Uchok Sky Khadafi Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/uchok-sky-khadafi/ Bersama Kita Satu Wed, 08 Apr 2026 01:13:17 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg Uchok Sky Khadafi Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/uchok-sky-khadafi/ 32 32 CBA Desak Aparat Periksa Pengadaan Motor BGN Rp3,2 Triliun https://parade.id/cba-desak-aparat-periksa-pengadaan-motor-bgn-rp32-triliun/ Wed, 08 Apr 2026 01:13:17 +0000 https://parade.id/?p=30052 Jakarta (parade.id)- Pengadaan puluhan ribu unit motor oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menuai sorotan tajam. Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai proyek bernilai fantastis tersebut sarat kejanggalan dan perlu segera diperiksa aparat penegak hukum. Menurut Uchok, total anggaran pengadaan motor BGN mencapai Rp3,2 triliun untuk 65.067 unit pada tahun 2025. Ia menilai […]

Artikel CBA Desak Aparat Periksa Pengadaan Motor BGN Rp3,2 Triliun pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Pengadaan puluhan ribu unit motor oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menuai sorotan tajam. Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai proyek bernilai fantastis tersebut sarat kejanggalan dan perlu segera diperiksa aparat penegak hukum.

Menurut Uchok, total anggaran pengadaan motor BGN mencapai Rp3,2 triliun untuk 65.067 unit pada tahun 2025. Ia menilai angka tersebut tidak wajar jika dibandingkan dengan harga pasar.

“Kalau dihitung, satu unit motor bisa mencapai sekitar Rp50 juta. Ini jelas mahal sekali. Dengan jumlah pembelian sebesar itu, seharusnya harga bisa jauh lebih murah,” tegas Uchok dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Lebih lanjut, Uchok mengungkapkan bahwa proses pengadaan dilakukan melalui sistem e-purchasing, yang menurutnya justru membuat proses tersebut berjalan “senyap” tanpa pengawasan publik yang memadai.

“Pengadaan ini nyaris tidak terdeteksi publik saat berlangsung di 2025. Baru setelah viral, masyarakat tahu bahwa BGN melakukan pembelian besar-besaran,” ujarnya.

Ia menilai mekanisme e-purchasing yang digunakan justru berpotensi dimanfaatkan untuk menghindari transparansi, terutama jika tidak disertai kontrol publik yang kuat.

Karena itu, CBA mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan terhadap proyek tersebut.

“Ini harus disidik. Nilainya besar, harganya mencurigakan, dan prosesnya tidak transparan,” kata Uchok.

Uchok juga menyentil narasi efisiensi anggaran yang kerap digaungkan pemerintah. Ia menilai pengadaan dengan nilai besar namun minim transparansi justru bertolak belakang dengan semangat penghematan anggaran.

“Ini namanya efisiensi anggaran ndasmu,” sindirnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BGN terkait kritik dan dugaan kejanggalan dalam pengadaan motor tersebut.***

Artikel CBA Desak Aparat Periksa Pengadaan Motor BGN Rp3,2 Triliun pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini https://parade.id/cba-desak-kejagung-panggil-presdir-astra-internasional-menyoal-ini/ Thu, 08 Jan 2026 14:05:19 +0000 https://parade.id/?p=29759 Jakarta (parade.id)- Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti nama Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro, yang dinilainya memiliki sejumlah irisan penting dengan kasus dugaan korupsi tata kelola impor minyak mentah dan BBM nonsubsidi di Pertamina yang menjerat mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan. Menurut Uchok […]

Artikel CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti nama Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro, yang dinilainya memiliki sejumlah irisan penting dengan kasus dugaan korupsi tata kelola impor minyak mentah dan BBM nonsubsidi di Pertamina yang menjerat mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan.

Menurut Uchok Sky, meskipun Djony Bunarto Tjondro dan Riva Siahaan tidak memiliki hubungan sedarah, terdapat benang merah yang patut ditelusuri aparat penegak hukum. Salah satunya adalah keterkaitan anak usaha Astra Group, PT United Tractors Tbk, melalui anak perusahaannya PT Pamapersada Nusantara, yang disebut ikut terseret dalam pusaran perkara tersebut.

“PT Pamapersada Nusantara disebut telah diperkaya sebesar Rp 958.380.337.983 dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan BBM nonsubsidi yang menjerat Riva Siahaan,” kata Uchok Sky dalam keterangan yang diterima media beberapa waktu lalu.

Selain itu, Uchok Sky juga menyinggung kesamaan latar belakang pendidikan antara Djony Bunarto Tjondro dan Riva Siahaan. Keduanya merupakan alumni Universitas Trisakti. Djony Bunarto Tjondro merupakan lulusan Fakultas Teknik Universitas Trisakti, sementara Riva Siahaan adalah lulusan Manajemen Ekonomi dari universitas yang sama.

Yang tak kalah penting, lanjut Uchok Sky, Djony Bunarto Tjondro pernah menjabat sebagai Komisaris PT United Tractors Tbk pada periode 2017–2020. Saat ini, Djony juga tercatat menjabat sebagai Presiden Komisaris PT United Tractors Tbk dan PT Pamapersada Nusantara, sebagaimana tercantum dalam Laporan Tahunan Astra 2024.

Dalam perkara dugaan korupsi impor BBM dan solar nonsubsidi tersebut, Uchok Sky menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) belum maksimal. Ia menyoroti belum dibukanya penyelidikan terhadap 13 perusahaan yang diduga menjadi penikmat harga solar nonsubsidi di bawah bottom price dan bahkan di bawah harga pokok penjualan (HPP).

“Makanya CBA mendesak Kejagung untuk membuka penyelidikan secara menyeluruh. Langkah awal yang harus dilakukan adalah memanggil jajaran komisaris dan direksi United Tractors, termasuk melalui anak usahanya PT Pamapersada Nusantara, ke Gedung Bundar Kejagung,” tegas Uchok Sky.

Bahkan, menurutnya, jika dibutuhkan Kejagung juga perlu memanggil Djony Bunarto Tjondro selaku Presiden Direktur PT Astra International Tbk untuk dimintai keterangan guna memperoleh informasi dan fakta yang terang-benderang.

Sebagai informasi, Djony Bunarto Tjondro saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Astra International Tbk. Ia pertama kali diangkat melalui keputusan RUPS Tahunan pada 16 Juni 2020 dan kembali menjabat berdasarkan keputusan RUPS Tahunan pada 19 April 2023.

Sebelumnya, Djony menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Astra International Tbk sejak 2019 dan Direktur Perseroan pada periode 2015–2019. Ia bergabung dengan Grup Astra sejak 1990 dan hingga kini memegang sejumlah jabatan strategis di berbagai anak usaha Astra.

Beberapa jabatan tersebut antara lain Presiden Komisaris PT Toyota-Astra Motor, PT United Tractors Tbk, PT Pamapersada Nusantara, PT Astra Honda Motor, dan PT Astra Digital Internasional. Djony juga pernah menjabat Presiden Direktur PT Astra Sedaya Finance (2009–2013) serta Chief Executive Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation pada periode 2013–2018.

CBA berharap Kejagung bertindak objektif dan transparan dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi impor BBM dan solar nonsubsidi ini, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari praktik penetapan harga di bawah ketentuan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Astra International Tbk terkait apa yang disampaikan Uchok.*

Artikel CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>