#HariSantri Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/harisantri/ Bersama Kita Satu Fri, 23 Oct 2026 06:54:23 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.3 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #HariSantri Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/harisantri/ 32 32 Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan di Rakornas TPAKD https://parade.id/prabowo-resmikan-dewan-nasional-kesejahteraan-keuangan-di-rakornas-tpakd/ https://parade.id/prabowo-resmikan-dewan-nasional-kesejahteraan-keuangan-di-rakornas-tpakd/#respond Fri, 23 Oct 2026 06:54:23 +0000 https://parade.id/?p=31005 Jakarta (parade.id)- Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNK) dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026, Kamis (22/10/2026). Peresmian dilakukan Prabowo di hadapan para menteri, kepala daerah, dan pimpinan lembaga keuangan. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada siang hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan yang Maha […]

Artikel Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan di Rakornas TPAKD pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNK) dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026, Kamis (22/10/2026).

Peresmian dilakukan Prabowo di hadapan para menteri, kepala daerah, dan pimpinan lembaga keuangan. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada siang hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya resmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan,” ujarnya.

Prabowo menegaskan bahwa kesejahteraan harus dirasakan secara nyata oleh rakyat. “Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara nyata harus meningkat,” katanya.

Menurut Prabowo, setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata. Ia menyebut hal itu sebagai garis dan strategi pemerintah. “Ini yang sedang kita perjuangkan. Ini garis kita, ini strategi kita,” ujarnya.

Prabowo juga menyampaikan bahwa TPAKD kini telah terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Ia menilai hal itu sebagai capaian kelembagaan yang patut dibanggakan. “Saya menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerja membangun kelembagaan ini,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026. Ia menyebut santri dan pondok pesantren sebagai bagian penting dalam sejarah perjuangan dan kemerdekaan bangsa. “Santri kompak dan hebat, Indonesia semakin kuat,” ucapnya.

 

Artikel Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan di Rakornas TPAKD pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
https://parade.id/prabowo-resmikan-dewan-nasional-kesejahteraan-keuangan-di-rakornas-tpakd/feed/ 0
Ketum DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren https://parade.id/ketum-ddii-hari-santri-momentum-kebangkitan-pesantren/ Fri, 22 Oct 2021 12:42:32 +0000 https://parade.id/?p=15735 Jakarta (PARADE.ID)- Peringatan Hari Santri yang dilaksanakan setiap tahun mesti menjadi momentum untuk menjadikan pesantren sebagai pusat kebangkitan pendidikan di Indonesia. Momentum ini penting, sebab pesantren dan santri harus mampu merespon tantangan cepatnya perubahan secara tepat agar peradaban Islam tidak tergilas zaman. “Pesantren telah menjadi sentral kebangkitan dan perjuangan sejak zaman penjajahan dahulu,” kata Ketua […]

Artikel Ketum DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Peringatan Hari Santri yang dilaksanakan setiap tahun mesti menjadi momentum untuk menjadikan pesantren sebagai pusat kebangkitan pendidikan di Indonesia. Momentum ini penting, sebab pesantren dan santri harus mampu merespon tantangan cepatnya perubahan secara tepat agar peradaban Islam tidak tergilas zaman.

“Pesantren telah menjadi sentral kebangkitan dan perjuangan sejak zaman penjajahan dahulu,” kata Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Dr. H. Adian Husaini dalam webinar bertajuk ‘Peta Jalan Kebangkitan Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik’, Jumat (22/10/2021).

Dr. Adian melanjutkan, banyak tokoh Islam yang berjuang melawan penjajahan Belanda dengan cara mendirikan pesantren, seperti yang dilakukan oleh Syaikh Yusuf Al-Makassari, Syaikh Abdul Samad Al-Palimbani, dan lainnya.

Menurut Dr. Adian, mengutip pernyataan pahlawan nasional Mohammad Natsir, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang dikembangkan dalam rangka perjuangan bangsa Indonesia.

“Dengan demikian, pesantren bukan saja merupakan lembaga pendidikan tetapi merupakan peran yang penting dalam perjuangan nasional,” katanya.

Konsep pesantren, lanjutnya, juga dikembangkan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara yang dahulu mendirikan Taman Siswa karena menolak keras sistem pendidikan yang dibangun Belanda.

“Ki Hajar Dewantara menolak sistem pendidikan Belanda karena dibangun hanya untuk kepentingan mereka,” ujar Dr. Adian.

Ia melanjutkan, Ki Hajar Dewantara menguraikan sifat pesantren atau pondok dan asrama yaitu sebagai rumah kiai guru, yang dipakai untuk pondokan santri-santri dan rumah pengajaran juga. Di sana setiap hari guru dan murid berkumpul jadi satu melakukan kegiatan belajar mengajar sendiri.

“Menurut Ki Hajar Dewantara, mendidik berarti menuntun tumbuhnya budi pekerti dalam hidup anak-anak kita supaya mereka kelak menjadi manusia berpibadi yang beradab dan bersusila,” jelasnya.

Ki Hajar Dewantara juga menjabarkan, pengajaran adab kepada siswa bermaksud memberikan agar jiwa anak terbangun seutuhnya bersamaan dengan pendidikan jasmaninya.

“Makanya menarik ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sejak zaman Anies Baswedan hingga Nadiem Makarim selalu menggaungkan konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga mewanti-wanti kepada orang tua siswa agar tidak menjadikan pesantren sebagai tempat ‘pelarian’ pendidikan bagi anak-anaknya yang dianggap bermasalah.

Pesantren bukan wadah untuk menjadikan anak-anak yang bermasalah menjadi lebih baik secara instan. Pendidikan harus kerjasama pesantren dan orang tua.

” Harus diingat menanamkan adab itu butuh keteladanan dan pembiasaan,” pungkas Dr. Adian. []

Artikel Ketum DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>