#PemudaMuhammadiyah Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/pemudamuhammadiyah/ Bersama Kita Satu Wed, 22 Feb 2023 08:16:02 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #PemudaMuhammadiyah Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/pemudamuhammadiyah/ 32 32 Sambutan Presiden Jokowi di Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah https://parade.id/sambutan-presiden-jokowi-di-pembukaan-muktamar-ke-18-pemuda-muhammadiyah/ Wed, 22 Feb 2023 08:16:02 +0000 https://parade.id/?p=23380 Jakarta (parade.id)- Presiden Jokowi memberikan sambutan pada Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah, Rabu (22/2/2023), di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam sambutannya, presiden mengawali dengan menaruh harapan besar kepada Pemuda Muhammadiyah untuk menghasilkan agenda besar dan langkah-langkah besar. “Mengapa? Pertama karena Muhammadiyah adalah nama besar. Brand besar. Organisasi, pelopor, pembaruan Islam di Indonesia,” ujar presiden. Kedua, terkait […]

Artikel Sambutan Presiden Jokowi di Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Presiden Jokowi memberikan sambutan pada Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah, Rabu (22/2/2023), di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam sambutannya, presiden mengawali dengan menaruh harapan besar kepada Pemuda Muhammadiyah untuk menghasilkan agenda besar dan langkah-langkah besar.

“Mengapa? Pertama karena Muhammadiyah adalah nama besar. Brand besar. Organisasi, pelopor, pembaruan Islam di Indonesia,” ujar presiden.

Kedua, terkait jumlah pemuda yang sekarang ini menurutnya sangat besar. Dimana struktur demografi Indonesia sekarang ini didominasi oleh anak muda.

Presiden menyebut bahwa tahun 2023 jumlah penduduk kita sudah 280 juta. Pemudanya, untuk usia 15-30 sudah di angka 66,3 juta.

“Oleh sebab itu ke depan, yang namanya pemuda ini sangat-sangat penting sekali bagi negara kita, karena bonus demografi yang kita dapatkan jangan sampai menjai beban tetapi mestinya menjadi modal kita untuk melompat maju menjadi negara yang adil, makmur, dan berkemajuan. Indonesia maju,” terangnya.

Kalau bonus demografi ini betul-betul tidak kita garap dengan baik, kata presiden, ini akan menjadi beban kita semua. Pembangunan SDM ini pun menurutnya menjadi sesuatu yang sangat penting.

“Dan kalau saya melihat, kenapa Korea Selatan, Taiwan, Jepang, bisa meloncat, melompat maju. Dan ada di negara lain di Amerika Latin, banyak negara di Amerika Latin, dari tahun 50-an, 60-an sudah menjadi negara berkembang tetapi sekarang juga tetap menjadi negara berkembang. Saya lihat secara ril apa sebabnya,” pengakuan presiden.

Ternyata kata presiden mereka memiliki barang, memiliki produk yang dihasilkan oleh SDM-SDM mereka yang menyebabkan negara lain tergantung pada dia. Jadi, menurutnya, dengan SDA yang banyak, negara-negara di Amerika Latin tetap terus menjadi negara berkembang.

Namun kata presiden, kita tidak mau seperti itu. Dimana kita sekarang negara berkembang tetapi keinginan untuk menjadi negara maju itu, harus. Kata presiden dengan cara apa pun, harus.

“Oleh sebab itu kita juga harus memiliki produk, barang yang negara lain tergantung pada kita. Dan bahan-bahan mentahnya ada di Indonesia semuanya, yaitu sering saya sampaikan EV battery. Baterai mobil listrik, yang nantinya ekosistem ini akan menjad ekosistem besar—jadi produsen mobil listrik, karena nikel kita punya, tembaga kita memiliki, timah kita memiliki, bauksit kita memiliki, semua komponen yang dibutuhkan mobil listrik ada semuanya di Indonesia,” jelasnya.

Untuk itu dibutuhkan mengintegrasikannya sehingga kata dia kita mendapa nilai tambah yang yang berlipat-lipat.

“Jangan sampai berpuluh-puluh tahun bahkan sejak VOC yang selalu kita eksspor itu selalu bahan mentah sehingga nilai tambahnya selalu kita tidak punya,” cetus presiden.

(Rob/parade.id)

Artikel Sambutan Presiden Jokowi di Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Sambutan Haedar Nashir di Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah https://parade.id/sambutan-haedar-nashir-di-pembukaan-muktamar-ke-18-pemuda-muhammadiyah/ Wed, 22 Feb 2023 07:40:39 +0000 https://parade.id/?p=23377 Jakarta (parade.id)- Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan sambutan di Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (22/2/2023). Dalam sambutannya, banyak hal yang disampaikan Haedar. Di awal sambutan, Haedar mengucapkan selamat atas acara pembukaan untuk Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia berharap muktamar berjalan baik, lancar, dan mengikuti muktamar Muhammadiyah, […]

Artikel Sambutan Haedar Nashir di Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan sambutan di Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (22/2/2023). Dalam sambutannya, banyak hal yang disampaikan Haedar.

Di awal sambutan, Haedar mengucapkan selamat atas acara pembukaan untuk Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia berharap muktamar berjalan baik, lancar, dan mengikuti muktamar Muhammadiyah, Aisyiah, dengan penuh martabat dan berkemajuan.

Kemudian, Haedar selaku Pimpinan  Muhammadiyah, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi bersama seluruh anggota kabinet Indonesia baru yang menaruh perhatian begitu rupa kepada angkatan muda Muhammadiyah, khususnya Pemuda Muhamadiyah pada hari ini. Haedar menyebut Presiden termasuk presiden yang paling sering menghadiri acara Muhammadiyah dan berkunjung ke Menteng Raya 62.

“Maka kami hanturkan terima kasih. Dan apresiasinya juga luar biasa pada Milad ke-108, beliau mengatakan  bahwa Muhammadiyah anugragh Tuhan untuk bangsa Indonesia,” apresiasinya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Megawati Soekarnoputri yang juga hadir pada pembukaan muktamar. Haedar sebut kehadiran Megawati spesial.

“Bagi ananda sekalian, angkatan muda Muhammadiyah, Ibu Megawati bukan siapa-siapa, bukan orang lain—dari keluarga besar Muhammadiyah. Kalian tahu, ayahnya adalah, Bung Karno, ibunya Fatmawati. Bung Karno adalah anggota resmi Muhammadiyah dan tahun 38-42 sewaktu di Bengkulu, beliau resmi menjadi Pimpinan Majelis Pendidikan dan Pengajaran Muhammadiyah,” ungkap Haedar.

Beliau juga (Soekarno), tahun 62 ketika menutup muktamaar setengah abad menyampaikan, “Makin lama, saya makin cinta Muhammadiyah.”

Bahkan kata Haedar Soekarno menyampaikan, “Yang saya sesalkan kenapa setelah saya jadi presiden, saya tidak pernah ditarik iuran anggota Muhammadiyah.”

Seokarno kata Haedar juga menyampaikan kesaksian, “Sudah lama saya, selain menjadi Anggota Muhammadiyah, saya ngintil (baca: menjadi murid Kiai Ahmad Dahlan).”

Kata Haedar, sejak Seokarno bertemu usia 18 tahun di Surabaya, di rumahnya Cokroaminoto. Kiai Dahlan-lah mengajarkan agama. Sampai Seokarno mengatakan, “Saya masuk Muhammadiyah, karena sesuai dengan alam pikiran saya, yakni Islam progresif. Islam berkemajuan.”

Pun kepada Fatmawati yang ia yakini tentu sangat kita tahu. Dia adalah putri Hasan Din, tokoh dan konsul Muhammadiyah Bengkulu. Fatmawati aktivis Nasyiatul Aisyiah. 4 Januari 1946, cerita Haedar, ketika Indonesia pindah ke Yogyakarta (Ibu Kota sementara), Bung Karno, mengudang tokoh-tokoh pimpinan Aisyiah ke istana gedung agung Yogya.

“Lalu beliau menyampaikan, ‘Bawalah, ajaklah Ibu Fatmawati ini untuk aktif kembali di Aisyiah’,” kutip Haedar.

Lalu kata Haedar, di situ diceritakan bahwa, Fatmawati menyampaikan, “Ketika saya menjahit bendera merah putih untuk proklamasi kemerdekaan, saya menyenandungkan lagu nasyiahku.”

“Itu jejak sejarah yang berlangsung hingga hari ini sebagai sebuah spirit buat anak-anakku sekalian, bahwa dua tokoh ini, juga Kiai Dahlan dan Nyai Dahlan adalah negarawan yang memiliki basis pemikiran selain nasionalisme, juga religiusitas keislaman Muhammadiyah. Maka ketika ini, Pemuda Muhammadiyah mengangkat tema Negarawan dan Harmoni Membangun Bangsa, ambillah spirit itu,” pesannya.

Negarawan, kenegarawanan menurut dia adalah satria atau kesatriaan (pemuda), yakni mereka yang mengutamakan kepentingan umum, kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, kepentingan umat manusia selain dan di atas kepentingan diri dan kelompoknya sendiri. Maka ada tiga substansi yang menurutnya harus diambil oleh pemuda yang bermuktamar.

“Jika ingin menjadi negarawan berbasis, satu relijiusitas—yang melahirkan kesalehan, etika dan kebaikan hidup, termasuk jiwa jujur dan menjaga marwah. ‘Itulah pemuda yang diberi petunjuk Allah dan di dalamnya bersemi iman yang mencerahkan dirinya dan  lingkungan’,” sampainya.

Juga punya kemandirian, pemuda itu—pemuda dan negarawan, lanjutnya, bukanlah mereka yang mengtakan, “Itulah, inilah, ayahku, dan tokoh idolaku. Tapi katakanlah: inilah aku.”

“Ia tidak pernah bersembunyi dan berada di balik ketokohan orang lain tetapi di dalam dirinya,” pesannya lagi.

Ketiga kata Haedar, pemuda harus punya sifat cerdas. Tak mengapa menurut Haedar misal mengambil seluruh pemikiran dari mana pun datangnya, termasuk dari yang berbeda agama, suku, golongan, dan pandangan politik. Tapi kata dia ambil yang terbaik.

“Dan gunakan pikiran itu untuk mencerahkan kehidupan. Juga harus punya sikap berkhidmat, mengurus urusan orang lain, urusan publik, urusan rakyat,” ia kembali berpesan.

(Rob/parade.id)

Artikel Sambutan Haedar Nashir di Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah, Berikut Laporan Ketum Sunanto https://parade.id/pembukaan-muktamar-ke-18-pemuda-muhammadiyah-berikut-laporan-ketum-sunanto/ Wed, 22 Feb 2023 07:11:06 +0000 https://parade.id/?p=23372 Jakarta (parade.id)- Ketum Pemuda Muhammadiyah Sunanto atau yang akrab disapa Cak Nanto memberikan laporan sekaligus sambutannya pada Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (22/2/2023). Dalam awal laporan atau sambutannya, Cak Nanto mengutip pesan Kiai Ahmad Dahlan terkait kasih sayang dan toleransi. “Saya ingin menyampaikan sekadar saja bahwa, dengan mengawali sambutan saya […]

Artikel Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah, Berikut Laporan Ketum Sunanto pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Ketum Pemuda Muhammadiyah Sunanto atau yang akrab disapa Cak Nanto memberikan laporan sekaligus sambutannya pada Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (22/2/2023).

Dalam awal laporan atau sambutannya, Cak Nanto mengutip pesan Kiai Ahmad Dahlan terkait kasih sayang dan toleransi.

“Saya ingin menyampaikan sekadar saja bahwa, dengan mengawali sambutan saya dengan menyampaikan pesanKiai Ahmad Dahlan: ‘Yakni kasih sayang dan toleransi adalah kartu identitas orang Islam’,” demikian ia mengawali.

“Indonesia adalah rumah besar keberagamaan, karenanya penting menjadikan kasih sayang dan toleransi ini sebagai titik pijakan gerakan,” lanjutnya.

Menyoal tema, Cak Nanto mengatakan bahwa tema besar Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-18 sejatinya tersarikan dari tiga pilar gerakan yang diamanahkan kepada dirinya sebagai ketua umum 2018-2022, yang pertama adalah kemanusiaan. Ia menyinggung peran Pemuda Muhammadiyah dalam menghadapi wabah Covid-19.

“Wabah Covid-19 yang membuat hampir seluruh sendi kehidupan lumpuh, nyata telah menguji pergerakan spirit kemanusiaan Pemuda Muhammadiyah. Segala daya upaya dikerahkan untuk membantu masyarakat bertahan dan bangkit melawan wabah kali itu,” ia menyampaikan.

Aksi sosial kemanusiaan menurutnya konsisten dilakukan mesti hati dirundung duka bagi raga tetapi mesti mendorong sesama. “Melalui Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), Pemuda Muhammadiyah, sikap turun ke wilayah bencana, semua tentu bagian dari manivesto gerakan kepemudaan Muhammadiyah,” kenangnya.

Pemuda Muhammadiyah diungkapnya menolong sesama manusia tanpa melihat ras, suku, maupun agama, karena menurutnya dalam kemanusiaan kita sama. “Begitulah cara Pemuda Muhammadiyah menghadirkan nilai-nilai agama yang kelembutan, bukan dengan cacian, bukan dengan teriakan, bukan dengan kekerasan,” ungkapnya.

“Sampaikanlah kabar gembira dan janganlah mempersulit,” sambungnya.

Hal kedua yang disampaikannya adalah amanahnya moderasi. Selain sebagai obat mujarab bagi beragam paham keagamaan yang ekstrim, moderasi menurutnya juga mempunyai kekuatan untuk memperkuat ukhuwah, menebalkan persatuan, hingga menyamarkan perbedaaan.

Pemuda Muhammadiyah disebutnya senantiasa mengedepankan sikap moderasi, baik dalam beragama maupun dalam sikap sosial politiknya.

“Bagi kami moderasi adalah sikap dasar utama dan cara pandang terbaik bagi seorang negarawan dan dalam melihat setiap potensi dan problematika kebangsaan,” tekannya.

Hal ketiga yang disampaikan olehnya adalah terkait amanah, di mana yang diamanahkan kepada dirinya, adalah kemandirian.

Kemandirian Pemuda Muhammadiyah, kata dia tidak hanya dalam konteks kemandirian organisasi, namun juga kemandirian kader, kapabilitas kader, akses dan jaringan serta integritas adalah syarat utama mewujudkan kemandirian itu.

“Oleh sebab itu Pak Presiden, kemandirian ditentukan oleh alumni kader Pemuda Muhammadiyah yang mandiri, termasuk ketua umumnya. Kira-kira begitu, Pak Presiden.  Oleh sebab itu maka Pemuda Muhammdiyah terus menggembleng diri, mencari akses jejaring, integritas dengan prinsip integritas untuk mewujudkan kemandirian ini. Oleh sebab itu kita bersama-sama untuk mewujudkan komponen itu menjadi bagian bangsa yang bersatu,” paparnya.

Bangsa ini kata dia harus terus berjalan maju dalam orbit dan lintasan yang tepat. Dan Pemuda Muhammadiyah disebutnya memiliki kewajiban untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi keadilan sosial, bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan semesta, seperti yang diceritakan Presiden tentang pemerataan dan penciptaan budaya baru dengan membangun Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Selatan.

“Terakhir pesan saya kepada kader-kader terbaik Pemuda Muhammadiyah yang mau menggantikan saya, selalu ber-fastabil khoirot. Ada prinsip utama dalam kontestasi  dalam kepemimpinan yakni primus inter pares: kalian yang terpilih adalah yang pertama dari yang sama, maka mari kita menjaga ukhuwah dan ketawuduan kolektif demi kesinambungan kepemimpinan besar Pemuda Muhammadiyah,” pungkasnya.

(Rob/parade.id)

Artikel Pembukaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah, Berikut Laporan Ketum Sunanto pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jawaban Presiden Jokowi ketika Diundang ke Muktamar oleh Ketum Pemuda Muhammadiyah https://parade.id/jawaban-presiden-jokowi-ketika-diundang-ke-muktamar-oleh-ketum-pemuda-muhammadiyah/ Wed, 01 Feb 2023 05:33:59 +0000 https://parade.id/?p=22876 Jakarta (parade.id)- Presiden Jokowi menjawab insya Allah akan hadir pada Muktamar Pemuda Muhammadiyah pada tanggal 21-24 Februari, di Balikpapan, Kalimantan Timur. Hal ini disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto saat mengundang Presiden langsung di istana. “Jawaban Bapak Presiden insya Allah hadir. Dan kami mengucapkan terima kasih atas rencana kehadiran beliau. Semoga tidak ada halangan,” […]

Artikel Jawaban Presiden Jokowi ketika Diundang ke Muktamar oleh Ketum Pemuda Muhammadiyah pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Presiden Jokowi menjawab insya Allah akan hadir pada Muktamar Pemuda Muhammadiyah pada tanggal 21-24 Februari, di Balikpapan, Kalimantan Timur. Hal ini disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto saat mengundang Presiden langsung di istana.

“Jawaban Bapak Presiden insya Allah hadir. Dan kami mengucapkan terima kasih atas rencana kehadiran beliau. Semoga tidak ada halangan,” kata dia, baru-baru ini.

Dijelaskan oleh Cak Nanto, sapaan akrabnya, bahwa agenda nanti di muktamar itu ada tanwir, pembukaan, laporan pertanggungjawaban, gala dinner untuk di IKN, formator pimpinan, expo UMKM.

“Jadi kader-kader kami yang memiliki kreatifitas, memiliki usaha, akan kami tampilkan sebagai wujud dukungan ke negara ini. Gala dinner nanti insya Allah akan menjadi rekor MURI, pertama di Indonesia, yang bukan hanya karena jumlah tetapi waktu yang pas waktunya,” kata dia.

Hal lain ketika bertemu Presiden Jokowi, Cak Nanto menyampaikan bahwa Pemuda Muhammadiyah terus mendorong, mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Pasalnya, kata dia, sebagaimana yang diampaikan presiden, bahwa pembangunan IKN tidak hanya cita-citanya tetapi memang cita-cita anak bangsa yang sudah lama dicita-citakan.

Presiden kata dia hanya mewujudkan dan mungkin tidak hanya saat ini harus selesai. Tapi harus berkelanjutan.

“Apa intinya? Adalah pemerataan dan harapan baru semua anak bangsa. Itu yang dikatakan Bapak Presiden kepada kami. Kami, di Pemuda Muhammadiyah berharap teman-teman bisa melihat langsung rencana, proses yang sudah dilakukan dan ini menunjukkan bahwa ini adalah harapan dan ini adalah cita-cita yang harus didukung. Tidak hanya karena Pak Presiden yang memberikan kebijakannya tetapi karena ada harapan yang sangat besar,” terangnya.

Pemuda Muhammadiyah kata dia, memiliki harapan bahwa IKN terus berproses dan berkelanjutan. Selain itu juga bisa menjadi motivasi kader-kader Pemuda Muhammadiyah agar harapan itu menjadi sinkron satu sama lain, menjadi harmoni.

“Karena tema Muktamar Pemuda Muhammadiyah adalah Pemuda Negarawan Harmoni Memajukan Bangsa. Jadi kalau sudah menjadi pemuda negarawan maka kehadiran Bapak Presiden tinggal menjadi lengkap sudah harmoni kebangsaan kita,” pungkasnya.

(Rob/parade.id)

Artikel Jawaban Presiden Jokowi ketika Diundang ke Muktamar oleh Ketum Pemuda Muhammadiyah pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bicara Pentingnya Aktivis Islam Bergabung ke Partai Nasionalis https://parade.id/ketua-pp-pemuda-muhammadiyah-bicara-pentingnya-aktivis-islam-bergabung-ke-partai-nasionalis/ Fri, 13 Jan 2023 08:04:06 +0000 https://parade.id/?p=22665 Jakarta (parade.id)- Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Ilham Pratama bicara soal pentingnya aktivis Islam—pemuda Islam bergabung ke partai nasionalis. Penting menurutnya karena aktivis-aktivis muslim harus melakukan transformasi ke jalur politik formal. Alasannya dia karena politik formal hari ini adalah langkah strategis dan paling logis untuk anak-anak muda mengubah nasib bangsanya. Mengubah bagaimana arah bangsa ini berjalan […]

Artikel Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bicara Pentingnya Aktivis Islam Bergabung ke Partai Nasionalis pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Ilham Pratama bicara soal pentingnya aktivis Islam—pemuda Islam bergabung ke partai nasionalis. Penting menurutnya karena aktivis-aktivis muslim harus melakukan transformasi ke jalur politik formal.

Alasannya dia karena politik formal hari ini adalah langkah strategis dan paling logis untuk anak-anak muda mengubah nasib bangsanya. Mengubah bagaimana arah bangsa ini berjalan 10-20 tahun ke depan.

“Dan yang paling memungkinkan dan realistis adalah anak-anak muda ini masuk ke partai-partai yang memang punya kecenderungan menjadi partai-partai penguasa. Ini perlu dilakukan sebab, kalau tidak masuk ke partai-partai penguasa itu sama saja seperti pemain berbakat ada di klub bola yang medioker. Dimana setiap tahun dalam liga hanya berpikir menghindari degradasi. Tidak lagi bicara tentang skudeto. Tidak lagi bicara tentang bagaimana mencapai juara liga,” ujarnya, kemarin, di Jakarta.

Juara liga itu menurut dia adalah perubahan terkait nasib bangsa ke depan—kemudian anak-anak muda yang berbakat dari generasi muda Islam dan gerakan Islam, khususnya Muhammadiyah harus masuk ke partai yang memang nasionalis. Partai-partai yang tidak melanggar UUD 1945 dan Pancasila.

“Sebab keberpihakan Islam adalah Pancasila. Sebagaimana kita ketahui founding father kita, Bung Karno, mengambil saripati Pancasila itu lebih banyak nilai-nilai keislamannya: Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilamn sosial. Itu adalah saripati Islam,” terangnya.

“Kemudian anak-anak muda Islam ini harusnya berbondong-bondong masuk ke partai nasionalis, seperti PDI Perjuangan,” sambungnya.

PDI Perjuangan itu menurut dia adalah gambaran partai yang bernafaskan Islam pada era modern hari ini. Bung Karno, lanjut dia, sebagai tokoh sentral, sprit PDI Perjuangan adalah kader Islam, pergerakan Islam, yang lahir dari pemikiran tokoh-tokoh besar Islam di republik ini: HOS Cokroaminoto, Kiai Dahlan, dan banyak tokoh-tokoh Islam lainnya.

Bahkan kata Ilham, Bung Karno sebagai sebuah falsafah dan tokoh sentral PDI Perjuangan hidupnya banyak diwarnai malah pemikiran Islam modern. Pun wasiatnya ketika sebelum wafat, Bung Karno ingin diimani oleh Buya Hamka, seorang tokoh Muhammadiyah.

“Kemudian keranda (mayatnya) ingin ditutup oleh bendera Muhammadiyah. Ini menandakan bahwa sesungguhnya kader-kader Muhammadiyah misalkan secara khusus, harus berbondong-bondong masuk ke PDI Perjuangan, secara logikanya,” ungkap Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan itu.

Mengapan kemudian hari ini menjadi sangat jarang anak-anak muda Muhammadiyah masuk ke PDI Perjuangan, diperhaikan olehnya karena, akibat dari sistem Orde Baru yang menginfiltrasi, mengintimidasi partai-partai nasionalis agar tidak dimasuki oleh anak-anak muda Islam. Dipaksa, difusi, pada satu partai Islam, sehingga kita kalah tarung narasi, kita kalah tarung kekuasaan pada zaman Orde Baru sampai hari ini.

“Dan ini harus dilawan dan didobrak. Maka saya selaku kader Muhammdiyah, Ketua PP Pemuda Muhammdiyah menyarankan kader-kader muda Muhammadiyah yang berpotensi untuk berpolitik dan mempunyai spirit berpolitik yang baik bersama-sama masuk ke PDI Perjuangan, menjadi struktur PDI Perjuangan, melakukan kerja-kerja politik untuk rakyat melalui PDI Perjuangan, karena garis PDI Perjuangan ini adalah garisnya Muhammadiyah,” ajaknya.

Kalau ada satu partai yang dikatakan yang dibidangi oleh Muhammadiyah, maka kata Ilham PDI Perjuangan ini badan Muhammadiyah sesungguhnya.

“Selain Bung Karno, Megawati Soekarnoputri adalah putri dari Fatmawati. Fatmawati adalah tokoh Aisyiyah, putri dari Hasan Din, Ketua Muhammadiyah cabang Bengkulu ketika itu. Dan Bung Karno sendiri ketika dibuang ke Bengkulu, menjadi guru Muhammadiyah dan menjadi pengurus di Dikdasmen (pada hari ini)—bidang pendidikan Muhammadiyah pada hari ini. Kurang apa lagi?” ia menerangkannya.

“Dan Puan pun juga, bagian keluarga besar dari Aisyiyah, karena memang neneknya (Famawati, red) Aisyiyah. Rasanya kemudian—anak-anak muda Muhammadiyah harus mengisi ruang-ruang politik dan paling realistis dalah partai nasionalis. Bagaimana bisa bicara memperbaiki bangsa kalau yang kita masuki adalah partai-partai yang setiap pemilu hanya berpikir lolos atau tidak parlementary threshold. Lolos atau tidak untuk ke Senayan. Agak rumit,” sambungnya.

Alasan konkret tidak masuk ke partai Islam, apalagi Muhammadiyah dipandang umum adalah representasi PAN dan Partai Ummat (sekarang), menurut dia ketika sudah masuk ke politik praktis, tidak bisa dilihat hanya sebagai sebuah doktrin tetapi bagaimana perjalanan kader-kader organisai muda Islam ini, ketika masuk ke dalam ruang politik kekuasaan bisa memawarnai sesuai dengan spirit organisasi keislaman masing-masing (latar belakang anak-anak mudanya). Dan yang paling memungkinkan hari ini kita harus masuk partai penguasa.

“Masuk partai yang berkuasa dan akan berkuasa minimal sampai di 10 tahun ke depan, menurut survei akademik yang terukur. Dan hari ini sisa-sisanya tiga partai, so far. Jadi kita bisa masuk pada ruang kebijakan yang berpihak pada Islam. Contoh, berapa banyak hari ini secara monumental kita punya islamic center di setiap kabupaten/kota? Islamic center yang bukan hanya berpikir kecil—yang berpikir hanya masjid tetapi mesti yang bisa mengakomodasi semua kepentingan masyarakat. Saat ini hal seperti itu mungkin sedikit atau bahkan tidak ada. Itu kan bisa diterapkan di kekuasaan,” urainya.

Kekuasaan itu menurut dia mesti diraih melalui kemenangan politik. Kemenangan politik itu melalui partai-partai yang memang punya basis massa konkret, punya mesin politk yang berjalan dan punya sumber daya yang mumpuni.

“Dan rasanya partai, yang bahasanya ‘menjual partai Islam’, buktinya setiap pertarungan politik, berpikir bukan menjadi pemenang pemilu tetapi bagaiman lolos di dalam parlemen. Dan bahkan saja berkompromi dengan kekuasaan demi mereka lolos,” tandasnya.

(Rob/parade.id)

Artikel Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bicara Pentingnya Aktivis Islam Bergabung ke Partai Nasionalis pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Zaedi dari Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Kemenkes soal Vaksin Halal https://parade.id/zaedi-dari-pemuda-muhammadiyah-ingatkan-kemenkes-soal-vaksin-halal/ Sun, 16 Jan 2022 04:20:12 +0000 https://parade.id/?p=17286 Jakarta (PARADE.ID)- Zaedi Basiturrozak dari Pemuda Muhammadiyah mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini sangat berpengaruh dalam mempercepat vaksinasi. Sehingga, Kemenkes seharusnya memahami psikologis atau batin masyarakat, khususnya umat muslim terkait vaksin halal. “Ketika pemberlakuan vaksin halal ini diberlakukan, tidak hanya berdampak untuk masyarakat muslim namun masyarakat non muslim juga merasakan dampak dari vaksin hala […]

Artikel Zaedi dari Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Kemenkes soal Vaksin Halal pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Zaedi Basiturrozak dari Pemuda Muhammadiyah mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini sangat berpengaruh dalam mempercepat vaksinasi. Sehingga, Kemenkes seharusnya memahami psikologis atau batin masyarakat, khususnya umat muslim terkait vaksin halal.

“Ketika pemberlakuan vaksin halal ini diberlakukan, tidak hanya berdampak untuk masyarakat muslim namun masyarakat non muslim juga merasakan dampak dari vaksin hala tersebut,” kata dia, baru-baru ini, dalam dialog ‘Vaksin Halal untuk Umat’ by virtual.

Namun demikian, kata dia, hal itu jangan hanya dibawa sebagai satu isu saja, dimana hanya untuk kepentingan umat Islam. Tidak, melainkan dijadikan sebagai isu kebangsaan.

“Isu bangsa yang harus diakomodir sehingga tidak minimbulkan kegaduhan, baik konteks sosial maupun politik di Indonesia,” pesannya.

Oleh karena itu, Pemuda Muhammadiyah berharap agar Kemenkes berupaya menyelesaikan vaksin halal. Pemuda Muhammadoyah pun kata dia nantinya juga akan mendorong pemerintah untuk mengesahkan vaksin halal.

“Pertama, organisasi Pemuda Muhammadiyah berancana melakukan koordinasi dengan stakeholder atau mungkin melakukan penekanan sehingga ruang terbuka ke publik,”terangnya.

Kedua, lanjut dia, Pemuda Muhammadiyah secara orgnisasi juga akan mencoba melakukan pendekatan kepada Kemenkes untuk melihat secara jelas, dan juga mencoba mencari aspek titik temu sehingga vaksin halal ini bisa diselesailan.

“Tanpa ada kepentingan-kepentingan yang mendeskreditkan kebangsaan kita dan keindonesiaan kita,” pungkas dia.

Tanggapan Zaedi tersebut atas respons Surat Edaran (SE) Kemenkes RI yang menyoal vaksin halal. Menurut dia, SE itu tidak ada yang menyentuh aspek kehalalan.

(Juf/PARADE.ID)

Artikel Zaedi dari Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Kemenkes soal Vaksin Halal pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Pemuda Muhammadiyah Siapkan Langkah Hukum atas Tudingan Radikal ke Din https://parade.id/pemuda-muhammadiyah-siapkan-langkah-hukum-atas-tudingan-radikal-ke-din/ Sat, 13 Feb 2021 11:59:29 +0000 https://parade.id/?p=10721 Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Razikin menyatakan akan mengambil langkah hukum jika GAR ITB tidak segera mencabut laporan terhadap KASN dan meminta maaf. “Menanggapi fitnah yang dilakukan oleh GAR ITB terhadap Ayahanda Din Syamsudin, PP Pemuda Muhammadiyah akan menyiapkan langkah hukum,” demikian yang tertulis di akun Twitter @pp_pemudamuh, Sabtu (13/2/2021). […]

Artikel Pemuda Muhammadiyah Siapkan Langkah Hukum atas Tudingan Radikal ke Din pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Razikin menyatakan akan mengambil langkah hukum jika GAR ITB tidak segera mencabut laporan terhadap KASN dan meminta maaf.

“Menanggapi fitnah yang dilakukan oleh GAR ITB terhadap Ayahanda Din Syamsudin, PP Pemuda Muhammadiyah akan menyiapkan langkah hukum,” demikian yang tertulis di akun Twitter @pp_pemudamuh, Sabtu (13/2/2021).

Ia mengatakan bahwa tuduhan dari GAR ITB itu tak berdasar dan menyakiti hati warga Persyarikatan. Apa yang telah GAR ITB lakukan itu dinilai telah mencederai Prof Din dan keluarganya.

“Ayahanda Din Syamsudin merupakan tokoh Muhammadiyah yang dikenal telah bertahun-tahun konsisten melakukan diplomasi perdamaian, toleransi dan persahabatan lintas iman dengan berbagai tokoh agama dunia.”

“Pada masa Ayahanda Din Syam juga lahir komitmen Muhammadiyah terhadap Indonesia sebagai negara Pancasila Darul Ahdi wa Syahadah (Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar).”

Dikutip bisnis.com, GAR ITB melaporkan Din Syamsuddin ke KASN dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 28 Oktober 2020. GAR ITB menilai Din telah melakukan pelanggaran substansial atas norma dasar, kode etik, dan kode perilaku ASN, dan/atau pelanggaran disiplin PNS.

Menurut GAR ITB, Din telah melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, dan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Noor 21 Tahun 2020 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

Lalu pada 28 Januari 2021, GAR ITB mengirim surat kepada KASN dan meminta ada keputusan terkait aspek disiplin PNS terhadap Din Syamsuddin kendati kasusnya sudah dilimpahkan kepada Satgas.

(Rgs/PARADE.ID)

Artikel Pemuda Muhammadiyah Siapkan Langkah Hukum atas Tudingan Radikal ke Din pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>