#UI Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/ui/ Bersama Kita Satu Mon, 13 Nov 2023 06:50:28 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.1 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #UI Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/ui/ 32 32 Ratusan Alumni UI Berbagai Angkatan Dukung Melki Sedek Huang, Berikut Nama-namanya https://parade.id/ratusan-alumni-ui-berbagai-angkatan-dukung-melki-sedek-huang-berikut-nama-namanya/ Mon, 13 Nov 2023 06:50:28 +0000 https://parade.id/?p=25534 Jakarta (parade.id)- Bentuk solidaritas ratusan Alumni UI dari berbagai angkatan kepada Ketua BEM Melki Sedek Huang ditandai dengan penandatanganan petisi dukungan. Penandatanganan petisi dukungan ini karena Melki Sedek Huang disebut-sebut tengah mendapat ancaman dari pihak tertentu. “Diketahui Melki menerima tindakan intimidasi dengan kunjungan aparat ke keluarga dan bekas guru sekolahnya setelah bersuara kritis menyikapi keputusan Mahkamah […]

Artikel Ratusan Alumni UI Berbagai Angkatan Dukung Melki Sedek Huang, Berikut Nama-namanya pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Bentuk solidaritas ratusan Alumni UI dari berbagai angkatan kepada Ketua BEM Melki Sedek Huang ditandai dengan penandatanganan petisi dukungan. Penandatanganan petisi dukungan ini karena Melki Sedek Huang disebut-sebut tengah mendapat ancaman dari pihak tertentu.

“Diketahui Melki menerima tindakan intimidasi dengan kunjungan aparat ke keluarga dan bekas guru sekolahnya setelah bersuara kritis menyikapi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membuka peluang Gibran Rakabuming Raka menjadi Cawapres di Pilpres 2024,” demikian kata inisiator petisi yang merupakan alumni FTUI 1989, Tomy Suryatama dalam siaran pers, Senin (13/11/2023).

“Dalam negara demokrasi, kebebasan berpendapat dijamin oleh konstitusi. Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan, Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”

Para Alumni UI menilai bahwa kebebasan berpendapat di Indonesia sudah merupakan sebuah hak yang dilindungi oleh konstitusi.

“Penyelenggaraan hak warga negara seharusnya memberikan perlindungan bukan sebaliknya mendapatkan ancaman apalagi datang dari aparatur negara.”

Para alumni UI menilai, ancaman kepada pihak-pihak yang kritis atas kebijakan yang menabrak etika berbangsa dan rasa keadilan adalah upaya pembungkaman yang berlawanan dengan prinsip negara demokrasi.

“Sikap kritis Melki Sedek Huang kepada penyelenggara negara seharusnya dilihat sebagai kepedulian dan partisipasi warga negara untuk memperkuat pelaksanaan konstitusi maupun penyelenggaraan pemilu yang bersih, jujur, adil dan transparan.”

Sikap ini sejalan dengan motto kampus perjuangan Universitas Indonesia yaitu Veritas, Probitas, dan Iustitia (Kebenaran, Kejujuran, dan Keadilan).

“Kami, Alumni UI, yang bertanda tangan di bawah menuntut pemerintah menghentikan segala bentuk intimidasi dan memberikan perlindungan kepada warga negara yang menyampaikan pandangan dan sikap kritisnya,” tegas Tomy Suryatama.

Mereka yang menyatakan sikap: 1. Gatot Prio Utomo (FT 90), 2. Rahmat Yananda (FIB 93), 3. Tomy Suryatama (FT 89), 4. Sahala Harahap (FPsi 90), 5. M.Fakhry (FTUI 94), 6. Arvi Jatmiko (Fisip 95), 7. Indra Kusuma (FHUI 1991), 8. Sukma Widyanti (FISIP 93), 9. Berly Martawardaya (FEB 95), 10. Hermawan (FMIPA 94).

Selanjutnya, 11. Ahmad Rizali (FT 79), 12. Risa Fernandi (FT 96), 13. Alip Purnomo (FISIP UI 95), 14. Yan Kurniawan (FEB 95), 15. Wahyu Setiaji (FMIPA 92), 16. Nanang Sugianto (FT 96), 17. Vida Bahsuan (FS/FIB 90), 18. Febriwan Rajab (Fisip 07), 19. Wahyu Andrianto (FT 91), 20. M. Try Sutrisno Gaus (FMIPA 2006), 21.  Ery Sandra A.  (FIB 1995), 22. Dendi Ramdani (FEUI 93), 23. Sukarno (FIB 2006), 24. Muhammad Idris (FT 93), 25. Baginda P. Parulian (FT 93) , 26. Rachmat Indra Anwar (FT 89), 27. Bahchtiar Firdaus (FT 94), 28. M Reza (FISIP 2004), 29. Teten Derichard (FT 89), 30. Nausa N. (FT 2002).

Melanjutkan, 31. Rapin Mudiardjo (FHUI), 32. Tommy Hariman Siddiq (Fpsi 1991), 33. Ivan Ahda (FPsi 2003), 34. Ari Bimoyono ( FISIP 1994), 35. Ulfa Rodiah (FIB 2014), 36. Erry Tri Merryta Riyadi (FH 1999), 37. M Nasri (Fasilkom 2002), 38. Umar Idris (FIB97), 39. Mawla Robbi (FH 2017), 40. Faisal Alhaq Harahap (FHUI 2015), 41. Uke Paramita ( FKM 90), 42. Muhammad Arif Darmawan (FE 2008), 43. Fathurrahman Arroisi (FIB & FISIP UI), 44. Eka Shinta (FPsi 89), 45. M. Trisna Indra (Fisip 96), 46. Arief Tejo (FT 90), 47. Aliva Zennedya Kurnia (FPsi 2017), 48. Fithri Nur Rohmah (FEB 2017), 49. Mochamad Taufik Riyadi (FH 1996), 50. Bivitri Susanti (FH 93).

Dilanjutkan, 51. Gandjar Laksamana B (FH 89), 52.Freddy Djakarsih (FT 90), 53.Taufik Basari (FH 95), 54. Indra Darmawan (Fisip 80), 55. Muarif Ambasari (Fisip 2013), 56. Shinta Utama (FK 88), 57. Jibriel Avisenna (Fisip 2004), 58. Shantoy Hades (Fisip 97), 59. Mas Waris (FT 99), 60. Ahmad Fathul Bari (FIB 2002), 61. Andre Rahadian (FH 91), 62. Arief Budhy Hardono (FT 84), 63. Arief Fiyanto (FEUI 2000), 64. Andy Azisi Amin (FE 87), 65. Haemiwan J Fathoni (Fasilkom 92), 66. Yunus (FT 88), 67. Agust Shalahuddin (FT 91), 68. Yohan Mulyono (FT  85), 69. Ferkin Susanto (FIB 90), 70. Fitra Ratory (FMIPA 92).

Diteruskan, 71. Azrul Fadjri (FMIPA 96), 72. Okky Madasari (FISIP 2012), 73. Togap Marpaung (FMIPA 80), 74. Bagus Swastika (FMIPA 92), 75. Indri Juwono (FT 96), 76. Medhi Cahyono (FT 90), 77. Basuki Pamungkas (FT 90), 78. Fithra Faisal (FE 2000), 79. Jojo S Nugroho (FISIP 94), 80. Ratu Febriana Erawati (FIB 96), 81. Denny Giovanno (FH 2010), 82. Beny Syaaf Jafar (FE 92), 83. Herzaky Mahendra Putra (FISIP 97), 84. Deny Kurnia (FT 89), 85. Yudha B Surya (FT 79), 86. Ahmad Mujahid (FMIPA 2010), 87. Silmiyanti (FMIPA 90), 88. Yudi Purnomo Harahap (FIB 2001), 89. Taufik Jamaan (FK 85), 90. Herry Novri (FT 90).

Terus dilanjutkan, 91. Suparlan (FT 2001), 92. Muhammad Syaeful Mujab (FISIP 2013), 93. Achmad Sandi (FH 94), 94. Veronica (FH 94), 95. Faisal Rahman (FT 95), 96. Eva Juniza (FISIP 94), 97. Indah Sulistyorini (FPsi 94), 98. Tanti Budi Suryani (FISIP 2012), 99. Adjie Pamungkas (FT 96), 100. Askar Triwiyanto (FT 95), 101. Idmand Perdina (FIB 2014), 102. Gusti Raganata (FISIP 2010), 103. Yuanita Rohali (Fasilkom 86), 104. Maizul Huda (FMIPA 99), 105. Gari Primananda (FMIPA 2000), 106. Indah Permata Sari (Fasilkom 2008), 107. Afdhal (FH 2005), 108. Lestari Adiyanti (FIB 90), 109. Buyung Pamungkas (Fasilkom 97),110. Alif Mahardhika (Fasilkom 2017).

Kemudian 111. Fauzul Abrar (FH 90), 112. Roswin R Djaafar (FK 96), 113. Eman S Nasim (FISIP 90), 114. Tolhas P Sitanggang (FT 95), 115. Ramadhani Akrom (FISIP 81), 116. Jamalul Insan (FKM 90), 117. Nongki Wisaksono (FH 91), 118. Arief Suhaemi (FT 91), 119. Zubair Halim (FT 96), 120. Adi FN (FT 83), 121. Zaldi Nasir (FT 89), 122. Fajar Ilham (FISIP 97), 123. Mega Fajar (FT 97), 124. Ade Kusumaningrum (FIB 90), 125. Ari Juliano Gema (FHUI 94), 126. Ika Pambadjeng (FPsi 90), 127. Kartika Idayanti (FT 90), 128. Maria Karsia (FIB 86), 129. Suzie Sudarman (FISIP 71), 130. Sri Sarining Dyah (FMIPA 92).

Selain ada di urutan 131 ada Eep Saefullah Fatah (FISIP 87), 132. Neneng Natalina (FE 90), 133. Wira Perdana (Fasilkom 2002), 134. Fuad Jindan (FK 93), 135. Roy Tanda Anugrah Sihotang (FK 96), 136. Yunus Husein (FH 75), 137. Asfinawati (FH 95), 138. Yunuzar Rasyid (FPsi 80), dan 139. Akmal Nasery Basral (FISIP 86).

(Rob/parade.id)

Artikel Ratusan Alumni UI Berbagai Angkatan Dukung Melki Sedek Huang, Berikut Nama-namanya pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Aplikasi “Paruku” Karya Mahasiswa UI Raih People’s Choice Award https://parade.id/aplikasi-paruku-karya-mahasiswa-ui-raih-peoples-choice-award/ Wed, 25 Aug 2021 10:31:45 +0000 https://parade.id/?p=14627 Depok (PARADE.ID)- Inovasi aplikasi ParuKu karya Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) meraih penghargaan People’s Choice Award dalam ajang internasional NUS Medical Grand Challenge 2021 yang diselenggarakan oleh National University of Singapore. Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam dalam keterangannya, Rabu mengatakan apa yang dicapai oleh tim ParuKu sekali lagi membuktikan bahwa pandemi tidak boleh […]

Artikel Aplikasi “Paruku” Karya Mahasiswa UI Raih People’s Choice Award pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Depok (PARADE.ID)- Inovasi aplikasi ParuKu karya Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) meraih penghargaan People’s Choice Award dalam ajang internasional NUS Medical Grand Challenge 2021 yang diselenggarakan oleh National University of Singapore.

Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam dalam keterangannya, Rabu mengatakan apa yang dicapai oleh tim ParuKu sekali lagi membuktikan bahwa pandemi tidak boleh menjadi halangan bagi sivitas UI untuk terus mencapai prestasi.

“Semoga prestasi yang diraih dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkembang selama kuliah di FKUI,” katanya.

ParuKu adalah sebuah aplikasi chatbot berbasis Artificial Intelligence yang membantu menemani masyarakat Indonesia dalam menentukan keputusan selama pandemi Covid-19.

Aplikasi ParuKu menyediakan beberapa layanan berupa informasi jadwal dan lokasi vaksinasi, informasi ketersediaan bed rumah sakit pelayanan Covid-19, serta rekomendasi laboratorium untuk tes diagnostik Covid-19 berdasarkan lokasi pengguna dan kapasitas fasilitas kesehatan. Ide penciptaan inovasi ParuKu bermula dari fenomena di masyarakat yang khawatir terinfeksi Covid-19 ketika mengunjungi rumah sakit atau sektor kesehatan lain selama pandemi.

Di sisi lain, masyarakat perlu mengantre dalam waktu yang lama untuk menerima pelayanan kesehatan, sehingga ada kemungkinan terinfeksi. ParuKu diharapkan mampu mengurangi durasi waktu yang harus disediakan untuk proses administrasi dalam menerima pelayanan kesehatan. Selain itu, membuat penggunanya dapat “mengunjungi” fasilitas kesehatan di waktu yang tepat tanpa perlu mengantre dalam waktu lama.

Aplikasi tersebut merupakan karya kolaborasi dari mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI.

Tim ParuKu terdiri dari Farhana Ibrahim Syuaib (FK 2018), Mutiara Auliya Firdausy (FK 2018), Rachelya Nurfirdausi Islamah (FK 2018), Rania Rifdah Taufiq (FK 2018), Dinda Inas Putri (Fasilkom 2018), Hanif Ibrahim Syuaib (Fasilkom 2020), Shafira Ayu Maharani (Fasilkom 2018), dan Siti Khadijah (Fasilkom 2018).

Sementara itu, Pejabat Dekan Fasilkom UI, Dr. Petrus Mursanto, menyampaikan bahwa aplikasi ini merupakan karya inovatif hasil kolaborasi multidisiplin mahasiswa UI.

“Kompetensi mahasiswa bidang TIK menjadi sarana solutif bagi permalasahan di bidang kesehatan. Mudah-mudahan kolaborasi lintas disiplin ini dapat terus kita tingkatkan sebagai kontribusi nyata insan pendidikan bagi bangsa,” ujarnya.

Mutiara Auliya Firdausy, salah seorang anggota Tim ParuKu berharap aplikasi ini dapat secara luas dimanfaatkan di banyak daerah dan dapat membantu percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Farhana Ibrahim Syuaib menambahkan, “Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing kami, yakni Prasandhya Astagiri Yusuf, S.Si., M.T., Ph.D. yang senantiasa mendukung kami selama enam bulan menjalani rangkaian kegiatan.”

Mewakili teman-temannya, Farhana juga mengucapkan terima kasih kepada Dr. Putu Wuri Handayani, S.Kom., M.Sc. dan dr. Irandi Putra Pratomo, Sp.P., Ph.D., FAPSR selaku dosen dan dokter konsultan yang dengan senang hati memberikan masukan-masukan membangun terhadap aplikasi ParuKu.

“Kami juga berterima kasih kepada teman-teman dan seluruh pihak yang telah mendukung kami, sehingga dapat mengharumkan nama Indonesia dan UI di ajang Internasional. Semoga ini menjadi langkah awal bagi aplikasi ParuKu untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat dan Indonesia,” ujarnya.

Aplikasi ParuKu merupakan salah satu solusi inovatif dari 16 tim peserta dalam kompetisi NUS Medical Grand Challenge 2021 yang dinilai oleh panel juri yang memiliki latar belakang kepakaran dari berbagai industri seperti teknologi informasi, perawatan kesehatan, dan teknik. Setiap tim mewujudkan proposal mereka dan ide-ide mereka dinilai berdampak pada perawatan kesehatan, inovasi, strategi bisnis, pemasaran, dan komersialisasi.

*Sumber: antaranews.com

Artikel Aplikasi “Paruku” Karya Mahasiswa UI Raih People’s Choice Award pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
FMIPA UI Lakukan Terobosan Agar Sains Disenangi Masyarakat https://parade.id/fmipa-ui-lakukan-terobosan-agar-sains-disenangi-masyarakat/ Wed, 18 Aug 2021 11:51:34 +0000 https://parade.id/?p=14488 Jakarta (PARADE.ID)- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melakukan sejumlah terobosan agar sains dapat semakin disenangi masyarakat. “Kami berusaha menyajikan sains dengan cara-cara menyenangkan. Untuk tahap awal, kami memberikan edukasi untuk jenjang perguruan tinggi dahulu. Ke depan, kami akan membuat konten serupa untuk peserta didik PAUD hingga jenjang SMA,” ujar Wakil […]

Artikel FMIPA UI Lakukan Terobosan Agar Sains Disenangi Masyarakat pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melakukan sejumlah terobosan agar sains dapat semakin disenangi masyarakat.

“Kami berusaha menyajikan sains dengan cara-cara menyenangkan. Untuk tahap awal, kami memberikan edukasi untuk jenjang perguruan tinggi dahulu. Ke depan, kami akan membuat konten serupa untuk peserta didik PAUD hingga jenjang SMA,” ujar Wakil Dekan FMIPA UI Bidang Sumber Daya Ventura, dan Administrasi Umum, Prof Dr Yoki Yulizar MSc, dalam taklimat media secara virtual di Jakarta, Rabu.

Dia menambahkan untuk tahap awal, konten-konten pembelajaran sains diberikan untuk mendukung pendidikan jarak jauh (PJJ) jenjang pendidikan tinggi. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengakses pembelajaran secara asinkronous yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

“Dalam waktu tidak terlalu lama, sebagai bagian pengabdian pada masyarakat kami akan menghadirkan konten-konten sains yang menarik baik dalam bentuk video, modul maupun podcast. Sehingga sains tidak lagi menjadi pelajaran yang menakutkan tetapi menyenangkan,” terang dia.

Yoko menambahkan revitalisasi itu merupakan wujud inovasi untuk membawa FMIPA UI pada persaingan di era digital dalam penyajian konten baik secara visual, penataan segmentasi, dan ragam informasi. Pembaruan tampilan telah diadaptasi dari perilaku pengakses informasi yang telah berubah. Melalui tampilan baru tersebut, ia berharap penyebaran informasi menjadi lebih cepat dan mudah melalui berbagai perangkat.

Dia menambahkan hal itu merupakan bagian dari revitalisasi laman FMIPA UI. Pihak FMIPA UI secara resmi meluncurkan tampilan laman website baru yang lebih user friendly, komprehensif, dan kekinian dengan mengusung konsep clean, clear, dan compact.

Revitalisasi tersebut dilakukan untuk mempermudah para pengakses agar dapat lebih mudah dan cepat dalam menemukan informasi terkini di FMIPA UI melalui berita, laman media sosial, juga agenda kegiatan.

Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswa, Dr Techn Djoko Triyono MSi, mengatakan revitalisasi laman tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya dalam implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di FMIPA UI.

Djoko menjelaskan laman tersebut merupakan rumah virtual bersama bagi para sivitas, alumni, user, mitra, dan stakeholder, yang memuat berbagai informasi di lingkungan FMIPA UI.

“Setelah dilakukan perbaikan pada tampilan website sebelumnya, kami menilai perlu untuk dilakukan beberapa penekanan khususnya pada fitur-fitur yang mencerminkan kondisi yang berkembang saat ini,” kata Djoko.

*Sumber: antaranews.com

Artikel FMIPA UI Lakukan Terobosan Agar Sains Disenangi Masyarakat pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Akademisi UI : Candi Borobudur Lumbung Ilmu Pengetahuan dan Budaya https://parade.id/akademisi-ui-candi-borobudur-lumbung-ilmu-pengetahuan-dan-budaya/ Mon, 07 Jun 2021 11:29:51 +0000 https://parade.id/?p=13021 Magelang (PARADE.ID)- Candi Borobudur merupakan lumbung ilmu pengetahuan dan lumbung budaya, kata Dewan Pakar Sound of Borobudur yang juga guru besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Prof Melani Budianta Ph.D. “Candi Borobudur bukan sekadar batu atau tempat berselfie, tetapi sebuah lumbung ilmu pengetahuan dan lumbung budaya,” kata Melani Budianta pada peluncuran International Conference Sound of […]

Artikel Akademisi UI : Candi Borobudur Lumbung Ilmu Pengetahuan dan Budaya pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Magelang (PARADE.ID)- Candi Borobudur merupakan lumbung ilmu pengetahuan dan lumbung budaya, kata Dewan Pakar Sound of Borobudur yang juga guru besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Prof Melani Budianta Ph.D.

“Candi Borobudur bukan sekadar batu atau tempat berselfie, tetapi sebuah lumbung ilmu pengetahuan dan lumbung budaya,” kata Melani Budianta pada peluncuran International Conference Sound of Borobudur dengan tema Music over nations yang berlangsung secara virtual di Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan begitu banyak pengetahuan yang bisa digali dari relief-relief Candi Borobudur, musik hanyalah salah satu bagian dari pengetahuan yang bisa digali dari candi tersebut.

“Dengan masuk di satu dimensi saja sudah begitu banyak pengetahuan dan gerak yang bisa dilakukan, multi dimensi dari segi penggalian musiknya, jejaringnya, ajakannya memanggil orang untuk mengeksplorasi,” katanya.

Menurut dia Candi Borobudur juga merupakan lumbung budaya, bukan hanya untuk sebagian orang, tetapi untuk semua orang. Artinya seluruh komunitas yang ada di sekitar Borobudur bisa memakai atau memanfaatkan Borobudur untuk penghidupannya, untuk kreasinya, dan lainnya.

“Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah dan sudah melihat bagaimana teman-teman di Sound of Borobudur (SOB) ini bekerja sejak lima tahun lalu, mereka mendapatkan inspirasi dari panel-panel candi, kemudian mempelajarinya, mencari kaitannya dengan alat-alat musik yang ada lalu membuat replikanya, mencoba memainkannya dan berbagai hal lainnya.

Kemudian pada April 2021, katanya para ahli juga sudah berkumpul karena untuk membuat klaim pengetahuan diperlukan sebuah proses akademik dan hal itu sudah dilakukan berkumpul ada etnomusikologi, sejarawan, arkeolog, yang kemudian membahas mengupas panel-panel Candi Borobudur.

Pada seminar Borobudur sebagai Pusat Musik Dunia 7-9 April 2021 tersebut, katanya ada beberapa temuan misalnya ada 200 jenis alat musik dan menegaskan kembali bahwa Borobudur adalah sumber data artefaktual tertua yang terbanyak menggambarkan orkestrasi musik dengan beragam komplseksitasnya.

Kemudian 44 panel di Candi Borobudur menunjukkan aspek-aspek yang muncul dari musik, bukan hanya dalam tataran spiritual dan religi tetapi juga dilihat di panel itu bagaimana musik sebagai hiburan, musik sebagai sarana ekonomi untuk mencari nafkah dan bagaimana musik itu sebagai penyembuhan, meditasi.

Purwa Caraka dari Yayasan Padma Sada Svargantara menyampaikan musik adalah bahasa universal manusia.

Ia menyampaikan penemuan relief alat musik di Candi Borobudur sebenarnya merupakan kejadian yang sudah lama, tidak ada yang istimewa dari kejadian itu, namun hal ini hanya menjadi sebuah ilmu pengetahuan pasif saja.

Selama 13 abad Borobudur ada di tempatnya, tidak ada yang berusaha mengeksplorasi lebih dari sekadar batu mati sehingga gagasan untuk membunyikannya adalah sebuah gagasan yang cerdas dan original serta perlu ditindaklanjuti dengan baik oleh semua pihak.

Ia menuturkan dengan ratusan gambar relief alat-alat musik dengan lebih 40 relief panel menunjukkan aktivitas musik di tempat itu pada 13 abad yang lalu dan sejauh ini belum ditemukan di tempat lain.

Uniknya lagi sebagian besar alat-alat musik itu tidak ditemukan lagi di Jawa Tengah, tetapi justru ditemukan menyebar di 34 provinsi di Indonesia bahkan ditemukan kemiripannya di 40 negara lain.

Ia menyampaikan bukti Borobudur sebagai pusat musik dunia sekaligus memberikan penguatan kajian-kajian ilmiah mengenai Borobudur di berbagai bidang keilmuan.

Bukti tingginya peradaban saat itu dapat terlihat pada relief yang menggambarkan bukan saja bentuk alat-alat musik tetapi juga orang bermain musik secara berkelompok atau sekarang disebut orkestra. Dalam bermain kelompok dipastikan ada hal-hal yang tidak sederhana menyangkut aransemen, tata bunyi, harmonisasi, struktur. dan juga tidak kalah pentingnya manajemen walaupun saat itu dilakukan secara tradisional.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani Mustafa mengatakan kegiatan International Conference Sound of Borobudur merupakan salah satu rangkaian kegiatan internasional lima destinasi super prioritas yang akan diselenggarakan oleh Kemenparekraf dari bulan Juni hingga November 2021.

Ia menyampaikan destinasi super prioritas Borobudur memiliki Candi Borobudur yang merupakan mahakarya anak bangsa dan warisan budaya dunia, warisan ini tentunya harus dijaga dan lestarikan. Agar dapat menjaga dan melestarikannya maka perlu meraih kembali Borobudur relevan bagi masa kini.

Ia menjelaskan International Conference Sound of Borobudur akan berlangsung pada 24-25 Juni 2021, dengan kegiatan antara lain penampilan musisi dari dalam negeri dan musisis dari 10 negara Asia untuk berkolaborasi membunyikan alat-alat musik seperti yang terdapat pada relief candi Borobudur.

Kemudian seminar dengan para pakar untuk menggali kolaborasi bersama, mini eksebisi dari 10 UMKM di kawasan Borobudur untuk memamerkan dan menawarkan keunikan, kekhasan, serta produk unggulan lokal.

*Sumber: antaranews.com

Artikel Akademisi UI : Candi Borobudur Lumbung Ilmu Pengetahuan dan Budaya pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Turunnya Peringkat Kampus Indonesia Menjadi Perhatian Banyak Pihak https://parade.id/turunnya-peringkat-kampus-indonesia-menjadi-perhatian-banyak-pihak/ Sat, 05 Jun 2021 13:58:28 +0000 https://parade.id/?p=12970 Jakarta (PARADE.ID)- Turunnya beberapa kampus di Indonesia menjadi perhatian banyak pihak. Kampus yang menjadi perhatian (khusus) ialah kampus ‘kuning’ atau Universitas Indonesia (UI) Ekonom Faisal Basri misalnya, menyoroti hal itu. Sampai-sampai Faisal menyinggung turunnya peringkat karena akrab dengan penguasa. “Semakin akrab pemimpin kampus dengan penguasa, kian jeblok prestasi akademisnya. Contoh: UI,” kata dia, Sabtu (5/6/2021), […]

Artikel Turunnya Peringkat Kampus Indonesia Menjadi Perhatian Banyak Pihak pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Turunnya beberapa kampus di Indonesia menjadi perhatian banyak pihak. Kampus yang menjadi perhatian (khusus) ialah kampus ‘kuning’ atau Universitas Indonesia (UI)

Ekonom Faisal Basri misalnya, menyoroti hal itu. Sampai-sampai Faisal menyinggung turunnya peringkat karena akrab dengan penguasa.

“Semakin akrab pemimpin kampus dengan penguasa, kian jeblok prestasi akademisnya. Contoh: UI,” kata dia, Sabtu (5/6/2021), di akun Twitternya.

Selain Faisal, ada pengamat politik Muhammad Said Didu yang juga ikut angkat suara. Menurut dia, terjadinya hal itu kepada kampus ‘kuning’ boleh jadi karena dampak dari berubahnya posisi kampus sebagai pembawa kebenaran menjadi pengusung pembenaran penguasa yang dilakukan secara kompak oleh pimpinan, dosen, dan mahasiswa.

“Selamat buat para rektor, para dosen dan para mahasiswa yg sdh ubah kampus menjadi lembaga pembenar kekuasaan,” kata dia.

Sebagai alumni dari kampus ‘kuning’, politisi Gerindra Fadli Zon juga tak ketinggalan berkomentar. Fadli bahkan merasa prihatin dengan anjloknya peringkat almamaternya yang kalah jauh dari UM Malysia.

“UI mungkin tll dekat kekuasaan, asyik di menara gading, tak ada lagi sikap kritis thd keadaan, disconnected,” kata Fadli.

Peringkat Universiti of Malaya jauh di atas universitas terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia (UI) yang berada di posisi 196.

Seperti diketahui dari Indonesia hanya UI yang berhasil menembus 200 besar jajaran kampus terbaik di Asia. Demikian dikutip detik.com.

Kondisi tahun sebelumnya kurang lebih hampir serupa dimana sejumlah perguruan tinggi Malaysia berada jauh di atas Indonesia.

Sementara peringkat UI bahkan melorot dari sebelumnya posisi 162. Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia tahun 2021 “hanya” berada pada peringkat 310. Merosot jauh dari tahun sebelumnya peringkat 264.

(Rgs/PARADE.ID)

Artikel Turunnya Peringkat Kampus Indonesia Menjadi Perhatian Banyak Pihak pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
RR Sebut Rektor UI Otoriter https://parade.id/rr-sebut-rektor-ui-otoriter/ Sat, 12 Sep 2020 14:15:25 +0000 https://parade.id/?p=6856 Jakarta (PARADE.ID)- Ekonom Rizal Ramli (RR) menyebut rektor Universitas Indonesia sebagai penjilat dan otoriter. Hal itu diungkapkan olehnya setelah mengetahui adanya pakta integritas untuk mahasiswa UI. “Bangga dgn Fajar & mahasiswa2 UI. Rektor UI ini memang penjilat dan otoriter Diberi jabatan Preskom Bank saja sdh lupa kebebasan akademik. Jauh kelasnya dibanding Prof Mahar Mardjono. Kopas: […]

Artikel RR Sebut Rektor UI Otoriter pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Ekonom Rizal Ramli (RR) menyebut rektor Universitas Indonesia sebagai penjilat dan otoriter. Hal itu diungkapkan olehnya setelah mengetahui adanya pakta integritas untuk mahasiswa UI.

“Bangga dgn Fajar & mahasiswa2 UI. Rektor UI ini memang penjilat dan otoriter

Diberi jabatan Preskom Bank saja sdh lupa kebebasan akademik. Jauh kelasnya dibanding Prof Mahar Mardjono.

Kopas: BEM UI Tolak Pakta Integritas: Ini Pengekangan Hak Mahasiswa,” demikian cuitannya, Sabtu (12/9/2020).

Dok: Twitter @RamliRizal

Pakta Integritas disebut oleh RR sebagai pasal-pasal “penghambaan dan pemberangusan hak demokratis mahasiswa”.

“Itu Rektor UI saking penjilatnya gunakan instilah “Fakta Integritas” untuk pasal2 “penghambaan & pembrangusan hak demokratis mahasiswa”. Kok niru2 gaya bohong ya ? @dipoalam49 @univ_indonesia.”

Dok: Twitter @RamliRizal

Dikutip dari media yang Rizal komentari, disebutkan bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia menentang pakta integritas untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2020/2021 dan menyebut perjanjian di atas meterai itu bisa mengekang hak mahasiswa.

“Kami menentang segala hal yang mengekang hak-hak mahasiswa, dan meniadakan perlindungan terhadap hak-hak mahasiswa dan mematahkan semangat kampus merdeka yang membebaskan mahasiswa dalam proses belajar,” ujar Ketua BEM UI Fajar Adi Nugroho kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (12/9).

Fajar menjelaskan pakta integritas tersebut merupakan aturan baru yang diterapkan UI tahun ini dan wajib ditandatangani setiap mahasiswa baru.

Menurutnya hal ini menjadi kontraproduktif, karena pada pakta tertulis mahasiswa menyetujui poin di dalamnya dan tanpa paksaan.

Fajar juga mempertanyakan sejumlah poin pada pakta tersebut, di antaranya aturan mahasiswa tidak boleh terlibat dalam politik praktis yang mengganggu tatanan akademik dan bernegara.

Mahasiswa juga disebut tidak boleh mengikuti kegiatan yang dilakukan sekelompok mahasiswa yang tidak mendapat izin resmi pimpinan fakultas atau kampus.

Fajar menduga poin dapat mengekang kehidupan berdemokrasi mahasiswa, salah satunya mahasiswa tidak akan bisa mengkritik kebijakan pemerintah atau melakukan aksi demonstrasi.

“Mengingat definisi politik praktis dan mengganggu tatanan akademis dan bernegara [yang tertulis dalam pakta] dapat ditafsirkan secara kabur,” katanya.

Ia juga menyoroti poin yang mewajibkan mahasiswa menerima dan menjalankan sanksi atas sikap, tindakan dan aktivitas yang mencoreng nama baik kampus secara daring maupun luar jaringan (luring).

Poin ini menurutnya dapat mengekang mahasiswa untuk bersikap kritis terhadap kebijakan kampus.

Menurut Fajar, sikap UI ini tidak senada dengan konsep Kampus Merdeka yang diingin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Ia juga menyebut pakta integritas tidak terdapat di peraturan internal UI.

Ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia membenarkan pakta integritas untuk mahasiswa baru UI.

Namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait alasan penerbitan aturan baru tersebut.

(Robi/PARADE.ID)

Artikel RR Sebut Rektor UI Otoriter pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>