#ICMI Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/icmi/ Bersama Kita Satu Mon, 05 Feb 2024 13:49:10 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #ICMI Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/icmi/ 32 32 Gatot Nurmantyo di Seminar Nasional Pemuda ICMI https://parade.id/gatot-nurmantyo-di-seminar-nasional-pemuda-icmi/ Mon, 05 Feb 2024 13:48:01 +0000 https://parade.id/?p=26243 Jakarta (parade.id)- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hadir pada Seminar Nasional yang diadakan oleh Pemuda Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Senin (5/1/2024), di Jakarta, menyinggung dua hal. Pertama, soal persekusi hingga dipenjaranya ulama dan aktivis. Kedua, soal netralitas TNI juga Polri dalam pemilihan umum (Pemilu). Soal pertama, Gatot mengatakan, hal itu terjadi lantaran adanya […]

Artikel Gatot Nurmantyo di Seminar Nasional Pemuda ICMI pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hadir pada Seminar Nasional yang diadakan oleh Pemuda Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Senin (5/1/2024), di Jakarta, menyinggung dua hal.

Pertama, soal persekusi hingga dipenjaranya ulama dan aktivis. Kedua, soal netralitas TNI juga Polri dalam pemilihan umum (Pemilu).

Soal pertama, Gatot mengatakan, hal itu terjadi lantaran adanya intrik kepentingan di dalam tubuh pemerintahan saat ini.

“Artinya, pemerintah hari ini yang disumpah atas nama Allah dan bangsa Indonesia, tidak mampu melindungi segenap bangsanya dalam menjaga, serta menstabilkan setiap integritas kebijakan,” ujar di Seminar Nasional itu dengan tema: “Pemilu 2024: Titik Krusial Demokrasi dan Potensi Kecurangan Pemilu”.

“Padahal, sejak awal kemerdekaan, bangsa kita sudah menyerukan untuk menjaga dan melindungi segenap bangsa Indonesia,” ia melanjutkan.

Hal kedua, soal netralitas. Soal ini, Gatot menyinggung sumpah. Dimana sebelum puripurna, TNI-Polri disumpah terlebih dahulu, untuk menjaga tanah air Indonesia.

“Dan apabila kemudian hari ini mereka ikut terlibat dalam kampanye atau perpolitikan, itu adalah penghianat Negara,” kata dia tegas, saat ditanya oleh salah seorang mahasiswa.

Seminar Nasional, selain dihadiri pembicara Gatot, juga dihadiri Prof Andi Faisal Bakti, Prof Arif Satria, Prof Didin S Damanhuri, Ismail Rumadhan, dan Prof R Siti Zuhro.

Seminar Nasional didominasi kehadiran mahasiswa dari beberapa kampus dan elemen-elemen pergerakan.

(Razaq/parade.id)

Artikel Gatot Nurmantyo di Seminar Nasional Pemuda ICMI pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Masika Berubah Nama Menjadi Pemuda ICMI https://parade.id/masika-berubah-nama-menjadi-pemuda-icmi/ Sun, 18 Sep 2022 12:39:44 +0000 https://parade.id/?p=21417 Jakarta (parade.id)- Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim Seindonesia (ICMI) berubah nama menjadi Pemuda ICMI. Perubahan tersebut diputuskan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar di Hotel Ambhara, Jakarta, Sabtu, 17 September 2022. Masika yang didirikan pada 8 Oktober 1993 merupakan organisasi otonom yang mewadahi para intelektual muda di lingkungan ICMI. Adapun perubahan […]

Artikel Masika Berubah Nama Menjadi Pemuda ICMI pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim Seindonesia (ICMI) berubah nama menjadi Pemuda ICMI. Perubahan tersebut diputuskan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar di Hotel Ambhara, Jakarta, Sabtu, 17 September 2022.

Masika yang didirikan pada 8 Oktober 1993 merupakan organisasi otonom yang mewadahi para intelektual muda di lingkungan ICMI. Adapun perubahan nama menjadi Pemuda ICMI merupakan respons atas keputusan dan rekomendasi Muktamar ICMI 2021 yang memasukkan organisasi kepemudaan di dalam struktur Majelis Pimpinan Pusat (MPP) ICMI.

“Perubahan ini merupakan respons atas rekomendasi Muktamar ICMI sekaligus ikhtiar untuk menegaskan posisi para intelektual muda ICMI untuk bisa lebih kontributif bagi kerja-kerja keumatan dan kebangsaan. Sedangkan nama Masika selanjutnya akan tetap ada sebagai lembaga kajian di dalam Pemuda ICMI,” ujar Ketua Umum Pemuda ICMI Dr. Ismail Rumadan dalam keterangannya kepada media.

Munaslub Masika ICMI dengan agenda tunggal perubahan nama dihadiri para Pengurus Nasional yang berkedudukan di Ibu Kota dan pengurus 29 organisasi wilayah. Munaslub digelar hybrid secara luring maupun daring. Kata Ismail, keputusan mengubah nama organisasi juga didasari oleh keinginan untuk bisa lebih berperan dalam kerja-kerja nyata di tengah masyarakat.

“Kita juga ingin menjalankan tugas yang melekat pada diri kita sebagai intelektual, khususnya pada peran keumatan dan kebangsaan. Ini adalah ikhtiar untuk beradaptasi, dengan mengubah dan mempertegas orientasi organisasi menjadi organisasi yang adaptif dan transformatif,” cetusnya.

Ketua Umum ICMI Prof. Arief Satria dalam forum Munaslub mengatakan, organisasi seperti Pemuda ICMI menghadapi tantangan yang tidak mudah ke depannya. Ritme dinamika perubahan kini semakin cepat, dan terjadi bukan lagi dalam kurun abad, melainkan semakin pendek terjadi dalam hitungan dekade.

“Karenanya kita harus responsif dan adaptif dalam menghadapi perubahan yang serba cepat ini,” ujar Rektor IPB ini.

Mantan Ketua Umum ICMI Prof Jimly Ashiddiqie mengatakan cendekiawan adalah mereka yang peduli pada masalah-masalah sosial di sekitarnya, dan ia turut berperan dan berkontribusi sosial.

“Karena itu Pemuda ICMI harus memberikan perhatian serius pada masa depan umat dan masa depan peradaban kita, serta ikut berperan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan global,” ujar Jimly.

Sebagai informasi, Munaslub diadakan dengan agenda tunggal perubahan nama organisasi yang diikuti penyesuaian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Bertindak sebagai pimpinan sidang yaitu Muharam Yamlean, Taufan Ihsan Tuarita, dan Anco Farham.

“Hari ini merupakan momentum bersejarah bagi organisasi, menjelang 29 tahun kelahiran organisasi ini,” ujar Muharam.

Wakil Ketua Umum ICMI Priyo Budi Santoso dalam sambutan penutupan Munaslub mengatakan, organisasi kepemudaan ICMI harus tetap mempertahankan ruh kecendekiawanan, keumatan, dan keindonesiaan.

“Itu adalah salah satu ciri khas yang harus dipertahankan,” ujarnya.*

Artikel Masika Berubah Nama Menjadi Pemuda ICMI pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
ICMI Gelar Silaturahmi Kebangsaan, Wapres Harapkan Ini https://parade.id/icmi-gelar-silaturahmi-kebangsaan-wapres-harapkan-ini/ Tue, 31 May 2022 13:24:25 +0000 https://parade.id/?p=19911 Jakarta (PARADE.ID)- Sejumlah tokoh nasional serta aktivis umat Islam dari berbagai latar belakang profesi berkumpul dan menghadiri acara silaturahim kebangsaan dan Halalbihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) . Acara Halalbihalal ICMI ini dilaksanakan di Gedung Nusantara IV, Senayan Jakarta, Senin, 30 Mei 2022. Para tokoh yang hadir dalam acara halalbihalal yang bertajuk “Menjalin Silaturahmi Merawat […]

Artikel ICMI Gelar Silaturahmi Kebangsaan, Wapres Harapkan Ini pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Sejumlah tokoh nasional serta aktivis umat Islam dari berbagai latar belakang profesi berkumpul dan menghadiri acara silaturahim kebangsaan dan Halalbihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) .

Acara Halalbihalal ICMI ini dilaksanakan di Gedung Nusantara IV, Senayan Jakarta, Senin, 30 Mei 2022. Para tokoh yang hadir dalam acara halalbihalal yang bertajuk “Menjalin Silaturahmi Merawat Persatuan Bangsa” antara lain Wakil Presiden Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin (secara daring), Ketua MPR RI H.Bambang Soesatyo, S.E MBA, Ketua Dewan Penasehat ICMI Pusat Prof. Jimly Asshiddiqie, Ketua Dewan Pertimbangan ICMI sekaligus Wakil Ketua MPR Dr.(HC) Zulkifli Hasan S.E, MM, serta Wakil Ketua MPR Dr.Ir.H Hidayat Nur Wahid

Pada kesempatan tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin menyampaikan harapannya bahwa ICMI mampu mempererat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniah, dan ukhwah insaniah.

“Forum pertemuan ICMI ini memperkuat ukhuwah di Indonesia. Sangat penting sebagai bangsa yang majemuk berbagai suku, budaya dan agama,” kata dia.

Ia mengatakan, Indonesia negara yang rentan apabila makna ukhuwah semakin jauh dan tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Silaturahmi menjadi hal penting. Karena itulah umat Islam dan bangsa Indonesia tetap kuat. Saling menyokong satu sama lain dan bermuara pada kesatuan kesatuan bangsa,” tuturnya.

Ia juga mengatakan forum silaturahmi sebagai ajang mencari solusi dalam rangka mempersatukan dan memajukan umat dan menentukan strategi umat untuk menyiapkan generasi selanjutnya.

“Saya berharap forum ini tidak hanya memperkuat solidaritas ICMI. Tapi juga menghasilkan terobosan baru bagi umat di seluruh dunia,” jelasnya.

Selanjutnya, Ketua Umum ICMI Prof. Arif Satria menjelaskan bahwa silaturahmi kebangsaan ini sebagai momentum penting dalam rangka merajut, konsolidasi, membangun sinergi sebagai komponen di bangsa ini.Ia menambahkan, ICMI memiliki identitas cendikiawan yang terus menghadapi situasi dinamis. Saat ini pun, ICMI tetap fokus memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) antara lain kualitas iman, berpikir, kualitas karya, kerja dan hidup.

“Sudah dicanangkan sejak dulu, ICMI hari ini dan kedepan tentu mengawal perubahan-perubahan yang terjadi. Di mana ICMI memiliki empat peran strategis,” katanya.

Keempat peran startegi ICMI ini antara lain ; pertama, ICMI sebagai solusi dan inspirasi bangsa. Kedua, ICMI menjadi rumah besar umat Islam. Ketiga, ICMI mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara, serta keempat, ICMI mempelopori gagasan-gagasan dan gerakan agenda-agenda aksi untuk pembangunan.

“Cara terbaik memprediksi masa depan adalah menciptakan hari ini. Langkah yang kita lakukan untuk masa depan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam pidato kebangsaannya menyambut kegiatan silaturahmi yang digagas ICMI. Ia menerangkan bahwa kegiatan tersebut sesungguhnya berdasarkan ajaran Rasulullah.

“Di dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang berbunyi ‘Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan ingin dipanjangkan umurnya, maka hendaklah bersilaturahmi,” ujarnya.

Menurutnya, ajang silaturahmi sudah dua tahun tidak diadakan di Indonesia karena terhalang pandemi Covid-19, namun di tahun ini silaturahmi sudah mulai dilakukan oleh masyarakat.

Ketua Penyelenggara Halalbihalal ICMI Muhammad Syukur Mandar juga mengucapkan terimakasih atas dukungan acara Halalbihalal yang diadakan ICMI di Gedung MPR baik secara online dan offline. Ia berharap silaturahmi kebangsaan ini mampu mendatangkan manfaat dan hikmah.

“Terima kasih sekretariat MPR, Ketua MPR, terimakasih atas dukungan acara Halalbihalal ICMI ini berjalan degan harapan mendatangkan manfaat dan hikmah,” ucapnya.

Diketahui pada acara Halalbihalal ICMI ini, dilaksanakan simbolis penyerahan Sertiifikat Wakaf Gedung ICMI Center dari alm. Bapak BJ. Habibie (diwakili Dr. Ing. Ilham A. Habibie, MBA. Sebagai Ahli Waris) kepada Ketua Umum ICMI serta Launching Kartu Anggota ICMI. []

Artikel ICMI Gelar Silaturahmi Kebangsaan, Wapres Harapkan Ini pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
ICMI dan PBNU Jalin Kerja Sama Percepat Transformasi Bangsa: Kembangkan Inkubator Pesantren https://parade.id/icmi-dan-pbnu-jalin-kerja-sama-percepat-transformasi-bangsa-kembangkan-inkubator-pesantren/ Thu, 24 Mar 2022 04:23:58 +0000 https://parade.id/?p=18550 Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof. Arif Satria bersama jajaran pengurus bersilaturahmi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa, 22 Maret 2022. Prof Arif Satria menjelaskan pertemuan dengan pengurus PBNU dilaksanakan dalam rangka tukar informasi di berbagai bidang. “ICMI dan pengurus silaturahmi  dengan PBNU […]

Artikel ICMI dan PBNU Jalin Kerja Sama Percepat Transformasi Bangsa: Kembangkan Inkubator Pesantren pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>

Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof. Arif Satria bersama jajaran pengurus bersilaturahmi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa, 22 Maret 2022.

Prof Arif Satria menjelaskan pertemuan dengan pengurus PBNU dilaksanakan dalam rangka tukar informasi di berbagai bidang.

“ICMI dan pengurus silaturahmi  dengan PBNU bertukar informasi, sekaligus inisiasi kerjasama  ICMI dan PBNU dalam segala hal. Sebab, banyak irisan yang sama antara ICMI dengan PBNU, dan karena sebagian pengurus ICMI adalah warga Nahdliyin, kita ingin terus bisa mendorong proses percepatan transformasi bangsa di era disrupsi ini,” ujar Prof. Arif Satria, lewat keterangan medianya.

“Oleh karena itu, kami sudah mendiskusikan beberapa area yang bisa dikerjasamakan,” lanjutnya.

Kerjasama ICMI dengan PBNU ke depan, salah satunya yakni tentang dunia pendidikan, yaitu pondok pesantren.

Menurut Prof. Arif yang juga menjabat Rektor IPB University tersebut, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang strategis.

“PBNU punya konsen besar di dunia pesantren, pengalaman luar biasa, dan kita ingin terus mendorong pesantren di Indonesia bisa menjadi salah satu sumber inovasi dan kemudian mendorong kegiatan ekonomi pesantren, itu sangat penting,” tutur Prof. Arif Satria.

Menurutnya, ICMI sudah melakukan program inkubator ekonomi dan hal tersebut sangat cocok untuk dikembangkan di pesantren.

“Program ini kita akan sinergikan dengan NU. Kita akan kembangkan inkubator pesantren,” pungkasnya.

Hadir dalam kunjungannya tersebut Wakil Ketua Umum (Waketum) ICMI Bidang Iptek, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah, Waketum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antarlembaga Priyo Budi Santoso, Waketum Bidang Pemberdayaan Pemuda, Perempuan, dan Anak Riri Fitri Sari,Sekjen Andi Yuliani Paris, serta Bendahara Andi Irman. []

Artikel ICMI dan PBNU Jalin Kerja Sama Percepat Transformasi Bangsa: Kembangkan Inkubator Pesantren pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
ICMI Adakan Diskusi Menyoal Zina, LGBT, dan Ketahanan Keluarga https://parade.id/icmi-adakan-diskusi-menyoal-zina-lgbt-dan-ketahanan-keluarga/ Sat, 12 Mar 2022 13:01:12 +0000 https://parade.id/?p=18314 Jakarta (PARADE.ID)- Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengadakan diskusi publik dengan tema: “Zina, LGBT, dan Ketahanan Keluarga”, kemarin malam secara virtual. Hadir beberapa pembicara dalam diskusi tersebut. Di antaranya ada Ketua Umum ICMI Prof. Arif Satria, Wakil Ketua ICMI Prof. Riri Fitri Sari, Ketua Departemen Kesehatan MPP ICMI dr. Taufan Ichsan Tuarita, Agung Sugiharto, dr. […]

Artikel ICMI Adakan Diskusi Menyoal Zina, LGBT, dan Ketahanan Keluarga pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengadakan diskusi publik dengan tema: “Zina, LGBT, dan Ketahanan Keluarga”, kemarin malam secara virtual.

Hadir beberapa pembicara dalam diskusi tersebut. Di antaranya ada Ketua Umum ICMI Prof. Arif Satria, Wakil Ketua ICMI Prof. Riri Fitri Sari, Ketua Departemen Kesehatan MPP ICMI dr. Taufan Ichsan Tuarita, Agung Sugiharto, dr. Dewi Inong Irana, Rita Hendrawaty Soebagio, Prof. Euis Sunarti, dan Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud RI.

Ketua Departemen Kesehatan MPP ICMI dr. Taufan Ichsan Tuarita dalam pengantarnya mengutip surat Al-A’raf ayat 80-81 dari Alquran. Di ayat itu, menyoal bagaimana Allah SWT mengutus nabi Luth untuk mengingatkan umatnya agar tidak melakukan seks menyimpang.

Dan dr. Taufan mengatakan bahwan hal itu kini justru (kembali) terjadi dan dinamai dengan LGBT. Demikian keterangan media yang diterima parade.id.

LGBT, menurut Ketua MPP ICMI Prof. Arif Satria merupakan penyakit sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat pada hari ini. Perilaku ini adalah perilaku yang tidak bermoral dan dapat menghilangkan kehormatan bagi pelakunya.

“Hari ini tatanan dunia sedang mengalami masa transisi dari industri 4.0 menuju industri 5.0 atau lebih dikenal dengan sebutan metaverse, namun masih banyak permasalahan dan penyimpangan sosial yang belum selesai sampai sekarang ini,” kata dia.

Malah, kata Agung Sugiharto kita saat ini sedang dipertontonkan dengan fenomena baru, yaitu nikah sesama jenis. Parahnya lagi fenomena itu tersebar luas di media sosial dan bisa ditonton oleh siapa saja.

Sedangkan menurut dr. Dewi Inong praktik zina, yang dimana perilaku seks bebas/zina merupakan hubungan seks yang dilakukan di luar proses pernikahan sah secara hukum agama dan NKRI tanpa mengetahui akibatnya. Dampak dari seks bebas tersebut kata dia yaitu HIV/AIDS, Sifilis, Gonore dan IGDS.

Belum lagi dari zina itu, tercatat kasus aborsi setiap tahunnya hingga mencapai 2,3 juta orang. 30 persen aborsi dilakukan oleh remaja.

Hal ini justru menjadi wajah buruk bagi moralitas warga negara Indonesia yang menjadi negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Dan agar penyimpangan itu tidak terjadi maka hal yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan edukasi dan juga memberikan keharmonisan dalam keluarga.

Sebagai narasumber tentang ketahanan keluarga, Prof. Euis Sunarti mengemukanan bahwa hari ini gerakan sogie sudah masuk secara struktur dan sistematis dalam berbagai sektor dimensi dan sektor pembangunan. Bahkan dalam ranah pemerintahan, gerakan gay kuat dugaan didukung oleh Komnas HAM dan Komnas Anak, serta sudah masuk dalam ranah eksekutif, yudikatif dan legislatif.

Adapun upaya yang perlu dilakukan mengetahui hal itu menurutnya adalah dengan mengadvokasi permalasahan dan aturan ketahanan dan perlindungan keluarga.

Kemudian menurut Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud RI bahwa terputusnya mata rantai pada aspek pendidikan, keluarga, lingkungan lah yang mengakibatkan banyak terjadi penyimpangan sosial, yang berakibat pada banyaknya pelaku-pelaku zina dan LGBT di negara Indonesia.

Acara diskusi tersebut menyimpulkan, bahwa baik perbuatan zina ataupun praktik-praktik LGBT semuanya merupakan penyakit sosial yang menjalar di masyarakat. Oleh karena itu lingkungan keluarga diharapkan menjadi salah satu tempat pencegahan agar tidak terjadinya ketimpangan sosial, terutama pada aspek ketimpangan seksualitas dan zina. Kesimpulan tersebut dibacakan oleh moderator Repil Ansen.

(Rob/PARADE.ID)

Artikel ICMI Adakan Diskusi Menyoal Zina, LGBT, dan Ketahanan Keluarga pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Peran Ulama, Intelektual, dan Akademisi Bisa Menstabilkan Negeri https://parade.id/peran-ulama-intelektual-dan-akademisi-bisa-menstabilkan-negeri/ Thu, 02 Sep 2021 03:02:20 +0000 https://parade.id/?p=14750 Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa peran ulama, intelektual, dan akademisi bisa menstabilkan kondisi negeri. Semuanya bisa secara kolektif memberi bimbingan intelektuil pada perjalanan bangsa ini untuk berpikir jauh ke depan, terutama kepada para partai politik. “Jangan larut pada kepentingan jangka pendek. Biasanya peran-peran politik jangka pendek […]

Artikel Peran Ulama, Intelektual, dan Akademisi Bisa Menstabilkan Negeri pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa peran ulama, intelektual, dan akademisi bisa menstabilkan kondisi negeri. Semuanya bisa secara kolektif memberi bimbingan intelektuil pada perjalanan bangsa ini untuk berpikir jauh ke depan, terutama kepada para partai politik.

“Jangan larut pada kepentingan jangka pendek. Biasanya peran-peran politik jangka pendek ini kan oleh partai. Partai-partai ini sekarang paling menentukan sebenarnya,” ujarnya, dalam perbincangan dengan Ketua MUI KH Cholil Nafis, di kanal YouTube TVMUI, belum lama ini.

Dengan peran ketiganya, Prof Jimly juga mengatakan bahwa hal itu jika dilakukan tidak hanya untuk 10 atau 20 tahun ke depan. Tetapi peran itu juga bisa membawa umat Islam ke arah cara pandang optimisme menuju masa depan.

Maka, katanya, ulama, cendikiawan itu harus tidak boleh jauh dari orang-orang partai, karena mereka perlu diberi masukan. Demi perspektif jangka panjang.

“Jadi semua data-data menunjukkan dunia Islam itu optimis. Cuma sementara sekarang ini kisruh. Kata Macron dunia Islam sedang krisis. Iya ada benarnya itu. Tapi dalam jangka panjang kita harus optimis. Tinggal bagaimana ilmu pengetahuan teknologi harus menjadi, dan juga iman takwa,” jelasnya.

Peran ketiganya pun menurut Prof Jimly bisa mengubah “tradisi” yang selama ini dilakukan oleh partai politik, seperti pragmatisme yang diperebutkan. Yaitu dengan cara memberi dengan semangatnya merangkul.

Kalau di ICMI itu, kata dia, selalu digambarkan “ideologi”. Gerakan intelektuil itu iman dan takwa, ilmu pengetahuan dan tenknologi.

“Jadi MUI, ICMI, dan semua ormas kalau bisa saling berangkulan. Mulailah dari MUI yang mempersatukan. Merangkul. Jangan sampai dipecah belah oleh kepentingan kelompok masing-masing,” jelasnya.

MUI bisa merangkulnya dan mengintegrasikan semuanya itu. Setidaknya, itulah niat kita mendirikan MUI di tahun 1975. Dimana Prof Jimly mengaku ikut sebagai tukang ketiknya atau panitia.

“Kelompok organisasi ini kan hanya alat dakwah, bukan tujuan. NU, Muhammadiyah, itu bukan tujuan. Pasti beda. Masak harus sama? Ada pembagian tugas,” kata dia.

(Sur/PARADE.ID)

Artikel Peran Ulama, Intelektual, dan Akademisi Bisa Menstabilkan Negeri pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
ICMI: Penusukan ke Syekh Ali Jaber Terencana https://parade.id/icmi-penusukan-ke-syekh-ali-jaber-terencana/ Mon, 14 Sep 2020 12:14:01 +0000 https://parade.id/?p=6929 Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie ikut bersuara soal penikaman yang dialamatkan ke Syekh Ali Jaber ketika berada di masjid Bandar Lampung. ICMI, menurut dia, menilai bahwa kejadian tersebut tampak terencana ke Syekh Ali Jaber sekaligus bentuk teror. “A.n. Ketua Umum ICMI, saya mengutuk penusukan dg snjata tajam utk tujuan […]

Artikel ICMI: Penusukan ke Syekh Ali Jaber Terencana pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie ikut bersuara soal penikaman yang dialamatkan ke Syekh Ali Jaber ketika berada di masjid Bandar Lampung. ICMI, menurut dia, menilai bahwa kejadian tersebut tampak terencana ke Syekh Ali Jaber sekaligus bentuk teror.

“A.n. Ketua Umum ICMI, saya mengutuk penusukan dg snjata tajam utk tujuan pmbunuhan trencana& teror trbuka kpd Syeikh Ali Jaber, ulama yg sdg tabligh di depan umum,” demikian katanya, Senin (14/9/2020), di akun Twitter-nya.

ICMI memandang, tuntutan hukuman yang pantas diterima oleh pelaku di pengadilan nanti adalah hukuman mati.

“Mhn polisi & jasa segera proses hukum ybs ke pngadilan dg tuntutan sangsi paling maksimal, mati.”

Aparat kepolisian dan jaksa disarankan olehnya mesti gerak cepat. Lakukan proses penuntutan, karena tertangkap tangan.

Segala bukti dinilai oleh Jimly sudah cukup untuk delik pembunuhan berencana dan terorisme. Adapun keputusan atas tuntutan, adalah hakim yang memutuskannya.

(Robi/PARADE.ID)

Artikel ICMI: Penusukan ke Syekh Ali Jaber Terencana pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
ICMI: Cabut RUU HIP dari Prolegnas 2020 https://parade.id/icmi-cabut-ruu-hip-dari-prolegnas-2020/ Sun, 28 Jun 2020 10:21:51 +0000 https://parade.id/?p=1863 Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie mengimbau kepada seluruh Pimpinan partai politik serta Presiden untuk mengambil langkah inisiatif dan dialog, yakni mulai dengan dicabutnya secara resmi RUU HIP dari Prolegnas 2020. “Para tokoh/pimp. jg dihimbau tdk gunakn ideologi perang& teologi pemusuhan, trmsk peralat Hk pidana utk menang-kalah,” imbau Jimly, Minggu […]

Artikel ICMI: Cabut RUU HIP dari Prolegnas 2020 pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie mengimbau kepada seluruh Pimpinan partai politik serta Presiden untuk mengambil langkah inisiatif dan dialog, yakni mulai dengan dicabutnya secara resmi RUU HIP dari Prolegnas 2020.

“Para tokoh/pimp. jg dihimbau tdk gunakn ideologi perang& teologi pemusuhan, trmsk peralat Hk pidana utk menang-kalah,” imbau Jimly, Minggu (28/6/2020), di akun Twitter-nya.

Menurut Jimly, kehadiran RUU HIP telah memperluas konflik dan perpecahan antaranak bangsa. Oleh karena itu ia meminta RUU HIP dicabut.

Sebelumnya, Jimly juga telah mengimbau kepada siapa pun untuk tenang sembari mendukung kesadaran parpol-parpol untuk mencabut RUU tersebut.

“Agar tenang dulu, sebaiknya kt dukung kesadaran parpol2 sendiri utk cabut kembali RUU HIP dari prolegnas prioritas th 2020,” demikian cuitannya, Kamis (25/6/2020), di akun Twitter-nya.

Nanti, lanjut dia, kalau sudah agak tenang, baru bisa kembali dibicarakn lagi, itu pun setelah naskah RUU diperbaiki terlebih dahulu.

“Jngan utak-atik rumusan Pancasilanya, tp cukup atur pelaksanaan pembinaannya.”

Sebelumnya ia mengatakan bahwa tentang Pancasila, kita jangan pernah ada lagi berusaha mengubah rumusan finalnya dalam Alinea 4 Pemb. UUD45. Jangan kembali ke versi usulan pribadi Bung Karno dalam Pidato 1 Juni ataupun versi resmi Piagam Jakarta 22 Juni 45.

“Jangan lg kmbali ke prdebatan lama, lebih baik ke depan, brsatu utk maju,” katanya.

Selain MPR melarang PKI/Komunisme dengan TAP MPR, ada juga UU No. 27/1999 yang mengubah KUHP dengan Ps.107 a-f yang tegas melarang ajaran komunisme, termasuk menyebarkannya melalui media apapun (Ps.107c&d). Bahkan adakan kerjasama dengan partai komunis di luar negeri juga dilarang (Ps.107e). Maksud UU No. 27/1999 itu, kerjasama dengan partai komunis di luar negeri yang dilarang adalah untuk maksud mengganti dasar negara Pancasila.

“Kalau kerjasama yg lain boleh saja.”

(Robi/PARADE.ID)

Artikel ICMI: Cabut RUU HIP dari Prolegnas 2020 pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>