#Pasar Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/pasar/ Bersama Kita Satu Thu, 09 Feb 2023 10:54:38 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #Pasar Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/pasar/ 32 32 Presiden Tinjau Pasar Bakti di Medan, Sebut Beberapa Harga dalam Kondisi Baik https://parade.id/presiden-tinjau-pasar-bakti-di-medan-sebut-beberapa-harga-dalam-kondisi-baik/ Thu, 09 Feb 2023 10:54:38 +0000 https://parade.id/?p=23087 Medan (parade.id)- Presiden Jokowi mengatakan bahwa harga telor saat ini sedang baik di Pasar Bakti, Medan, Sumatra Utara, Kamis (9/2/2023). Baiknya harga telor ini disebut presiden karena biasanya naik. Selain telor, bawang merah juga disebutkan sudah baik. Harganya Rp40 ribu. Lainnya, seperti cabai dikatakan presiden juga pada kondisi baik. Adapun untuk beras di pasar ini, […]

Artikel Presiden Tinjau Pasar Bakti di Medan, Sebut Beberapa Harga dalam Kondisi Baik pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Medan (parade.id)- Presiden Jokowi mengatakan bahwa harga telor saat ini sedang baik di Pasar Bakti, Medan, Sumatra Utara, Kamis (9/2/2023). Baiknya harga telor ini disebut presiden karena biasanya naik.

Selain telor, bawang merah juga disebutkan sudah baik. Harganya Rp40 ribu. Lainnya, seperti cabai dikatakan presiden juga pada kondisi baik.

Adapun untuk beras di pasar ini, presiden menginformasikan bahwa harganya juga sedang baik. Hal itu menunjukkan dari hargaa jualnya yang di bawah 10 ribu.

“Beras, ini operasi pasar, tadi kita cek di beberapa warung di dalam tadi juga sudah terima dari Bulog. 5 kilo harga Rp49.000, saya kira, artinya nanti harga jualnya per kilonya di bawah 10 ribu juga akan baik. Untuk kualitas beras juga bagus tadi. Kondisi harga minyak goreng juga tadi Rp14.000, masih baik,” katanya kepada media.

Untuk soal bagaimana harga ini bisa bertahan berapa lama, Jokowi mengatakan bahwa itu ada di peran Gubernur, Bupati, Wali Kota, dan semuanya, yang terus ikut ngecek ke pasar-pasar, yang tidak hanya makro tetapi mikronya dikontrol. Kata presiden itu yang paling penting.

“Setiap minggu juga kita cek setiap kabupaten kota dan provinsi, inflasi berapa, siapa yang paling tinggi, siapa yang paling rendah, semuanya kita buka sekarang ini sehingga semuanya bekerja keras dan berkompetisi untuk menurunkan inflasi yang menjadi momok semua negara. Semuanya dibuka,” ia menerangkan.

Kalau soal inflasi dan inflasinya bagus maka kata presiden diberikan insentif dari Menteri Keuangan sebesar 15 miliar. Sementara untuk yang belum mencapai, masih malu dan ingin menurunkan.

“Belum ada punishment. Tapi paling tidak dibuka secara transparan, itu juga sudah malu, karena kalau inflasi 8-9, ada satu dua provinsi saja tetapi yang lain saya kira sangat baik,” katanya.

Adapun soal stok minyak dan beras yang tiba-tiba langka menurut presiden itu boleh jadi karena faktor gografis—tidak mudah. Pasalnya, ada 514 kabupaten kota, ada 17 ribu pulau, di mana distribusinya itu yang kadang-kadang terganggu di lapangan.

“Entah karena cuaca, entah karena kondisi jalan sehingga yang namanya infrastruktur sangat penting,” imbuhnya.

(Rob/parade.id)

Artikel Presiden Tinjau Pasar Bakti di Medan, Sebut Beberapa Harga dalam Kondisi Baik pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
GMNI Sukabumi Raya Beraudiensi dengan DPRD terkait Pembangunan Pasar Pelita https://parade.id/gmni-sukabumi-raya-beraudiensi-dengan-dprd-terkait-pembangunan-pasar-pelita/ Tue, 10 Aug 2021 03:39:18 +0000 https://parade.id/?p=14335 Sukabumi (PARADE.ID)- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya beraudiensi dengan DPRD setempat terkait pembangunan pasar Pelita. Dalam audiensi, GMNI Sukabumi Raya menuntut sekaligus mendesak DPRD kota Sukabumi untuk mengeluarkan Hak Angket dan Hak interpelasi kepada Wali Kota. “Kami berpandangan bahwa DPRD Kota Sukabumi sangat tepat ketika mengeluarkan Hak tersebut, karena Hak Interpelasi sebagaimana dimaksud […]

Artikel GMNI Sukabumi Raya Beraudiensi dengan DPRD terkait Pembangunan Pasar Pelita pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Sukabumi (PARADE.ID)- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya beraudiensi dengan DPRD setempat terkait pembangunan pasar Pelita.

Dalam audiensi, GMNI Sukabumi Raya menuntut sekaligus mendesak DPRD kota Sukabumi untuk mengeluarkan Hak Angket dan Hak interpelasi kepada Wali Kota.

“Kami berpandangan bahwa DPRD Kota Sukabumi sangat tepat ketika mengeluarkan Hak tersebut, karena Hak Interpelasi sebagaimana dimaksud Hak DPRD untuk meminta keterangan kepada Wali Kota mengenai kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah (yang penting dan strategis) serta berdampak luas bagi masyarakat, khusunya para pedagang Pasar Pelita,” demikian keterangan persnya kepada parade.id, kemarin.

“Sedangkan Hak Angket sebagaimana yang dimaksud hak DPRD untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan Pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan masyarakat, daerah dan negara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang undangan,” bunyi sambungan keterangan tersebut.

Dalam keterangan itu, tertulis bahwa Komisi II DPRD tidak membahas Pasar Pelita selama PPKM karena lebih mementingkan masalah nyawa. Tetapi, bagi GMNI Sukabumi Raya, Komisi II harus tetap bertanggung jawab dalam pengawasan terhadap problematika mangkraknya pasar pelita, karena hari itu sudah melewati batas waktu yang ditentukan (SP3 selesai). SP3 sendiri telah berakhir pada tanggal 30 Juli 2021.

“Bahkan sampai saat ini bahwa DPRD Kota Sukabumi Komisi II mengatakan belum pernah memegang perjanjian adendum. Padahal menurut kami dokumen publik itu harus dibuka.”

Sebab Hak Angket dan Hak Interpelasi tak kunjung usai, mereka pun kecewa. Dalam ruang audiensi, dimana Wali Kota juga tak hadir, mereka akhirnya melakukan walk out.

Mereka memutuskan aksi di depan Kantor Pemerintah Kota Sukabumi. Dalam aksinya, mereka meminta kejelasan terkait bagaimana tindak lanjut pasar Pelita.

(Ars/PARADE.ID)

Artikel GMNI Sukabumi Raya Beraudiensi dengan DPRD terkait Pembangunan Pasar Pelita pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Bergantinya Manajemen di Salah Satu Lahan Pasar Induk https://parade.id/bergantinya-manajemen-di-salah-satu-lahan-pasar-induk/ Wed, 02 Sep 2020 08:26:00 +0000 https://parade.id/?p=6561 Jakarta (PARADE.ID)- Manajemen atau pengelola untuk salah satu lahan di pasar induk Kramat Jati, Jakarta kini telah berganti. Sebelumnya dikelola oleh PT Fajar Aluna Jaya (PT FAJ) menjadi PT Metro Fifora Info yang diperoleh di lapangan, PT FAJ memang secara kontrak sudah selesai beberapa bulan lalu dan karena pengelola baru belum ditentukan oleh pihak Perumda […]

Artikel Bergantinya Manajemen di Salah Satu Lahan Pasar Induk pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Manajemen atau pengelola untuk salah satu lahan di pasar induk Kramat Jati, Jakarta kini telah berganti. Sebelumnya dikelola oleh PT Fajar Aluna Jaya (PT FAJ) menjadi PT Metro Fifora

Info yang diperoleh di lapangan, PT FAJ memang secara kontrak sudah selesai beberapa bulan lalu dan karena pengelola baru belum ditentukan oleh pihak Perumda Pasar Jaya karena proses beauty contest masih berlangsung, maka pihak Perumda Pasar Jaya setiap bulan memberikan perpanjangan kepada pihak PT FAJ.

Akan tetapi untuk perpanjangan bulan September 2020 ini, pihak Perumda Pasar Jaya tidak lagi memperpanjang pengelolaan PT FAJ, mengingat sudah terdapat hasil pemenang beauty contest yang diselenggarakan oleh pihak ketiga yang independen PT Sucofindo (Persero).
Pihak Perumda Pasar Jaya menunjuk pemenang sebagai pengelola baru tersebut.

Itulah pangkal masalah terjadinya kejadian unjuk rasa oleh beberapa ormas kemarin, Selasa (01/09/2020)

Salah satu pihak koordinator Ormas mengatakan, “Kami mendengar, bahwa kami yang sudah belasan tahun ikut andil dalam pengelolaan parkir di lahan pasar induk tersebut, tidak akan diikutsertakan kembali dalam membantu pengaturan parkir di lokasi kramat jati.”

Penjelasan dari salah seorang koordinator keamanan dari pengelola baru, mengatakan “Memang informasi yang diterima teman-teman ormas cenderung tidak utuh, ada dorongan dari pihak-pihak tertentu untuk memperkeruh situasi bahwa akan terjadi ini itu di kemudian hari”.

“Jadi kemarin (01/09/20) itu seharusnya peralihan pengelolaan lahan parkir di pasar induk Kramat Jati akan tetapi karena pengelola baru ingin situasinya kondusif, kita sepakat untuk menunda 1-2 hari,” demikiam kata Junaidi Kei.

Akhirnya setelah melalui proses komunikasi yang terbilang cukup alot antara pihak ormas dengan pihak pengelola baru, serta pihak PD Pasar Jaya semua bersepakat bahwa kewenangan penunjukan pengelola parkir ada di pihak Perumda Pasar Jaya dan terhitung per tanggal 01 September 2020 (kemarin. red) pengelolaan dilakukan oleh manajemen yang baru dan hal-hal yang bersifat teknis seperti proses hand-over dan inventarisasi aset dll dibicarakan solusi yang terbaik antara pengelola lama dan pengelola baru.

“Alhamdulillah apa yang menjadi aspirasi dari teman-teman Ormas bisa diperhatikan,” terangnya.

Pergantian pengelolaan ini menurutnya legal alias resmi. Melalui proses beauty contest, sehingga seharusnya bisa dihindari riak kecil itu. Bersikap legowo adalah sikap terbaik yang bisa ditampilkan.

(Lendi/PARADE.ID)

Artikel Bergantinya Manajemen di Salah Satu Lahan Pasar Induk pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>