#Militer Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/militer/ Bersama Kita Satu Tue, 18 Nov 2025 00:05:21 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #Militer Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/militer/ 32 32 Ancaman Militerisme dan Ujian Supremasi Sipil di Era Prabowo https://parade.id/ancaman-militerisme-dan-ujian-supremasi-sipil-di-era-prabowo/ Tue, 18 Nov 2025 00:05:21 +0000 https://parade.id/?p=29544 Jakarta (parade.id)- Pengurus Pusat Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (PP AMMDI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Demokrasi Rawan Militeristik-Rawat Nyala Supremasi Sipil”, Senin (17/11/2025), di Jakarta. Forum ini mengetengahkan keprihatinan mendalam terhadap menguatnya jejak militer dan polisi dalam ranah sipil, yang dinilai mengancam fondasi demokrasi Indonesia pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan di awal pemerintahan […]

Artikel Ancaman Militerisme dan Ujian Supremasi Sipil di Era Prabowo pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Pengurus Pusat Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (PP AMMDI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Demokrasi Rawan Militeristik-Rawat Nyala Supremasi Sipil”, Senin (17/11/2025), di Jakarta. Forum ini mengetengahkan keprihatinan mendalam terhadap menguatnya jejak militer dan polisi dalam ranah sipil, yang dinilai mengancam fondasi demokrasi Indonesia pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan di awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, perwakilan PP AMMDI secara tegas menyatakan bahwa diskusi ini merupakan bentuk “bukti cinta kepada TNI”. Tujuannya, mencegah TNI dan Polri melangkah lebih jauh ke dalam ruang-ruang sipil yang dapat merusak profesionalisme dan citra institusi tersebut.

“Ini perlu penataan dan pengaturan secara kelembagaan,” serunya, menyinggung adanya lebih dari 4.000 perwira militer dan polisi yang menduduki jabatan sipil di berbagai kementerian dan lembaga.

Forum ini juga menjadi ajang kritik dan masukan untuk pemerintahan baru. “Justru Bapak Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, yang harus punya keberanian,” tantang sang perwakilan.

Pertanyaannya, apakah di era Prabowo justru akan terjadi kemunduran dengan kembalinya “duet ABRI” ataukah pemerintah akan menerima kritik ini sebagai masukan berharga.

Ray Rangkuti: Demokrasi dan Kultur Kekuatan Fisik

Pengamat politik Ray Rangkuti, sebagai narasumber, menyoroti akar masalahnya pada kultur masyarakat Indonesia yang terpesona pada kekuatan dan heroisme fisik, yang beririsan dengan citra militer. “Masyarakat kita itu merasa nyaman, merasa terjaga, kalau yang memimpin itu tentara,” ujarnya.

Menurut Ray, bayangan tentang “ketenteraman” ala Orde Baru telah membuat demokrasi yang deliberatif dan penuh “keributan” dialog dianggap sebagai sumber masalah. “Kita tidak tumbuh dalam kultur yang melihat demokrasi itu sebagai ajang perkhidmatan… bahwa demokrasi itu kita buat dalam konteks supaya kita bisa berdebat, bukan supaya kita bisa tenteram,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa esensi demokrasi adalah mekanisme tanpa kekerasan untuk mengelola perbedaan. Sementara tentara, dengan ilmunya yang mengedepankan penyelesaian secara fisik, tidak seharusnya menguasai politik yang ranahnya adalah dialog.

“Kalau sipil, nanti dihitung lagi. Kalau tentara, diam semua,” sindirnya.

Ray juga mengkritik praktik perangkapan jabatan yang dinilai tidak fair. Empat ribu lebih jabatan sipil yang diduduki personel militer dan polisi aktif berarti merampas peluang dari masyarakat sipil, termasuk generasi muda.

“Ujung-ujungnya jadi konten kreator, bukan pejabat,” ujarnya. Ia mendorong judicial review terhadap undang-undang yang memperluas keterlibatan TNI di ranah sipil.

Sidratahta Mukhtar: Militer Revolusioner dan Overkapasitas Polisi

Akademisi UKI, Sidratahta Mukhtar, memberikan perspektif historis dengan menyebut TNI sebagai “militer revolusioner” yang lahir dari dirinya sendiri (self-rebuilt army), berbeda dengan militer di negara lain yang dibentuk oleh otoritas sipil. Hal ini menciptakan ketegangan historis dalam hubungan sipil-militer.

Di sisi lain, ia menyoroti overkapasitas atau kelebihan perwira tinggi di tubuh Polri. “BKKP itu ada 200 orang… sementara kebutuhan mungkin kurang dari 100,” katanya. Kelebihan ini, diduga, menjadi alasan untuk “memberdayakan” atau menempatkan personel polisi di lembaga di luar mandatnya.

“Sekarang itu terbalik… ada 4 ribuan perwira polisi disebar di instansi sipil,” paparnya. Legitimasi penempatan ini hanya mengandalkan Peraturan Kapolri, bukan undang-undang yang lebih kuat.

Edwin Partogi Pasaribu: Demokratisasi yang Setengah Hati

Wakil Ketua LPSK 2019-2024, Edwin Partogi Pasaribu, menyampaikan kritik bahwa proses reformasi dan demokratisasi pasca 1998 berjalan setengah hati dan penuh kompromi. “Banyak hal sebenarnya dari proses itu mengandung bagian kemampuan,” ujarnya, menyiratkan adanya hal-hal yang tidak tuntas.

Dia memberikan contoh kebijakan yang ambisius dan tampak dipaksakan, seperti program bantuan pangan, yang menurutnya tidak melibatkan pelaku usaha yang berpengalaman. Hal ini mencerminkan mentalitas penguasa yang merasa “paling tahu dan paling bisa”.

“Militerisme itu… adalah alat untuk memaksa demokrasi,” simpulnya, menegaskan bahwa logika militeristik yang memaksa bertentangan dengan hakikat demokrasi yang deliberatif.

FGD ini menyimpulkan bahwa ancaman militerisme terhadap demokrasi Indonesia masih nyata dan bahkan kian menguat. Ekspansi perwira TNI dan Polri ke jabatan sipil, yang didukung oleh payung hukum dan kultur masyarakat yang memuja ketertiban semu, menjadi tantangan terbesar supremasi sipil.

Di bawah pemerintahan Prabowo Subianto, yang berlatar belakang militer kuat, kewaspadaan dan kontrol sipil terhadap institusi bersenjata dinilai harus ditingkatkan. Langkah seperti judicial review dan pendidikan politik bagi publik menjadi salah satu rekomendasi untuk merawat nyala supremasi sipil.

Ratusan mahasiswa hadir dalam FGD. Mereka datang dari berbagai kampus, di antaranya: Universitas Bung Karno (UBK), Universitaa Islam Jakarta (UIJ), Universitas Nasional (Unas), UPN Veteran, Universitas Borobudur, Universitas Trisakti, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Islam As-Syafi’iyah, Universitas Ibnu Chaldun, Unindra, Universitas Tama Jagakarsa, dan lain-lain.*

Artikel Ancaman Militerisme dan Ujian Supremasi Sipil di Era Prabowo pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Marinir Indonesia dan AS Latihan Pembebasan Sandera https://parade.id/marinir-indonesia-dan-as-latihan-pembebasan-sandera/ Tue, 15 Jun 2021 10:16:20 +0000 https://parade.id/?p=13197 Jakarta (PARADE.ID)- Prajurit Intai Amfibi Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut bersama Marinir Amerika Serikat menggelar latihan membebaskan sandera di wilayah Pantai Pancer, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa. Pagi itu suasana pantai yang biasanya ramai oleh para nelayan membongkar ikan hasil tangkapan, tampak sepi dan tidak ada aktivitas. Pantai Pancer yang berada di pesisir selatan […]

Artikel Marinir Indonesia dan AS Latihan Pembebasan Sandera pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Prajurit Intai Amfibi Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut bersama Marinir Amerika Serikat menggelar latihan membebaskan sandera di wilayah Pantai Pancer, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa.

Pagi itu suasana pantai yang biasanya ramai oleh para nelayan membongkar ikan hasil tangkapan, tampak sepi dan tidak ada aktivitas. Pantai Pancer yang berada di pesisir selatan Banyuwangi tersebut disimulasikan telah dikuasai oleh kelompok teroris menyandera duta besar asing untuk Indonesia

Kelompok teroris tersebut menyandera Duta Besar Amerika Serikat keturunan Indonesia itu saat perjalanan kunjungan kerja ke wilayah Banyuwangi.

Atas kejadian tersebut dan atas persetujuan kedua negara, prajurit Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI AL bekerja sama dengan prajurit United States Marines Corps (USMC) dariReconnaissance Unit mendapat perintah untuk membebaskan sandera.

Prajurit Taifib Korps Marinir TNI AL dipimpin Lettu Marinir Adzami Patriot membuat perencanaan untuk pembebasan sandera bersama prajurit USMC Reconnaissance Unit yang dipimpin oleh Captain Nicholas Paparella di posko yang berada di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir 7 Lampon, Banyuwangi.

Pada perencanaan itu disepakati bahwa pembebasan sandera melalui darat dan udara menggunakan pesawat Heli Bell-412/HU-4206.

Disimulasikan sempat terjadi baku tembak Marinir kedua negara dengan kelompok teroris. Dengan kemampuannya sebagai pasukan khusus, prajurit Taifib dan Marinir AS tersebut berhasil melumpuhkan anggota kelompok teroris serta berhasil membebaskan duta besar yang disandera.

Sandera itu kemudian diamankan dengan cara stabo menggunakan Heli Bell-412/HU-4206 milik Skuadron 400 Wing Udara 2 Puspenerbal Surabaya dengan pilot Mayor Laut (P) Hadi dan kopilot Letda Laut (P) Dito.

“Pembebasan tersebut merupakan skenario latihan berganda yang merupakan materi puncak dalam Latihan Bersama Marinir Indonesia dan Marinir Amerika dengan sandi Reconex 21-II yang dimulai sejak 3 Juni 2021,” kata Komandan Satgas Latihan Letkol Marinir Supriyono, dalam sisran pers Dispen Korps Marinir.

Latihan full mission profile, kata dia, merupakan gabungan dari materi yang dilatihkan dalam Reconex 21-II, yaitu menembus gelombang, navigasi jarak jauh, renang rintis, konfirmasi pantai pendaratan, perang hutan, perang kota, turun dari helikopter, stabo, menembak, dan bertahan hidup.

Kegiatan tersebut disaksikan oleh Komandan Satgas Latihan Letkol Marinir Supriyono, perwira operasi Lettu Marinir Eko S.S. Putra, tim penilai Mayor Marinir Venny Woaten, dan Lettu Marinir Ahmad Ilyas.

*Sumber: antaranews.com

Artikel Marinir Indonesia dan AS Latihan Pembebasan Sandera pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Arab Saudi akan Investasikan Rp281 T di Industri Militer https://parade.id/arab-saudi-akan-investasikan-rp281-t-di-industri-militer/ Sat, 20 Feb 2021 13:20:40 +0000 https://parade.id/?p=10928 Dubai (PARADE.ID)- Arab Saudi akan menginvestasikan lebih dari 20 miliar dolar AS (sekitar Rp281 triliun) di industri militer dalam negeri selama satu dekade ke depan sebagai bagian dari rencana agresif untuk memperkuat anggaran militernya,  menurut kepala regulator industri militer kerajaan itu, Sabtu. Negara Teluk itu ingin mengembangkan sekaligus memproduksi lebih banyak senjata dan sistem militer […]

Artikel Arab Saudi akan Investasikan Rp281 T di Industri Militer pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Dubai (PARADE.ID)- Arab Saudi akan menginvestasikan lebih dari 20 miliar dolar AS (sekitar Rp281 triliun) di industri militer dalam negeri selama satu dekade ke depan sebagai bagian dari rencana agresif untuk memperkuat anggaran militernya,  menurut kepala regulator industri militer kerajaan itu, Sabtu.

Negara Teluk itu ingin mengembangkan sekaligus memproduksi lebih banyak senjata dan sistem militer dalam negeri, dengan berencana menghabiskan 50 persen dari anggaran militer domestik pada 2030.

“Pemerintah membuat wacana, di mana kami akan berinvestasi lebih dari 10 miliar dolar AS (sekitar Rp140 triliun, red) di industri militer di Arab Saudi untuk 10 tahun ke depan dan dengan jumlah yang sama dialokasikan untuk penelitian dan pengembangan,” kata Gubernur Otoritas Umum Industri Militer (GAMI) Ahmed bin Abdulaziz Al-Ohali saat konferensi pertahanan di Abu Dhabi.

Ia juga mengatakan kerajaan berencana menambah anggaran penelitian dan pengembangan militer, dari yang sebelumnya hanya 0,2 persen menjadi sekitar empat persen dari belanja persenjataan 2030.

*Sumber: antaranews.com

Artikel Arab Saudi akan Investasikan Rp281 T di Industri Militer pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>