#NU Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/nu/ Bersama Kita Satu Mon, 29 Jan 2024 13:18:01 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #NU Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/nu/ 32 32 Urusan NU Memenangkan Indonesia, Bukan Memenangkan Capres https://parade.id/urusan-nu-memenangkan-indonesia-bukan-memenangkan-capres/ Mon, 29 Jan 2024 13:18:01 +0000 https://parade.id/?p=26176 Jakarta (parade.id)- Urusan Nahdlatul Ulama (NU) memenangkan Indonesia, bukan memenangkan calon presiden (capres). Hal itu disampaikan Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri pada saat pembukaan Konferensi Besar NU, di Ponpes Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, 29 Januari 2024. Gus Mus, demikian sapaan akrabnya, sempat ingin undur diri pada pertemuan itu, kalau saja ada menyinggung pemilihan presiden (pilpres). “Saya, […]

Artikel Urusan NU Memenangkan Indonesia, Bukan Memenangkan Capres pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Urusan Nahdlatul Ulama (NU) memenangkan Indonesia, bukan memenangkan calon presiden (capres). Hal itu disampaikan Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri pada saat pembukaan Konferensi Besar NU, di Ponpes Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, 29 Januari 2024.

Gus Mus, demikian sapaan akrabnya, sempat ingin undur diri pada pertemuan itu, kalau saja ada menyinggung pemilihan presiden (pilpres).

“Saya, ketika Ketua Umum pidato, Rais ‘Aam pidato, ketir-ketir saya. Jangan-jangan nyinggung Pilpres. Aku wis niat, begitu nyebut Pilpres, saya terus keluar. Soalnya itu bukan urusan NU, itu,” ujarnya, disambut tawa yang hadir, ditayangkan akun YouTube TVNU.

Gus Mus mendoakan, Allah merahmati Indonesia, merahmati NU, merahmati warga NU, merahmati bangsa Indonesia..

(Rob/parade.id)

Artikel Urusan NU Memenangkan Indonesia, Bukan Memenangkan Capres pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Resepsi Puncak Satu Abad NU di Sidoarjo Dibuka Presiden Jokowi https://parade.id/resepsi-puncak-satu-abad-nu-di-sidoarjo-dibuka-presiden-jokowi/ Tue, 07 Feb 2023 03:14:26 +0000 https://parade.id/?p=22994 Sidoarjo (parade.id)- Resepsi Puncak Satu Abad NU di Sidoarjo, Jawa Timur, secara resmi dibuka Presiden Jokowi, Selasa (7/2/2023). Pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk digital oleh Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Kiai Ma’ruf Amin, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, dan Rais ‘Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar. Selain membuka Resepsi Puncak Satu Abad NU, Presiden juga memberikan […]

Artikel Resepsi Puncak Satu Abad NU di Sidoarjo Dibuka Presiden Jokowi pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Sidoarjo (parade.id)- Resepsi Puncak Satu Abad NU di Sidoarjo, Jawa Timur, secara resmi dibuka Presiden Jokowi, Selasa (7/2/2023). Pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk digital oleh Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Kiai Ma’ruf Amin, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, dan Rais ‘Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar.

Selain membuka Resepsi Puncak Satu Abad NU, Presiden juga memberikan sambutannya. Dalam sambutannya, Presiden berterimakasih kepada NU atas perannya untuk bangsa dan negara. Sebab, dinilao oleh Presidem, selama satu abad, NU telah memberi warna yang luar biasa untuk Ibu Pertiwi, Indonesia: leislaman dan keindonesiaan, keislaman dan kebangsaan, persatuan dan kesatuan, serta kerukunan dalam keberagaman.

“Memasuki abad ke-2, insya Allah NU akan tumbuh semaki kokoh menjadi teladan dalam kebersilaman yang moderat. Memberikan contoh hidup adab Islam yang baik. Menjunjung akhlaqul-karimah dan adab ketimuran, tata krama, unggah-ungguh, etika yang baik dan menjaga toleransi, menjaga persatuan, menjaga kegotongroyongan, serta terus mengikuti perkembangan zaman,” ujar presiden.

Sebagai organisasi besar Islam di dunia, NU disebut oleh Presiden laik berkontribusi untuk masyarakat internasional. “Dan pemerintah sangat menghargai upaya PBNU untuk ikut membangun peradaban dunia yang lebih baik dan lebih mulia,” tambah Presiden.

Sebagai organisasi Islam yang mengakar kuat di masyarakat, presiden melanjutkan, NU telah menjaga ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan-tantangan dalam menghadapi pandemi Covid-19, dalam menghadapi hantaman-hantaman gerakan radikal, termasuk menjaga diri dari politik identitas dan ekstrimisme.

Selain itu, presiden berharap, di tengah gelombang perubahan, NU harus terdepan membaca gerak zaman, membaca perkembangan teknologi dan transformasi ekonomi, dan menjaga tatanan sosial yang adil dan beradab.

“Saya berharap lembaga pendidikan di NU agar mempersiapkan nahdliyin-nahdliyin muda yang menguasai IPTEK terbaru, menguasai teknlologi digital yang berkembang pesat dan mampu menjadi profesional-profesional yang unggul,” kata dia.

Selain itu presiden juga berharap agar NU merangkul dan memberikan perhatian serius kepada generasi muda, agar tetap mengakar kuat kepada tradisi dan adab ahlusunnah waljamaah dan terus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Semoga, momentum abad ke-2 NU ini menjadi penanda kebangkitan baru NU. Memperkokoh keislaman dan keindonesian, meningkatkan kesejahteraan umat, serta membangun masa depan Indonesia yang maju dan bermartabat,” harapannya.

(Rob/parade.id)

Artikel Resepsi Puncak Satu Abad NU di Sidoarjo Dibuka Presiden Jokowi pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Puluhan RS Muhammadiyah/Aisyiyah Ikut Berpartisipasi 1 Abad Nahdlatul Ulama di Sidoarjo https://parade.id/puluhan-rs-muhammadiyah-aisyiyah-ikut-berpartisipasi-1-abad-nahdlatul-ulama-di-sidoarjo/ Mon, 06 Feb 2023 02:50:58 +0000 https://parade.id/?p=22961 Jakarta (parade.id)- Majelis Pembina Kesehatan Umum Pimpinan Wilayah (MPKU PW) Muhammadiyah Jawa Timur mengeluarkan edaran perihal partisipasi di Hari Lahir 1 Abad Nahdlatul Ulama kepada Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah se-Jawa Timur, dengan pengiriman tim medis dan ambulans. Surat itu dikeluarkan pada Ahad (5/2/2023) dengan nomor 03/II.6/B/2023. “Dalam rangka ikut berpartisipasi pada acara puncak hari lahir […]

Artikel Puluhan RS Muhammadiyah/Aisyiyah Ikut Berpartisipasi 1 Abad Nahdlatul Ulama di Sidoarjo pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Majelis Pembina Kesehatan Umum Pimpinan Wilayah (MPKU PW) Muhammadiyah Jawa Timur mengeluarkan edaran perihal partisipasi di Hari Lahir 1 Abad Nahdlatul Ulama kepada Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah se-Jawa Timur, dengan pengiriman tim medis dan ambulans. Surat itu dikeluarkan pada Ahad (5/2/2023) dengan nomor 03/II.6/B/2023.

“Dalam rangka ikut berpartisipasi pada acara puncak hari lahir 1 Abad Nahdlatul Ulama, yang diselenggarakan pada tanggal 6-7 Februari di Sidoarjo, selanjutnya MPKU PW Muhammadiyah Jawa Timur menugaskan kepada Direktur RS Muhammadiyah/Aisyiyah se-Jawa Timur sebagaimana terlampir untuk: mengirimkan tim medis yang terdiri dari 2 perawat (laki-laki diutamakan); membawa obat-obatan emergency; membawa ambulance,” demikian bunyi edaran tersebut.

Foto: edaran perihal partisipasi di Hari Lahir 1 Abad Nahdlatul Ulama kepada Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah se-Jawa Timur
Foto: edaran perihal partisipasi di Hari Lahir 1 Abad Nahdlatul Ulama kepada Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah se-Jawa Timur

Ada 29 RS Muhammadiyah/Aisyiyah yang disebut akan ikut berpartisipasi dalam 1 Abad Nahdlatul Ulama.

Jadwal tugas untuk itu, pada hari Senin (6/2/2023), pukul 20.00-Selasa (7/2/2023) pukul 12.00. Titik poin di Kampus UMSIDA, Jalan Mojopahit, Nomor 66, Sidoarjo.

(Rob/parade.id)

Artikel Puluhan RS Muhammadiyah/Aisyiyah Ikut Berpartisipasi 1 Abad Nahdlatul Ulama di Sidoarjo pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Sekum Muhammadiyah Singgung Peran NU dalam Politik untuk Menentukan Masa Depan Bangsa https://parade.id/sekum-muhammadiyah-singgung-peran-nu-dalam-politik-untuk-menentukan-masa-depan-bangsa/ Mon, 30 Jan 2023 04:45:57 +0000 https://parade.id/?p=22810 Jakarta (parade.id)- Sekretaris Umum (Sekum) Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyinggung peran (dalam konteks) politik Nahdlatul Ulama (NU) untuk masa depan umat dan bangsa Indonesia. NU, kata dia, bisa menjadi pemain utamanya untuk menentukan itu. Mu’ti menyampaikan itu di Hari Lahir NU 31 Januari-31 Januari 2023. “Secara pribadi dan atas nama PP. Muhammadiyah, saya mengucapkan Selamat Hari […]

Artikel Sekum Muhammadiyah Singgung Peran NU dalam Politik untuk Menentukan Masa Depan Bangsa pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Sekretaris Umum (Sekum) Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyinggung peran (dalam konteks) politik Nahdlatul Ulama (NU) untuk masa depan umat dan bangsa Indonesia. NU, kata dia, bisa menjadi pemain utamanya untuk menentukan itu. Mu’ti menyampaikan itu di Hari Lahir NU 31 Januari-31 Januari 2023.

“Secara pribadi dan atas nama PP. Muhammadiyah, saya mengucapkan Selamat Hari Lahir NU, 31 Januari 1926-31 Januari 2023. Sekarang ini, dilihat dari jumlah anggota, NU merupakan organisasi yang terbesar. Dengan jumlah anggota yang sangat besar dan kedekatan dengan Pemerintah, NU memiliki potensi besar menjadi organisasi yang digdaya,” katanya, Senin (30/1/2023), di akun Twitter-nya.

Hal demikian akan terwujud, kaata Mu’ti, apabila NU bisa lebih serius melakukan tiga program utama. Pertama, melakukan transformasi jamiyah menjadi organisasi yang berbasis sistem dan budaya good governance.

Kedua, penguatan ekonomi umat dan peningkatan layanan sosial terutama di akar rumput sbg basis massa NU. Ketiga, memperkuat peran sebagai civil society dan civil Islam yang mendorong percepatan konsolidasi demokrasi, pemberantasan korupsi, penegakan hukum dan HAM, dan peran masyarakat sipil lainnya.

(Rob/parade.id)

Artikel Sekum Muhammadiyah Singgung Peran NU dalam Politik untuk Menentukan Masa Depan Bangsa pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Usulan Pendukung Tiga Periode Tampar Muka Jokowi, Kata Nadirsyah Hosen https://parade.id/usulan-pendukung-tiga-periode-tampar-muka-jokowi-kata-nadirsyah-hosen/ Thu, 01 Sep 2022 03:48:31 +0000 https://parade.id/?p=21159 Jakarta (parade.id)- Akademisi yang juga Rais Syuriah PCI (Pengurus Cabang Istimewa) Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan New Zealand Nadirsyah Hosen menyebut bahwa usulan tiga periode dari pendukung telah menampar muka Presiden Jokowi. Ia meminta agar usulan itu untuk disetop. “Pak @jokowi 3 periode itu bukan sekadar wacana, tapi sdh jadi gerakan. Ini melanggar konstitusi […]

Artikel Usulan Pendukung Tiga Periode Tampar Muka Jokowi, Kata Nadirsyah Hosen pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Akademisi yang juga Rais Syuriah PCI (Pengurus Cabang Istimewa) Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan New Zealand Nadirsyah Hosen menyebut bahwa usulan tiga periode dari pendukung telah menampar muka Presiden Jokowi. Ia meminta agar usulan itu untuk disetop.

“Pak @jokowi 3 periode itu bukan sekadar wacana, tapi sdh jadi gerakan. Ini melanggar konstitusi dan menganggu tahapan pemilu yg sdh disepakati. Jangan ditolerir atas nama demokrasi,” kata dia, kemarin.

Kata Hosen, relawan dan pendukung Jokowi, kalau benar sayang sama Jokowi, maka tolong jangan jerumuskan dia ke dalam kubangan kekuasaan tiga periode.

“Tuntaskan periode beliau sampai 2024. Jangan dikurangi. Jangan ditambah. Jangan manas2i beliau dg syahwat kekuasaan!” tertulis demikian di akun Twitter-nya.

Belakangan, kembali pihak yang mengaku relawan atau pendukung, mewacanakan mendukung Jokowi tiga periode Presiden RI. Terkait wacana tersebut, Jokowi seperti tidak menganggap masalah, karena menurut dia itu hanya sekadar wacana.

Bagi dia, wacana-wacana perpanjangan masa jabatan presiden tak berbeda dengan desakan publik agar presiden diganti atau mengundurkan diri.

(Rob/parade.id)

Artikel Usulan Pendukung Tiga Periode Tampar Muka Jokowi, Kata Nadirsyah Hosen pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Kiai Miftachul Akhyar di Mata Buya Anwar Abbas https://parade.id/kiai-miftachul-akhyar-di-mata-buya-anwar-abbas/ Thu, 17 Mar 2022 09:22:52 +0000 https://parade.id/?p=18427 Jakarta (PARADE.ID)- Kiai Miftachul Akhyar dikabarkan akan mundur dari kursi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Beliau pun dikabarkan telah mengirimkan surat resmi soal itu. Namun, pengurus MUI hampir semuanya tidak rela Kiai Miftach meninggalkan kursi Ketum MUI, salah satunya yang diakui oleh Wakil Ketum MUI, Buya Anwar Abbas. Menurut dia, sosok Kiai Miftach […]

Artikel Kiai Miftachul Akhyar di Mata Buya Anwar Abbas pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Kiai Miftachul Akhyar dikabarkan akan mundur dari kursi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Beliau pun dikabarkan telah mengirimkan surat resmi soal itu.

Namun, pengurus MUI hampir semuanya tidak rela Kiai Miftach meninggalkan kursi Ketum MUI, salah satunya yang diakui oleh Wakil Ketum MUI, Buya Anwar Abbas.

Menurut dia, sosok Kiai Miftach adalah sosok yang diharapkan akan bisa mempersatukan dan menyatukan umat. Dan ia yakin itu.

“Saya tetap memilih beliau, karena menginginkan persatuan dan kesatuan umat. Bisa kita perkuat agar umat Islam ini berkontribusi secara maksimal bagi kepentingan bangsa dan negara kita,” ujarnya, kemarin, di channel Karni Ilyas Club.

Selain atas harapannya itu, Buya Anwar memiliki kenangan tersendiri dengan kiai Miftach. Dimana saat itu, tepatnya menjelang Munas MUI, yang pada akhirnya ia menilai kiai Miftach adalah orang baik, selain sosok yang tepat untuk duduk di Ketum MUI Pusat.

Berikut kiai Miftach di mata Buya Anwar:
Ini maaf, ya. Saya itu kan (awalnya) tidak kenal beliau, sementara (saat itu) kami mau Munas. Lalu muncullah calonnya yang bernama Kiai Miftachul Akhyar. Saya tidak kenal, dan bagaimana saya akan menunjuk orang yang saya tidak kenal.

Saya ditelepon oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin dan mengatakan, “Pak Anwar Abbas, terima sajalah Kiai Miftachul Akhyar ini.”
Apa alasannya, Pak Din?
“Beliau ini orang baik, Pak Anwar Abbas.”

Lalu kemudian beliau jelaskan bagaimana kebaikan-kebaikan Kiai Miftachul Akhyar. Lalu kemudian, dan saya percaya pada Din Syamsuddin, maka ketika rapat formatur, itu bulat tanpa ada lonjong sedikit pun menunjuk beliau sebagai Ketua Umum MUI periode 2020-2025.

Dan setelah beliau duduk, saya pernah duduk di samping beliau dan saya teringat Habib Kirzin yang mengatakan, “Pak Anwar Abbas kalau ingin tahu itu orang baik atau tidak, coba duduk di sampingnya dan ajak ngobrol. Kalau Pak Anwar Abbas betah, tanda orang baik. Tapi kalau Pak Anwar betah, itu kemungkinan besar orang itu tidak baik.”

Lalu saya cobakan juga ke Kiai Miftach ini, nikmat. Nikmat sekali, berbicara, berbincang, bertukar pikiran dengan beliau.

Jadi bagi saya, ketika kita rapat di MUI siang (red.), di bagian terakhir kita bicarakan surat pengunduran diri beliau, dan memang sudah ada surat resminya. Dibacakan.

Jadi beliau ini kan punya janji, di Muktamar NU, pada Ahlu Halli wa al-Aqdi, ya, beliau melaksanakannya. Dan itu sudah beliau lakukan. Tapi kami terus terang saja, kami, tidak mau beliau mundur.

Oleh karena itu menurut saya, saya mengimbau betul kepada—dan telah menulis surat terbuka kepada Pengurus NU, supaya merelakan Miftach ini untuk tetap memimpin MUI, karena menurut saya ini adalah sosok yang diharapkan akan bisa mempersatukan dan menyatukan umat. Yakin saya.

Ini kita belum bisa berbuat banyak karena kita Covid.

Coba Pak Karni bayangkan, saya ke MUI itu di masa Covid (2 tahun), mungkin dengam jari kaki dan jari tangan belum habis. Sementara beliau itu, nyaris setiap minggu/pada hari Selasa dan Rabu ada di kantor MUI. Padahal beliau tinggal di Surabaya. Naik mobil ke Jakarta. Dan sempat kecelakaan, kan.

Jadi kesimpulan saya, beliau ini adalah seorang pemimpin yang anggun, yang punya kharisma, dan sangat mengedepankan kebersamaan dan mau mendengar.

Tapi ketika ada yang orang bertanya, “Kalau gitu Pak Anwar Abbas saja yang menggantikan (Kiai Miftach)?”

Saya katakan, “Saya tidak mau menggantikan beliau, selama masih ada orang yang lebih baik dari saya, saya tidak akan mau menjadi Ketua Umum. Saya mundur. Beliaulah orang terbaik itu.”

Saya tetap memilih beliau, karena menginginkan persatuan dan kesatuan umat. Bisa kita perkuat agar umat Islam ini berkontribusi secara maksimal bagi kepentingan bangsa dan negara kita.

Sebagai informasi, bahwa Kiai Miftach adalah ulama yang saat ini menjadi Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022-2027, yakni jabatan tertinggi dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama.

(Rob/PARADE.ID)

Artikel Kiai Miftachul Akhyar di Mata Buya Anwar Abbas pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Tugas Berat NU ke Depan Menurut Koordinator Nusa Ina Connection https://parade.id/tugas-berat-nu-ke-depan-menurut-koordinator-nusa-ina-connection/ Mon, 31 Jan 2022 14:21:05 +0000 https://parade.id/?p=17561 Jakarta (PARADE.ID)- Hari ini, Senin (31/1/2022) adalah Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027. Dengan pengurus baru tersebut, Abdullah Kelrey selaku Koordinator Nusa Ina Connection yang turut mengikuti pengukuhan tersebut pun menilai bahwa tugas PBNU ke depan akan berat. Tugas yang menurutnya tidak gampang. Misalkan, kata dia, bagaimana menyebarkan Islam Ahlusunnah Wal Jamaah yang […]

Artikel Tugas Berat NU ke Depan Menurut Koordinator Nusa Ina Connection pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Hari ini, Senin (31/1/2022) adalah Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027.

Dengan pengurus baru tersebut, Abdullah Kelrey selaku Koordinator Nusa Ina Connection yang turut mengikuti pengukuhan tersebut pun menilai bahwa tugas PBNU ke depan akan berat. Tugas yang menurutnya tidak gampang.

Misalkan, kata dia, bagaimana menyebarkan Islam Ahlusunnah Wal Jamaah yang lebih masif lagi sehingga tidak sekadar Jawa sentris saja. Pasalnya, apa yang ia rasakan, gerakan NU di luar Jawa, terutama di timur Indonesia tidak masif seperti di pulau Jawa itu sendiri.

“Salah satu contoh ada di masyarakat tanah kelahiran saya, yakni di Pulau Seram. Memang organisasi NU sudah ada di sana tetapi hanya saja pendalaman tentang ajaran dan ideologi NU masih belum merasuk ke mereka,” kata dia, Senin (31/1/2022), dalam siaran persnya kepada parade.id.

“Kehidupan sehari-hari masyarakat sudah terbentuk sebagai warga Nahdliyyin tetapi pendalaman ke-Nahdiyyinan-nya belum terbentuk. Basis ideologinya belum terbentuk,” sambungnya.

Agar hal itu dapat tercapai, ia mengingatkan agar gerakan NU di wilayahnya tidak hanya sebatas dengan urusan duniawi, yakni politik praktis. Sebab gerakan kultural NU di Pulau Seram masih belum kuat.

Padahal, kata dia, gerakan kultur ini bagus untuk penguatan gerakan politik, apalagi basis masyarakatnya sudah terbentuk sejak awal. Sangat gampang untuk penguatan.

Oleh karena itu, ia berharap besar agar bagaimana dakwah-dakwah kalangan NU bisa merata di seluruh pelosok nusantara sehingga Islam yang mengajarkan tentang rahmatan lil ‘alamin bisa tereksplorasi dengan baik.

Hal lain yang menurutnya perlu diperhatikan di usia yang hampir satu abad ini, NU sebagai sebuah organisasi dan pergerakan keislaman, bisa ikut menangkal gerakan radikal dan ekstremis yang sudah membias ke kalangan masyarakat, khususnya kaum grass root.

“Perlu di bangun sekaligus menangkal gerakan kelompok radikal yang ada di Pulau Seram Maluku. Janhan sampai ke depan Indonesia menjadi basis radikalisme,” harapnya.

(Verry/PARADE.ID)

Artikel Tugas Berat NU ke Depan Menurut Koordinator Nusa Ina Connection pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Kiai Miftach-Gus Yahya Dipercaya Muhammadiyah Dapat Membawa Gerak Kemandirian di NU https://parade.id/kiai-miftach-gus-yahya-dipercaya-muhammadiyah-dapat-membawa-gerak-kemandirian-di-nu/ Fri, 24 Dec 2021 10:42:38 +0000 https://parade.id/?p=16917 Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan selamat atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar selaku Rais ‘Aam  Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  serta KH Cholil Yahya Staquf sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026. Kedua tokoh PBNU tersebut, kata Haedar, insya Allah dapat memimpin dan membawa gerak kemandirian NU sebagaimana tema […]

Artikel Kiai Miftach-Gus Yahya Dipercaya Muhammadiyah Dapat Membawa Gerak Kemandirian di NU pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan selamat atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar selaku Rais ‘Aam  Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  serta KH Cholil Yahya Staquf sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026.

Kedua tokoh PBNU tersebut, kata Haedar, insya Allah dapat memimpin dan membawa gerak kemandirian NU sebagaimana tema Muktamar dan  harapan keluarga besar Nahdliyin.

“Kami percaya keduanya figur alim bijaksana dalam merawat ukhuwah dan martabat umat sebagai akar tunggang organisasi-organisasi keislaman di negeri ini, sekaligus berkhidmat memajukan bangsa dan dunia kemanusiaan di atas nilai-nilai Islam yang autentik dan rahmatan lil-‘alamin,” kata Haedar, Jumat (24/12/2021).

Kepada Ketua Umum PBNU periode yang lalu Prof DR KH Said Aqil Siroj bersama seluruh jajaran, PP Muhammadiyah menyampaikan terima kasih atas jalinan silaturahmi dan kerjasama yang selama ini telah terajut dengan baik. Demikian tertulis di akun Twitter-nya.

Kiai Yahya Cholil Staquf atau yang akrab yang disapa Gus Yahya menggantikan kiai Said setelah memperoleh suara sebanyak 337. Mengalahkan kiai Said yang hanya memperoleh 210 suara.

Pemilihan itu berlangsung dalam pleno IV Muktamar ke-34 NU.

Pemilihan dilaksanakan di Universitas Lampung (Unila). Total suara yang berpartisipasi sebanyak 548 suara. Suara batal hanya 1.

Sedangkan kiai Miftachul Akhyar terpilih kembali setelah melalui musyawarah mufakat sembilan Anggota Ahlul Halli Aqdi (Ahwa).

Keputusan tersebut ditetapkan pada sidang pleno IV yang dipimpin oleh Ketua M Nuh dan Sekretaria Asrorun Niam di gedung serbaguna Unila pada hari Kamis.

(Sur/PARADE.ID)

Artikel Kiai Miftach-Gus Yahya Dipercaya Muhammadiyah Dapat Membawa Gerak Kemandirian di NU pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
PP Muhammadiyah Ucapkan Selamat Muktamar ke-34 untuk NU https://parade.id/pp-muhammadiyah-ucapkan-selamat-muktamar-ke-34-untuk-nu/ Thu, 23 Dec 2021 04:28:15 +0000 https://parade.id/?p=16886 Jakarta (PARADE.ID)- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Ketum Haedat Nasir menyampaikan ucapan selamat Muktamar Ke-34 untuk Nahdlatul Ulama (NU) pada tanggal 22 hingga 23 Desember 2021 di Lampung. Muhammadiyah berharap semoga Muktamar dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses yang menghasilkan keputusan-keputusan penting bagi kemajuan dan kemaslahatan NU, umat, bangsa, dan kemanusiaan di ranah global. […]

Artikel PP Muhammadiyah Ucapkan Selamat Muktamar ke-34 untuk NU pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Ketum Haedat Nasir menyampaikan ucapan selamat Muktamar Ke-34 untuk Nahdlatul Ulama (NU) pada tanggal 22 hingga 23 Desember 2021 di Lampung.

Muhammadiyah berharap semoga Muktamar dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses yang menghasilkan keputusan-keputusan penting bagi kemajuan dan kemaslahatan NU, umat, bangsa, dan kemanusiaan di ranah global.

“Sejalan dengan tema muktamar yaitu ‘Menuju Satu Abad NU: Membangun Kemandirian Warga untuk Perdamaian Dunia’, kami percaya NU akan semakin maju, mandiri, dan menebar damai di tengah dinamika kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan semesta yang kompleks saat ini,” harap Haedar, kemarin.

Bagi NU dan Muhammadiyah, kata Haedar, Indonesia dengan dasar Pancasila dan UUD 1945 telah selesai atau final sebagai rumah berbangsa dan bernegara milik bersama. Kedua ormas terbesar ini hadir sebagai representasi Islam moderat yang menampilkan wasathiyah Islam yang rahmatan lil’alamin.

“NU bersama Muhammadiyah dan organisasi keagamaan yang lahir sebelum kemerdekaan telah membuktikan diri sebagai gerakan keislaman yang berjuang untuk Indonesia merdeka serta membangun Indonesia dengan pengkhidmatan tinggi yang menyatukan keislaman dan kebangsaan secara integratif,” tertulis demikian di akun Twitter-nya.

Keduanya pun menurut Haedar menjadi pilar yang menyatukan bangsa dalam spirit Bhinneka Tunggal Ika sekaligus menampilkan karakter keindonesiaan yang relijius dan tengahan dengan menjunjungtinggi nilai-nilai luhur Pancasila, agama, dan kebudayaan bangsa Indonesia.

“Tantangannya bagaimana ke depan kedua ormas Islam moderat tersebut mampu menjadi kekuatan yang berada di garda depan dalam membawa Indonesia berkemajuan sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang telah maju sesuai jatidirinya yang dilandasi tiga nilai utama tersebut.”

(Sur/PARADE.ID)

Artikel PP Muhammadiyah Ucapkan Selamat Muktamar ke-34 untuk NU pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Rais ‘Aam Ajak Respons Revolusi Industri dengan Langkah Besar dan Terukur https://parade.id/rais-aam-ajak-respons-revolusi-industri-dengan-langkah-besar-dan-terukur/ Wed, 22 Dec 2021 06:27:18 +0000 https://parade.id/?p=16871 Lampung (PARADE.ID)- Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengingatkan, saat ini, dunia telah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Ia mengajak masyarakat, khususnya warga NU, untuk merenungkan dan merekontekstualisasi (إعادة النظر) apa yang salah dan apa yang benar dari perjalanan kita selama ini. “Marilah kita renungkan juga nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh […]

Artikel Rais ‘Aam Ajak Respons Revolusi Industri dengan Langkah Besar dan Terukur pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Lampung (PARADE.ID)- Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengingatkan, saat ini, dunia telah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Ia mengajak masyarakat, khususnya warga NU, untuk merenungkan dan merekontekstualisasi (إعادة النظر) apa yang salah dan apa yang benar dari perjalanan kita selama ini.

“Marilah kita renungkan juga nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para pendahulu kita dalam bingkai trilogi ukhuwah. Yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan internal umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah insaniyah/basyariyah (persaudaraan kemanusiaan). Kita bisa tambahkan juga ukhuwah nahdliyah di dalamnya,” pesannya dalam pembukaan Muktamar Ke-34 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Darussa’dah, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Lampung, Rabu (22/12/2021).

Menurut Kiai Miftah, sapaan akrabnya, nilai-nilai itu bisa menjadi cerminan moral yang prima, agar dampak negatif pergeseran tatanan dunia tidak begitu berpengaruh dalam perjalanan anak bangsa di era Revolusi Industri 4.0 dan dalam rangka meraih manfaat bonus demografi. Ia berharap, bonus demografi bukan justru menjadi musibah demografi.

“Kalau era Revolusi Industri 4.0 dianggap menjadi tanda meningkatnya peradaban kemanusiaan, maka kita harus mengimbanginya dengan 4G,” ujarnya.

Maksud dari 4G itu adalah (1) grand idea, yaitu, visi-misi Nahdlatul Ulama sebagai instrumen untuk menyatukan langkah, baik ulama struktural maupun kultural; (2) grand design. Berupa program-program unggulan yang terukur; (3) grand strategy dengan mengintensifkan penyebaran inovasi yang terencana, terarah dan dikelola dengan baik, serta distribusi kader-kader terbaik NU ke ruang-ruang publik yang tersedia; dan (4) grand control, yaitu sistem dan gerakan Nahdlatul Ulama harus bisa melahirkan garis komando secara organisatoris dari PBNU sampai kepengurusan di tingkat anak ranting.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi membuka secara resmi Muktamar Ke-34 NU, ditandai dengan pemukulan rebana bersama Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Gubernur Provinsi Lampung Junaidi.

Kekuatan Jam’iyah
Rais Aam PBNU juga menegaskan Kekuatan jam’iyah Nahdlatul Ulama sangatlah besar. Tapi, katanya, selama ini banyak warga Nahdlatul Ulama yang hanya memosisikan diri sebagai jamaah, belum ber-jam’iyah (menjadi bagian dari organisasi NU).

“Inilah yang perlu kita jam’iyah-kan. Jangan sampai nantinya warga tercerai berai hanya karena kepentingan-kepentingan sesaat. Mereka harus mengikuti satu komando, yang dikomando dari PBNU dan didukung oleh para mustasyar,” sambungnya.

Menurut Kiai Miftah, men-jam’iyah-kan jamaah dengan segala potensinya yang berkekuatan raksasa ini, menjadi pekerjaan rumah terpenting dari sekian pekerjaan rumah yang lain.

“Sebab, potensi raksasa ini, kalau tidak dikelola dengan baik dan benar, justru akan menjadi beban dan terpecah belah. Menjadi bulan-bulanan dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok lain,” ujarnya. []

Artikel Rais ‘Aam Ajak Respons Revolusi Industri dengan Langkah Besar dan Terukur pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>