#Penulis Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/penulis/ Bersama Kita Satu Tue, 18 May 2021 23:21:18 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #Penulis Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/penulis/ 32 32 Nyanyi di Masjid https://parade.id/nyanyi-di-masjid/ Tue, 18 May 2021 23:21:18 +0000 https://parade.id/?p=12604 Jakarta (PARADE.ID)- Kejadian Bipang Ambawang seharusnya membuat pejabat manapun lebih hati2. Segala sesuatu yg bisa membuat ribut, hindari. Jika kita tidak paham, maka bertanya dulu, cross check kemana2. Tapi sepertinya, meskipun Bipang Ambawang sudah terjadi, tetap saja tidak kapok2nya. Kali ini giliran pemda DKI yang melakukannya. Lewat akun resmi milik Pemda DKI, mereka memposting paduan […]

Artikel Nyanyi di Masjid pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Kejadian Bipang Ambawang seharusnya membuat pejabat manapun lebih hati2. Segala sesuatu yg bisa membuat ribut, hindari. Jika kita tidak paham, maka bertanya dulu, cross check kemana2. Tapi sepertinya, meskipun Bipang Ambawang sudah terjadi, tetap saja tidak kapok2nya.

Kali ini giliran pemda DKI yang melakukannya. Lewat akun resmi milik Pemda DKI, mereka memposting paduan suara di masjid Istiqlal dalam rangka menyambut lebaran. Niatnya sih baik. Samalah kayak Bipang Ambawang, baik niatnya. Percaya. Tapi seriusan, kamu tidak tahu bagi sebagian besar muslim, bernyanyi di masjid itu termasuk dilarang?

Masa’ masjid kamu jadikann tempat nyanyi2, paduan suara? Bahkan kalaupun hanya jadi latar video, itu sensitif sekali. Yes. Tahu, niatnya baik, dalam rangka menyambut lebaran. Biar meriah. Ramai. Tapi itu berlebihan. Sama kayak promo babi panggang pas libur lebaran, itu baiiik banget niatnya. Karena bukan cuma umat Islam yg liburan pas lebaran. Tapi ayolah, sensitif sedikit.

Video2 ini sudah dihapus dari akun medsos Pemda DKI. Pejabatnya sudah minta maaf. Maka semoga yang tersisa adalah: yuks mari tingkatkan sedikit literasi kita dalam banyak hal.

Ketahuilah, saat literasi kita memadai. Pengetahuan kita luas, maka kita bisa lebih sensitif, lebih bersimpati, lebih berempati ke orang lain. Karena duuuh, hidup ini bukan sekadar niat baik saja. Hidup ini juga tentang toleransi, menjaga perasaan orang lain. Apalagi hal2 yg sangat sensitif.

Tapi kan, tapi kan di tempat lain boleh saja tuh mau pesta2, joget2, nyanyi2 di rumah ibadah. Duuh, dik, saat nyepi di Bali, kamu dilarang total berisik. Dan itu final. End discussion. Kalau kamu memang hobi mengkritisi ritual dan keyakinan agama lain, maka apapun akan jadi masalah bagi kamu. Karena bagi kamu, agama sendiri pun kamu phobia.

Mulailah saling memahami, bukan saling mengkritisi ritual agama.

Termasuk pahamilah: kita bisa tetap bernyanyi dengan latar Monas, Ancol, dan ribuan spot lainnya dalam rangka memeriahkan lebaran Idul Fitri. Termasuk bisa mempromosikan pempek palembang, siomay Bandung, dan ribuan makanan lainnya dalam rangka libur lebaran.

*Tere Liye, Penulis Novel ‘Selamat Tinggal’

Artikel Nyanyi di Masjid pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Soal Palestina: Ada Masa Harapan Seolah-olah tak Ada https://parade.id/soal-palestina-ada-masa-harapan-seolah-olah-tak-ada/ Mon, 10 May 2021 14:12:19 +0000 https://parade.id/?p=12473 Jakarta (PARADE.ID)- Akan ada masa ketika harapan seolah-olah tak ada. Berjuang mempertahankan diri dan memerdekakan Baitul Maqdis ketika itu seakan tindakan konyol karena yang tampak adalah sedikitnya kemungkinan untuk menang. Bahkan sekedar untuk bertahan. Sedemikian rupa sehingga banyak manusia yang tak sanggup melihat bahwa di sana ada kebaikan, ada harapan dan ada nilainya di sisi […]

Artikel Soal Palestina: Ada Masa Harapan Seolah-olah tak Ada pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Akan ada masa ketika harapan seolah-olah tak ada. Berjuang mempertahankan diri dan memerdekakan Baitul Maqdis ketika itu seakan tindakan konyol karena yang tampak adalah sedikitnya kemungkinan untuk menang. Bahkan sekedar untuk bertahan. Sedemikian rupa sehingga banyak manusia yang tak sanggup melihat bahwa di sana ada kebaikan, ada harapan dan ada nilainya di sisi Allah ‘Azza wa Jalla bagi setiap langka menjaga, mempertahankan dan memerdekakan kembali Baitul Maqdis.⁣

Akan senantiasa ada orang-orang yang menolong agama Allah ‘Azza wa Jalla. Mereka bersungguh-sungguh menolong kebenaran atas musuh mereka. Mereka tak berputus asa meskipun tampaknya tidak mungkin akan dapat meraih kemenangan. Mereka tetap yakin dan berjaga, tidak goyah oleh orang-orang yang menyelisihi mereka dan bahkan menyeru agar berhenti berjuang, sebab yang tampak musuh sedemikian kuatnya. Tidak ada yang goyah kecuali orang-orang yang terkena al-lawa’ (cobaan).⁣

Orang-orang yang yakin betul kepada janji Allah Ta’ala itu tak surut ke belakang, meskipun tampaknya nyaris tak mungkin menang. Mereka tetap teguh memegang janji Allah ‘Azza wa Jalla untuk memenangkan mereka, kecuali bagi sebagian yang terkena fitnah. Mereka tetap bertahan dan berusaha menolong kebenaran ini justru karena yakin dengan janji Allah, sehingga berusaha untuk bersungguh-sungguh menjaga garis perjuangan, tidak berputus asa meskipun telah banyak nyawa yang melayang. Tetapi mereka yakin bahwa tidak ada nyawa yang melayang sia-sia jika semuanya ditegakkan di atas jalan yang haq.⁣

Akan datang suatu masa, kelak di masa yang akan datang atau jangan-jangan itu adalah hari ini, ketika segolongan muslimin tetap berusaha menegakkan diri mereka agar senantiasa menolong kebenaran atas musuh mereka. Padahal kekuatan mereka jauh dari kata seimbang. ⁣

RasuluLlah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:⁣

لاَ تَزَالُ طَاِئفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ لِعَدُوِّهِمْ قَاهِرِيْنَ لاَيَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلاَّ مَا أَصَابَهُمْ مِنَ اْلأَوَاءِ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَالِكَ قَالُوْا ياَ رَسُوْلَ اللهِ وَأَيْنَ هُمْ؟ قَالَبَيْتُ الْمُقَدَّسِ وَأَكْنَافِ بَيْتِ الْمُقَدَّسِ

”Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku kelompok yang selalu menolong kebenaran atas musuh mereka. Orang-orang yang yang menyelisihi mereka tidak akan membuat mereka goyah kecuali orang yang tertimpa al-lawa` (cobaan) sampai datang kepada mereka janji Allah Azza wa Jalla. Mereka bertanya, ‘Ya RasulaLlah, dimanakah mereka?’ Beliau menjawab, ‘Baitul Muqaddas dan sisi Baitul Muqaddas.’” (HR. Ahmad).⁣

Dimanakah kelak terjadi peristiwa itu? Baitul Maqdis dan sisi Baitul Maqdis. Lalu manakah yang disebut dengan sisi Baitul Maqdis (أَكْنَافِبَيْتِ الْمُقَدَّسِ)? Wallahu a’lam bish-shawab. Mereka yang berada di Baitul Maqdis dan sisi Baitul Maqdis inilah yang tak surut untuk berjuang, meskipun kekuatan mereka jauh dari kata seimbang dibandingkan dengan musuh mereka. Tetapi inilah jalan yang menjadikan Allah Ta’ala ridha. Jalan para penolong kebenaran. Mereka senantiasa gigih dalam perjuangan sampai datang pertolongan Allah Ta’ala kepada mereka.⁣

Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang yang terkena al-lawa’ sehingga memalingkan muka dan bahkan memusuhi mereka, tidak peduli dan bahkan menghalangi manusia untuk peduli, bukan karena tidak tahu mereka sedang mengalami kesulitan, tetapi karena iman kita…. Ingatlah, kita turut serta membantu mereka atau tidak, pada saatnya Allah ‘Azza wa Jalla akan menangkan mereka. Tak menunggu kita.⁣

Ketika engkau melihat saudaramu dicabik-cabik oleh serigala busuk yang merebut rumah-rumah mereka, di Baitul Maqdis dan sisi Baitul Maqdis, dimanakah engkau menempatkan dirimu? Adakah engkau termasuk orang-orang yang berusaha turut menolong dengan segenap yang engkau sanggupi? Ataukah justru berpaling dan menyalahkan mereka yang sedang dikoyak-koyak penjahat itu?

*Penulis, Mohammad Fauzil Adhim

Artikel Soal Palestina: Ada Masa Harapan Seolah-olah tak Ada pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>