#Dolar Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/dolar/ Bersama Kita Satu Fri, 24 Jul 2020 09:59:39 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.1 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #Dolar Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/dolar/ 32 32 Rupiah Melemah Seiring Kekhawatiran Ancaman Resesi https://parade.id/rupiah-melemah-seiring-kekhawatiran-ancaman-resesi/ Fri, 24 Jul 2020 09:59:39 +0000 https://parade.id/?p=4601 Jakarta (PARADE.ID)- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore ditutup melemah seiring kekhawatiran ancaman resesi ekonomi Indonesia. Rupiah ditutup melemah 30 poin atau 0,21 persen menjadi Rp14.610 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.580 per dolar AS. “Ketika harapan akan pemulihan ekonomi di Eropa membuncah, pelaku pasar justru pesimistis perekonomian AS […]

Artikel Rupiah Melemah Seiring Kekhawatiran Ancaman Resesi pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore ditutup melemah seiring kekhawatiran ancaman resesi ekonomi Indonesia.

Rupiah ditutup melemah 30 poin atau 0,21 persen menjadi Rp14.610 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.580 per dolar AS.

“Ketika harapan akan pemulihan ekonomi di Eropa membuncah, pelaku pasar justru pesimistis perekonomian AS akan segera bangkit. Sebabnya, penambahan kasus COVID-19 di Negeri Paman Sam yang terus meningkat,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat.

Negara bagian California bahkan kembali menerapkan kebijakan karantina (lockdown) guna meredam penyebaran COVID-19. Berdasarkan data Worldometers, jumlah kasus COVID-19 di AS saat mencapai 4,17 juta kasus, dengan lebih dari 147 ribu orang meninggal.

Pasar juga merespon negatif ketegangan antara AS-China yang kembali muncul setelah AS meminta Beijing untuk menutup kantor konsulat diplomatiknya di Houston. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin sebelumnya mengingatkan akan ada balasan setimpal jika aksi itu tak dikoreksi.

Rilis beberapa data ekonomi AS juga mengecewakan, termasuk laporan Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan bahwa klaim untuk tunjangan pengangguran AS meningkat untuk pertama kalinya dalam kurun enam belas minggu.

Laporan tersebut menyebutkan, klaim pengangguran awal melonjak menjadi 1,42 juta pada pekan yang berakhir 18 Juli 2020, meningkat sebesar 109.000 dari tingkat 1,3 juta di pekan sebelumnya.

Dari domestik, Bank Indonesia (BI) telah melihat proyeksi perekonomian Indonesia akan mencatatkan pertumbuhan negatif pada kuartal II-2020 dan kemungkinan besar juga pertumbuhan negatif tersebut tetap berlanjut pada kuartal III-2020. Dengan ramalan tersebut, artinya Indonesia akan masuk jurang resesi.

Analis Central Capital Futures Wahyu Laksono, walau ada potensi koreksi, mayoritas mata uang utama masih bisa menguat terhadap dolar AS.

“Rupiah pun sepertinya mulai bisa diharapkan menguat didukung semangat bursa sahamnya dan perbaikan ekonomi domestik didukung harapan meredanya kasus COVID-19 setelah adanya uji coba vaksin,” ujar Wahyu.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.525 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.512 per dolar AS hingga Rp14.613 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.614 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.669 per dolar AS.

(Antara/PARADE.ID)

Artikel Rupiah Melemah Seiring Kekhawatiran Ancaman Resesi pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Rupiah Diperkirakan Melemah Hari Ini, Pasar Khawatir Naiknya Covid-19 https://parade.id/rupiah-diperkirakan-melemah-hari-ini-pasar-khawatir-naiknya-covid-19/ Mon, 20 Jul 2020 03:39:30 +0000 https://parade.id/?p=4146 Jakarta (PARADE.ID)- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan diperkirakan masih akan lanjut terkoreksi di tengah kekhawatiran berlanjutnya dampak ekonomi akibat pandemi. Pada pukul 09.47 WIB rupiah melemah 103 poin atau 0,7 persen menjadi Rp14.806 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.703 per dolar AS. Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto […]

Artikel Rupiah Diperkirakan Melemah Hari Ini, Pasar Khawatir Naiknya Covid-19 pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan diperkirakan masih akan lanjut terkoreksi di tengah kekhawatiran berlanjutnya dampak ekonomi akibat pandemi.

Pada pukul 09.47 WIB rupiah melemah 103 poin atau 0,7 persen menjadi Rp14.806 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.703 per dolar AS.

Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Senin, mengatakan sebenarnya pada hari ini masih cenderung minim berita positif baik dari dalam maupun dari global.

“Baik global maupun di dalam negeri, kondisi pandemi masih terus terlihat mengalami kenaikan,” ujar Rully.

Menurut Rully, pergerakan rupiah masih akan dominan dipengaruhi sentimen kekhawatiran gelombang kedua COVID-19.

Selain itu sentimen eksternal lainnya yaitu memburuknya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Rully memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.664 per dolar AS hingga Rp14.745 per dolar AS.

Pada Jumat (17/7) lalu rupiah ditutup melemah 78 poin atau 0,53 persen menjadi Rp14.703 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.625 per dolar AS.

(Antara/PARADE.ID)

Artikel Rupiah Diperkirakan Melemah Hari Ini, Pasar Khawatir Naiknya Covid-19 pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Minyak Turun di Bawah 43 Dolar AS, Tertekan Kekhawatiran Virus Corona https://parade.id/minyak-turun-di-bawah-43-dolar-as-tertekan-kekhawatiran-virus-corona/ Sat, 04 Jul 2020 02:17:53 +0000 https://parade.id/?p=2508 London (PARADE.ID)- Minyak turun di bawah 43 dolar AS per barel pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), ketika kebangkitan kasus virus corona meningkatkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan permintaan bahan bakar bisa terhenti. Namun, minyak mentah masih menuju kenaikan mingguan karena pasokan yang lebih rendah dan tanda-tanda pemulihan ekonomi yang lebih luas. Minyak mentah berjangka Brent turun […]

Artikel Minyak Turun di Bawah 43 Dolar AS, Tertekan Kekhawatiran Virus Corona pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
London (PARADE.ID)- Minyak turun di bawah 43 dolar AS per barel pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), ketika kebangkitan kasus virus corona meningkatkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan permintaan bahan bakar bisa terhenti.

Namun, minyak mentah masih menuju kenaikan mingguan karena pasokan yang lebih rendah dan tanda-tanda pemulihan ekonomi yang lebih luas.

Minyak mentah berjangka Brent turun 38 sen atau 0,9 persen, menjadi 42,76 dolar AS per barel pada pukul (16.03 GMT) dan jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 44 sen atau 1,1 persen menjadi 40,21 dolar AS per barel.

Perdagangan AS menjadi berkurang karena tidak ada perdagangan reguler untuk minyak berjangka pada Jumat (3/7/2020) untuk liburan Hari Kemerdekaan.

Amerika Serikat melaporkan lebih dari 55.000 kasus baru virus corona pada Kamis (2/7/2020), rekor harian baru global untuk pandemi.

Meningkatnya kasus menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di AS, yang melonjak pada Juni, dapat mengalami kemunduran.

“Jika tren ini berlanjut, permintaan minyak di wilayah ini berisiko,” kata Louise Dickson dari Rystad Energy, seperti dikutip dari Reuters.

“Rebound ekonomi AS yang rapuh berisiko dibatalkan oleh lonjakan terbaru dalam infeksi baru,” kata Stephen Brennock dari broker minyak PVM.

Kedua acuan kontrak naik lebih dari dua persen pada Kamis (2/7/2020), didukung oleh angka pekerjaan AS untuk Juni yang kuat dan penurunan persediaan minyak mentah AS. Brent masih di jalur untuk kenaikan mingguan sekitar empat persen.

Tanda-tanda pemulihan ekonomi dan penurunan pasokan setelah pemangkasan pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu, yang dikenal sebagai OPEC+, telah membantu Brent naik lebih dari dua kali lipat dari level terendah 21-tahun di bawah 16 dolar AS yang tercapai pada April.

Meningkatkan harapan pemulihan, survei swasta menunjukkan pada Jumat (3/7/2020) bahwa sektor jasa China berkembang pada laju tercepat dalam lebih dari satu dekade pada Juni.

Produksi minyak OPEC turun ke level terendah dalam beberapa dekade pada Juni dan produksi Rusia turun mendekati target OPEC+.

Pengajuan kebangkrutan pionir minyak serpih AS Chesapeake Energy juga mendukung harga dengan meningkatkan harapan produksi akan menurun, kata JBC Energy dalam sebuah laporan.

Permintaan bensin akan diawasi dengan ketat ketika Amerika Serikat memasuki liburan akhir pekan 4 Juli.

(Antara/PARADE.ID)

Artikel Minyak Turun di Bawah 43 Dolar AS, Tertekan Kekhawatiran Virus Corona pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>