#Tanah Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/tanah/ Bersama Kita Satu Tue, 12 Oct 2021 08:24:01 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.3 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #Tanah Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/tanah/ 32 32 Hasil Pertemuan Rocky Gerung dengan Sentul City https://parade.id/hasil-pertemuan-rocky-gerung-dengan-sentul-city/ Tue, 12 Oct 2021 08:24:01 +0000 https://parade.id/?p=15506 Jakarta (PARADE.ID)- Perseteruan antara pihak Sentul City dengan warga desa Bojong Koneng, atau sebut saja warga diwakili oleh Rocky Gerung dengan kuasa hukumnya Haris Azhar soal tanah menghasilkan titik temu. Pihak Sentul City, dalam hal ini Presiden Komisaris Basaria Panjaitan baru-baru ini bertemu dengan Rocky (warga) yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Haris Azhar. Dalam pertemuan […]

Artikel Hasil Pertemuan Rocky Gerung dengan Sentul City pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Perseteruan antara pihak Sentul City dengan warga desa Bojong Koneng, atau sebut saja warga diwakili oleh Rocky Gerung dengan kuasa hukumnya Haris Azhar soal tanah menghasilkan titik temu. Pihak Sentul City, dalam hal ini Presiden Komisaris Basaria Panjaitan baru-baru ini bertemu dengan Rocky (warga) yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Haris Azhar.

Dalam pertemuan itu, sebagaimana yang diakui oleh Rocky, bahwa ia dan warga sekitar merasa senang karena desa mereka tidak (akan) jadi digusur. Dan Rocky pun meyakinkan itu sebagaimana yang disampaikan oleh Basaria.

“Saya ingin pegang ucapan dari Ibu Basaria, karena beliau mengucapkan ke depan publik dan saya pegang itu sebagai good will,” akunya, Selasa (12/10/2021), di akun YouTube-nya

Rocky merasa yakin bahwa Basaria tidak akan menganulir perkataannya kepada dirinya, kuasa hukumnya, dan warga. Sebab ada seluruh Indonesia yang ikut menyaksikannya.

Dan menurut Rocky, apa yang disampaikan oleh Basaria adalah karena hasil dari perjuangan masyarakat sipil mempertahankan hak dasar manusia yaitu tanah.

“Saya juga sudah menemui warga Bojong Koneng, dan mereka oke. Untuk sementara mereka merasa lega karena tidak akan digusur di desa itu,” terangnya.

“Saya bertemu dengan mereka (Sentul City) dengan pengacara saya, Haris Azhar. Karena itu Ibu Basari berani atau yakin mengucapkan itu kemarin di dalam konferensi persnya. Kan gak mungkin kalau tiba-tiba Ibu Basaria menganggap belum ada semacam sinyal, titik temu, kan gak mungkin dia mengucapkan itu,” tegasnya.

Rocky mengapresiasi langkah Basaria tersebut. Basaria, bahwa ia telah mendahului kegelisahan, karena memang ia hanya ingin memastikan. Demikian juga langkah Basaria tersebut diambil menurut Rocky karena melihat bahwa perkembangan kasus ini jadi variabelnya macam-macam.

Seperti ada kekerasan, ada penggusuran, ada penangkapan, ada pengerusakan kantor desa, dan polisi tentu menangkap orang yang merusak kantor desa tapi itu menurutnya prosedur yang harusnya tidak menimbulkan acces karena itu bagian dari, sebut saja kejengkelan dari rakyat.

Ia ingin agar supaya polisi mengerti bahwa itu kejengkelan rakyat, walaupun itu ada delik pidananya. Tapi ia percaya bahwa itu akan diselesaikan, karena itu bukan satu upaya untuk sepenuhnya merusakan aset negara.

“Jadi sekali lagi, yang diucapkan oleh Ibu Basaria, saya anggap sebagai good will dan itu membuka perspektif baru tentang hubungan antar korporasi terutama properti dengan kampung-kampung di tetangganya. Ibu Basaria menyebutkan keselarasan antar Sentul City dengan penduduk di situ,” kata dia.

Dari kasus itu, Rocky berharap bahwa mestinya ini juga menjadi paradigma untuk properti lain.

“Tapi tentu ada banyak kasus juga yang menyangkut Sentul City, yang mungkin juga masih di dalam penanganan. Saya tidak tahu itu. Yang saya tahu adalah bahwa banyak aspek di dalam aspek Sentul City. Aspek saya adalah saya ingin mempertahankan desa yang 100 meter dari saya. 120 kepala keluarga,” katanya.

Jadi itu yang ia urus bersama Haris Azhar. Kalau soal problem makronya itu, kata dia, bahkan Kepala BPN mengatakan bahwa memang pejabat-pejabat BPN ada yang mafia tanah. Itu artinya, katanya, seluruh Indonesia. Bukan hanya Sentul City.

(Sur/PARADE.ID)

Artikel Hasil Pertemuan Rocky Gerung dengan Sentul City pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Satgas Anti Mafia Tanah Bentukan Kapolri Perlu Diapresiasi https://parade.id/satgas-anti-mafia-tanah-bentukan-kapolri-perlu-diapresiasi/ Sat, 06 Mar 2021 08:53:44 +0000 https://parade.id/?p=11166 Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan bahwa genrakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membentuk Satgas Anti Mafia Tanah hingga ke Polda Polda patut diapresiasi. Pasalnya, dalam waktu singkat, satgas ini sudah menunjukkan hasil kerjanya. “Sejumlah tanah masyarakat berhasil diselamatkan dari rekayasa penjarahan para mafia tanah yang bergentayangan di […]

Artikel Satgas Anti Mafia Tanah Bentukan Kapolri Perlu Diapresiasi pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan bahwa genrakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membentuk Satgas Anti Mafia Tanah hingga ke Polda Polda patut diapresiasi. Pasalnya, dalam waktu singkat, satgas ini sudah menunjukkan hasil kerjanya.

“Sejumlah tanah masyarakat berhasil diselamatkan dari rekayasa penjarahan para mafia tanah yang bergentayangan di negeri ini,” demikian keterangannya kepada media, baru-baru ini.

IPW memantau, di Banten misalnya, sejumlah tanah rakyat kecil berhasil diselamatkan Satgas Anti Mafia Tanah dari penjarahan mafia tanah.

“Di Jakarta, Satgas menangkap lima anggota sindikat mafia tanah yang menipu Ibu Dino Patti Djalal, mantan Menlu.”

Di Banten, Satgas berhasil membongkar keterlibatan JJS, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang sebagai bagian dari anggota mafia tanah di daerah itu. Salah satu korbannya seorang nenek, Afifah warga Kecamatan Curug, Kota Serang.

Afifah ketika itu nyaris kehilangan tanah seluas 2.676 meter persegi, senilai Rp1,3 miliar, yang berlokasi di Pal Empat, Pabuaran.

“Para mafia tanah memalsuan dokumen jual beli tanah milik Afifah. Kasus ini terbongkar, setelah Afifah sebagai korban dan pemilik tanah melapor ke Satgas Anti Mafia Tanah Polda Banten.”

Modus yang dilakukan JJS menurut IPW adalah memalsukan tanda tangan Apipah dalam akta jual beli tanah tersebut. Padahal Afifah tidak pernah menandatangani AJB apalagi menjual tanahnya kepada orang lain. Satgas bekerja cepat menangkap JJS dan dua pelaku lainnya, yakni SJ dan LJ.

Kerja cepat Satgas Anti Mafia Tanah ini patut diapresiasi. Sebab seiring dengan maraknya pembangunan di berbagai daerah para mafia tanah bergentayangan memburu korban, terutama rakyat kecil yang kurang paham hukum.

Kapolri Sigit sendiri sudah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus-kasus mafia tanah di seluruh Indonesia. Upaya ini sejalan dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo yang fokus untuk memberantas praktik mafia tanah di Indonesia.

Implementasi dari instruksi Kapolri itu, Polda polda juga telah membentuk Satgas Anti Mafia Tanah di tingkat provinsi, yang bekerja sama dengan Agraria atau Badan Pertanahan Nasional.

Untuk itu, kata dia, masyarakat yang menjadi korban mafia tanah jangan ragu-ragu untuk melapor ke Satgas Anti Mafia Tanah. Sebab pembentukan Satgas Anti Mafia Tanah ini sebagai wujud keseriusan Polri dalam upaya menindak secara hukum para pelaku praktik mafia tanah.

“Dan nenek Afifah di Banten maupun mantan Menlu Dino Pati Jalal sudah membuktikan, tanahnya terselamatkan dari aksi para mafia tanah.”

(Rgs/PARADE.ID)

Artikel Satgas Anti Mafia Tanah Bentukan Kapolri Perlu Diapresiasi pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Korban Mafia Tanah, Mantan Wamenlu Ngadu ke Gubernur DKI dan BPN https://parade.id/korban-mafia-tanah-mantan-wamenlu-ngadu-ke-gubernur-dki-dan-bpn/ Thu, 11 Feb 2021 02:33:50 +0000 https://parade.id/?p=10675 Jakarta (PARADE.ID)- Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengaku telah menjadi korban mafia tanah. Ia pun mengadu ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, BPN, juga ke aparat kepolisian. Selaku korban, ia meminta agar Gubernur Anies, juga Kapolda untuk memperhatikan kasusnya agar semua komplotan mafia tanah yang kiprahnya semakin merugikan dan meresahkan rakyat segera […]

Artikel Korban Mafia Tanah, Mantan Wamenlu Ngadu ke Gubernur DKI dan BPN pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengaku telah menjadi korban mafia tanah. Ia pun mengadu ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, BPN, juga ke aparat kepolisian.

Selaku korban, ia meminta agar Gubernur Anies, juga Kapolda untuk memperhatikan kasusnya agar semua komplotan mafia tanah yang kiprahnya semakin merugikan dan meresahkan rakyat segera diringkus.

“Sy juga harap masyarakat agar berani lawan mafia tanah. Para korban mafia tanah agar bersatu melawan mrk #berantasmafiatanah,” demikian cuitannya di akun @dinopattidjalal, baru-baru ini.

Pengaduan yang dilakukan olehnya beralasan bahwa agar publik juga waspada terhadap kasus tanah.

“:satu lagi rumah keluarga saya dijarah komplotan pencuri sertifikat rumah. Tahu2 sertifikat rumah milik Ibu saya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada AJB, tidak ada transaksi bahkan tidak ada pertemuan apapun dgn Ibu saya.”

Menurut Dino, modus komplotan itu dengan mengincar target, membuat KTP palsu, berkolusi dengan broker hitam dan notaris bodong, serta memasang figur-figur “mirip foto di KTP” yang dibayar untuk berperan sebagai pemilik KTP palsu. Dan komplotan ini menurut dia sudah secara terencana menargetkan sejumlah rumah ibunya yang sudah tua.

“Yang penting, polisi harus bisa dan berani membongkar TUNTAS para sutradara/bos/aktor intelektual komplotan pencuri sertifikat rumah ini, bukan hanya menangkap kroco2nya. Komplotan ini sangat LIHAI & LICIN, dan sudah terlalu banyak merugikan rakyat.”

Kepada Kepala BPN Sofyan Jalil, Dino mengaku sudah menceritakan kasus (sindikat tanah) ini sejak bulan Oktober 2020. Sofyan menyambut baik dengan bertekad akan memberantas para sindikat tanah yang memang sudah merajalela sejauh ini.

Ia yakin 100 persen bahwa Kepala BPN Sofyan Jalil dan akan senantiasa mendukung upaya serius untuk membersihkan oknum-oknum nakal.  Dan ia berharap sertifikat bermasalah yang sudah dialih-namakan secara ilegal oleh sindikat sebaiknya bisa dibalik-namakan, juga dikembalikan kepada korban/pemilik yang sah.


Kepolisian Mengidentifikasi Pelaku

Aparat kepolisian sudah mulai bekerja. Hal itu disampaikan olehnya, bahwa para sutradara komplotan sertifikat rumah keluarganya kini sudah mulai bisa diidentifikasi.

“Pada waktunya nanti akan saya sebarkan foto+ nama mrk. Sy yakin respon awal pimpinan komplotan ini nantinya adalah MENCOBA menyogok aparat keamanan agar bebas dr hukum. Jangan sampai !”

Aparat telah menangkap pelaku yang diduga menjadi bagian dari mafia tanah. Namun, tanpa mengurangi rasa hormat kepada kepolisian, Eks Jubir Presiden SBY ini mengatakan bahwa yang ditangkap bukanlah sebagai dalangnya (yang menipu ibunya).

“Sy minta polisi benar2 ungkap + tangkap para DALANG sindikat yg sesungguhnya. Jangan sampai negara kalah dan dikadali oleh sindikat tanah.”

Kini polisi masih terus mendalami kasus yang dihadapi oleh Dino. Sebagai keluarga korban dan sebagai pembayar pajak, ia meminta dan berharap kepada aparat kepolisian agar segera memberantas komplotan itu dengan profesional, cepat dan tuntas, terutama otak atau pimpinannya.

(Rgs/PARADE.ID)

Artikel Korban Mafia Tanah, Mantan Wamenlu Ngadu ke Gubernur DKI dan BPN pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>