#Kampus Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/kampus/ Bersama Kita Satu Tue, 16 Nov 2021 15:18:40 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.1 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #Kampus Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/kampus/ 32 32 Universitas Suryakencana Ikut Berkontribusi dalam Pelestarian Lingkungan https://parade.id/universitas-suryakencana-ikut-berkontribusi-dalam-pelestarian-lingkungan/ Tue, 16 Nov 2021 15:18:40 +0000 https://parade.id/?p=16189 Cianjur (PARADE.ID)- Mengajarkan peduli terhadap lingkungan dapat diajarkan dari lingkungan kampus. Hal itulah (kontribusi) yang ditunjukkan oleh Universitas Suryakencana melalui Jurusan Agribisnis. Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Pembina Himpunan Mahasiswa Agribisnis, Angga Saputra. Menurut Angga, kontribusi dari kampus Suryakencana itu gar mahasiswa terbiasa menjaga bumi ketika bermasyarakat nanti. “Ajakan jika menjaga lingkungan dapat terhindar […]

Artikel Universitas Suryakencana Ikut Berkontribusi dalam Pelestarian Lingkungan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Cianjur (PARADE.ID)- Mengajarkan peduli terhadap lingkungan dapat diajarkan dari lingkungan kampus. Hal itulah (kontribusi) yang ditunjukkan oleh Universitas Suryakencana melalui Jurusan Agribisnis.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Pembina Himpunan Mahasiswa Agribisnis, Angga Saputra. Menurut Angga, kontribusi dari kampus Suryakencana itu gar mahasiswa terbiasa menjaga bumi ketika bermasyarakat nanti.

“Ajakan jika menjaga lingkungan dapat terhindar dari bencana seperti banjir, pencemaran lingkungan, hingga global warming,” kata dia, ketika menjadi pembicara, Selasa (16/11/2021).

Salah satu kontribusi kampus tersebut ialah bagaimana memahami pengenaan permasalahan dan pengolahan sampah—dimulai dari sampah organik dan nonorganik. Lalu mengenalkan konsep reduce, reuse, dan recycle.

“Bisa juga membiasakan untuk membawa tempat minum dan makan ketika berpergian, dan membawa tas belanja sendiri ketika ke pusat perbelanjaan. Dan bisa mengajak untuk menanam pohon atau berkebun ketika ada waktu luang,” tambahnya.

Sosialisasi pun menurut dia diperlukan untuk menjaga (kontribusi) yang ada. Angga mengajak seluruh peserta, khusus mahasiswa jurusan agribisnis untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.

“Makna di balik tema tersebut adalah semangat dan harapan untuk mewariskan kecintaan dan penghargaan terhadap lingkungan yang nantinya akan menjadi tempat bagi generasi mendatang untuk bertumbuh dan berkembang secara optimal,” kata dia lagi.

Lewat kegiatan ini ia berharap dapat menumbuhkan rasa kepedulian yang mengena ke masyarakat Indonesia, terutama mahasiswa fakultas sains terapan untuk melestarikan lingkungan. Hal itu agar menghindari akibat-akibat yang dikarenakan pencemaran lingkungan.

“Kami percaya keterlibatan mahasiswa dapat bermanfaat bagi masyarakat guna meningkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya sendiri,” tandasnya.

(Har/PARADE.ID)

Artikel Universitas Suryakencana Ikut Berkontribusi dalam Pelestarian Lingkungan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Turunnya Peringkat Kampus Indonesia Menjadi Perhatian Banyak Pihak https://parade.id/turunnya-peringkat-kampus-indonesia-menjadi-perhatian-banyak-pihak/ Sat, 05 Jun 2021 13:58:28 +0000 https://parade.id/?p=12970 Jakarta (PARADE.ID)- Turunnya beberapa kampus di Indonesia menjadi perhatian banyak pihak. Kampus yang menjadi perhatian (khusus) ialah kampus ‘kuning’ atau Universitas Indonesia (UI) Ekonom Faisal Basri misalnya, menyoroti hal itu. Sampai-sampai Faisal menyinggung turunnya peringkat karena akrab dengan penguasa. “Semakin akrab pemimpin kampus dengan penguasa, kian jeblok prestasi akademisnya. Contoh: UI,” kata dia, Sabtu (5/6/2021), […]

Artikel Turunnya Peringkat Kampus Indonesia Menjadi Perhatian Banyak Pihak pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Turunnya beberapa kampus di Indonesia menjadi perhatian banyak pihak. Kampus yang menjadi perhatian (khusus) ialah kampus ‘kuning’ atau Universitas Indonesia (UI)

Ekonom Faisal Basri misalnya, menyoroti hal itu. Sampai-sampai Faisal menyinggung turunnya peringkat karena akrab dengan penguasa.

“Semakin akrab pemimpin kampus dengan penguasa, kian jeblok prestasi akademisnya. Contoh: UI,” kata dia, Sabtu (5/6/2021), di akun Twitternya.

Selain Faisal, ada pengamat politik Muhammad Said Didu yang juga ikut angkat suara. Menurut dia, terjadinya hal itu kepada kampus ‘kuning’ boleh jadi karena dampak dari berubahnya posisi kampus sebagai pembawa kebenaran menjadi pengusung pembenaran penguasa yang dilakukan secara kompak oleh pimpinan, dosen, dan mahasiswa.

“Selamat buat para rektor, para dosen dan para mahasiswa yg sdh ubah kampus menjadi lembaga pembenar kekuasaan,” kata dia.

Sebagai alumni dari kampus ‘kuning’, politisi Gerindra Fadli Zon juga tak ketinggalan berkomentar. Fadli bahkan merasa prihatin dengan anjloknya peringkat almamaternya yang kalah jauh dari UM Malysia.

“UI mungkin tll dekat kekuasaan, asyik di menara gading, tak ada lagi sikap kritis thd keadaan, disconnected,” kata Fadli.

Peringkat Universiti of Malaya jauh di atas universitas terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia (UI) yang berada di posisi 196.

Seperti diketahui dari Indonesia hanya UI yang berhasil menembus 200 besar jajaran kampus terbaik di Asia. Demikian dikutip detik.com.

Kondisi tahun sebelumnya kurang lebih hampir serupa dimana sejumlah perguruan tinggi Malaysia berada jauh di atas Indonesia.

Sementara peringkat UI bahkan melorot dari sebelumnya posisi 162. Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia tahun 2021 “hanya” berada pada peringkat 310. Merosot jauh dari tahun sebelumnya peringkat 264.

(Rgs/PARADE.ID)

Artikel Turunnya Peringkat Kampus Indonesia Menjadi Perhatian Banyak Pihak pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Hancur Dunia Kampus https://parade.id/hancur-dunia-kampus/ Sun, 28 Jun 2020 10:25:31 +0000 https://parade.id/?p=1866 Jakarta (PARADE.ID)- Sungguh parah negara ini. Kooptasi kampus sudah masif. Negara rasa zaman penjajahan. Suara kritis dibungkam atas nama radikalisme, intoleran, atau sejenisnya. Setelah di UGM acara diskusi dirusak dan pembicara diteror habis, kini Majelis Wali Amanat ITB diganggu oleh permintaan Gerakan Anti Radikalime Alumni ITB. Prof Din Syamsuddin merasa harus mempertimbangkan untuk mengundurkan diri […]

Artikel Hancur Dunia Kampus pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Sungguh parah negara ini. Kooptasi kampus sudah masif. Negara rasa zaman penjajahan.

Suara kritis dibungkam atas nama radikalisme, intoleran, atau sejenisnya.
Setelah di UGM acara diskusi dirusak dan pembicara diteror habis, kini Majelis Wali Amanat ITB diganggu oleh permintaan Gerakan Anti Radikalime Alumni ITB.

Prof Din Syamsuddin merasa harus mempertimbangkan untuk mengundurkan diri sebagai anggota Majelis Wali Amanat ITB demi “harmonia in progressio”.
Korban radikalisme kampus. Permainan politik murahan.

ITB yang telah menghasilkan pejuang dan proklamator bangsa sekelas Ir. Soekarno haruskah mencoreng diri di masa rezim Jokowi ?
Tangan tangan anti demokrasi, anti kritik, berbau kolonialis bisa mengobrak-abrik kampus ?
Bandung kota perjuangan. Kampus sekelas ITB seharusnya memperlihatkan citra yang membanggakan, otonom, dan progresif.

Prof Din Syamsuddin Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, serta tokoh yang malang melintang dalam organisasi perdamaian dunia.
Menjadi pengurus di lembaga-lembaga yang menyerukan pentingnya toleransi antar agama.
Tak ada bawaan atau watak membuat makar atau yang para sampah sebut radikal.

Aneh jika Ketua MWA Yani Panigoro “ngotot” untuk menyingkirkan Prof Din, apakah karena ia adalah tokoh Islam yang kritis?
Jaringan luas yang dimiliki sangat membantu untuk merealisasikan semangat ITB sebagai a world class university.
Sayangnya keluasan itu berbalas kesempitan pandangan di internal ITB sendiri. Memasung kebebasan akademik.

Secara pribadi bagi seorang Din Syamsuddin diyakini tidak terlalu penting untuk tetap menjadi anggota Majelis Wali Amanat. Dengan mudah untuk mengundurkan diri.
Akan tetapi budaya intoleran, menekan, dan radikal oleh gerakan palsu anti radikalisme adalah merendahkan martabat alumni perguruan ternama di kota Bandung ITB.

Sungguh sangat prihatin pada kehancuran dunia kampus di Indonesia.
Para akademisi yang semestinya berfikir obyektif, analitis, logis, serta kritis nampaknya telah dirusak oleh kekuatan kolonialis, pragmatis, dan mungkin agen kapitalis atau komunis.
Para Pencercah berhati kusam.

Sebenarnya tak ingin mencampuri urusan yang bukan almamater sendiri, tapi hati ini teriris dan harus berteriak kepada kekuatan para penjajah.
Anda telah berhasil menghancurkan kampus-kampus kami!.

Untuk saat ini. Tapi yakinlah tidak untuk selamanya. Kami segera merdekakan!

Bandung, 28 Juni 2020

*Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Artikel Hancur Dunia Kampus pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>