#Sumbar Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/sumbar/ Bersama Kita Satu Wed, 13 Mar 2024 03:31:12 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.1 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #Sumbar Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/sumbar/ 32 32 Bantuan Air Bersih di Lokasi Terdampak Banjir Sumatra Barat Dikerahkan Kementerian PUPR https://parade.id/bantuan-air-bersih-di-lokasi-terdampak-banjir-sumatra-barat-dikerahkan-kementerian-pupr/ Wed, 13 Mar 2024 03:31:12 +0000 https://parade.id/?p=26528 Jakarta (parade.id)– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan  pengiriman prasarana dan sarana air bersih yang dibutuhkan bagi korban bencana banjir di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Menteri  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  mengatakan dalam masa tanggap darurat yang paling penting adalah ketersediaan sarana dan prasarana air bersih […]

Artikel Bantuan Air Bersih di Lokasi Terdampak Banjir Sumatra Barat Dikerahkan Kementerian PUPR pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan  pengiriman prasarana dan sarana air bersih yang dibutuhkan bagi korban bencana banjir di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Menteri  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  mengatakan dalam masa tanggap darurat yang paling penting adalah ketersediaan sarana dan prasarana air bersih serta sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi.

“Kementerian PUPR berupaya mendistribusikan air bersih terutama di tempat-tempat umum. Kita juga manfaatkan instalasi pengolahan air minum (IPA) terdekat maupun IPA mobile untuk mensuplai air bersih ke berbagai titik,” kata Menteri Basuki.

Berdasarkan data Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat, sarana dan tanggap darurat yang telah didistribusikan yakni berupa Hidran Umum sebanyak 11 unit yang sudah terpasang seluruhnya.

“Sedangkan untuk sarana Mobil Tangki Air saat ini total sudah 2 unit beroperasi dengan rincian 1 unit melayani di sekitar Painan dan 1 unit melayani sekitaran Barung Balantai, serta tambahan 1 unit dalam perjalanan menuju Pesisir Selatan,” kata Kepala BPPW Sumbar Maria Duni Isa.

Untuk sebaran Hidran Umum, Duni mengatakan, sebanyak 6 unit HU dari BPPW Sumbar disebar ke beberapa titik lokasi yakni 2 unit untuk di Masjid Ikhlasul Munawwarah Anakan Batang Kapas, 2 unit untuk di SMAN 1 Batang Kapas dan 2 unit di Mesjid Aqsha, Bungo Pasang.

“Sedangkan 10 Unit HU dari Pusat Depo Padang disebar ke beberapa titik yakni 1 unit  di depan Pasar Barung Belantai, 2 unit di Nagari Barung Balantai Selatan, dan 2 unit di Mushola Multazam Barung Balantai Selatan dan 5 unit sedang dalam tahap pemasangan,”ujarnya.

Sejak 8 Maret 2024 sebanyak 3 unit Hidran Umum (HU) dengan kapasitas 1500 liter untuk 3 titik lokasi ke Dusun Salido. Selain itu juga telah terpasang 5 Hidran Umum berkapasitas 25.000 liter untuk 5 titik di Dusun Bungo. Selanjutnya di Dusun Sago sebanyak 3 titik dengan total kapasitas HU 1500 liter.

Sejak 8 Maret 2024 di Kampung Batang Kapas Kecamatan Batang Kapas juga sudah terdapat total 4 titik,  pemasangan 2 unit Hidran Umum  berkapasitas 1000 liter dengan lokasi penempatan HU di mesjid  munawarah  dan 2 Hidran Umum ( 1000 liter) di SMA 1 Batang Kapeh.

Selanjutnya untuk tanggal 11 Maret 2024 telah dirimkan bantuan air bersih di lokasi Barung-barung Balantai kota XI Kecamatan Tarusan untuk 6 HU total kapasitas 12000 liter.*

Artikel Bantuan Air Bersih di Lokasi Terdampak Banjir Sumatra Barat Dikerahkan Kementerian PUPR pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
UBN Roadshow Dakwah Quran di Sumbar https://parade.id/ubn-roadshow-dakwah-quran-di-sumbar/ Tue, 07 Feb 2023 03:22:50 +0000 https://parade.id/?p=22997 Padang (parade.id)- Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir karib disapa UBN melakukan Roadshow Dakwah Quran (DakwahQu) di Sumatera Barat. Selama di Sumbar, UBN memberikan tausyiah Tabligh Akbar di Bukittinggi dan Padang. Di Bukittinggi, UBN berceramah di Masjid Tigo Baleh, Sabtu (4/2/2023). Sementara di Padang, UBN berceramah di Masjid Raya Sumbar, Ahad (5/2/2023). Roadshow DakwahQu […]

Artikel UBN Roadshow Dakwah Quran di Sumbar pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Padang (parade.id)- Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir karib disapa UBN melakukan Roadshow Dakwah Quran (DakwahQu) di Sumatera Barat. Selama di Sumbar, UBN memberikan tausyiah Tabligh Akbar di Bukittinggi dan Padang.

Di Bukittinggi, UBN berceramah di Masjid Tigo Baleh, Sabtu (4/2/2023). Sementara di Padang, UBN berceramah di Masjid Raya Sumbar, Ahad (5/2/2023).

Roadshow DakwahQu UBN di Kota Padang dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy beserta jajaran Aparat Sipil Negara (ASN) Pemprov Sumbar. Kegiatan tersebut diawali dengan shalat Subuh berjamaah.

Pada kesempatan itu, UBN menyampaikan materi keutamaan Rajab. Menurut UBN, bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan.

“Bulan Rajab, bulan di mana perbuatan baik akan diganjar dengan besar pahala. Tetapi bermaksiat di bulan ini pun juga besar dosanya,” jelas UBN yang juga Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI).

Dikatakan UBN, Rajab menjadi momentum untuk memperbaiki dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan. Rajab momen untuk menanam, sementara Ramadhan momen memanen.

“Supaya kita menjadi orang yang panen pada bulan Ramadhan, maka tanam sekarang dari bulan Rajab. Jika orang tidak pernah menanam pada Rajab, maka tidak mungkin akan memanen pada Ramadhan,” ungkap UBN.

Sementara di Masjid Tigo Baleh Bukittinggi, UBN menyampaikan materi Alquran untuk kehidupan. Sejatinya manusia sangat membutuhkan Alquran.

Ranah Minang, jelas UBN, banyak melahirkan orang-orang cerdas. Bahkan tokoh dan ulama Sumbar menjadi founding fathers lahirnya Republik Indonesia.

“Para ulama dari Sumatera Barat ini telah mencerahkan Indonesia. Mereka cerdas bukan karena yang lain. Mereka dicerdaskan oleh Allah lewat Alquran. Dan mudah-mudahkan kita menjadi penerusnya yang cerdas,” jelas UBN.

Untuk itu, UBN mengajak jemaah agar terus berinteraksi dengan Alquran. Sesibuk apapun pekerjaan, jangan lupakan Alquran.

“Tanamkan rasa cinta kepada Alquran. Tiada hari kecuali membaca Alquran. Bikin target minimal satu juz satu hari,” tegas UBN.*

Artikel UBN Roadshow Dakwah Quran di Sumbar pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Kemenparekraf Dorong Seniman di Pariaman Terus Kembangkan Tari Daerah https://parade.id/kemenparekraf-dorong-seniman-di-pariaman-terus-kembangkan-tari-daerah/ Wed, 09 Jun 2021 10:11:07 +0000 https://parade.id/?p=13080 Pariaman (PARADE.ID)- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong seniman dan Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, untuk terus mengembangkan seni tari di daerah itu agar terlihat lebih menarik dari sebelumnya. “Seni pertunjukan di Pariaman tidak kalah dengan Bali, namun kalau boleh usul bajunya lebih berwarna dan gerakannya dimodifikasi lagi tapi tidak meninggalkan kearifan lokalnya,” kata […]

Artikel Kemenparekraf Dorong Seniman di Pariaman Terus Kembangkan Tari Daerah pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Pariaman (PARADE.ID)- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong seniman dan Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, untuk terus mengembangkan seni tari di daerah itu agar terlihat lebih menarik dari sebelumnya.

“Seni pertunjukan di Pariaman tidak kalah dengan Bali, namun kalau boleh usul bajunya lebih berwarna dan gerakannya dimodifikasi lagi tapi tidak meninggalkan kearifan lokalnya,” kata Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf RI, Erwinta Dianti saat membuka Bimbingan Teknis Digital Marketing bagi pelaku ekonomi kreatif seni pertunjukan di Kota Pariaman, Rabu.

Ia mengatakan jika dalam tarian tersebut memang tidak dapat diubah karena dapat mengubah maknanya, maka dapat dibuat tari baru berdasarkan tarian sebelumnya. Hal tersebut juga dapat memperkaya seni pertunjukan yang ada di Pariaman.

Ia menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangi Pariaman lagi untuk memodifikasi pakaian serta seni pertunjukan di daerah itu.

Erwinta mengatakan dengan pengembangan yang dilakukan, maka tarian khas Pariaman dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas bahkan hingga mancanegara.

“Saat ini kita lebih kepada marketing dulu nanti kita fokus pada seni pertunjukan itu,” katanya.

Pada kesempatan tersebut pihaknya juga menyampaikan sejumlah program untuk meningkatkan perekonomian Pariaman yaitu desain bungkusan produk makanan serta bedah gerai kuliner

Hal tersebut, karena melihat kondisi industri makanan di Pariaman yang awalnya harganya Rp15 ribu, namun ketika pihak lainnya membungkusnya dengan baik harganya bisa mencapai Rp30 ribu perbungkus padahal produknya sama.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono mengatakan pihaknya akan membicarakan hal tersebut kepada Dewan Kesenian Pariaman.

“Harapan kami dengan Ibu Direktur sama, tentu Dewan Kesenian dengan seniman akan diskusi,” ujarnya.

Jika hasil diskusi tersebut sepakat untuk memodifikasi seni, maka menurutnya dapat menciptakan daya tarik baru di Kota Pariaman.

*Sumber: antaranews.com

Artikel Kemenparekraf Dorong Seniman di Pariaman Terus Kembangkan Tari Daerah pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jangan Hanya Menjadi Orang yang “Mendengar”, tapi Jadilah Orang yang “Mendengarkan” https://parade.id/jangan-hanya-menjadi-orang-yang-mendengar-tapi-jadilah-orang-yang-mendengarkan/ Wed, 26 May 2021 15:46:32 +0000 https://parade.id/?p=12762 Jakarta (PARADE.ID)- Kehadiran team dari KSP (Kantor Staf Presiden) yang cukup mendadak, menjadi tanda tanya besar bagi MUI Sumbar tentang apa misi yang dibawa. Rupanya menurut pimpinan rombongan adalah dalam rangka “mendengar” berbagai masukan dan kritikan. Ketua Umum MUI Sumbar (Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa) ketika menyampaikan berbagai masukan dan kritikan, mengawali pembicaraan dengan […]

Artikel Jangan Hanya Menjadi Orang yang “Mendengar”, tapi Jadilah Orang yang “Mendengarkan” pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Kehadiran team dari KSP (Kantor Staf Presiden) yang cukup mendadak, menjadi tanda tanya besar bagi MUI Sumbar tentang apa misi yang dibawa.

Rupanya menurut pimpinan rombongan adalah dalam rangka “mendengar” berbagai masukan dan kritikan.

Ketua Umum MUI Sumbar (Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa) ketika menyampaikan berbagai masukan dan kritikan, mengawali pembicaraan dengan mengutip firman Allah swt:

{الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ} [الزمر : 18]

“yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal”. (QS. al-Zumar 39:18)

Beliau pun menyampaikan, bahwa sesuai petunjuk ayat tersebut, jangan hanya sekadar mendengar tapi jadilah orang yang benar-benar mendengarkan dan mengikuti yang terbaik dari apa yang didengar.

Kalau tidak demikian, nanti bisa bersikap “angguakkan nan dek urang, lalukan nan dek awak”.

Banyak hal yang perlu didengar dan diserap oleh KSP dan juga oleh pengambil kebijakan di negara ini.

Terutama tentang sikap masyarakat Minangkabau yang telah menjadi prinsip dalam kehidupan bernegara. Prinsip-prinsip itu telah menempatkan masyarakat Minangkabau sebagai pejuang dan pembela Negara dalam segala situasi dan kondisi.

Agama Islam merupakan jati diri yang tak bisa dilepaskan dari masyarakat Minang dan itu dengan perjuangan dimasukkan menjadi prinsip bernegara yang termaktub dalam berbagai perundang-undangan di negeri ini.

Karena itu tidak ada sedikitpun keraguan bahwa membangun agama berarti membangun bangsa.

Karena itu, berbagai narasi yang memandang sinis agama seolah-oleh sebagai penghambat kemajuan bahkan ada yang menganggapnya sebagai ancaman keutuhan, HARUS DIAKHIRI!

Cukup sudah tuduhan-tuduhan tak beralasan yang dialamatkan kepada Sumatera Barat terutama masyarakat Minangkabau. Jangan ada lagi narasi yang melukai dan membully bila kita ingin bersama dalam suatu ikatan kebangsaan.

Sikap merasa berkuasa dan hanya memandang dari sisi kekuasaan sehingga melahirkan kebijakan tak sensitif terhadap kondisi real umat, jangan diteruskan lagi.

Terkait moderasi beragama, perlu diingat bahwa MUI pernah meluruskan bahwa yang perlu dijabarkan itu adalah “wasathiyyatul Islam” bukan “Islam Wasathiy”. (dalam Rakernas di Mandalika)

Itu bukan sekedar perbedaan dalam istilah tapi membawa pengertian dan pemahaman yang berbeda. Karena itu “moderasi beragama” yang sekarang dilahirkan cenderung berisi konsep-konsep pluralisme beragama dan memuat konsep toleransi bagaikan “sawah tak berpematang” sehingga tak ada batas mana sawah kita dan mana sawah orang lain sehingga sudah merancah saja kemana-mana.

Di samping itu juga melahirkan kaburnya batas-batas yang jelas antara ikhtilaf (perbedaan) dan inhiraf (penyelewengan).

Sebenarnya Islam itu punya anti body tersendiri dalam ajarannya. Bila dia dipahami dan diamalkan secara utuh, dia akan mampu berinteraksi bahkan menjawab dinamika perkembangan yang ada.  Jadi, tak perlu membuat-buat konsep tersendiri dalam menyikapi berbagai macam persoalan yang berkembang termasuk masalah “kebangsaan” karena rentan ditunggangi.

Kekhawatiran yang muncul, tak lebih dari kedangkalan meihat kondisi umat dan juga dipengaruhi oleh sekulerisme radikal yang harus dihentikan. Apalagi konsep itu dijalankan oleh orang-orang yang tidak bersesuaian antara sikap dan pernyataan. Mereka bersembunyi di balik narasi dan tulisan sedangkan implementasi tak bersesuaian.

Dalam hal ini, para ulama akan membuat kesimpulan bukan hanya dari konsep yang tertulis dan terucap tapi juga fakta yang diperbuat.

Lisanul maqal, lisanul kitabah dan lisanul hal/waqi’ menjadi satu kesatuan dalam menimbang program moderasi tersebut.

Saran MUI Sumbar, bicarakan secara mendalam dengan Majelis Ulama dan evaluasi secara mendalam langkah-langkah dakwah dan kembalikan kepada konsep mendasar dalam ajaran Islam.

Terkait Palestina, umat Islam di Indonesia sangat memahami ikatan persaudaraan yang telah terjalin dan bantuan umat di Tanah Air tentu akan tertuju kepada para pejuang yang terdepan membela hak-hak rakyat Palestina. Negara dalam hal ini, mesti hadir dalam semangat itu.

Jangan biarkan orang perorang merusak semangat itu karena itu adalah peran yang harus dijalankan oleh umat dan bangsa kita.

Berbagai masukan dari Ketua-ketua MUI Sumbar seperti “berhentilah melakukan kriminalisasi ulama”, “jangan teruskan RUU BPIP karena persoalan mendasar tidak akan terjawab dengan merevisi draft tsb” dan “jangan ada kebijakan-kebijakan yang mengarah kepada adu domba antar umat baik internal maupun eksternal”.

Terakhir, kami berpesan agar komunikasi dan interaksi seperti ini, diintensifkan agar terjalin rasa dan pemahaman. Mari bersama kalau memang ingin merawat kebersamaan!!!

*Ketua MUI Sumatra Barat Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa dalam akun fanpage Facebook-nya

Artikel Jangan Hanya Menjadi Orang yang “Mendengar”, tapi Jadilah Orang yang “Mendengarkan” pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Beranikah Tuan Menyebut Cluster Mall? https://parade.id/beranikah-tuan-menyebut-cluster-mall/ Sun, 16 May 2021 14:31:48 +0000 https://parade.id/?p=12539 Jakarta (PARADE.ID)- Sudah mulai serangan balik kepada ulama dan umat. Ada anggota WAG satgas Covid Sumbar yang terus sinis dengan pelaksanaan ibadah kaum muslimin. Tampak sekali permusuhan terhadap ajaran agama Islam dan bahkan akan menuntut pihak yang mempersilahkan umat ber’idul fithri untuk bertanggungjawab bila penularan Covid meningkat di Sumbar. Orang seperti ini mengapa masih dipertahankan […]

Artikel Beranikah Tuan Menyebut Cluster Mall? pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Sudah mulai serangan balik kepada ulama dan umat.

Ada anggota WAG satgas Covid Sumbar yang terus sinis dengan pelaksanaan ibadah kaum muslimin.
Tampak sekali permusuhan terhadap ajaran agama Islam dan bahkan akan menuntut pihak yang mempersilahkan umat ber’idul fithri untuk bertanggungjawab bila penularan Covid meningkat di Sumbar.
Orang seperti ini mengapa masih dipertahankan ?

Perlu tuan ketahui !
MUI Sumbar hanya meminta lebih kurang 2 jam pelaksanaan ibadah umat berdasarkan kewenangan Perda yang telah disepakati dan berdasarkan pertimbangsan syar’i dan nalar yang siap kami pertanggungjawabkan !!!

Kerumunan masyarakat di mall dan tempat perbelanjaan sebelum waktu 2 jam itu dan juga setelah 2 jam tersebut, siapa yang bertanggungjawab ?
Mengapa petugas pasar, pemilik mall, pemilik swalayan tidak tuan tuntut tanggungjawab mereka ??!!

Sudah sangat tak nyaman kami melihat sikap ketidak adilan ini.
Sudah terlalu tajam narasi-narasi yang dibangun untuk menyudutkan agama kami !
Apakah menurut tuan, covid ini baru terkendali kalau orang berhenti beragama ?

Kalau demikian, silahkan tuan praktekkan sendiri cara demikian, kami tak akan mematuhi pemikiran sesat seperti itu !

Tak usah contohkan Malaysia, Saudi dan negara lain karena analogi tuan sangatlah tak memenuhi syarat.

Sebenarnya bukan masyarakat tak mau patuh tapi kebijakan yang tak pernah utuh !
Negara-negara yang disebutkan itu, berani mengurung rakyatnya di rumah dan membatasi gerak mereka secara ketat, tapi siap dengan segala resiko dan konsekwensi pertanggungjawaban terhadap kebutuhan rakyat mereka.

Kalau tuan berfikir tentang kesehatan fisik dan menurut tuan menyelamatkan nyawa orang banyak di dunia ini, maka kami berjuang menyelamatkan ruhani agar jangan terjauh dari Allah swt karena akan sengsara di akhirat yang kekal.

Sudah saya minta agar orang ini diperingatkan tapi tidak dipedulikan, akhirnya biarlah saya buka kepada umat sebenarnya apa yang terjadi.
Kalau orang ini dan yang semisalnya tidak ditertibkan, maka Perda yang disorakkan selama ini sebagai aturan berdasarkan kearifan lokal, akan tinggal dikertas saja !

Sangat tak nyaman bila dalam Group Whats Apps yang berisikan para petinggi negeri ini, Majelis Ulama dibegitukan dan semua bersikap diam saja !

Kalau ingin bersama, jangan hanya urusan fisik saja yang diutamakan sedangkan jiwa umat dibiarkan semakin gersang.

Semoga umat Islam di Ranah Minang bisa memahami apa sebenarnya yang terjadi dan bagaimana sulitnya mempertahankan nilai-nilai keimanan di tengah fitnah wabah covid-19 ini.

الله المستعان و عليه التكلان

*Ketua MUI Sumatra Barat, Gusrizal Guzahar

Artikel Beranikah Tuan Menyebut Cluster Mall? pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Karena Puan Setitik, Rusak Suara Se-Minang Raya https://parade.id/karena-puan-setitik-rusak-suara-se-minang-raya/ Mon, 07 Sep 2020 08:07:15 +0000 https://parade.id/?p=6698 Jakarta (PARADE.ID)- Nasib PDIP di Sumatera Barat sungguh tragis. Partai Moncong Putih itu bak penyakit menular yang harus dihindari. Tak cukup hanya mengenakan masker. Apapun bentuknya, hubungan, afiliasi, bahkan hanya “bau-bau” PDIP harus dijauhi. Cut off. Tak ada hubungan apapun! PKB yang semula bersama PDIP mendukung pasangan Mulyadi-Ali Mukhni mengambil langkah seribu. Mereka mencabut dukungan […]

Artikel Karena Puan Setitik, Rusak Suara Se-Minang Raya pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Nasib PDIP di Sumatera Barat sungguh tragis. Partai Moncong Putih itu bak penyakit menular yang harus dihindari.

Tak cukup hanya mengenakan masker. Apapun bentuknya, hubungan, afiliasi, bahkan hanya “bau-bau” PDIP harus dijauhi. Cut off. Tak ada hubungan apapun!

PKB yang semula bersama PDIP mendukung pasangan Mulyadi-Ali Mukhni mengambil langkah seribu. Mereka mencabut dukungan dan mengalihkan ke pasangan cagub yang lain.

PKB  tak mau tertular virus.   Terkena penyakit menular bernama PDIP. Risikonya berat dan tidak sebanding.

Paling dramatis  justru langkah yang diambil oleh Mulyadi-Ali Mukhni. Tanpa ba-bi-bu, mereka mengembalikan mandat PDIP.

Jadilah pasangan ini tinggal diusung oleh Partai Demokrat dan PAN. Meninggalkan PDIP sepi sendiri.

Tak ada pilihan lain bagi PDIP.  Menarik diri dari gelanggang perebutan kursi gubernur-wagub. Tak ada cagub, dan partai politik yang mau dekat, apalagi bersekutu dengan PDIP.

Untuk mengusung calon sendiri,  tidak mungkin. Kursi PDIP di DPRD Sumbar hanya seuprit. Tiga kursi tidak memenuhi syarat.

“Melihat dinamika seperti ini, kita tidak lagi ikut Pilgub. Kita tidak mengusung siapa-siapa lagi,” kata Ketua DPD PDIP Sumbar Alex Indra Lukman.

Keputusan teramat sulit yang harus diambil oleh pimpinan daerah PDIP.  Semua gegara ucapan Puan Maharani.

Putri Mahkota PDIP itu dinilai melecehkan  karena pernyataannya sangat jelas terkesan mempertanyakan dukungan warga Sumbar terhadap Pancasila.

Puan pasti tidak pernah mengira bila ucapannya itu berdampak begitu besar. Menjadi kado pahit ulang tahunnya yang ke 47, Ahad (6/9).

Upaya para petinggi PDIP menyodorkan fakta,  bahwa Puan dari sisi darah masih keturunan Minang,  tidak mungkin menghina negeri para leluhurnya, tidak bisa menghapus luka.

Ibarat nasi telah menjadi bubur. Semuanya sudah terjadi.

Benarlah seperti dikatakan banyak orang,  Puan tidak pernah membaca sejarah.

Terlebih lagi,  kalau benar dia masih merasa keturunan Minang, tidak tahu apa-apa tentang sumbangsih dan peran besar  para ninik mamak dalam ikut mendirikan bangsa ini.

Puan telah tercerabut dari akar budaya dan sejarah. Padi Satampang Baniah. Individu itu tumbuh seperti lingkungan sekitarnya.

( Berpengaruh ke Bobby Nasution )

Kehebohan di Sumbar jangan hanya dipandang sebagai persoalan lokal. Dampaknya bisa menyebar cepat seperti bola salju.

Di berbagai daerah lain yang banyak bermukim warga Minang, ucapan Puan bisa mengubah konstelasi politik.

Calon-calon yang didukung PDIP dan tengah berlaga di Pilkada, bisa terkena dampaknya.

Yang paling dekat adalah Bobby Nasution, menantu Presiden Jokowi tengah berlaga di Pilwakot Medan.

Di Medan komunitas Minang perantauan jumlahnya cukup besar. Mereka juga memegang peran penting dalam sektor perekonomian.

Bobby diusung oleh PDIP. Caranya memperoleh tiket dari partai moncong putih itu juga tak elok.

Melalui lobi-lobi politik tingkat tinggi dan istana, dia menyingkirkan Plt Walikota Medan Akhyar Nasution.

Akhyar dipecat dari PDIP.  Dia kini menjadi calon walikota Medan diusung oleh Partai Demokrat dan PKS. Dia akan menjadi pesaing berat Bobby.

Diaspora Minang di seluruh Indonesia juga tidak bisa diremehkan. Secara populasi kecil. Namun mereka sangat solid.

Dampak lain dari ucapan Puan yang sangat serius adalah mempertajam pembelahan di tengah masyarakat. Sangat jelas Puan mempertontonkan sikap merasa paling Pancasilais.

Di luar pendukung PDIP,  dinilainya tidak Pancasilais. Sebuah cara pandang yang sangat berbahaya dan tengah dipertontonkan oleh rezim dan para pendukungnya.

Ucapan Puan menunjukkan  trah Soekarno dan PDIP,  merasa diri mereka satu-satunya pewaris sah negeri ini. Satu-satu-satunya  yang bernasab sambung kepada pencetus Pancasila.

Hal itu dipertegas dengan peresmian Hari Lahir Pancasila 1 Juni oleh Presiden Jokowi.

Padahal sejarah mencatat secara resmi,  Pancasila lahir pada tanggal 18 Agustus 1945. Saat para perumus di BPUPKI mensahkannya sebagai dasar negara Indonesia yang merdeka.

Tidak berhenti sampai disitu. Melalui Fraksi PDIP di DPR RI mereka mengusulkan RUU Haluan Idiologi Pancasila (HIP).

Dalam RUU tersebut mereka memasukkan formula Pancasila yang diperas menjadi Trisila dan Ekasila. Persis sebagai mana usulan Soekarno pada sidang pertama BPUPKI tanggal 1 Juni 1945.

Pandangan dan cara berpolitik semacam ini sangat berbahaya. Mereka mencoba menegasikan peran kekuatan politik dan kelompok yang berseberangan,  dengan stigma anti Pancasila.

Seakan hanya keluarga Soekarno dan para pendukungnya yang paling Pancasilais. Merekalah bangsa pilihan Tuhan di republik ini. Selain mereka, bukan penganut dan pengikut Pancasila.

Dalam konteks politik semacam inilah mengapa reaksi dari warga Minang mendapat dukungan begitu luas.

Bukan hanya dari mereka yang berasal dari Minang. Tapi juga mereka yang merasa disingkirkan dengan stigma:  anti Pancasila, radikal, dan intoleran.

Miri-mirip seperti  bunyi pepatah: Karena Puan setitik, rusak suara se-Minang Raya……end

*Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa, Hersubeno Arief

Artikel Karena Puan Setitik, Rusak Suara Se-Minang Raya pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Tak Perlu Diluruskan, Memang Begitulah Puan Melihat Orang Minang https://parade.id/tak-perlu-diluruskan-memang-begitulah-puan-melihat-orang-minang/ Mon, 07 Sep 2020 04:00:34 +0000 https://parade.id/?p=6694 Jakarta (PARADE.ID)- Nasi sudah menjadi bubur. Tak perlulah diolah-olah lagi supaya kembali menjadi nasi. Percuma. Di mata Puan, orang Minang tidak menerapkan Pancasila. Itulah thesis asli Puan Maharani tentang orang Minang yang selama ini kosisten menolak PDIP. Itulah pandangan Puan. Begitulah yang ada di pikiran dia. Jadi, tidak perlu diusahakan untuk memoles-moles ucapan asli itu. […]

Artikel Tak Perlu Diluruskan, Memang Begitulah Puan Melihat Orang Minang pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Nasi sudah menjadi bubur. Tak perlulah diolah-olah lagi supaya kembali menjadi nasi. Percuma. Di mata Puan, orang Minang tidak menerapkan Pancasila.

Itulah thesis asli Puan Maharani tentang orang Minang yang selama ini kosisten menolak PDIP. Itulah pandangan Puan. Begitulah yang ada di pikiran dia. Jadi, tidak perlu diusahakan untuk memoles-moles ucapan asli itu.

Puan mengatakan, “…Semoga Sumbar mendukung negara Pancasila.” Mau ditafsirkan oleh ahli bahasa mana pun, kalimat ini mengandung arti tunggal bahwa orang Minang tidak berpancasila.

Untuk apalagi dilurus-luruskan. Ditafsir-tafsirkan. Memang itulah yang dimaksudkan Puan.

Dan harap diingat. Puan mengucapkan itu dalam konteks yang khusus. Yaitu, ketika dia memberikan sambutan melepas para calon kepala daerah dari PDIP untuk pilkada 2020 di Sumatera Barat (Sumbar). Dari sini, sangat ‘valid’ disimpulkan bahwa, bagi Puan, hanya orang PDIP-lah yang memahami dan menerapkan Pancasila. Orang lain tidak.

Padahal, kalau dicermati langkah-langkah PDIP untuk mengubah Pancasila menjadi Trisila dan kemudian Ekasila, jelas sekali bahwa Partai Banteng sudah lama ingin melenyapkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Yaitu, sila yang paling kental mewarnai sikap dan tindak-tanduk orang Minang.

  

Sekarang, orang-orang PDIP sibuk menukangi ucapan Puan yang sangat berbisa itu. Mereka mencari-carikan alasan, mengklarifikasi, dsb. Sia-sia. Damage has been done. Sudah terlanjur perasaan orang Minang luka parah. Semakin dilurus-luruskan, bertambah meruyak nanti luka perasaan itu.

Lebih baik Puan tampil ke depan. Minta maaf secara terbuka. Akui kesilapan. Selesai. Perkara nanti orang Minang melestarikan thesis Puan itu, apa boleh buat. Itulah risiko PDIP mencurigai orang lain. Itulah akibat keinginan pimpinan PDIP agar partai mereka itu unggul di mana-mana. Termasuk di Sumatera Barat (Sumbar).

Keinginan itu menyebabkan pimpinan Banteng menganggap orang Minang yang tidak menerima PDIP sebagai musuh. Tidak hanya musuh partai tapi sekaligus mereka anggap sebagai musuh negara. Musuh negara itu antara lain adalah orang yang tidak berpancasila. Cocok dengan ucapan Puan.

Tidak ada salahnya orang PDIP ramai-ramai turun tangan untuk menyelamatkan Puan. Boleh-boleh saja barisan politisi senior PDIP mencoba meluruskan ucapan Puan itu. Silakan saja.

Cuma, semakin Anda belok-belokkan peristiwa naas ini ke mana-mana, akan semakin parah. Anda terlihat arogan. Angkuh. Tidak mau meminta maaf. Merasa diri sempurna.

Bisa juga nanti publik melihat PDIP sok kuasa. Mentang-mentang punya kekuasaan besar. Seenaknya saja terhadap orang lain yang tidak mendukung.

Kalu Anda tetap merasa tak bersalah, merasa Puan tidak melukai orang Minang, terserah saja. Tidak ada masalah. Sebab, catatan sejarah tentang peranan orang Minang cukup lengkap. Tak bisa dihapus. Mereka ikut merumuskan Pancasila, mereka mengamalkan dan merawatnya.

6 September 2020

*Wartawan Senior, Asyari Usman

Artikel Tak Perlu Diluruskan, Memang Begitulah Puan Melihat Orang Minang pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Pemprov Klaim 6 Daerah di Sumbar 100 Persen Sembuh COVID-19 https://parade.id/pemprov-klaim-6-daerah-di-sumbar-100-persen-sembuh-covid-19/ Fri, 19 Jun 2020 02:32:25 +0000 https://parade.id/?p=749 Padang (PARADE.ID) – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyebut enam daerah mencatatkan 100 persen kesembuhan pasien virus Corona (COVID-19). Artinya, seluruh pasien yang sempat tercatat positif terinfeksi dari daerah itu sudah dinyatakan sembuh. Juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Provinsi Sumatera Barat, Jasman Rizal menyebutkan, enam daerah tersebut adalah Kota Padang Panjang, Kota Solok, Kabupaten Pasaman, Agam dan Sijunjung […]

Artikel Pemprov Klaim 6 Daerah di Sumbar 100 Persen Sembuh COVID-19 pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Padang (PARADE.ID) – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyebut enam daerah mencatatkan 100 persen kesembuhan pasien virus Corona (COVID-19). Artinya, seluruh pasien yang sempat tercatat positif terinfeksi dari daerah itu sudah dinyatakan sembuh.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Provinsi Sumatera Barat, Jasman Rizal menyebutkan, enam daerah tersebut adalah Kota Padang Panjang, Kota Solok, Kabupaten Pasaman, Agam dan Sijunjung serta Kota Pariaman.

“Mereka sukses dalam perawatan pasien. Semua pasiennya telah dinyatakan bebas dari COVID-19,” kata Jasman, Jumat (19/6/2020).

Namun Jasman tidak merinci berapa banyak pasien dari daerah-daerah yang telah dinyatakan sembuh tersebut. Tetapi, dia menyebutkan, angka pasien sembuh di Sumatera Barat terus mengalami peningkatan. Hingga posisi hari ini, pasien sembuh mencapai 494 orang, atau mencapai 70,57 persen dari total 700 orang yang positif terinfeksi.

“Hari ini ada penambahan kesembuhan sebanyak 12 orang. Total kesembuhan adalah 494 orang. Angka kesembuhan kita sangat jauh diatas angka kesembuhan nasional dan juga masih merupakan angka kesembuhan tertinggi di Indonesia,” katanya.

“Hari ini juga bertambah empat orang yang positif. Semuanya dari Padang, sehingga total yang positif berjumlah 700 orang. Yang meninggal dunia 30 orang atau 4,29 persen, sementara yang menjalani perawatan di rumah sakit dan Isolasi Mandiri sejumlah 176 orang atau 25,14 persen,” tambah Jasman.

(Detik/PARADE.ID)

Artikel Pemprov Klaim 6 Daerah di Sumbar 100 Persen Sembuh COVID-19 pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>