Program MBG Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/program-mbg/ Bersama Kita Satu Tue, 03 Mar 2026 16:22:26 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg Program MBG Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/program-mbg/ 32 32 MBG Masih Bermasalah, Pengamat: Jangan Alihkan Isu dengan Konflik Timteng https://parade.id/mbg-masih-bermasalah-pengamat-jangan-alihkan-isu-dengan-konflik-timteng/ Tue, 03 Mar 2026 16:22:26 +0000 https://parade.id/?p=29946 Jakarta (parade.id)- Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengkritik keras masih berulangnya persoalan teknis program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan. Ia mengingatkan publik agar tidak sampai isu carut-marut MBG tenggelam di balik riuhnya pemberitaan konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. “Jangan sampai energi kita habis untuk mengikuti isu-isu perang di Timur […]

Artikel MBG Masih Bermasalah, Pengamat: Jangan Alihkan Isu dengan Konflik Timteng pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengkritik keras masih berulangnya persoalan teknis program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan. Ia mengingatkan publik agar tidak sampai isu carut-marut MBG tenggelam di balik riuhnya pemberitaan konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

“Jangan sampai energi kita habis untuk mengikuti isu-isu perang di Timur Tengah, sementara persoalan kebangsaan kita sendiri belum beres,” kata Adi dalam unggahan YouTube-nya, Selasa (3/3/2026).

Adi secara khusus menyoroti keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah menutup sementara sekitar 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG karena terbukti menyajikan makanan tidak layak — roti berjamur, buah busuk, lauk basi, hingga telur mentah. Baginya, fakta itu adalah cermin kegagalan pengawasan pada program yang menyedot ratusan triliun rupiah uang negara.

“Apapun judulnya, keracunan tetaplah keracunan. Roti berjamur tetaplah roti berjamur,” tegasnya.

Kritik Makin Dibungkam

Yang membuat Adi lebih prihatin bukan sekadar soal kualitas makanan, melainkan respons terhadap kritik itu sendiri. Ia menyebut insiden di NTB, di mana orang tua murid PAUD yang mempertanyakan kualitas MBG berujung pada dikeluarkannya sang anak dari sekolah, sebagai preseden yang berbahaya.

Ia juga menyinggung beredarnya narasi yang menyebut haram hukumnya mempublikasikan temuan negatif terkait MBG di media sosial.

“Bagaimana mungkin program yang menggunakan APBN, menggunakan duit negara, tidak boleh diekspos oleh siapapun?” ujar Adi. “Kalau memang itu melenceng dari juknis, mestinya boleh dong di-upload oleh siapapun.”

Sudah Setahun Lebih, Masalah Sama

Adi menekankan bahwa persoalan ini bukan hal baru. Sudah lebih dari setahun program MBG berjalan, namun temuan menu tidak layak dan kasus keracunan terus berulang, termasuk di Cimahi, Beren, hingga Tulang Bawang, Lampung, sepanjang akhir Februari 2026.

Ia juga mempertanyakan efisiensi anggaran. Dengan ratusan triliun rupiah yang dikucurkan, Adi menilai MBG seharusnya mampu membuka 20 hingga 40 juta lapangan kerja baru, bukan sekadar satu juta seperti yang diproyeksikan.

“Kalau anggaran MBG itu ratusan triliun, idealnya 20, 30, bahkan 40 juta lapangan pekerjaan baru yang bisa disediakan,” katanya.

Soal Timur Tengah, Fokus ke Dampak Ekonomi

Terkait konflik Iran versus Amerika dan Israel, Adi tidak menampik pentingnya Indonesia bersikap. Namun ia skeptis terhadap efektivitas diplomasi Indonesia di panggung itu. Menurutnya, kecaman dari negara-negara besar seperti Spanyol, China, hingga Rusia pun tidak digubris, apalagi Indonesia.

Ia memilih agar pemerintah lebih berkonsentrasi mengantisipasi dampak ekonomi paling konkret dari perang tersebut: potensi gangguan distribusi BBM bila Selat Hormuz ditutup.

“Indonesia per hari ini yang paling penting adalah menyiapkan skenario-skenario terburuk untuk mengantisipasi kemungkinan gejolak di bidang BBM,” pungkas Adi.

Artikel MBG Masih Bermasalah, Pengamat: Jangan Alihkan Isu dengan Konflik Timteng pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Multiplier Efek dan Swasembada Pangan Program MBG Perlu Dukungan Semua Pihak https://parade.id/multiplier-efek-dan-swasembada-pangan-program-mbg-perlu-dukungan-semua-pihak/ Wed, 26 Mar 2025 12:43:59 +0000 https://parade.id/?p=28756 Jakarta (parade.id)- Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang resmi diluncurkan pada tanggal 6 Januari 2025 dan menyasar 19,47 juta orang penerima manfaat ditahun 2025.  Anggaran yang telah digunakan sampai dengan tanggal 12 Maret 2025, program MBG telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 710,5 miliar dari APBN.  Dengan target anggaran yang […]

Artikel Multiplier Efek dan Swasembada Pangan Program MBG Perlu Dukungan Semua Pihak pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang resmi diluncurkan pada tanggal 6 Januari 2025 dan menyasar 19,47 juta orang penerima manfaat ditahun 2025. 

Anggaran yang telah digunakan sampai dengan tanggal 12 Maret 2025, program MBG telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 710,5 miliar dari APBN. 

Dengan target anggaran yang sebelumnya Rp 71 triliun APBN 2025 dengan rincian Rp 63,356 triliun untuk pemenuhan gizi nasional dan Rp 7,433 triliun digunakan untuk program dukungan manajemen namun Menkeu sampaikan akan naik menjadi Rp 171 triliun. 

Direktur Central Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menilai program MBG ini penting untuk peningkatan pertumbuhan anak Indonesia dan menekan angka stunting. Dimana menurut data dari Kementerian Kesehatan, angka stunting di Indonesia masih tinggi, dengan target pemerintah menurunkannya di bawah 14% pada tahun 2024.

“Generasi muda kita ini harus dikasih asupan gizi, supaya menghadapi tantangan global kedepan, kalau gak siap dari sekarang kita kalah. Main sepak bola aja kita kalah, 11 orang aja gak ke urus gimana urus 200 juta penduduk Indonesia. Berarti ada yang salah makan dan asupan gizi pada waktu sebelumnya,” ujar Uchok saat dialog virtual pada Sabtu 22 Maret 2025.

Lanjut Uchok bicara aturan dan regulasi program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto ini sudah memiliki landasan hukum yang kuat dimana aturan tersebut telah ditetapkan sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden.

“Implementasi ini baru dikuatkan dimasa awal pemerintahan Presiden Prabowo, artinya ini menjadi PR Pemerintah sebelumnya dan Pemerintah saat ini harus kerja keras berjibaku program ini harus terlaksana sampai dengan 2029 dengan estimasi anggaran Rp 298,4 triliun untuk 82,9 juta orang penerima MBG untuk tahun 2025 saja. Yang jadi pertanyaan adalah kenapa program MBG  seakan menjadi beban pemerintahan Prabowo,” lanjut Uchok.

CBA juga sebelumnya pernah menghitung untuk anggaran MBG ini , untuk terlaksana itu sekitar Rp 750 miliar per hari , dan itu dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

“Jika melihat sekarang sampai dengan tiga bulan berjalan anggaran baru di anggarkan sekitar Rp 171 triliun dengan tambahan Rp 100 triliun baru-baru ini. Artinya ada kendala disitu , dan fiskal kita saat ini sempit jadi multiplier efek dari program MBG ini tersendat, dan Rp 7,433 triliun digunakan untuk program dukungan manajemen ini menurut saya tidak jalan,” jelasnya.

CBA juga menyarankan Pemerintah libatkan pihak swasta untuk bantu anggaran MBG ini, dan dibuatkan payung hukumnya dan tidak bersifat wajib tapi nanti akan menjadi multiplier efek hingga meningkatkan daya beli dan perputaran serta swasembada pangan bisa terwujud.

“Pemerintah bisa minta pihak swasta gunakan dana CSR untuk bantuk pemenuhan program MBG ini, atau bisa melalui APBD dan itu kan penyaluran sampai ketingkat desa, bisa gunakan dana desa juga, daripada dana desa dikorupsi atau dipakai kepentingan pribadi,” ucap Uchok.

Diantara kendala lain adalah mekanisme pendistribusian, kemudian pengawasan Keamanan Pangan. Tim Pengawas Keamanan Pangan perlu dibentuk untuk memastikan program berjalan lancar dan memberikan manfaat dan memastikan kualitas nutrisi makanan yang didistribusikan.

“Peran TNI dan Polri bisa dikolaborasikan, karena bicara distribusi dan pengawasan dari kedua institusi ini punya jaringan bagus hingga tingkat RW, jadi penerima manfaat gizi gratis ini tepat sasaran dan tidak ada yang disalahgunakan,” lanjut Uchok. 

Komitmen Polri dalam Mendukung Swasembada Pangan

Demi mendukung program MBG ini ,Polri meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pejaten pada Senin 17 Maret 2025.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan SPPG Polri Pejaten ini juga menjadi salah satu bentuk percepatan dalam pemenuhan gizi anak melalui program Makan Gizi Gratis dengan target 542 SPPG bahkan diharapkan bisa lebih dari 1000.

“Untuk awal ini kita melaksanakan 4 SPPG di tingkat mabes dan 16 tingkat polda (prioritas). Tentu hal ini akan terus dikembangkan pada bulan Mei dan seterusnya. Kita juga menyiapkan hidroponik untuk mendukung supply untuk memenuhi kebutuhan bahan baku,” ucap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di tempat terpisah, Direktur Ekonomi Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri Brigjen. Pol. Ratno Kuncoro mengambil langkah proaktif dengan menyerap aspirasi dari para pengamat keuangan publik di Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk mendengarkan secara langsung tantangan dan kebutuhan yang dihadapi dalam mengatasi masalah stunting, gizi buruk, dan ketimpangan akses pangan bergizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Dalam pertemuan yang digelar baru-baru ini, pengamat keuangan publik dan juga sebagai Direktur Center For Budget Analysis) berbagi pandangan mengenai berbagai isu terkait program MBG, mulai dari anggaran, infrastruktur, kualitas makanan, tata kelola dan sosialisasi program MBG.

Kuncoro menyampaikan hasil dari dialog ini akan ditindaklanjuti secara serius sebagai upaya peningkatan gizi terhadap anak-anak di Indonesia sesuai dengan arah dan tujuan Presiden Prabowo.

“Penyerapan aspirasi ini merupakan bagian dari komitmen Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui perbaikan gizi masyarakat melalui program pangan sehat, terutama bagi ibu hamil, balita, dan anak sekolah, sekaligus memastikan stabilitas keamanan yang menjadi landasan utama dalam pembangunan ekonomi,” ujarnya.

Kuncoro menyebut langkah tindak lanjut ini juga akan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto pada saat sidang Paripurna Persiapan Idul Fitri yang mengatakan jaga ketahanan pangan dan stabilitas harga sembako dan bantu optimalkan program makan bergizi gratis yang saat ini secara bertahap sudah mencapai 2 juta penerima manfaat, Saat ini jajaran kabinet bekerja penuh dedikasi tidak terjebak perbedaan kepentingan. Kritikan dari siapapun terhadap kinerja Pemerintah diterima dengan besar hati, banyak sekali kebijakan dan terobosan Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih yang pro rakyat. 

Tugas Direktorat Ekonomi Baintelkam Polri tidak hanya mengawal dan mengamankan namun juga dapat meningkatkan kerjasama dengan Pemda dan Kementerian Lembaga terkait, untuk mensosialisasikan program pemerintah tersebut khususnya terkait dalam meningkatkan gizi masyarakat melalui swasembada pangan.*

Artikel Multiplier Efek dan Swasembada Pangan Program MBG Perlu Dukungan Semua Pihak pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>