Rabu, Juni 17, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Berdakwah Tak Perlu Tergesa-gesa

redaksi by redaksi
2021-06-07
in Nasional, Pendidikan, Uncategorized
0
Tolak Sertifikasi Dai
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Dalam salah satu Hadits Arbain, Rasulullah ﷺ berkata, “Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman,” (Riwayat Muslim).

Kemungkaran akan selalu ada selama orang-orang yang memilih jalan bengkok juga ada. Namun, Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita untuk berusaha mengubah kemungkaran itu menjadi kebajikan sesuai dengan kemampuan kita sebagaimana pesan Rasulullah ﷺ dalam hadits di atas.

Related posts

PB SEMMI Meminta Presiden Untuk Mencopot Budi Karya Sebagai Menhub

Islam dan Serikat Islam: Pilar Penting Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

2026-06-16
Dukung PPKM Darurat, ASPEK Indonesia Minta Ini ke Presiden Jokowi

Konvensi ILO No 193 Lahir, ASPEK Soroti 7 PR

2026-06-15

Jika kita punya kekuasaan untuk mengubahnya, maka ubahlah. Misal, seorang ayah tentu punya kekuasaan atas anak-anaknya. Atau, seorang pimpinan mesti punya kekuasaan atas bawahannya. Demikian pula seorang yang kuat dan ditakuti, pastilah punya kekuasaan atas orang-orang yang lemah.

Rasulullah ﷺ pernah melakukan cara ini. Ketika Islam telah kuat di Madinah, beliau kembali ke Makkah membawa 10 ribu pasukan untuk menghancurkan semua berhala di sekitar Ka’bah. Beliau juga beberapa kali mengutus pasukan untuk memerangi kelompok-kelompok yang benar-benar menetang Islam.

Ini sejalan dengan seruan Allah Ta’ala dalam al-Qur’an Surat al-Anfal ayat 39:

وَقَٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ كُلُّهُۥ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ ٱنتَهَوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.”

Namun, jika kekuasaan itu tak kita miliki, maka kita masih bisa mengubah kemungkaran dengan nasehat yang makruf. Ini juga dilakukan oleh Rasulullah ﷺ, utamanya setelah turun perintah berdakwah secara terang-terangan (Qur’an Surat Asy-Syu’ara [26]:214).

Rasulullah ﷺ juga mendakwahkan Islam kepada para penguasa di sekitar Madinah dengan cara berkirim surat. Beberapa penguasa yang beliau kirimi surat adalah Raja Najasy, Kaisar Heraklius, Raja Ghassan, Penguasa Yamamah, dan Raja Oman.

Dan, jika kita tak mampu mengubah kemungkaran dengan tangan atau dengan lisan, maka cukup kita ingkari saja di dalam hati. Ini dilakukan oleh Rasulullah ﷺ beberapa saat setelah peristiwa kenabian. Beliau tidak langsung berdakwah secara terang-terangan, namun sembunyi-sembunyi. Tentu saja ini beliau lakukan agar dakwah bisa terus berlangsung dalam jangka panjang.

Namun, dakwah butuh kebijaksanaan. Adakalanya kita mampu mengubah kemungkaran dengan tangan, namun tidak kita lakukan karena kita tahu hal itu justru akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar atas dakwah. Atau sebaliknya, jika kita bersabar dan menahan diri, justru kebajikan atas dakwah akan datang lebih besar.

Dikisahkan dalam Jaami’ al-Ulum wa al-Hikam bahwa para murid Ibnu Mas’ud, setiap kali melewati sekelompok orang yang mereka pandang sedang berbuat jelek, maka mereka mengatakan, “Tak perlu tergesa-gesa, tak perlu tergesa-gesa, semoga Allah merahmati kalian.”

Yang juga menarik, ketika Rasulullah ﷺ berdakwah di Thaif, beliau dihina dan disakiti oleh penduduk negeri itu. Namun, beliau justru tidak menghendaki kehancuran penduduk Thaif meskipun beliau punya kesempatan untuk itu.

Beliau menolak tawaran malaikat penjaga gunung untuk meluluhlantahkan Thaif dengan berkata, “Aku masih berharap agar Allah melahirkan dari keturunan mereka orang-orang yang hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.”

Dakwah juga butuh kelembutan. Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Hendaklah memerintah pada yang makruf dan melarang dari kemungkaran dengan tiga hal. Pertama, lemah lembut ketika memerintahkan yang makruf dan melarang yang mungkar. Kedua, bersikap adil ketika memerintah dan melarang. Dan ketiga, berilmu pada apa yang diperintahkan dan yang akan dilarang,” (Jaami’ al-Ulum wa al-Hikam). Wallahu a’lam.

(Hidayatulla.com/PARADE.ID)

Previous Post

Mentan Minta Pertajam Program Berjalan

Next Post

Posisi Pemerintah dan Koalisi Super Kuat atas Omnibus Law

Next Post

Posisi Pemerintah dan Koalisi Super Kuat atas Omnibus Law

PB SEMMI Meminta Presiden Untuk Mencopot Budi Karya Sebagai Menhub

Islam dan Serikat Islam: Pilar Penting Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

2026-06-16
Dukung PPKM Darurat, ASPEK Indonesia Minta Ini ke Presiden Jokowi

Konvensi ILO No 193 Lahir, ASPEK Soroti 7 PR

2026-06-15
KON Tuntut Revisi Perjanjian Kemitraan Ojek Online yang Adil

KON Tuntut Revisi Perjanjian Kemitraan Ojek Online yang Adil

2026-06-14
FSB GARTEKS KSBSI TransJakarta Dukung Kenaikan Tarif TransJakarta

FSB GARTEKS KSBSI TransJakarta Dukung Kenaikan Tarif TransJakarta

2026-06-13
Mubadala dan Kebangkitan Ekonomi Aceh: Saatnya Rakyat Menjadi Prioritas

Mubadala dan Kebangkitan Ekonomi Aceh: Saatnya Rakyat Menjadi Prioritas

2026-06-12
PMII Makassar: Anggaran Pendidikan Dikorbankan, Serukan Reformasi Jilid 2

PMII Makassar: Anggaran Pendidikan Dikorbankan, Serukan Reformasi Jilid 2

2026-06-11

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • FSB GARTEKS KSBSI TransJakarta Dukung Kenaikan Tarif TransJakarta

    FSB GARTEKS KSBSI TransJakarta Dukung Kenaikan Tarif TransJakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden KSBSI Sorot CAS 23 Negara Bermasalah di ILC ke-144

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KON Tuntut Revisi Perjanjian Kemitraan Ojek Online yang Adil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PMII Makassar: Anggaran Pendidikan Dikorbankan, Serukan Reformasi Jilid 2

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Aceh Tolak Tambang Emas Beutong Ateuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In