Uncategorized Arsip - Parade.id https://parade.id/category/uncategorized/ Bersama Kita Satu Mon, 28 Jul 2025 23:56:44 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.1 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg Uncategorized Arsip - Parade.id https://parade.id/category/uncategorized/ 32 32 Driver Ojol AOS Tuntut Regulasi: Kami Mitra, Bukan Budak Digital https://parade.id/driver-ojol-aos-tuntut-regulasi-kami-mitra-bukan-budak-digital/ Mon, 28 Jul 2025 23:56:10 +0000 https://parade.id/?p=29093 Sidoarjo (parade.id)- Jeritan keputusasaan driver ojol kembali menggema. Kali ini dari Sidoarjo, di mana Aliansi Ojol Sidoarjo (AOS) dengan tegas menuntut regulasi yang adil setelah bertahun-tahun “dipermainkan” oleh sistem aplikasi transportasi daring yang eksploitatif. Ketua AOS, Babe Teguh, mengungkap realitas pahit yang selama ini dihadapi para driver: beroperasi tanpa kepastian hukum karena pemerintah hanya mengandalkan […]

Artikel Driver Ojol AOS Tuntut Regulasi: Kami Mitra, Bukan Budak Digital pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Sidoarjo (parade.id)- Jeritan keputusasaan driver ojol kembali menggema. Kali ini dari Sidoarjo, di mana Aliansi Ojol Sidoarjo (AOS) dengan tegas menuntut regulasi yang adil setelah bertahun-tahun “dipermainkan” oleh sistem aplikasi transportasi daring yang eksploitatif.

Ketua AOS, Babe Teguh, mengungkap realitas pahit yang selama ini dihadapi para driver: beroperasi tanpa kepastian hukum karena pemerintah hanya mengandalkan diskresi untuk menyerap tenaga kerja, bukan memberikan perlindungan hakiki.

“Ketidakadilan sistem aplikasi transportasi daring sudah berjalan terlalu lama. Kami sebagai mitra, bukan buruh. Para pengemudi ingin menuntut mereka diakomodir dalam undang-undang,” tegas Babe Teguh pada Sabtu (26/7/2025).

Pernyataan sederhana namun menyayat hati pun terlontar: “Kami tidak minta kaya. Kami hanya ingin anak kami tetap bisa bersekolah, keluarga kami sehat, dan bisa makan setiap hari.”

Dalam forum jaring aspirasi yang digelar Aliansi Wartawan Online Sidoarjo (AWOS) pada Kamis (24/7/2025), para driver dengan keras menuntut penghapusan tiga fitur yang mereka sebut sebagai “pemalak digital”: program slot, fitur Aceng atau Goceng, dan double order.

Ketiga fitur ini dinilai sengaja dirancang untuk memeras driver dengan menurunkan pendapatan sambil menambah beban kerja tanpa kompensasi yang sepadan. Ironis, ketika teknologi seharusnya memudahkan, justru menjadi alat penindasan baru.

AOS juga mendesak penurunan komisi aplikator yang dinilai mencekik leher driver, serta perbaikan sistem rekrutmen mitra baru yang terlalu liberal tanpa mempertimbangkan daya tampung pasar.

Kuasa hukum AOS, Kasan Munasir, menyoroti ironi besar: driver ojol memiliki peran vital dalam perputaran ekonomi namun tidak mendapat posisi hukum yang kuat.

“Kita tidak bisa terus membiarkan mereka diatur oleh sistem algoritma tanpa ada perlindungan dari negara,” kritik Munasir tajam.

Ketua AWOS, Warsono, bahkan mendorong langkah konkret dengan menggandeng Pemkab Sidoarjo untuk menyusun Peraturan Daerah (Perda) sebagai langkah awal perlindungan hukum.

“Perda bisa membuka jalan menuju perlindungan komprehensif. Pendidikan, kesehatan, dan akses ekonomi harus diatur dari bawah,” ujar Warsono dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Sabtu (26/7/2025).

AOS menaruh harapan besar pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjawab aspirasi driver ojol yang selama ini terabaikan. Mereka meyakini bahwa driver ojol yang sejahtera akan menjadi tulang punggung UMKM dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jika kami diberi perlindungan, kami akan menjadi mitra yang kuat bagi negara dalam mendorong penguatan ekonomi rakyat dan menyongsong Indonesia Emas 2045,” harap Babe Teguh.

Pertanyaannya kini: akankah pemerintah terus membiarkan “mitra” ini menjadi korban ketidakpastian hukum, ataukah akan mengambil langkah konkret untuk melindungi mereka yang telah menjadi pilar ekonomi digital Indonesia?*

Artikel Driver Ojol AOS Tuntut Regulasi: Kami Mitra, Bukan Budak Digital pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Eksklusif! Wawancara Ketum SEROJA soal Rencana Kenaikan Harga BBM https://parade.id/eksklusif-wawancara-ketum-seroja-soal-rencana-kenaikan-harga-bbm/ Tue, 23 Aug 2022 06:23:09 +0000 https://parade.id/?p=21049 Depok (parade.id)- Minggu ini, direncakan bahwa kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), salah satunya jenis pertalite akan terealisasi. Hal itu sebagaimana disampaikan salah satu pejabat pemerintah, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan baru-baru ini. Luhut beralasan, salah satunya karena membebani APBN. Kenaikan akan langsung diumumkan oleh Presiden Jokowi. Jika jadi naik, boleh jadi ini akan mempengaruhi banyak […]

Artikel Eksklusif! Wawancara Ketum SEROJA soal Rencana Kenaikan Harga BBM pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Depok (parade.id)- Minggu ini, direncakan bahwa kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), salah satunya jenis pertalite akan terealisasi. Hal itu sebagaimana disampaikan salah satu pejabat pemerintah, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan baru-baru ini.

Luhut beralasan, salah satunya karena membebani APBN. Kenaikan akan langsung diumumkan oleh Presiden Jokowi.

Jika jadi naik, boleh jadi ini akan mempengaruhi banyak pihak, tak terkecuali driver Ojek Online (Ojol). Lantas, bagaimana pendapat, pandangan, atau komentar Ojol?

Dalam hal ini, parade.id memiliki kesempatan mewawancarai Ketua Umum Serikat Ojol Indonesia (SEROJA) sekaligus Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional (KON), Andi Kristiyanto perihal itu. Berikut hasil wawancaranya, kemarin, di Depok, Jawa Barat:

Apa komentar/pandangan Anda soal rencana kenaikan harga pertalite?
Mau dilihat dari sudut mana? Dari sudut masyarakat pada umumnya atau masyarakat ojek online (ojol)?
Kalau dari ojol, dengan rencana kenaikan BBM jenis pertalite, pastinya akan memberikan dampak yang besar untuk driver ojol. Sebab, bagaimanapun juga kebanyakan dari kami masih menggunakan bahan bakar pertalite, walaupun memang sudah ada beberapa driver yang menggunakan motor bertenaga listrik. Tapi jika pertalite benar mengalami kenaikan berarti akan mengurangi penghasilan yang akan kami bawa pulang untuk diberikan ke keluarga. Bagaimana tidak? Dana yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan dapur sekarang dialihkan untuk membeli BBM. Sedangkan jumlah orderan saat ini sangat relatif terbatas dan tidak merata, hanya di daerah-daerah tertentu yang banjir order dan bahkan hanya kepada driver-driver tertentu.

Bisa diuraikan?
Begini, tidak semua wilayah banjir dengan order atau pemesanan, tergantung dari tingkat konsumtif customer di waliyah tersebut. Sedangkan supply and demand order untuk saat ini sangat tidak berimbang. Jumlah mitra driver sangat banyak namun minim orderan.
Sekarang orderan sudah sangat minim dan penghasilan mitra driver yang bisa dibawa pulang itu sudah bisa relatif terukur. Ya, paling besar pendapatan antara 150.000-200.000 kotor/hari. Mungkin banyak faktor yang bisa mempengaruhi penurunan pendapatan mitra driver, mungkin daya konsumtif yang berkurang saat ini, atau mungkin tidak adanya promo yang dilakukan oleh pihak aplikator bahkan mungkin dengan tarif yang dianggap relatif mahal bagi customer. Bagaimana tidak tarif ini tergolong relatif mahal, karena banyak biaya tambahan yang dibebankan kepada customer.
Contoh biaya pengunaan aplikasi, biaya pemesanan dan lain-lain. Otomatis akan menambah besar tarif yang harus dibayarkan oleh customer, sedangkan pendapatan mitra hanya sebatas jasa pengantaran saja yang di hitung dari jarak kilometer. Sedangkan jarak kilometer mempengaruhi besaran bahan bakar yang digunakan untuk melakukan pengantaran. Ironis sekali menurut saya.

Jadi mestinya bagaimana?
Kalau kita kembali bicara tentang kenaikan BBM, setidaknya pemerintah melakukan uji kelayakan sebelum mengeluarkan sebuah kebijakan. Sebab, masyarakat kita baru akan bangkit dari keterpurukan selama dua tahun diterpa wabah pandemi Covid-19. Banyak sektor usaha yang lumpuh. Baru mau bangkit semua malah dinaikin. Mungkin para pejabat negeri ini tidak mengalami dampak segala bentuk kenaikan harga, mereka serba kecukupan, kok. Makanya sering dan banyak statement bahkan kebijakan yang nyeleneh tanpa memikirkan kondisi masyarakat saat ini. Efektif menurut saya adalah mengkaji secara mendalam sebelum mengeluarkan sebuah kebijakan.

Apa yang harus dilakukan jika demikian?
Harusnya pemerintah melihat kondisi kalangan masyarakat menengah ke bawah, di mana masih banyak membutuhkan bantuan dan subsidi dari pemerintah untuk perihal BBM, khususnya pertalite kepada semua kalangan, khususnya di kalangan yang bekerja pada sektor, yang menggunakan alat transportasi. Sebab sangat ironi Indonesia salah satu negara penghasil minyak tetapi masyarakatnya susah untuk mendapatkan manfaat dari tanah kelahiran mereka. Masyarakat harus membayar mahal untuk menikmati hasil dari kekayaan Ibu Pertiwi. Jangan cuma para oligarki dan penguasa yang bisa menikmati isi dari kekayaan Ibu Pertiwi ini.

Jadi menolak BBM naik?
Kami menolak. Sangat menolak. Sebab kami sebagai driver Ojol belum bisa bangkit dari kerpurukan secara ekonomi setelah dua tahun dilanda pandemi Covid-19. Pendapatan harian kami semakin relatif tidak stabil. Dan saya berharap Kementerian BUMN, khususnya kepada Bapak Erick Thohir lebih cermat dan bijak dalam membuat keputusan mengenai kenaikan harga BBM.
Jika tetap dijalankan keputusan kenaikan itu, berarti kami menganggap beliau gagal sebagai menteri BUMN. Kalau jadi menteri saja orientasinya sudah pada bisnis, bagaimana seandainya beliau memang benar menjadi Wakil Presiden? (tertawa)

Apa yang sudah (akan) dilakukan?
Pastinya kita sebagai penggiat transportasi (Ojol) tidak akan diam. Saya pastikan Kita akan turun ke jalan secara masif. BBM masih menjadi ruh dalam kendaraan kami. Dan kami akan bergerak. Memang saat ini motor listrik menjadi program pemerintah tetapi siapa yang akan diuntungkan dari program ini ? Pemerintah lebih memilih mensejahterakan masyarakatnya atau mensejahterakan koleganya?

Bagaimana Anda melihat ada info kelompok yang akan aksi?
Itu kan teknis, ya. Adapun misalnya dirasa perlu kita gabung ke elemen lain, berbaur, kita akan ikut. Sebab Ojol kan bagian dari masyarakat. Atau boleh jadi akan ada momen tersendiri untuk melakukan aksi. Jadi untuk seluruh elemen itu, hal wajar karena dampaknya bukan hanya ke kita. Repot kan jika sistem transportasi mengalami kelumpuhan. Secara ekonomi pasti akan berpengaruh. Mobilitas masyarakat akan sangat terpengaruh.

Bicara subsidi, APBN terbebani?
Memang terbebani. Tapi kan, itu karena biaya pembangunan infrastruktur yang sangat besar dan gencar dilakukan oleh pemerintah. Sedangkan keuangan dan anggaran pemerintah di segala sektor dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Sedangkan project infrastruktur tetap berjalan dari mana uangnya kalau bukan dari pinjaman atau utang. Siapa yang akan terbebani? Negara? Siapa yang terkena dampak beban itu? Masyarakat yang harus menanggung utang negara. Makanya semua serba naik, pajak naik, semua tarif naik. Cuma pendapatan ojek online saja yang ngga naik. (tertawa)

Apa wejangan atau sikap Anda?
Apa pun yang terjadi, permasalahan di tingkat dunia, memang pasti akan berdampak dan mempengaruhi sistem ataupun stabilitas perekonomian di sebuah negara, apalagi kita negara berkembang, pasti sangat terasa imbas atau efeknya. Tapi satu hal yang harus diingat tujuan dari UUD 1945 (amandemen) adalah menciptakan masyarakat adil, makmur dan sejahtera yang bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Bukan hanya dirasakan oleh kelompok-kelompok tertentu.

Demikian wawancara eksklusif parade.id dengan Ketua Umum SEROJA, Andi Kristianto. Berikut singkat mengenai SEROJA:

Profil SEROJA
SEROJA adalah suatu organisasi yang menjadi wadah semua driver dari berbagai aplikator yang ada di Indonesia, baik yang mempunyai komunitas maupun tidak (personal). Kami (SEROJA) menyerap aspirasi serta memperjuangkan apa yang menjadi hak para mitra driver yang selama ini “diperkosa” oleh para penyedia layanan berbasis aplikasi (aplikator).

Visi dan misi Serikat Ojol Indonesia (SEROJA)
Pertama, kami memiliki visi misi memperjuangkan apa menjadi hak mitra.
Kedua, adalah Kesejahteraan bagi para mitra driver ojol, walaupun sejahtera adalah kata yang relatif. Namun Minimal kita bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Ketiga, memperjuangkan Keadilan bagi mitra Ojol dalam bentuk payung hukum dan bisa diakui keberadaannya di negeri ini. Agar seluruh haknya dapat dilindungi oleh hukum/aturan yang berlaku di negeri ini.

Kantor/Sekretariat
Jl. Raya Ulujami No. 1, Pesanggarahan, Jakarta Selatan

Artikel Eksklusif! Wawancara Ketum SEROJA soal Rencana Kenaikan Harga BBM pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Kominfo Jalin Kolaborasi Ciptakan Talenta Digital https://parade.id/kominfo-jalin-kolaborasi-ciptakan-talenta-digital/ Sat, 28 Aug 2021 14:50:41 +0000 https://parade.id/?p=14673 Jakarta (PARADE.ID)- Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk menciptakan talenta digital yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri, sebagai bagian upaya mewujudkan Making Indonesia 4.0. “Kominfo kembali mempertajam upaya mencetak sumber daya manusia dengan kompetensi digital yang sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui kerja sama ini diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan daya […]

Artikel Kominfo Jalin Kolaborasi Ciptakan Talenta Digital pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk menciptakan talenta digital yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri, sebagai bagian upaya mewujudkan Making Indonesia 4.0.

“Kominfo kembali mempertajam upaya mencetak sumber daya manusia dengan kompetensi digital yang sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui kerja sama ini diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan daya saing sumber daya manusia industri dan komunikasi dan informatika,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo, Hary Budiarto, dalam keterangan pers, dikutip Sabtu.

Kominfo pada Jumat (27/8) menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri.

Dalam kerja sama tersebut, kedua kementerian akan melakukan sinergi program unggulan yang ada di masing-masing kementerian.

Program yang dimaksud antara lain adalah Digital Talent Scholarship, Program Pelatihan 3 in 1, Program Pendidikan Setara Diploma Satu dan Digital Capability Center.

Lulusan program Digital Talent Scholarship 2021 akan berpeluang mengikuti pelatihan industri yang diadakan BPSDMI Kementerian Perindustrian.

Dalam keterangan yang sama, Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan, menyatakan sinergi ini bertujuan meningkatkan penguasaan teknologi agar sumber daya manusia di bidang industri memiliki daya saing.

“Dengan sinergisitas yang dibangun, diharapkan bisa menjadi pendukung pencapaian sasaran pemerintah dalam Making Indonesia 4.0 untuk membuka peluang 7-19 juta lapangan pekerjaan baru di sektor manufaktur maupun non-manufaktur pada tahun 2030,” kata Arus.

Digital Talent Scholarship merupakan program unggulan Kominfo untuk mencetak talenta digital, meningkatkan daya saing digital, dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Kominfo juga menyiapkan lokapasar pekerjaan bernama Sistem Monitoring Alumni Sertifikasi Kominfo (SIMONAS) untuk mempertemukan lulusan Digital Talent Scholarship dengan dunia industri.

*Sumber: antaranews.com

Artikel Kominfo Jalin Kolaborasi Ciptakan Talenta Digital pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Ini Tempat Wisata yang Buka pada Periode Idulfitri https://parade.id/ini-tempat-wisata-yang-buka-pada-periode-idulfitri/ Wed, 12 May 2021 07:14:19 +0000 https://parade.id/?p=12511 Jakarta (PARADE.ID)- Mudik di rumah saja? Berikut ini adalah beberapa tempat wisata di ibu kota dan sekitarnya yang bisa didatangi bersama keluarga untuk merayakan libur lebaran. Bila memang ingin bepergian, jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan demi kesehatan dan keamanan Anda dan orang lain. Simak daftarnya di bawah ini: Taman Impian Jaya Ancol Reservasi […]

Artikel Ini Tempat Wisata yang Buka pada Periode Idulfitri pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Mudik di rumah saja? Berikut ini adalah beberapa tempat wisata di ibu kota dan sekitarnya yang bisa didatangi bersama keluarga untuk merayakan libur lebaran. Bila memang ingin bepergian, jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan demi kesehatan dan keamanan Anda dan orang lain. Simak daftarnya di bawah ini:

Taman Impian Jaya Ancol
Reservasi dan pembelian tiket dilakukan secara daring lewat ancol.com. Pengelola batasi kuota hanya 30 persen per hari. Calon pengunjung yang tidak kedapatan tiket bisa membeli untuk hari lain. Semua orang juga wajib mengecek kesehatan tubuh dan melaporkannya di sistem tiket daring serta mematuhi protokol kesehatan. Nantinya akan ada petugas yang mengecek suhu tubuh setiap pengunjung di pintu gerbang. Jangan lupa siapkan alat pembayaran nirtunai karena tersedia mesin EDC untuk kartu debit di toko serta restoran di Ancol. Bawalah sendiri alat makan, minum dan ibadah dari rumah.

Taman Impian Jaya Ancol tetap dibuka saat hari Idul Fitri yang jatuh pada 13 Mei 2021. Pintu gerbang dan kawasan taman serta pantai dibuka pukul 06.00 WIB.

Taman Margasatwa Ragunan

Anda juga bisa berlibur dengan melihat berbagai satwa di dalam kebun binatang Ragunan mulai H+1 Lebaran atau 14 Mei 2021. Tempat ini juga menerapkan kapasitas maksimal 30 persen agar tidak ada kerumunan. Setelah kapasitas terpenuhi, kebun binatang ini akan ditutup. Hingga 30 Mei 2021, hanya pengunjung dengan KTP DKI Jakarta yang bisa datang. Pendaftaran dilakukan secara daring H-1 di situs Ragunan.

Setelah mendaftar secara daring, tunjukkan bukti kepada petugas di loket yang akan melakukan verifikasi data. Hanya mereka yang suhu tubuhnya tidak lebih dari 37,5 derajat celcius yang boleh masuk. Taman Margasatwa Ragunan dibuka pada Selasa hingga Minggu pukul 07.00-14.00 WIB.

Taman Mini Indonesia Indah

Kerinduan terhadap kampung halaman bisa terobati dengan berkunjung ke anjungan-anjungan 33 provinsi yang ada di Taman Mini Indonesia Indah. Tempat wisata ini tetap dibuka pada hari Lebaran yang jatuh pada 13 Mei 2021. Protokol kesehatan harus dilakukan oleh setiap orang. Untuk mencegah kerumunan, TMII juga membatasi pengunjung maksimal 30 persen.

Jakarta Aquarium juga bisa jadi pilihan untuk berlibur setelah merayakan Idul Fitri. Pada hari pertama Lebaran, akuarium ini dibuka pukul 12.00 WIB hingga 21.00 WIB. Tiket untuk berkunjung di sini bisa didapat lewat situs resmi, biro wisata daring atau secara langsung di tempat.

Semua pengunjung harus menerapkan protokol kesehatan. Tempat ini menawarkan ribuan spesies satwa akuatik dan non-akuatik, juga pertunjukan seperti puteri duyung dan 5D Sea Explorer.

Taman Safari Indonesia Cisarua

Taman Safari Indonesia Bogor tetap bisa dikunjungi selama periode Idul Fitri. Ada juga paket “Safari Lebaran Staycation” mulai 13-22 Mei 2021, paket menginap dengan sarapan, makan malam, tiket masuk Taman Safari, memberi makan satwa juga fasilitas pendukung seperti sepeda atau sepeda air. Taman Safari juga menyiapkan aktivitas lomba mewarnai untuk anak-anak pada periode 13-16 Mei 2021 di area Istana Panda Indonesia.

Protokol kesehatan bagi pengunjung tetap jadi prioritas utama, pengunjung wajib memakai masker, melewati pemeriksaan suhu, menjaga jarak. Jumlah pengunjung dibatasi maksimal 50 persen dan ada penyemprotan desinfektan agar selalu higienis.

*Sumber: antaranews.com

Artikel Ini Tempat Wisata yang Buka pada Periode Idulfitri pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Seorang Jurnalis Afghanistan Tewas Ditembak dalam Serangan Mobil https://parade.id/seorang-jurnalis-afghanistan-tewas-ditembak-dalam-serangan-mobil/ Sat, 02 Jan 2021 13:17:53 +0000 https://parade.id/?p=9722 Kabul (PARADE.ID)- Seorang jurnalis Afganistan ditembak mati dalam serangan mobil di pusat provinsi Ghor, pelaku media profesional kelima yang dibunuh di negara itu dalam dua bulan terakhir, menurut laporan pejabat pada Sabtu. Bismellah Adel Aimaq (28 tahun), direktur pemberitaan stasiun radio Sada-e-Ghor, tewas terbunuh dekat kota Firoz Koh, yang merupakan ibu kota Ghor, pada Jumat. […]

Artikel Seorang Jurnalis Afghanistan Tewas Ditembak dalam Serangan Mobil pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Kabul (PARADE.ID)- Seorang jurnalis Afganistan ditembak mati dalam serangan mobil di pusat provinsi Ghor, pelaku media profesional kelima yang dibunuh di negara itu dalam dua bulan terakhir, menurut laporan pejabat pada Sabtu.

Bismellah Adel Aimaq (28 tahun), direktur pemberitaan stasiun radio Sada-e-Ghor, tewas terbunuh dekat kota Firoz Koh, yang merupakan ibu kota Ghor, pada Jumat.

Tak ada kelompok militan yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

“Dia (Bismellah) berusia 28 tahun, dan mulai bekerja dengan Radio Sada-e-Ghor sejak 2015, sebut wakil gubernur Ghor, Habibollah Radmanesh.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengutuk pembunuhan itu dan pemerintahannya berkomitmen untuk mendukung dan mempromosikan kebebasan berekspresi.

“Taliban dan kelompok teroris lainnya tidak dapat membungkam suara-suara absah para jurnalis dan media, dengan melakukan serangan semacam itu,” katanya dalam sebuah cuitan di Twitter.

Seorang aktivis masyarakat sipil juga dibunuh oleh milisi tak dikenal pada Jumat.

Pembunuhan yang menargetkan jurnalis, pejabat pemerintah dan aktivis hak, telah meningkat dengan cepat dalam beberapa bulan terakhir kala kekerasan melonjak di Afghanistan meski diskusi terkait perdamaian antara pemerintah dan Taliban berlangsung.

Taliban mengatakan pada Desember tidak terlibat dalam pembunuhan pelaku media.

*Sumber: antaranews.com

Artikel Seorang Jurnalis Afghanistan Tewas Ditembak dalam Serangan Mobil pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Azan untuk Jihad? https://parade.id/azan-untuk-jihad/ Mon, 30 Nov 2020 13:55:25 +0000 https://parade.id/?p=8946 Jakarta (PARADE.ID)- Ya. Azan itu sebenarnya panggilan untuk memberi tahu waktu salat dan melakukan salat berjamaah di masjid. Meskipun syariah masih menganjurkan kepada selain salat, seperti sunnah mengazankan anak yang baru lahir atau saat jenazah diturunkan ke liang kubur. Maka di zaman Rasulullah S.A.W. pernah dilakukan penambahan atau perubahan redaksi azan manaka ada uzur yang […]

Artikel Azan untuk Jihad? pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Ya. Azan itu sebenarnya panggilan untuk memberi tahu waktu salat dan melakukan salat berjamaah di masjid. Meskipun syariah masih menganjurkan kepada selain salat, seperti sunnah mengazankan anak yang baru lahir atau saat jenazah diturunkan ke liang kubur.

Maka di zaman Rasulullah S.A.W. pernah dilakukan penambahan atau perubahan redaksi azan manaka ada uzur yang menghalangi masyarakat datang ke masjid, seperti hujan deras dan angin kencang.

Azan diubah dengan pemberitahuan dalam redaksi azannya bahwa masyarakat diminta untuk salay di rumahnya.

Diriwayatkan Imam Buchori dalam hadist :

روى البخاري (666) ، ومسلم (697) عَنْ نَافِع ، قَالَ : ” أَذَّنَ ابْنُ عُمَرَ فِي لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ بِضَجْنَانَ ، ثُمَّ قَالَ : صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ ، فَأَخْبَرَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَيَأْمُرُ مُؤَذِّنًا يُؤَذِّنُ ، ثُمَّ يَقُولُ عَلَى إِثْرِهِ : ” أَلاَ صَلُّوا فِي الرِّحَالِفِي اللَّيْلَةِ البَارِدَةِ ، أَوِ المَطِيرَةِ ، فِي السَّفَرِ .

Dari Nafi’ bahwa Ibnu Umar pernah mengumandangkan adzan shalat di malam yang sangat dingin dan berangin kencang, maka dalam adzannya ia mengucapkan; ‘Alaa sholluu fir rihaal (Ingatlah shalat-lah kalian di persinggahan?) kemudian katanya; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah memerintahkan mu’adzinnya setelah adzan jika malam sangat dingin dan terjadi hujan lebat untuk mengucapkan; ‘Alaa shalluu fir rihaal (Ingatlah shalat-lah kalian di persinggahan?)”

Selain karena urusan salat itu, Nabi S.A.W. tak pernah mengubah redaksi azan. Bahkan saat perang pun tak ada redaksi azan yang diubah.  Redaksi azan itu tak boleh diubah menjadi ajakan jihad. Karena itu ibadah yang sifatnya tauqifi (langsung dari syariah).

Dalil yang tak boleh menambah atau mengurangi redaksi azan adalah:

.

فقد اتفق الفقهاء على الصيغة الأصلية للأذان المعروف الوارد بكيفية متواترة من غير زيادة ولا نقصان,وهو مَثْنى مَثْنى،كَمَا اتفقوا على التَّثويب,أي الزيادة في أذان الفجربعد الفلاح وهي:” الصلاة خير من النوممرتين،عملاً بما ثبت في السنة عن بلال1،

.

1 – رواه الطبراني وغيره.نقلاً من حاشية الفقه الإسلامي وأدلته (1/543).

.

“Ulama telah sepakat tentang redaksi adzan adalah sebagaimana diketahui secara umum tanpa ditambah atau dikurangi. Yaitu dua2 dan ditambahkan redaksi “shalat lebih baik daripada tidur” utk shalat subuh dua kali. Inilah utk mengamalkan sunnah Nabi saw”. Dinukil dari Kitab Alfiqh al-Islami wa adillatuhu, karya Syaikh Wahbah Al Zuhaili.

Saya berharap masyarakat tak mengubah azan yang sudah baku dalam Islam. Panggilan jihad tak perlu melalui azan. Dan jihad bukan hanya berkonotasi perang secara fisik saja tapi juga dalam memantapkan iman dan penguatan umat Islam. Dan saya berharap masyarakat tenang dan tak perlu resah dan jangan sampai terprovokasi untuk melakukan kekerasan dan kerusuhan.

*M. Cholil Nafis

Ketua MUI Pusat 2020-2025

Artikel Azan untuk Jihad? pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
DMI DKI Selenggarakan Pelatihan Khatib https://parade.id/dmi-dki-selenggarakan-pelatihan-khatib/ Tue, 24 Nov 2020 14:29:11 +0000 https://parade.id/?p=8824 Bogor (PARADE.ID)- Dalam rangka meningkatkan kompetensi para ustaz dan khatib yang baik di tengah-tengah masyarakat, pihak Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta mengadakan pelatihan khatib yang diadakan pada hari Selasa-Rabu (24-25 November) 2020, diadakan di Hotel Bahtera, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Yang menarik dalam kegiatan pelatihan tersebut para khatib yang hadir bukan hanya para khatib […]

Artikel DMI DKI Selenggarakan Pelatihan Khatib pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Bogor (PARADE.ID)- Dalam rangka meningkatkan kompetensi para ustaz dan khatib yang baik di tengah-tengah masyarakat, pihak Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta mengadakan pelatihan khatib yang diadakan pada hari Selasa-Rabu (24-25 November) 2020, diadakan di Hotel Bahtera, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Yang menarik dalam kegiatan pelatihan tersebut para khatib yang hadir bukan hanya para khatib senior atau para ustaz yang sudah senior, melainkan dari para ustaz-ustaz generasi muda (milenial) dari Pemuda Remaja Masjid (PRIMA) DMI DKI yang terdiri dari lima wilayah Jakarta termasuk DMI Kep. Seribu.

Dalam sambutannya Ketua DMI DKI Jakarta, KH Makmun Al Ayyubi meminta kepada para ustaz yang menjadi khatib agar tetap semangat dan istikamah dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah dan informasi sosial di tengah-tengah masyarakat khususnya di masa pandemi seperti saat ini.

“Selain menyampaikan tentang protokol kesehatan yang 3 M itu, saya juga diminta oleh para ustaz dan kiai agar juga diminta agar jamaah dan umat turut mendoakan agar pandemi ini cepat berakhir dan kita bisa beraktivitas kembali dengan baik,” pesannya.

Acara pelatihan itu juga dibuka secara resmi oleh  Kepala Biro Dikmental Pemprov DKI Jakarta dan juga dihadiri oleh Kakanwil Kemenag DKI Jakarta serta para pengurus PRIMA DKI Jakarta sebanyak 60 peserta yang tetap menggunakan protokol kesehatan selama kegiatan pelatihan berlangsung.

(Robi/PARADE.ID)

Artikel DMI DKI Selenggarakan Pelatihan Khatib pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Berdakwah Tak Perlu Tergesa-gesa https://parade.id/berdakwah-tak-perlu-tergesa-gesa/ Mon, 26 Oct 2020 13:24:52 +0000 https://parade.id/?p=8268 Jakarta (PARADE.ID)- Dalam salah satu Hadits Arbain, Rasulullah ﷺ berkata, “Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman,” (Riwayat Muslim). Kemungkaran akan selalu ada selama orang-orang yang memilih jalan bengkok juga ada. Namun, Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita untuk […]

Artikel Berdakwah Tak Perlu Tergesa-gesa pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Dalam salah satu Hadits Arbain, Rasulullah ﷺ berkata, “Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman,” (Riwayat Muslim).

Kemungkaran akan selalu ada selama orang-orang yang memilih jalan bengkok juga ada. Namun, Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita untuk berusaha mengubah kemungkaran itu menjadi kebajikan sesuai dengan kemampuan kita sebagaimana pesan Rasulullah ﷺ dalam hadits di atas.

Jika kita punya kekuasaan untuk mengubahnya, maka ubahlah. Misal, seorang ayah tentu punya kekuasaan atas anak-anaknya. Atau, seorang pimpinan mesti punya kekuasaan atas bawahannya. Demikian pula seorang yang kuat dan ditakuti, pastilah punya kekuasaan atas orang-orang yang lemah.

Rasulullah ﷺ pernah melakukan cara ini. Ketika Islam telah kuat di Madinah, beliau kembali ke Makkah membawa 10 ribu pasukan untuk menghancurkan semua berhala di sekitar Ka’bah. Beliau juga beberapa kali mengutus pasukan untuk memerangi kelompok-kelompok yang benar-benar menetang Islam.

Ini sejalan dengan seruan Allah Ta’ala dalam al-Qur’an Surat al-Anfal ayat 39:

وَقَٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ كُلُّهُۥ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ ٱنتَهَوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.”

Namun, jika kekuasaan itu tak kita miliki, maka kita masih bisa mengubah kemungkaran dengan nasehat yang makruf. Ini juga dilakukan oleh Rasulullah ﷺ, utamanya setelah turun perintah berdakwah secara terang-terangan (Qur’an Surat Asy-Syu’ara [26]:214).

Rasulullah ﷺ juga mendakwahkan Islam kepada para penguasa di sekitar Madinah dengan cara berkirim surat. Beberapa penguasa yang beliau kirimi surat adalah Raja Najasy, Kaisar Heraklius, Raja Ghassan, Penguasa Yamamah, dan Raja Oman.

Dan, jika kita tak mampu mengubah kemungkaran dengan tangan atau dengan lisan, maka cukup kita ingkari saja di dalam hati. Ini dilakukan oleh Rasulullah ﷺ beberapa saat setelah peristiwa kenabian. Beliau tidak langsung berdakwah secara terang-terangan, namun sembunyi-sembunyi. Tentu saja ini beliau lakukan agar dakwah bisa terus berlangsung dalam jangka panjang.

Namun, dakwah butuh kebijaksanaan. Adakalanya kita mampu mengubah kemungkaran dengan tangan, namun tidak kita lakukan karena kita tahu hal itu justru akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar atas dakwah. Atau sebaliknya, jika kita bersabar dan menahan diri, justru kebajikan atas dakwah akan datang lebih besar.

Dikisahkan dalam Jaami’ al-Ulum wa al-Hikam bahwa para murid Ibnu Mas’ud, setiap kali melewati sekelompok orang yang mereka pandang sedang berbuat jelek, maka mereka mengatakan, “Tak perlu tergesa-gesa, tak perlu tergesa-gesa, semoga Allah merahmati kalian.”

Yang juga menarik, ketika Rasulullah ﷺ berdakwah di Thaif, beliau dihina dan disakiti oleh penduduk negeri itu. Namun, beliau justru tidak menghendaki kehancuran penduduk Thaif meskipun beliau punya kesempatan untuk itu.

Beliau menolak tawaran malaikat penjaga gunung untuk meluluhlantahkan Thaif dengan berkata, “Aku masih berharap agar Allah melahirkan dari keturunan mereka orang-orang yang hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.”

Dakwah juga butuh kelembutan. Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Hendaklah memerintah pada yang makruf dan melarang dari kemungkaran dengan tiga hal. Pertama, lemah lembut ketika memerintahkan yang makruf dan melarang yang mungkar. Kedua, bersikap adil ketika memerintah dan melarang. Dan ketiga, berilmu pada apa yang diperintahkan dan yang akan dilarang,” (Jaami’ al-Ulum wa al-Hikam). Wallahu a’lam.

(Hidayatulla.com/PARADE.ID)

Artikel Berdakwah Tak Perlu Tergesa-gesa pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Kajian Hadits Tanda Kiamat, Sungai Eufrat yang Mengering https://parade.id/kajian-hadits-tanda-kiamat-sungai-eufrat-yang-mengering/ Fri, 16 Oct 2020 13:56:25 +0000 https://parade.id/?p=8065 Jakarta (PARADE.ID)- Jika dahulu kampanye “menakut-nakuti” orang terkait Kiamat dilakukan melalui kertas-kertas yang difotokopi, saat ini klaim Kiamat akan segera tiba itu mulai masuk melalui gawai atau smartphone. Pesan-pesan siaran terkait tanda-tanda kiamat yang telah terjadi tersebut dengan mudah tersebar ke banyak orang hanya dengan sekali kirim. Rumor-rumor tersebut membuat beberapa keluarga di Jawa Timur […]

Artikel Kajian Hadits Tanda Kiamat, Sungai Eufrat yang Mengering pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Jika dahulu kampanye “menakut-nakuti” orang terkait Kiamat dilakukan melalui kertas-kertas yang difotokopi, saat ini klaim Kiamat akan segera tiba itu mulai masuk melalui gawai atau smartphone.

Pesan-pesan siaran terkait tanda-tanda kiamat yang telah terjadi tersebut dengan mudah tersebar ke banyak orang hanya dengan sekali kirim. Rumor-rumor tersebut membuat beberapa keluarga di Jawa Timur mengungsi dari tempat tinggalnya, bahkan beberapa rela menjual harta bendanya. Salah satu tanda-tanda kiamat yang sering disebarkan adalah “sungai eufrat mengering”. Selain disertai foto-foto dan agitasi bahwa sungai Eufrat selama ini tidak pernah mengering, semua ini disertai juga hadits-hadits sahih yang mendukung pesan siaran tersebut seperti hadits riwayat Muslim berikut ini.

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسِرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ، فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ، تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَيَقُولُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُونُ أَنَا الَّذِي أَنْجُو Artinya, “Kiamat tidak akan terjadi sampai al-furat mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari setiap seratus orang (yang memperebutkannya), terbunuhlah sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, ‘Mudah-mudahan aku-lah orang yang selamat,” (HR Muslim).

Namun, memahami hadits tak cukup dengan membaca satu hadits di atas, perlu juga dilakukan takhrij agar ditemukan hadits-hadits lain yang satu tema. Memang ditemukan hadits lain yang hampir mirip namun dengan redaksi yang berbeda. Hadits ini juga sama-sama diriwayatkan oleh Imam Muslim. عن أبي بن كعب قال: “لا يزال الناس مختلفة أعناقهم في طلب الدنيا سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: يوشك أن ينحسر الفرات عن جبل من ذهب فإذا سمع به الناس ساروا إليه فيقول من عنده لئن تركنا الناس يأخذون منه ليذهبن به كله قال: فيقتتلون عليه فيقتل من كل مائة تسعة وتسعون Artinya, “Dari Ubai bin Ka’ab berkata, ‘Orang-orang terus sibuk mencari dunia. ‘Hampir saja Furat terbuka dan banyak simpanan emas. Saat mendengarnya, orang-orang menghampirinya lalu orang yang didekatnya berkata, ‘Bila kita biarkan orang-orang mengambilnya, mereka akan menghabiskan semuanya.’ Rasul bersabda, ‘Mereka berperang karenanya, dari setiap seratus orang, sembilan puluh sembilannya terbunuh.’ Oleh para ulama, hadits ini dijadikan sebagai penjelas atas hadits sebelumnya. Ubai bin Ka’ab memperinci bahwa inti dari hadits tersebut adalah manusia akan selalu sibuk mencari dunia sehingga ia mengutip hadits tersebut. Dalam hadits lain juga disebutkan bahwa Rasul SAW melarang siapa pun yang menemukan emas tersebut dilarang untuk mengambilnya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari jalur Abu Hurairah, berbeda dengan hadits sebelumnya. عَنْ أَبِي هُرَيرَةَ قالَ: قالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: “يُوشِكُ الفُرَاتُ يَحْسِرُ عن كَنْزِ مِنْ ذّهَبِ، فَمَنْ حَضَرَهُ فَلاَ يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئاً” . Artinya, “Hampir terbuka al-furat dengan (beirisi) simpanan emas. Siapa yang mendatanginya jangan sekali-kali mengambilnya,” (HR At-Tirmidzi). Setidaknya ada tiga hadits yang berkaitan dengan hal ini dengan redaksi hadits yang agak berbeda. Oleh karena itu, dalam memahami hadits tersebut perlu kiranya mengetahui makna kata per kata. Pertama terkait al-Furat yang disebutkan dalam hadits tersebut. Para ulama sendiri berbeda-beda terkait maknanya. Selain menyebutkan bahwa Furat adalah sungai di Kufah, ada juga yang mengatakan bahwa Furat berarti laut. Ada juga yang mengatakan bahwa Furat adalah air yang rasanya sangat tawar sekali. Dari makna-makna ini, sebenarnya belum ada kesepakatan di antara para ulama hadits atas makna Furat yang sebenarnya. Dengan demikian, jika ada yang mengatakan bahwa keringnya sungai Eufrat sekarang termasuk bagian dari tanda kiamat, maka bisa jadi benar, bisa jadi juga salah. Kedua terkait makna jabal min dzahab dan kanz min dzahab. Tiga hadits tersebut menggunakan dua redaksi yang berbeda. Pertama menggunakan kata ‘gunung’ dan yang kedua hanya menggunakan kata ‘simpanan’. Lalu mana yang benar? Al-Mubarakfuri menyebutkan bahwa perbedaan tersebut berdasarkan waktu sebelum dan sesudah ditemukan. Menurutnya, sebelum ditemukan oleh seratus orang, emas tersebut disebut simpanan (kanzun) namun setelah ditemukan banyak emas disebut gunung (jabal). وتسميته كنزاً باعتبار حاله قبل أن ينكشف وتسميته جبلا للإشارة إلى كئرته Artinya, “Penamaan ‘kanzun’ merupakan sebutan sebelum ditemukan. Sedangkan penamaan ‘jabal’ menunjukkan banyaknya emas tersebut,” (Lihat Al-Mubarakfuri, Tuḥfatul Aḥwadzi, [Madinah, Maktabah Salafiyah: 1963 M], juz VII, halaman 291). Berdasarkan hadits ini, jika benar yang dimaksud dengan Furat adalah memang benar sungai Eufrat, maka keringnya sungai tersebut tidak cukup menjadi tanda kiamat. Karena sebenarnya yang menjadi pokok dan inti dari hadits tersebut adalah mencegah pertikaian banyak orang untuk memperebutkan emas tersebut, bukan saja karena sungainya yang mengering. Maka dari itu, Rasul mencegah kehancuran akibat pertikaian itu (yang disebut sebagai al-sa’ah atau kehancuran) dengan mengimbau agar tidak mengambil emas itu jika telah ditemukan. Menurut Al-Mubarakfuri, substansi hadits tersebut (mencegah terjadinya pertikaian dan kehancuran akibat saling membunuh) sesuai dengan hadits Muslim yang lain dari Abu Hurairah. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقِيءُ الْأَرْضُ أَفْلَاذَ كَبِدِهَا أَمْثَالَ الْأُسْطُوَانِ مِنْ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ فَيَجِيءُ الْقَاتِلُ فَيَقُولُ فِي هَذَا قَتَلْتُ وَيَجِيءُ الْقَاطِعُ فَيَقُولُ فِي هَذَا قَطَعْتُ رَحِمِي وَيَجِيءُ السَّارِقُ فَيَقُولُ فِي هَذَا قُطِعَتْ يَدِي ثُمَّ يَدَعُونَهُ فَلَا يَأْخُذُونَ مِنْهُ شَيْئًا Artinya, “Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah Saw bersabda, ‘Kelak bumi akan mengeluarkan semua isi perutnya semisal tiang dari emas dan perak lalu akan datang seorang pembunuh seraya berkata, ‘Karena benda inilah aku membunuh.’ Lalu datang pula orang yang memutuskan tali silaturrahmi seraya berkata, ‘Karena benda inilah aku memutuskan tali silaturrahmi.’ Lalu datang pula seorang pencuri seraya berkata, ‘Karena benda inilah tanganku dipotong.’ Kemudian mereka semua meninggalkannya begitu saja dan tidak mengambilnya sedikitpun,’” (HR Muslim). Ini menunjukkan bahwa tanda kiamat itu bukan terletak pada mengeringnya sungai Eufrat, melainkan perebutan harta dari perut bumi yang membuat banyak orang berperilaku buruk, seperti mencuri, membunuh, dan memutus silaturrahmi. Jika diperas lebih dalam lagi, maksud dari hadits tersebut adalah larangan untuk berebut sesuatu yang bukan menjadi hak dan milik kita. Hal ini disebutkan oleh Imam Syamsul Haq Al-Azhim Al-Abadi dalam Aunul Maʽbūd-nya. والذي يظهر أن النهي عن أخذه لما ينشأ عن أخذه من الفتنة والقتال عليه Artinya, “Yang jelas, larangan untuk mengambil emas tersebut adalah akan timbulnya fitinah dan pembunuhan,” (Lihat Syamsul Haq Al-Azhim Al-Abadi, Aunul Maʽbūd Syarḥ Sunan Abī Dawud, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: tanpa catatan tahun], cetakan 2, juz XI, halaman 294). Oleh karena itu, membaca hadits tak cukup dengan mengetahui terjemahannya, apalagi jika mendapatkannya dari pesan siaran yang tidak jelas siapa pembuatnya. Tentu hal ini berpotensi untuk merugikan banyak orang karena salah memahami hadits tersebut. Wallahu a’lam.

*Ustadz Muhammad Alvin Nur Choironi, pegiat kajian tafsir dan hadits, alumnus Pesantren Luhur Darus Sunnah/nu.or.id

Artikel Kajian Hadits Tanda Kiamat, Sungai Eufrat yang Mengering pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Membangun Peradaban Tidak Bisa Instan https://parade.id/membangun-peradaban-tidak-bisa-instan/ Sun, 11 Oct 2020 13:54:20 +0000 https://parade.id/?p=7896 Jakarta (PARADE.ID)- Suatu ketika di tahun 2016, seorang tokoh Islam senior di Jawa Timur, mengajak saya berbicara serius. Begini nasehatnya: “Jangan habiskan energi Anda untuk merespon segala sesuatu, sehingga anda tidak sempat membangun apa-apa.”  Nasehat sang tokoh itu saya renungkan secara mendalam. Itu nasehat seorang yang telah kenyang makan asam garam perjuangan. Umur beliau saat ini 75 […]

Artikel Membangun Peradaban Tidak Bisa Instan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Suatu ketika di tahun 2016, seorang tokoh Islam senior di Jawa Timur, mengajak saya berbicara serius. Begini nasehatnya: “Jangan habiskan energi Anda untuk merespon segala sesuatu, sehingga anda tidak sempat membangun apa-apa.” 

Nasehat sang tokoh itu saya renungkan secara mendalam. Itu nasehat seorang yang telah kenyang makan asam garam perjuangan. Umur beliau saat ini 75 tahun. Banyak karya dakwah yang beliau hasilkan. Bahkan, beberapa diantaranya menjadi model.

Peringatan sang tokoh itu mengingatkan saya pada banyak peristiwa sejarah. Rasulullah saw berhasil membangun peradaban hebat di Madinah setelah berjuang puluhan tahun, sejak usia belia. Rasulullah saw sangat aktif dalam urusan kemasyarakatan, sehingga pada usia 25 tahun, beliau dianugerahi gelar “al-Amin” (orang yang terpercaya). Itu prestasi peradaban yang luar biasa. Beliau adalah guru terbaik dan pemimpin terbaik.

Maulana Malik Ibrahim datang ke Pulau Jawa sekitar tahun 1399 M.  Dengan aktivitas dakwah yang hebat bersama para Wali lainnya, sekitar 80 tahun kemudian, berdirilah sebuah Kerajaan Pertama di Kota Demak. Perjalanan Raden Patah menjadi Raja muslim pertama di Tanah Jawa melalui perjuangan yang panjang, sejak menjadi santri Sunan Ampel di Surabaya.

Dalam buku “Tinjauan Historis Konflik Yahudi Kristen Islam” (Jakarta: GIP, 2006), saya meneliti pergerakan Freemason di Turki Utsmani dan kemunculan Gerakan Turki Muda. Generasi baru Turki yang berpikir sekuler disiapkan dalam waktu puluhan tahun. Gerakan ini sabar menunggu keruntuhan Turki Utsmani dari dalam. Ketika Sultan Abdul Hamid menolak keras permintaan kaum Yahudi untuk membangun negara Yahudi di Palestina, maka disiapkanlah generasi baru Turki yang berbeda pikirannya dengan generasi Sultan Abdul Hamid.

Tahun 1897, pendiri Zionis modern Theodore Herzl mencatat dalam catatan hariannya bahwa negara Yahudi akan berdiri dalam waktu 50 tahun. Dan negara Israel kemudian muncul 14 Mei 1948. Herzl bekerja keras melakukan berbagai aktivitas untuk mewujudkan cita-citanya, meskipun mayoritas kaum Yahudi di Eropa ketika itu menolak gagasannya.

Karena itulah, nasehat sang tokoh senior dari Jawa Timur itu patut direnungkan untuk memecahkan problematika umat Islam Indonesia. Saat ini, begitu banyak masalah umat dan bangsa yang harus dicermati dan disikapi. Ada masalah politik, ekonomi, pendidikan, sosial budaya,  dan sebagainya.

Ibarat mengobati penyakit, perlu dilakukan diagnosa yang tepat agar didapat solusi yang tepat pula. Masalah-masalah yang sifatnya simptomatis, harus diobati segera. Tetapi, peru dilakukan terapi secara kausalis. Akar masalahnya harus ditemukan dan diberikan terapi yang mendasar.

Seorang guru besar, pakar peradaban Islam,  menyampaikan rumus menarik: “Jika anda kalah dalam satu sektor, jangan kalah di semua sektor. Jika anda kalah sekarang, janganlah anda kalah di masa datang!”

Di sinilah pentingnya kita merenungkan firman Allah SWT: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dalam kondisi shaf yang rapi, laksana satu bangunan yang kokoh.” (QS ash-Shaf: 4).

Masalah umat Islam Indonesia itu begitu besar dan kompleks. Diperlukan ukhuwah dan kerjasama perjuangan umat dalam mengatasi masalah dan mewujudkan tujuan perjuangan mewujudkan misi kenabian. Yakni menegakkan kalimah tauhid  dan menyempurnakan akhlak mulia. Perlu dihindarkan prasangka-prasangka buruk terhadap sesama muslim, jika ada perbedaan dalam menyikapi suatu masalah umat dan bangsa. Diperlukan tabayyun dan silaturrahim agar tidak terjadi kesalahpahaman.

*Dr. Adian Husaini Pendiri At-Taqwa College Depok (ATCO)

Artikel Membangun Peradaban Tidak Bisa Instan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>