#Ginjal Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/ginjal/ Bersama Kita Satu Thu, 09 Feb 2023 11:07:08 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #Ginjal Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/ginjal/ 32 32 Politisi PKS Menilai Pemerintah Kecolongan (Lagi) dalam Kasus Gagal Ginjal pada Anak https://parade.id/politisi-pks-menilai-pemerintah-kecolongan-lagi-dalam-kasus-gagal-ginjal-pada-anak/ Thu, 09 Feb 2023 11:07:08 +0000 https://parade.id/?p=23090 Jakarta (parade.id)- Politisi PKS Netty Prasetiyani Aher menilai pemerintah kecolongan lagi soal kasus  gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak. Menurutnya, ditemukannya kasus baru ini menandakan pemerintah kecolongan di mana selama ini penanganan serta pengusutan kasus tersebut belum sampai ke akar-akarnya. “Jika memang penyebab kasus baru ini adalah cemaran obat lagi, maka kita tidak […]

Artikel Politisi PKS Menilai Pemerintah Kecolongan (Lagi) dalam Kasus Gagal Ginjal pada Anak pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Politisi PKS Netty Prasetiyani Aher menilai pemerintah kecolongan lagi soal kasus  gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak. Menurutnya, ditemukannya kasus baru ini menandakan pemerintah kecolongan di mana selama ini penanganan serta pengusutan kasus tersebut belum sampai ke akar-akarnya.

“Jika memang penyebab kasus baru ini adalah cemaran obat lagi, maka kita tidak bisa membayangkan berapa banyak obat tercemar yang beredar,” kata Netty dalam keterangan media, Kamis (9/2/2023).

Politisi PKS asal Jawa Barat ini sejak awal sudah meminta pemerintah untuk membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) untuk mengusut secara tuntas kasus gangguan ginjal akut. Netty menyebut harus ada evaluasi menyeluruh dan tuntas,  baik dari sisi pengawasan obat maupun fungsi  lembaga-lembaga terkait.

“Evaluasi menyeluruh ini mendesak  dilakukan agar  tidak ada lagi kasus serupa yang menelan korban. Bisa jadi ada kesalahan sistemik yang harus segera dibenahi terkait peredaran obat tersebut,” katanya.

Ketua DPP PKS ini juga meminta agar lembaga pemerintah yang berwenang tidak lepas tangan dan berani untuk bertangung jawab. “Lembaga pemerintah yang berwenang tidak boleh lepas tanggung jawab. Bukankah lembaga terkait sudah dibekali tupoksi dan  anggaran  untuk mencegah hal semacam itu terjadi?” tambahnya.

Sementara itu, Polri kata Netty harus menuntaskan penyelidikan secara transparan dan akurat. “Tuntaskan penyelidikan, jangan setengah-setengah,  dan bongkar sampai ke akar-akarnya. Jika ditemukan pelanggaran,  maka harus diproses dan ditindak sesuai hukum,” kata Netty.

(Rob/parade.id)

Artikel Politisi PKS Menilai Pemerintah Kecolongan (Lagi) dalam Kasus Gagal Ginjal pada Anak pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Gagal Ginjal Akut karena Kelalaian Pemerintah buat Partai Buruh Marah https://parade.id/gagal-ginjal-akut-karena-kelalaian-pemerintah-buat-partai-buruh-marah/ Fri, 28 Oct 2022 09:02:15 +0000 https://parade.id/?p=21897 Jakarta (parade.id)- Gagal ginjal akut kepada anak-anak bikin KSPI dan Partai Buruh marah. KSPI dan Partai Buruh karena pemerintah dinilai gagal melakukan pengawasan peredaran obat, yang disebut menjadi indikasi gagal ginjal akut pada anak-anak. “Kegagalan Pemerintah dalam melakukan pemantauan peredaran obat-obatan yang berimbas hilangnya 157 nyawa bayi-bayi di Indonesia karena gagal ginjal imbas dari beredarnya […]

Artikel Gagal Ginjal Akut karena Kelalaian Pemerintah buat Partai Buruh Marah pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Gagal ginjal akut kepada anak-anak bikin KSPI dan Partai Buruh marah. KSPI dan Partai Buruh karena pemerintah dinilai gagal melakukan pengawasan peredaran obat, yang disebut menjadi indikasi gagal ginjal akut pada anak-anak.

“Kegagalan Pemerintah dalam melakukan pemantauan peredaran obat-obatan yang berimbas hilangnya 157 nyawa bayi-bayi di Indonesia karena gagal ginjal imbas dari beredarnya obat-obatam yang salah beredar di Indonesia berdampak kemarahan luar biasa bagi KSPI dan Partai Buruh dengan menggelar aksi di depan Gedung Kementrian Kesehatan,” kata Penanggung Jawab Aksi Nasional KSPI sekaligus Penanggung Jawab Aksi Nasional Partai Buruh, Makbullah Fauzi, dalam keterangannya kepada media, Jumat (28/10/2022).

KSPI dan Partai Buruh kata Buya Fauzi, sapaan akrabnya, menuntut pemerintah agar dalam waktu yang secepat-cepatnya mengeluarkan kebijakan untuk memecat dengan tidak hormat Menteri Kesehatan dan Kepala BPOM, sebagai orang yang dinilai paling bertanggung jawab terhadap hilangnya nyawa 157 bayi di Indonesia.

“Pecat dengan tidak hormat Menteri Kesehatan dan Kepala BPOM sekarang juga dan kami minta dibentuk tim pencari fakta, demi mengusut tuntas kasus tersebut serta menghukum seberat-beratnya siapa pun yang terlibat dalam tragedi hilangnya 157 nyawa bayi-bayi di Indonesia,” pintanya.

Buruh kata dia tidak akan menbiarkan kejahatan dan hanya dianggap sebagai keadaan yang biasa biasa saja .

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan tuntutannya kepada Pemerintah agar menetapkan kejadian tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sementara itu, Helmizan (Sekertaris Umum FSP KEP KSPI sekaligus Exco Pusat Partai Buruh) juga menyatakan Pemerintah harus berani menutup pabrik-pabrik obat yang hanya berorientasi kepada keuntungan semata tanpa memikirkan kondisi bahaya anak-anak bangsa yang mengkonsumsi obat-obatan yang diproduksi.

Massa, lewat perwakilannya sempat beraudiensi dengan pihak Kemenkes RI. Dalam audiensi, perwakilan (Kahar S Cahyono, Jubir), menyampaikan ada kejanggalan dari tragedi tersebut. Pasalnya, ia melihat hal itu terjadi secara tiba-tiba—adanya penawar racun sebagai solusi dari pihak asing.

(Rob/parade.id)

Artikel Gagal Ginjal Akut karena Kelalaian Pemerintah buat Partai Buruh Marah pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Kemkes Instruksikan Apotek Tidak Jual Obat Bebas Bentuk Sirop https://parade.id/kemkes-instruksikan-apotek-tidak-jual-obat-bebas-bentuk-sirop/ Wed, 19 Oct 2022 04:20:34 +0000 https://parade.id/?p=21780 Jakarta (parade.id)- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan seluruh apotek yang beroperasi di Indonesia untuk sementara ini tidak menjual obat bebas dalam bentuk sirop kepada masyarakat. Instruksi dikeluarkan Kemenkes sebagai kewaspadaan atas temuan gangguan ginjal akut progresif atipikal yang mayoritas menyerang usia anak di Indonesia. Ketetapan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan […]

Artikel Kemkes Instruksikan Apotek Tidak Jual Obat Bebas Bentuk Sirop pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan seluruh apotek yang beroperasi di Indonesia untuk sementara ini tidak menjual obat bebas dalam bentuk sirop kepada masyarakat. Instruksi dikeluarkan Kemenkes sebagai kewaspadaan atas temuan gangguan ginjal akut progresif atipikal yang mayoritas menyerang usia anak di Indonesia.

Ketetapan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak yang diteken oleh Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami pada Selasa (18/10/2022).

“Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan atau bebas terbatas dalam bentuk sirop kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” demikian bunyi poin 8 dari SE tersebut.

Murti kemudian meminta agar seluruh tenaga Kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair atau sirop sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia juga meminta agar fasilitas pelayanan kesehatan yang melakukan penatalaksanaan awal penyakit misterius ini merupakan rumah sakit yang memiliki paling sedikit fasilitas ruangan intensif berupa High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Demikian dikutip cnnindonesia.com.

Adapun fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak memiliki fasilitas dimaksud harus melakukan rujukan ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis ginjal anak dan fasilitas hemodialisis anak.

Penatalaksanaan pasien oleh rumah sakit mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3305/2022 tentang Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Atipikal Pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Adapun dalam kasus kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan kasus mencapai 192 orang per Selasa (18/10). Lonjakan kasus bulanan tertinggi tercatat terjadi pada September 2022 dengan 81 kasus yang dilaporkan.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso menambahkan temuan ratusan kasus itu didapatkan dari 20 provinsi di Indonesia. Temuan kasus terbanyak terjadi di DKI Jakarta dengan 50 kasus, kemudian Jawa Barat dan Jawa Timur masing-masing 24 kasus, Sumatera Barat 21 kasus, Aceh 18 kass, dan Bali 17 kasus.*

Artikel Kemkes Instruksikan Apotek Tidak Jual Obat Bebas Bentuk Sirop pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Gagal Ginjal Akut pada Anak Terjadi di Awal Tahun, Ini Gejalanya https://parade.id/gagal-ginjal-akut-pada-anak-terjadi-di-awal-tahun-ini-gejalanya/ Wed, 19 Oct 2022 04:13:34 +0000 https://parade.id/?p=21777 Jakarta (parade.id)- Plt. Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan dr. Yanti Herman mengatakan bahwa Gagal Ginjal Akut pada Anak telah terjadi pada awal tahun 2022, namun baru mengalami peningkatan pada September. “Sejumlah antisipasi telah kita lakukan, termasuk melakukan fasilitasi dengan menyusun pedoman penatalaksanaan Gagal Ginjal Akut pada Anak. Surat Keputusan yang diterbitkan pada tanggal 28 September 2022 […]

Artikel Gagal Ginjal Akut pada Anak Terjadi di Awal Tahun, Ini Gejalanya pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Plt. Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan dr. Yanti Herman mengatakan bahwa Gagal Ginjal Akut pada Anak telah terjadi pada awal tahun 2022, namun baru mengalami peningkatan pada September.

“Sejumlah antisipasi telah kita lakukan, termasuk melakukan fasilitasi dengan menyusun pedoman penatalaksanaan Gagal Ginjal Akut pada Anak. Surat Keputusan yang diterbitkan pada tanggal 28 September 2022 tersebut, bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dini sekaligus sebagai acuan bagi fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan penanganan medis kepada pasien gagal ginjal akut,” kata dia, belum lama ini.

“Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan menerbitkan Tata Laksana dan Managemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02./2/I/3305/2022,” demikian bunyi surat tersebut.

Lebih lanjut, dr. Yanti menjelaskan bahwa secara keseluruhan pedoman tersebut memuat serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan lain dalam melakukan penanganan terhadap Pasien Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal sesuai dengan indikasi medis. Dimulai dari diagnosis klinis.

“Penegakan diagnosis untuk penyakit gagal ginjal akut pada anak diawali dengan mengamati gejala dan tanda klinis yang dialami pasien, salah satunya terjadi penurunan jumlah BAK (oliguria) atau tidak ada sama sekali BAK (anuria). Penurunan cepat dan tiba-tiba pada fungsi filtrasi/penyaringan ginjal. Biasanya ditandai peningkatan konsentrasi kreatinin serum atau azotemia dan/atau penurunan sampai tidak ada sama sekali produksi urine,” kata dr. Yanti.

Gagal Ginjal Akut diketahui menyerang anak dengan di rentang usia 6 bulan-18 tahun, paling banyak terjadi pada balita. Dengan gejala awalnya berupa infeksi saluran cerna dan gejala ISPA, gejala khas adalah jumlah air seni yang semakin berkurang bahkan tidak bisa BAK sama sekali. Pada kondisi seperti sudah fase lanjut dan harus segera dibawa ke Faskes seperti RS.

Untuk itu, bagi orang tua yang memiliki gejala seperti diatas terutama pada rentang usia tersebut, diminta lebih waspada dengan aktif melakukan pemantauan tanda bahaya umum serta pemantauan jumlah dan warna urin (pekat atau kecoklatan) di rumah, pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup dengan minum air.

“Bila anak mengalami gejala dan tanda disertai dengan volume urine berkurang atau tidak ada urine selama 6-8 jam (saat siang hari), segera bawa anak anda ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar dr. Yanti.

Saat di rumah sakit, Kemenkes merekomendasikan agar pemeriksaan berlanjut pada fungsi ginjal (turun, kreatinin). Kalau fungsi ginjal meningkat, selanjutnya dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosis, evaluasi kemungkinan etiologi dan komplikasi.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif gagal ginjal akut, selanjutnya pasien akan dilakukan perawatan di ruangan intensif berupa High Care Unit (HCU)/Pediatric Intensive Care Unit (PICU) sesuai indikasi.
Selama proses perawatan, fasyankes akan memberikan obat dan terus memonitoring kondisi pasien yang meliputi volume balance cairan dan diuresis selama perawatan, kesadaran, napas kusmaull, tekanan darah, serta pemeriksaan kreatinin serial per 12 jam.

“Selama proses perawatan pasien Gagal Ginjal Akut akan diberikan Intravena Immunoglobulin (IVIG). Sebelum diberikan, Rumah Sakit harus mengajukan permohonan kepada Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan,” jelas dr. Yanti.

Menurut laporan IDAI, jumlah kasus gagal ginjal akut pada anak terus meningkat sejak Agustus lalu. Puncaknya terjadi pada September dengan 78 kasus. Meskipun demikian, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang, selalu hati-hati dan waspada.

Karena Kemenkes secara aktif terus melakukan pemantauan dan pelacakan kasus di masyarakat guan menemukan kasus gagal ginjal akut sedini mungkin. Salah satunya dengan melaporan penyakit gagal ginjal akut pada anak maupun penyakit menular lainnya melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon Event Baeed Surveillance (SKDREBS)/ Surveilans Berbasis Kejadian (SBK) di https://skdr.surveilans.org dalam waktu kurang dari 24 jam.

Apabila fasyankes tidak memiliki akun SKDR, bisa melaporkan ke Dinkes dengan mengisi Formulir Penyelidikan Epidemologi (PE) yang dapat diunduh di https://skdr/surveilans.org dan mengirimkannya ke PHEOC melalui nomor WhatsApp 087777591097 atau email poskoklb@yahoo.com atau pheoc.indonesia@gmail.com
“Pelaporan ini berlaku untuk semua penyakit yang berpotensi terjadi KLB, kami harapkan Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan terkait bisa melaporkan secepatnya,” harap dr. Yanti.

(Rob/parade.id)

Artikel Gagal Ginjal Akut pada Anak Terjadi di Awal Tahun, Ini Gejalanya pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>