#Iklim Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/iklim/ Bersama Kita Satu Thu, 16 Mar 2023 03:33:33 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.1 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #Iklim Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/iklim/ 32 32 Indonesia Sangat Serius Mengatasi Perubahan Iklim https://parade.id/indonesia-sangat-serius-mengatasi-perubahan-iklim/ Thu, 16 Mar 2023 03:33:33 +0000 https://parade.id/?p=23715 Jakarta (parade.id)- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar menegaskan bahwa Indonesia sangat serius mengatasi perubahan iklim. Hal itu kata Menteri LHK tercermin melalui inisiasi “Indonesia’s FOLU Net Sink 2030” dan rencana operasionalnya. “Ini yang saya sampaikan saat melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Luar Negeri Norwegia (State Secretary of Norway’s Foreign Affairs […]

Artikel Indonesia Sangat Serius Mengatasi Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar menegaskan bahwa Indonesia sangat serius mengatasi perubahan iklim. Hal itu kata Menteri LHK tercermin melalui inisiasi “Indonesia’s FOLU Net Sink 2030” dan rencana operasionalnya.

“Ini yang saya sampaikan saat melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Luar Negeri Norwegia (State Secretary of Norway’s Foreign Affairs Ministry) Erling Rimestad, di Jakarta, Selasa (14/3). Aksi iklim Indonesia telah mendapat pengakuan internasional, begitu juga pencapaian penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dari hasil inventarisasi GRK yang terus menurun,” kata dia, di akun Twitter-nya, kemarin.

Cara sistematis yang dilakukan sekarang disebut olehnya adalah sebagian didukung oleh kerja sama sejak tahun 2010 tentang REDD+, yang ditandatangani tahun 2016 di Indonesia. “Kami terus meningkatkan kerja-kerja dan agenda selama pemerintahan Presiden @jokowi dengan berbagai tindakan korektif,” penegasannya kembali.

“Data tahun 2020 menunjukkan penurunan emisi sebesar 47,28% dan untuk tahun 2021 sebesar 43,82%. Hal ini berarti jauh lebih tinggi dari target 41% untuk total emisi GRK sebesar 945,11 gigaton CO2e pada tahun 2020, dan 889,79 gigaton CO2e pada tahun 2021,” ia melanjutkan.

Pencapaian ini kata dia tentunya signifikan untuk program berbasis hasil dan perdagangan karbon. Dari skema RBP, kinerja penurunan emisi GRK Indonesia sebesar 577 juta ton CO2e telah dicapai pada periode 2018-2020.

Angka kinerja ini kata Siti bukan merupakan estimasi Indonesia sendiri, melainkan angka yang telah diverifikasi oleh UNFCCC pada November 2022, sebagai bentuk pengakuan atas kinerja Indonesia, termasuk dalam hal metodologi yang digunakan dalam menghitung estimasi capaian kinerja tersebut

Selain itu semua kegiatan perdagangan karbon, saat ini wajib didaftarkan ke Sistem Registri Nasional dan wajib mendapatkan Sertifikat Pengurangan Emisi melalui otoritas pemerintah. Sedang disiapkan mekanisme Carbon Exchange. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak tertutup untuk investasi terkait karbon tetapi perlu mengatur tata kelolanya.

“Saya juga menyambut baik apresiasi Wamenlu Norwegia Erling Rimestad atas penurunan laju deforestasi Indonesia dengan angka terendah sepanjang sejarah. Inilah salah satu bukti kontribusi nyata Indonesia untuk perubahan iklim dunia,” apresiasinya.

(Rob/parade.id)

Artikel Indonesia Sangat Serius Mengatasi Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Komitmen Presiden terhadap Perubahan Iklim https://parade.id/komitmen-presiden-terhadap-perubahan-iklim/ Fri, 10 Jun 2022 13:09:22 +0000 https://parade.id/?p=20089 Jakarta (PARADE.ID)- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneguhkan komitmen terhadap perubahan iklim dan pemulihan lingkungan, melalui aksi yang jelas, konkret dan dapat dilihat atau dikalkulasi. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat meresmikan Persemaian Rumpin, sekaligus meluncurkan Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) serta World Mangrove Center di Teluk Balikpapan, yang digelar di Rumpin, Kab. Bogor, Provinsi […]

Artikel Komitmen Presiden terhadap Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneguhkan komitmen terhadap perubahan iklim dan pemulihan lingkungan, melalui aksi yang jelas, konkret dan dapat dilihat atau dikalkulasi.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat meresmikan Persemaian Rumpin, sekaligus meluncurkan Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) serta World Mangrove Center di Teluk Balikpapan, yang digelar di Rumpin, Kab. Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (10/6/2022).

Dalam tiga tahun kedepan, Pemerintah menargetkan akan ada 30 pusat persemaian dengan kapasitas produksi 10-12 juta bibit per tahun. Dengan begitu, dalam setahun dapat menghasilkan kurang lebih 360 juta bibit atau benih siap tanam yang berkualitas.

“Kalau benih atau bibitnya ada, mau tidak mau barang (bibit/benih) ini harus kita tanam. Jadi bukan berapa hektar yang akan kita kerjakan, tapi berapa produksi bibit yang dapat kita hasilkan,” katanya.

Presiden Jokowi menyampaikan bibit tersebut akan ditanam di lahan-lahan kritis, di kabupaten atau provinsi yang rawan longsor, di Daerah Aliran Sungai terutama di hulunya. Proses ini pun sudah dimulai, dengan didistribusikannya bibit ke kabupaten/kota untuk mengembalikan fungsi lahan kritis.

“Inilah proses merehabilitasi lingkungan kita, memperbaiki lingkungan kita dengan sebuah aksi yang jelas, konkret dan bisa dihitung,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan terimakasih kepada Bank Dunia, Pemerintah Jerman, perusahaan-perusahaan besar di Indonesia atas perannya dalam mendukung pemulihan lingkungan. Sebagaimana diketahui, pembangunan Persemaian Rumpin merupakan kerja sama antara KLHK, Kementerian PUPR, dan April Grup. Kerja sama tersebut menghasilkan sebuah persemaian dengan manajemen yang tertata dan mampu memproduksi bibit berkualitas yang siap dikirim ke daerah-daerah yang membutuhkan.

“Sekali lagi, ini akan ada 30 persemaian seperti ini, tahun ini kita perkirakan akan jadi lagi 8, tahun depan tambah lagi, artinya step-step menuju ke perbaikan lingkungan itu konkret dan bisa dilihat,” ungkap Presiden Jokowi.

Selanjutnya, Presiden Jokowi menjelaskan pemulihan lingkungan ditempuh melalui rehabilitasi mangrove. Hingga akhir 2024, Presiden Jokowi menginstruksikan agar paling tidak 600 ribu lahan mangrove harus sudah terehabilitasi. Program rehabilitasi mangrove ini ada di provinsi Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Bali.

“Artinya juga dimulai dari persemaian, dari pembibitan seperti ini, sehingga jelas dan konkret ke arah mana perbaikan-perbaikan itu kita lakukan, karena kita tahu hutan mangrove bisa mereduksi, menyerap karbon empat kali lipat dibanding hutan hujan tropis biasa,” terang Presiden Jokowi.

Acada pada hari ini juga sekaligus merupakan rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Presiden Jokowi menegaskan agar rangkaian peringatan dilakukan dengan aksi yang konkret, jelas, dan terkalkulasi semuanya.

Sementara itu, dalam laporannya Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day tahun 2022, dilaksanakan hari ini di Rumpin bukan tanpa alasan. Hal ini semata karena seperti yang selalu ditegaskan dan diperintahkan oleh Presiden Jokowi untuk kegiatan yang delivered dan nyata dilaksanakan dan bermanfaat.

“Langkah yang nyata dimaksud sebagaimana keberadaan Pusat Persemaian skala besar di Rumpin ini, merupakan dorongan keras Bapak Presiden, dalam upaya pemulihan lahan terdegradasi. Yaitu melalui penyediaan bibit secara besar- besaran, untuk penanaman yang terus menerus dan terkontrol tumbuh menjadi pepohonan yang akan memperbaiki alam,” kata Menteri Siti.

Pada acara ini juga dihadiri oleh para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Duta Besar negara sahabat dan pimpinan lembaga multilateral, Wagub Jabar dan Forkopimda serta para pejabat pusat dan daerah, KADIN, asosiasi dan bisnis leaders, para aktivis muda, green leaders dan Youth 20 (Y20). []

Artikel Komitmen Presiden terhadap Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Indonesia Sangat Serius dalam Pengendalian Perubahan Iklim https://parade.id/indonesia-sangat-serius-dalam-pengendalian-perubahan-iklim/ Fri, 23 Apr 2021 05:54:11 +0000 https://parade.id/?p=12131 Jakarta (PARADE.ID)- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf sangat serius dalam pengendalian perubahan iklim. Bahkan di pemerintahan Jokowi ini, turut serta mengajak dunia untuk melakukan aksi nyata dalam pengendalian itu. Sebab, sebagai negara kepulauan terbesar dan pemilik hutan tropis, penanganan perubahan iklim menurut Siti adalah kepentingan nasional Indonesia. […]

Artikel Indonesia Sangat Serius dalam Pengendalian Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf sangat serius dalam pengendalian perubahan iklim. Bahkan di pemerintahan Jokowi ini, turut serta mengajak dunia untuk melakukan aksi nyata dalam pengendalian itu.

Sebab, sebagai negara kepulauan terbesar dan pemilik hutan tropis, penanganan perubahan iklim menurut Siti adalah kepentingan nasional Indonesia.

“Melalui kebijakan, pemberdayaan, dan penegakkan hukum, laju deforestasi Indonesia saat ini turun terendah dalam 20 tahun terakhir. Penghentian konversi hutan alam dan lahan gambut mencapai 66 juta hektare, lebih luas dari gabungan luas Inggris dan Norwegia,” demikian katanya, Jumat (23/4/2021), melalui akun Twitter-nya.

“Penurunan kebakaran hutan hingga sebesar 82 persen di saat beberapa kawasan di Amerika, Australia, dan Eropa mengalami peningkatan terluas,” klaimnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa Presiden Jokowi turut mengajak para pemimpin memajukan pembangunan hijau untuk dunia yang lebih baik.

“Indonesia telah memutakhirkan kontribusi yang ditentukan secara nasional (nationally determined contributions/NDC) untuk meningkatkan kapasitas adaptasi dan ketahanan iklim.”

Indonesia sendiri, ia sebutkan, saat ini sedang mempercepat pilot percontohan net zero emission, antara lain dengan membangun Indonesia Green Industrial Park seluas 12.500 hektare di Kalimantan Utara yang akan menjadi yang terbesar di dunia.

Indonesia juga sedang melakukan rehabilitasi hutan mangrove seluas 620 ribu hektare sampai 2024, terluas di dunia dengan daya serap karbon mencapai empat kali lipat dibanding hutan tropis.

Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa presidensi Indonesia untuk G20 di tahun 2022 akan memprioritaskan penguatan kerja sama perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

“Untuk mencapai target Persetujuan Paris dan agenda bersama berikutnya, Presiden Jokowi memandang bahwa kemitraan global harus diperkuat,” demikian ketika mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Leaders Summit on Climate, yang digelar secara virtual.

(Rgs/PARADE.ID)

Artikel Indonesia Sangat Serius dalam Pengendalian Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>