saat peringatan HUT ke-494 DKI Jakarta pada 22 Juni 2021.

“Pameran berlangsung mulai 22-30 Juni 2021,” kata Manajer Komunikasi Revitalisasi TIM Yeni Fatmawati di Jakarta, Ahad.

Adapun ondel-ondel yang dipamerkan, yakni masing-masing lima ondel-ondel karakter pria dan lima ondel-ondel karakter wanita. Ondel-ondel dipamerkan di depan plaza gedung parkir pusat kesenian.

Pameran ondel-ondel tersebut terwujud atas inisiatif Majelis Seniman Masjid Amir Hamzah TIM berkolaborasi dengan Yayasan Jakarta Sigap Senusa (JSS) yang didukung BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

“Tujuan pameran ini pertama untuk merayakan HUT Jakarta dengan salah satu ikonnya ondel-ondel dan sekaligus memberdayakan seniman terdampak COVID-19,” ujar Yeni.

JSS merupakan agregator untuk program Kolaborasi Sosial Berskala Besar/KSBB UMKM berperan dalam pendampingan untuk membangkitkan ekonomi kecil para seniman sesuai tema HUT DKI tahun ini “Jakarta Bangkit“.

Menjelang pameran di TIM, seniman sekaligus perajin ondel-ondel, Suprayogi sedang menuntaskan pembuatan ikon dan budaya khas Betawi itu.

Saat ini, pengerjaan ondel-ondel tersebut dalam tahap pembuatan rangka dari bambu, desain wajah dan pakaian serta pernak-pernik hiasan pelengkap boneka raksasa itu.

Pembuatan ondel-ondel tersebut melibatkan sekitar 25 orang perajin kecil di Jakarta, yang mengerjakan secara terpisah untuk beberapa bagian ondel-ondel.

“Kami berharap pameran ini membangkitkan kembali marwah ondel-ondel dan juga seniman,” katanya ketika ditemui di kediamannya sekaligus gerai produksi ondel-ondel di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (19/6).

*Sumber: antaranews.com

Artikel HUT DKI, Ondel-ondel Raksasa Bakal Dipamerkan di TIM pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
127 Tahun MH. Thamrin, Orang Betawi dan Nasib Kaum Miskin Kota https://parade.id/127-tahun-mh-thamrin-orang-betawi-dan-nasib-kaum-miskin-kota/ Tue, 16 Feb 2021 07:43:39 +0000 https://parade.id/?p=10810 Oleh: Roni Adi, Ketua Perkumpulan Betawi Kita dan Pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi Pembangunan di DKI Jakarta dan Peran Aspek Budaya Orang Betawi Berdasarkan data BPS DKI Jakarta yang dirilis pada Senin (15/2/2021) jumlah penduduk miskin di Ibu Kota DKI Jakarta pada September 2020 meningkat menjadi 496,84 ribu orang atau 4,69 persen dari total penduduk Jakarta, masih […]

Artikel 127 Tahun MH. Thamrin, Orang Betawi dan Nasib Kaum Miskin Kota pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Oleh: Roni Adi,

Ketua Perkumpulan Betawi Kita dan Pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi


Pembangunan di DKI Jakarta dan Peran Aspek Budaya Orang Betawi

Berdasarkan data BPS DKI Jakarta yang dirilis pada Senin (15/2/2021) jumlah penduduk miskin di Ibu Kota DKI Jakarta pada September 2020 meningkat menjadi 496,84 ribu orang atau 4,69 persen dari total penduduk Jakarta, masih lebih rendah dibandingkan kenaikan jumlah penduduk miskin secara nasional sebesar 11,1%. Bila dibandingkan dengan keadaan enam bulan lalu sejak wabah Covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020, kenaikan ini masih relatif kecil di mana pertambahan penduduk miskin sebesar 0,16 persen. Deflasi pada kelompok bahan makanan sebesar -0,495 persen membantu meringankan beban pengeluaran konsumsi. Di sisi lain, berbagai bantuan sosial yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi berkontribusi menjaga stabilitas konsumsi masyarakat miskin dan hampir miskin di DKI Jakarta.

Berbagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengatasi persoalan kemiskinan telah banyak dilakukan oleh pemerintah daerah DKI Jakarta, namun hasilnya masih kurang memuaskan. Apalagi di tengah masa pandemi Covid-19 ini jumlah penduduk miskin di Jakarta sangat sulit dikurangi, terutama di wilayah pesisir Jakarta sejak sekitar sepuluh tahun terakhir menurut data Badan Pusat Statistik. Diduga budaya berperan sebagai salah satu penyebabnya. Fenomena ini terjadi pada penduduk asli (Betawi) dan juga terjadi pada penduduk pendatang. Di sisi lain, terjadi pula fenomena sebagian masyarakat Betawi yang mengalami proses pemiskinan sehingga tidak bisa bertahan di Jakarta dan pindah ke pinggiran ibukota.

Menarik untuk disimak hasil penelitian mengenai orientasi nilai-budaya pada penduduk Betawi miskin vis a vis penduduk pendatang miskin yang dilakukan oleh Diana Aryanti (2011). Penelitian yang dilakukan secara mendalam pada tahun 2007 di Kelurahan Marunda (Jakarta Utara), Kelurahan Kebagusan (Jakarta Selatan), dan Kelurahan Menteng Dalam (Jakarta Selatan) dengan menggunakan metode sampling bertahap.

Gambar: Profil kemiskinan di DKI Jakarta per September 2020 (rilis BPS DKI Jakarta 15/2/2021)


Hasil penelitian Diana Aryanti menunjukkan bahwa hal positif yang sudah diyakini baik penduduk Betawi maupun pendatang adalah bahwa mereka telah menyadari bahwa untuk memperbaiki taraf hidup diperlukan ikhtiar, namun cara berikhtiar pada Betawi, berbeda dengan pendatang.

Budaya yang progresif/berpihak pada kemajuan cenderung jumlahnya lebih banyak pada kaum pendatang dibandingkan pada Betawi. Hal ini terlihat dari usaha yang lebih kongkrit, motivasi dalam berusaha, keinginan untuk berdagang, rajin/tekun dalam bekerja, keinginan untuk mencoba beragam pekerjaan, terlihat lebih kuat pada pendatang. Orang Betawi cenderung bersikap menerima keadaan hidupnya yang barangkali disebabkan mereka terbiasa hidup nyaman di daerahnya sendiri dan belum terlihat kecenderungan memiliki jiwa kewirausahaan. Pada beberapa kasus ditemui prinsip gengsi bila melakukan pekerjaan kasar.

Untuk saat ini keadaan penduduk miskin Betawi cenderung masih tertanggulangi oleh aset warisan tanah/rumah atau terjamin kehidupannya oleh kerabat dekat. Keadaan ini sesungguhnya merupakan kelebihan yang disandang oleh kepala rumah tangga Betawi, namun sifatnya cenderung tidak akan abadi karena aset yang jumlahnya semakin minim itu pun bisa menjadi habis dan kehidupan kerabat dekat juga bisa jadi tak selamanya baik. Kondisi ini diam-diam justru akan membuat penduduk Betawi terlena dan akhirnya terpinggirkan, kalah bersaing dengan pendatang yang datang ke Jakarta dengan keinginan memperbaiki taraf hidupnya.

Relevansi Perjuangan MH. Thamrin & Perhimpoenan Kaoem Betawi

Mohammad Husni Thamrin, atau lebih dikenal sebagai Mat Aseni oleh teman-teman sekampungnya, merupakan pahlawan nasional kelahiran Sawah Besar (orang Betawi menyebut Sao Besar), pada 16 Februari 1894. Dia berasal dari keluarga “gado-gado”. Kakeknya, Tuan Ort, berkebangsaan Inggris, yang menikah dengan neneknya Thamrin, Noeraini, seorang perempuan pribumi Betawi.

 JJ Rizal mengungkapkan, Thamrin memilih bergerak meninggalkan kenyamanan sebagai orang superkaya Batavia dan keturunan Eropa. Ia lebih memilih memperjuangkan kaum Betawi yang kampungnya telah dirusak. Mulai dari soal tanah orang Betawi yang diserobot, nasib kampung yang dihinakan, sampai urusan minyak tanah.

Thamrin, keluar masuk kampung becek, mandi di Kali Ciliwung, bergaul bahkan tidur bersama kalangan jelata. Ia menekankan pentingnya perbaikan jalan-jalan kampung dan sanitasi di Batavia pada masa itu. Dan Thamrin bersama Abu Bakar termasuk orang pertama yang mengkritik soal pembebasan lahan di Menteng, sebuah area pemukiman mewah pertama di masa kolonial Belanda.

Namun apakah cukup kita hanya memperingati ulang tahun Thamrin setiap tanggal 16 Februari untuk dijadikan pengingat kelahiran seorang pejuang Betawi pembela kaum miskin kota di pentas politik masa kolonial Belanda? Dan berpikir seolah-olah tanggung jawab penggerak perubahan sosial berikutnya hanya pada seorang agen seperti Thamrin tanpa berupaya melibatkan struktur dalam perubahan sosial.

Anthony Giddens (2010) menekankan pentingnya keberadaan ruang dan waktu dalam perubahan sosial. Gagasan tersebut menunjukkan bahwa ruang dan waktu tidak hanya dipandang sebagai arena, tetapi menjadi setting dari berbagai praktik dan rutinitas sosial. Dalam realitasnya, agen akan dibentuk dan membentuk struktur dalam perentangan ruang dan waktu yang melatarbelakangi berbagai interaksinya

Untuk itu perlu juga kita sedikit mengulas sejarah kehadiran Perhimpoenan Kaoem Betawi yang merupakan perkumpulan politik pertama dari masyarakat Betawi yang menggunakan nama Betawi sebagai identitasnya. Permohonan pendiriannya pada tanggal 4 April 1923 oleh Masserie dan M. Damiri selaku Ketua dan Sekretaris perhimpoenan. Namun baru diakui pendirian sebagai badan hukum oleh pemerintah kolonial pada 22 Desember 1923. Walaupun dalam Besluit Perhimpoenan Kaoem Betawi dinyatakan bahwa perhimpoenan telah berdiri 29 tahun atau sejak tahun 1894.

Perhimpoenan ini lahir sebagai hasil dari meluasnya pendidikan barat di kalangan orang Betawi akibat dari politik etis pemerintah kolonial Belanda. Dalam perkembangan kemudian timbul semangat di antara organisasi-organisasi kedaerahan yang ada di Batavia termasuk Perhimpoenan Kaoem Betawi untuk melepas kedaerahan mereka menuju solidaritas kesatuan Indonesia yang melahirkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Siswantari dalam diskusi Betawi Kita ke-33 pada 21 Juli 2019 menyebutkan bahwa tujuan pendirian Perhimpoenan Kaoem Betawi seperti  yang tercantum dalam Majalah Tjahaja Betawi pada 15 Juli 1923 adalah sebagai berikut:

• Memadjoekan Boemipoetera Betawi serta sekalian Boemipoetera Hindia Nederland, dalam hal onderwijs, perniagaan dan pertoekangan.

• Memperhatikan segala keperloean bagi Boemipoetera Betawi serta sekalian Boemipoetera di Hindia-Nederland dengan daja oepaja jang tiada melanggar wet negeri teroetama perihal kesehatan.

Setelah Thamrin masuk ke dalam Parindra tahun 1935 dan selepas kepemimpinan Abdul Manaf di Perhimpoenan Kaoem Betawi pada tahun 1940 sepertinya orang Betawi belum menemukan kembali seorang tokoh pejuang kaum Betawi yang gigih membela kepentingan nasib kaum miskin kota dan hadirnya kembali organisasi seperti Perhimpoenan Kaoem Betawi yang gigih memperjuangkan solidaritas kaum Betawi sekaligus persatuan kebangsaan Indonesia.

Penutup

Soedjatmoko (1954) pernah mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi bukanlah suatu proses ekonomi semata-mata, melainkan suatu penjelmaan dari perubahan sosial dan kebudayaan yang meliputi bangsa kita di dalam kebulatannya. Untuk itu kita harus mempertimbangkan peranan agama dan unsur-unsur di dalam warisan kebudayaan nenek moyang kita. Menurut Soedjatmoko, unsur-unsur yang positif perlu dihidupkan kembali dan yang negatif perlu diinterpretasikan ulang agar pembangunan ekonomi dapat dilaksanakan dengan baik.

Program pembangunan dan penanggulangan kemiskinan di DKI Jakarta hendaknya tidak sekadar menambah anggaran dan menambah jenis program pengentasan kemiskinan semata, namun perlu memperhatikan prilaku dari target sasaran program. Untuk mewujudkannya, perlu perhatian terhadap upaya memahami orientasi nilai budaya mereka (baik Betawi maupun pendatang) dalam menyusun kebijakan program pembangunan yang akan diambil.

Ke depan perlu perhatian lebih besar pada penduduk Betawi, untuk memberikan bantuan pendidikan setidaknya sampai jenjang SLTA (dan beasiswa perguruan tinggi bagi siswa yang berbakat) dan memberikan pelatihan bagaimana menggugah mereka untuk meningkatkan motivasi dari diri sendiri dan berupaya meningkatkan taraf hidup. Untuk penduduk miskin yang saat ini terlanjur hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat dasar, agar bisa mendapatkan penghasilan yang layak, perlu proaktif diajak mengikuti program Jakprenuer, pengembangan program kewirausahaan terpadu (d/h program OK OCE) untuk merubah mindset agar orang Betawi lebih produktif dan memberikan penyediaan modal usaha dengan bunga pinjaman rendah dan tenor cukup panjang untuk meningkatkan wirausaha / perdagangan serta membantu akses pasar.

Kita juga perlu melahirkan kembali tokoh-tokoh politik dan pegiat ormas kebetawian yang memiliki militansi dalam memperjuangkan hajat hidup orang banyak Betawi sekaligus memiliki jaringan pergaulan yang luas di lingkungan nasional serta melakukan institusionalisasi gerakan advokasi dan kontrol sosial masyarakat Betawi terhadap jalannya pembangunan di DKI Jakarta yang seringkali terjadi tarik menarik kepentingan antara kepentingan wilayah dan nasional. Sudah saatnya pula pegiat budaya Betawi dan intelektual Betawi melakukan sinergitas dengan penyelenggara urusan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta yaitu Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta agar dapat memberikan masukan dan usulan program-program pro rakyat miskin Jakarta yang tidak hanya untuk kalangan Betawi saja.

Artikel 127 Tahun MH. Thamrin, Orang Betawi dan Nasib Kaum Miskin Kota pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>