#Masjid Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/masjid/ Bersama Kita Satu Thu, 05 Sep 2024 05:02:33 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.1 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #Masjid Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/masjid/ 32 32 Masjid Nurul ‘Adli di Pengadilan Tinggi Jakarta Diresmikan https://parade.id/masjid-nurul-adli-di-pengadilan-tinggi-jakarta-diresmikan/ Thu, 05 Sep 2024 05:02:33 +0000 https://parade.id/?p=27817 Jakarta (parade.id)- Pengadilan Tinggi Jakarta hari ini menggelar acara Peresmian Masjid Nurul ‘Adli yang terletak di Lingkungan Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat. Bertepatan dengan itu juga, Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat meresmikan ruang sidang utama yang diberi nama Ruang Sidang Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin, SH. MH. Acara peresmian dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung Prof. Muhammad Syarifuddin, Para […]

Artikel Masjid Nurul ‘Adli di Pengadilan Tinggi Jakarta Diresmikan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Pengadilan Tinggi Jakarta hari ini menggelar acara Peresmian Masjid Nurul ‘Adli yang terletak di Lingkungan Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat. Bertepatan dengan itu juga, Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat meresmikan ruang sidang utama yang diberi nama Ruang Sidang Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin, SH. MH.

Acara peresmian dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung Prof. Muhammad Syarifuddin, Para Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Prof Pengadilan Negeri Jakarta serta luruh pegawai di lingkungan Pengadilan Tinggi Jakarta.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan pembacaan doa bersama.

Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta Herri Swantoro dalam sambutannya menjelaskan, Masjid Nurul ‘Adli dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan spiritual para pegawai pengadilan maupun pengunjung yang mencari keadilan. Masjid ini diharapkan dapat menjadi tempat untuk beribadah dengan nyaman.

“Berdirinya Masjid ini merupakan wujud nyata dari semangat kebersamaan sekaligus komitmen warga Pengadilan Tinggi Jakarta dalam memelihara nilai-nilai keagamaan dan spiritual di tengah kesibukan kerja yang kita jalani sehari-hari. Sebagai insan yang beriman khususnya selaku seorang muslim kita selalu berpaut dengan Masjid,” ujar Herri Swantoro, Rabu (4/9/2024).

Masjid adalah tempat kita merehatkan diri di tengah kesibukan duniawi. Masjid menyediakan suasana yang tenang dan damai di mana kita dapat  memulihkan batin,” imbuhnya.

Beliau pun mengajak suruh yang pegawai di lingkungan Pengadilan Tinggi Jakarta untuk memakmurkan masjid.

“Mari kita bersama memakmurkan masjid ini serta menjadikannya sebagai tempat untuk mempererat tali silaturahmi dan mengingatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” sambungnya.

Dalam kesempatan ini, Herri Swantoro juga menjelaskan makna daripada Masjid Nurul ‘Adli.

“Nama Nurul’ Adli yang dipilih untuk masjid ini memiliki makna yang sangat mendalam nama Nurul ‘Adli memiliki arti cahaya keadilan, nama ini mengandung isyarat buat tempat ini diharapkan menjadi pusat spiritual yang menerangi hati kita dengan nilai-nilai keadilan, kebenaran dan kedamaian,” katanya.

“Sebagai aparatur peradilan nilai-nilai keadilan dan nilai pilar utama kita keadilan yang kita tegakkan tidak hanya di dalam ruang sidang tetapi juga menyeimbangkan antara tugas duniawi dan tanggung jawab,” ujarnya.

Tak lupa, Beliau juga mengucapkan rasa terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah memberikan kontribusi atas pembangunan Masjid Nurul ‘Adli.

“Masjid Nurul’ Andi ini tentu tak lepas dari peran serta sumbangsih dari berbagai pihak, baik para donatur, panitia dan dermawan lainnya yang sudah membantu sehingga masjid ini bisa diselesaikan dengan baik dan dalam waktu yang relatif singkat mudah-mudahan bantuan donatur baik itu berupa dana, fisik, pikiran, dan selain sebagainya sehingga masjid ini bisa berdiri dengan baik semuanya akan berbuah ibadah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Mahkamah Agung Prof. M. Syarifuddin, dalam sambutannya menjelaskan, dengan pemberian nama sidang utama di Pengadilan Tinggi Jakarta.

“Mudah-mudahan dengan pemberian nama terhadap gedung ini akan mempermudah penyebutan di ruangan mana kita bersidang. Kedua, mudah-mudahan dari gedung ini apa namanya menjadi bermanfaat bagi kita terutama dalam menegakkan hukum dan keadilan akan hadir keputusan-utusan yang betul-betul mencerminkan rasa keadilan bagi para pencari keadilan tertentu,” ujarnya.

“Harapan Kita juga pada akhirnya semua apa yang kita kerjakan ini akan mendapat ridho dari Allah Yang Maha Kuasa. Lalu yang ketiga Pak Herri juga tadi menerbitkan buku, Semoga bermanfaat  yang diluncurkan pada hari ini menjadi buku atau ilmu yang bermanfaat yang senantiasa mengalirkan ibadah kepada yang menulis dan yang membacanya,” imbuhnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai petinggi Mahkamah Agung, termasuk Wakil Ketua MA Non Yudisial, Soeharto dan Ketua Kamar Pengawasan, Dwiarso Budi Santiarto, Ketua Kamar Pidana Prim Haryadi, Ketua Kamar Agama Yasardin, Ketua Kamar Pembinaan Syamsul Ma’Arif dan Panitera, Heru Pramono, beserta para undangan pejabat tinggi lainnya.

Acara dilanjutkan pemotongan tumpeng dan pemotongan pita oleh Ketua Makahmah Agung RI Prof.M Syarifuddin didampingi Sunarto dan Wakil MA Bidang Yudisial Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Dr Herri Swantoro bersama Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Artha Theresia*

Artikel Masjid Nurul ‘Adli di Pengadilan Tinggi Jakarta Diresmikan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Kubah Masjid Raya JIC Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya https://parade.id/kubah-masjid-raya-jic-terbakar-ini-dugaan-penyebabnya/ Wed, 19 Oct 2022 23:07:19 +0000 https://parade.id/?p=21790 Jakarta (parade.id)- Kemarin (19/10/2022) sore, kubah Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC), Koja, Jakarta Utara, terbakar. Dugaan penyebab terbakar dari aktivitas pekerjaan perbaikan kubah masjid. “Sebab per tanggal 26 Agustus 2022, Masjid Raya JIC sedang dalam masa renovasi yang dikerjakan oleh PT Dwi Agung Sentosa Pratama yang ditunjuk oleh PT Mitra Sindo Makmur berdasarkan surat […]

Artikel Kubah Masjid Raya JIC Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (parade.id)- Kemarin (19/10/2022) sore, kubah Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC), Koja, Jakarta Utara, terbakar. Dugaan penyebab terbakar dari aktivitas pekerjaan perbaikan kubah masjid.

“Sebab per tanggal 26 Agustus 2022, Masjid Raya JIC sedang dalam masa renovasi yang dikerjakan oleh PT Dwi Agung Sentosa Pratama yang ditunjuk oleh PT Mitra Sindo Makmur berdasarkan surat nomor 017/MSM/VIII/2022. Tertanggal 19 Agustus 2022,” demikiak keterangan Humas Masjid JIC Paimun Karim, kepada media.

Kebakaran, kata Paimun, terjadi setelah salat asar, sekira pukul 15.15 WIB. Api pertama kali membakar dari sisi barat kubah Masjid JIC.

“Angin yang bertiup kencang sehingga dengan cepat membakar bagian lain dari badan kubah Masjid JIC. Dalam waktu kurang lebih setengah jam, kubah utama Masjid Raya JIC rubuh ke lantai dua dan reruntuhannya juga sampai ke lantai satu bangunan Masjid Raya JIC.
Cepatnya runtuh kubah juga mungkin disebabkan oleh beratnya beban 12 buah lampu kipas khas Betawi dengan berat 1 ton,” ia menjelaskan.

Api berhasil dipadamkan pada pukul 17.00 WIB. Kebakaran pun bisa dikendalikan sehingga tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya yakni Gedung Sosial Budaya dan Gedung Bisnis.

“Untuk mengatasi kebakaran Masjid JIC, telah dikerahkan delapan mobil pemadam kebakaran dari unit pemadam Jakarta Utara. Tidak ada korban jiwa.
Beberapa dokumen dan perangkat komputer dari Pengelola Masjid Raya JIC dan lembaga-lembaga agama Islam lainnya juga berhasil diamankan dan dipindahkan ke Perpustakaan di Gedung Sosial Budaya,” penjelasannya.

Masjid JIC mulai dibangun pada tanggal 1 Oktober 2001 dan pertama kali dipakai untuk shalat Jumat pada tanggal 9 September 2002 dan diresmikan pada 4 Maret 2002. Masjid JIC selama dua dekade ini menjadi masjid kebanggaan masyarakat Jakarta.

Aspek sejarahnya yang berdiri di eks lokasi lokalisasi Kramat Tunggak seluas 10,9 hektar menjadi fenomenal. Ciri khas lainnya adalah bentang kubah Masjid JIC sebagai masjid dengan bentangan kubah tanpa tiang terpanjang se-Asia Tenggara yakni 66 meter.

(Rob/parade.id)

Artikel Kubah Masjid Raya JIC Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Milad ke-14, AQL Islamic Center Bangun 14 Masjid https://parade.id/milad-ke-14-aql-islamic-center-bangun-14-masjid/ Thu, 21 Jul 2022 00:29:36 +0000 https://parade.id/?p=20654 Jakarta (PARADE.ID)- Jelang hari jadinya yang ke-14, AQL Islamic Center menggandeng unit kemanusiaannya (AQL Peduli) dalam aksi membangun masjid di 14 titik (wilayah). 14 tahun hadir menemani umat dalam program utamanya yaitu tadabbur Qur’an, AQL tak melupakan kebutuhan umat akan pemenuhan fasilitas tempat ibadah, yaitu masjid-masjid yang didirikan di berbagai wilayah. Pembangunan masjid ini selain […]

Artikel Milad ke-14, AQL Islamic Center Bangun 14 Masjid pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Jelang hari jadinya yang ke-14, AQL Islamic Center menggandeng unit kemanusiaannya (AQL Peduli) dalam aksi membangun masjid di 14 titik (wilayah). 14 tahun hadir menemani umat dalam program utamanya yaitu tadabbur Qur’an, AQL tak melupakan kebutuhan umat akan pemenuhan fasilitas tempat ibadah, yaitu masjid-masjid yang didirikan di berbagai wilayah.

Pembangunan masjid ini selain sebagai fasilitas ibadah untuk kaum muslimin, nantinya juga diharapkan dapat digunakan sebagai pusat pendidikan dan dakwah Islam, seperti Rumah Tadabbur Qur’an (RTQ) serta kegiatan dakwah lainnya.

“Pembangunan Masjid untuk Peradaban Qur’an ini, selain karena kebutuhan di masing-masing lokasi, juga dalam rangka mengambil keberkahan dari milad AQL itu sendiri yang sudah diawali dengan momen khatam qur’an,” ungkap Edi Djunaedi selaku manajer operasional AQL Peduli.

AQL Islamic Center yang mengusung tema besar #BahagiaKhatamQur’an di miladnya yang ke 14 tak ingin menyia-nyiakan momen istimewa penuh keberkahan ini.

Oleh karenanya, AQL Islamic Center hadir di tengah umat bersama AQL Peduli membangun Masjid untuk perkembangan Peradaban Qur’an beserta dengan program tadabburnya.

Titik pembangunan 14 masjid tersebut di antaranya yaitu di Lombok Timur, Pulau Widi (Maluku Utara), Desa Lolu (Sigi Sulawesi Tengah), Kulawi (Biromaru Palu), Donggala (Palu), Bisui (Halmahera Selatan), dan Cipendawa (Bogor).

Ada pula di Tebet (Jakarta), Mamuju (Sulawesi Barat), Kecamatan Sigi Kota (Sulawesi Tengah), Sukadana (Lampung), Bongki Sulawesi Selatan, Labuan Bajo, dan Pasaman (Sumatera Barat).

Dalam membangun 14 masjid di berbagai titik tersebut, telah berdiri juga masjid-masjid yang berada di wilayah relokasi bencana yang dihuni sekitar 1.000 jiwa seperti di Palu, Sigi, Cipendawa, daerah muslim minoritas dan di daerah pelosok pedalaman lainnya.

Saat ini masjid-masjid tersebut telah aktif dalam kegiatan tadabbur dan keagamaan lainnya. Dalam mewujudkan aksinya, AQL Peduli tentunya tidak sendirian.

Peran donatur, relawan, simpatisan dan para pekerja lainnya sangat berarti dalam mewujudkan Masjid untuk Peradaban Qur’an.*

Artikel Milad ke-14, AQL Islamic Center Bangun 14 Masjid pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siradj Resmikan Masjid Baiturohman di Cianjur https://parade.id/ketum-pbnu-kiai-said-aqil-siradj-resmikan-masjid-baiturohman-di-cianjur/ Tue, 23 Nov 2021 08:32:57 +0000 https://parade.id/?p=16295 Cianjur (PARADE.ID)- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) kiai Said Aqil Siradj hari ini, Selasa (23/11/2021) meresmikan masjid Baiturohman di Cianjur, Jawa Barat. Masjid itu terletak di kampung Tugu Kulon RT 003/002 kelurahan Sayang, kecamatan Cianjur, Jawa Barat. Sebelum peresmian, kiai Said disambut Ketua PCNU kabupaten Cianjur kiai Choerul Anam dan Ketua PWNU […]

Artikel Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siradj Resmikan Masjid Baiturohman di Cianjur pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Cianjur (PARADE.ID)- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) kiai Said Aqil Siradj hari ini, Selasa (23/11/2021) meresmikan masjid Baiturohman di Cianjur, Jawa Barat.

Masjid itu terletak di kampung Tugu Kulon RT 003/002 kelurahan Sayang, kecamatan Cianjur, Jawa Barat.

Sebelum peresmian, kiai Said disambut Ketua PCNU kabupaten Cianjur kiai Choerul Anam dan Ketua PWNU Jawa Barat kiai Juhadi Muhammad. Sambutan kedua kiai tersebut cukup hangat. Demikian kontributor parade.id mengikuti momen tersebut.

Selain sambutan dari dua kiai (pengurus setempat), kiai Said juga disambut dengan salawat Nabi Muhammad saw.

Mereka yang menyambut selain tokoh PBNU daerah, juga disambut ratusan orang pengurus, kader, dan jamaah masjid. Penyambut tampak antusias.

(Ang/PARADE.ID)

Artikel Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siradj Resmikan Masjid Baiturohman di Cianjur pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Kiai Cholil Nafis Mengaku Heran, Masjid Ditutup tapi Mal Dibuka https://parade.id/kiai-cholil-nafis-mengaku-heran-masjid-ditutup-tapi-mal-dibuka/ Tue, 06 Jul 2021 07:24:31 +0000 https://parade.id/?p=13631 Jakarta (PARADE.ID)- Di masa PPKM Darurat seperti ini segala aktivitas masyarakat dipantau betul oleh petugas, baik itu dari TNI, Polri, Satpol PP, Satgas Covid-19 dll. Tetapi, ada yang unik dari cerita salah satu warganet soal adanya imbauan atau kebijakan soal dibuka atau ditutupnya mal dan masjid. Warganet ini pun menanyakan hal itu kepada KH. Cholil […]

Artikel Kiai Cholil Nafis Mengaku Heran, Masjid Ditutup tapi Mal Dibuka pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Di masa PPKM Darurat seperti ini segala aktivitas masyarakat dipantau betul oleh petugas, baik itu dari TNI, Polri, Satpol PP, Satgas Covid-19 dll. Tetapi, ada yang unik dari cerita salah satu warganet soal adanya imbauan atau kebijakan soal dibuka atau ditutupnya mal dan masjid.

Warganet ini pun menanyakan hal itu kepada KH. Cholil Nafis selaku Ketua MUI. Dalam pertanyaan warganet tersebut menyinggung mal masih tetap dibuka tapi sebaliknya untuk masjid (ditutup) di masa PPKM Darurat ini.

“Maaf pak kyai, mengapa sholat yg hanya sktr 10 menit dan bisa diatur dg prokes tidak diperbolehkan, tetapi supermarket dan toko2 kebutuhan pokok diperbolehkan asalkan dengan prokes, pdhl ditoko itu mlh bisa berlama2, apakah sholat di masjid begitu mengerikan ?” tanya akun @C_DIGDOYO.

Namun akun tersebut tidak menyebutkan masjid mana yang ditutup.

Kiai Cholil pun menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan bahwa dirinya heran jika masih ada yang seperti itu.

“Itu juga saya heran. Makanya sedari awal saya usul jgn tutup masjid,” jawabnya.

Padahal, di cuitan lainnya, kiai Cholil mengatakan bahwa masjid tetap berfungsi sebagaimana mestinya, misal untuk syiar dan kegiatan sosial lainnya. Masjid juga bisa tetap azan, qurvan, dan takbiran.

“Ya, pemahaman masyarakat beda2. Pemahaman saya yg ditutup itu kegiatan yg menimbulkan kerumunan di masjid di zona merah Covid-19. Shalat Iednya koordinasi dg pemerintah setempat,” kata dia.

Masih cuitan yang serupa, beliau mengatakan kalau di salah satu daerah dalam status zona merah dan khawatir menularkan, maka jangan melaksanakan salat jumat.

“masjid jangan ditutup, Tetap adzan, sentra edukasi dan sosialisasi bahkan bisa jalin solidaritas dg infaq dan sadekah.”

Tetapi, untuk daerahnya yang statusnya zona hijau, maka salat di masjid, jumatan, tapi dengan protokol kesehatan yang ketat. Juga kata beliau jangan terima orang selain daerah tersebut.

(Rgs/PARADE.ID)

Artikel Kiai Cholil Nafis Mengaku Heran, Masjid Ditutup tapi Mal Dibuka pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Kata Ketua MUI soal Saudi Keluarkan Aturan Pengeras Suara Masjid https://parade.id/kata-ketua-mui-soal-saudi-keluarkan-aturan-pengeras-suara-masjid/ Thu, 27 May 2021 16:40:44 +0000 https://parade.id/?p=12777 Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Cholil Nafis menanggapi aturan pemerintah Arab Saudi yang mengatur pengeras suara untuk masjid. Beliau, tampaknya sepakat dengan aturan tersebut. Bahkan menurut dia, Indonesia perlu mengikuti aturan tersebut. “Di Indonesia perlu disadarkan utk pengaturan pengeras suara masjid agar tidk@mengganggu masyarakat sekitar, khususnya masjid di kota dan pemukiman padat. […]

Artikel Kata Ketua MUI soal Saudi Keluarkan Aturan Pengeras Suara Masjid pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Cholil Nafis menanggapi aturan pemerintah Arab Saudi yang mengatur pengeras suara untuk masjid. Beliau, tampaknya sepakat dengan aturan tersebut.

Bahkan menurut dia, Indonesia perlu mengikuti aturan tersebut.

“Di Indonesia perlu disadarkan utk pengaturan pengeras suara masjid agar tidk@mengganggu masyarakat sekitar, khususnya masjid di kota dan pemukiman padat. Bahwa speaker utk azan dan iqamah yg tak dibatasi tapi acara lainnya disesuaikan dg keperluannya,” kata dia, Kamis (27/5/2021), di akun Twitter-nya.

Dikutip detik.com, disebutkan bahwa Kementerian Urusan Islam Arab Saudi telah memberlakukan pembatasan penggunaan pengeras suara di masjid. Penggunaan pengeras suara masjid hanya diizinkan untuk azan dan iqomah saja.

Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Abdul Latif Al Sheikh, Menteri Urusan Islam Saudi, ke semua masjid di seluruh Kerajaan Saudi.

Surat edaran ini dimaksudkan untuk membatasi penggunaan pengeras suara hanya untuk azan dan iqomah. Masjid juga diimbau untuk menurunkan volume pengeras suara ke tingkat sepertiga.

Menteri Abdul Latif Al Sheikh memperingatkan bahwa sanksi akan dijatuhkan terhadap siapa pun yang melanggar surat edaran kementerian yang terbit pada hari Minggu (23/5) tersebut.

Azan adalah azan pertama. Sedangkan iqomah adalah azan kedua yang menunjukkan imam telah mengambil tempatnya menghadap ke arah ka’bah dan salat akan segera dimulai.

Surat edaran tersebut didasarkan pada Hadis Nabi Muhammad (SAW) yang berbunyi “Sesungguhnya! Anda masing-masing memanggil Tuhannya dengan tenang. Yang satu tidak boleh mengganggu yang lain dan yang satu tidak harus meninggikan suara dalam pelafalan atau dalam doa di atas suara yang lain.”

(Rgs/PARADE.ID)

Artikel Kata Ketua MUI soal Saudi Keluarkan Aturan Pengeras Suara Masjid pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Nyanyi di Masjid https://parade.id/nyanyi-di-masjid/ Tue, 18 May 2021 23:21:18 +0000 https://parade.id/?p=12604 Jakarta (PARADE.ID)- Kejadian Bipang Ambawang seharusnya membuat pejabat manapun lebih hati2. Segala sesuatu yg bisa membuat ribut, hindari. Jika kita tidak paham, maka bertanya dulu, cross check kemana2. Tapi sepertinya, meskipun Bipang Ambawang sudah terjadi, tetap saja tidak kapok2nya. Kali ini giliran pemda DKI yang melakukannya. Lewat akun resmi milik Pemda DKI, mereka memposting paduan […]

Artikel Nyanyi di Masjid pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Kejadian Bipang Ambawang seharusnya membuat pejabat manapun lebih hati2. Segala sesuatu yg bisa membuat ribut, hindari. Jika kita tidak paham, maka bertanya dulu, cross check kemana2. Tapi sepertinya, meskipun Bipang Ambawang sudah terjadi, tetap saja tidak kapok2nya.

Kali ini giliran pemda DKI yang melakukannya. Lewat akun resmi milik Pemda DKI, mereka memposting paduan suara di masjid Istiqlal dalam rangka menyambut lebaran. Niatnya sih baik. Samalah kayak Bipang Ambawang, baik niatnya. Percaya. Tapi seriusan, kamu tidak tahu bagi sebagian besar muslim, bernyanyi di masjid itu termasuk dilarang?

Masa’ masjid kamu jadikann tempat nyanyi2, paduan suara? Bahkan kalaupun hanya jadi latar video, itu sensitif sekali. Yes. Tahu, niatnya baik, dalam rangka menyambut lebaran. Biar meriah. Ramai. Tapi itu berlebihan. Sama kayak promo babi panggang pas libur lebaran, itu baiiik banget niatnya. Karena bukan cuma umat Islam yg liburan pas lebaran. Tapi ayolah, sensitif sedikit.

Video2 ini sudah dihapus dari akun medsos Pemda DKI. Pejabatnya sudah minta maaf. Maka semoga yang tersisa adalah: yuks mari tingkatkan sedikit literasi kita dalam banyak hal.

Ketahuilah, saat literasi kita memadai. Pengetahuan kita luas, maka kita bisa lebih sensitif, lebih bersimpati, lebih berempati ke orang lain. Karena duuuh, hidup ini bukan sekadar niat baik saja. Hidup ini juga tentang toleransi, menjaga perasaan orang lain. Apalagi hal2 yg sangat sensitif.

Tapi kan, tapi kan di tempat lain boleh saja tuh mau pesta2, joget2, nyanyi2 di rumah ibadah. Duuh, dik, saat nyepi di Bali, kamu dilarang total berisik. Dan itu final. End discussion. Kalau kamu memang hobi mengkritisi ritual dan keyakinan agama lain, maka apapun akan jadi masalah bagi kamu. Karena bagi kamu, agama sendiri pun kamu phobia.

Mulailah saling memahami, bukan saling mengkritisi ritual agama.

Termasuk pahamilah: kita bisa tetap bernyanyi dengan latar Monas, Ancol, dan ribuan spot lainnya dalam rangka memeriahkan lebaran Idul Fitri. Termasuk bisa mempromosikan pempek palembang, siomay Bandung, dan ribuan makanan lainnya dalam rangka libur lebaran.

*Tere Liye, Penulis Novel ‘Selamat Tinggal’

Artikel Nyanyi di Masjid pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Toleransi yang Menghancurkan https://parade.id/toleransi-yang-menghancurkan/ Mon, 17 May 2021 07:53:11 +0000 https://parade.id/?p=12561 Jakarta (PARADE.ID)- Viral video paduan suara menyanyikan lagu Asmaul Husna di dalam Masjid Istiqlal. Berkostum beragam meski berwarna putih. Ada yang pakai kerudung ada pula yang rambut terurai meski berpenutup kepala. Konduktor berkopeah haji. Sebagai sebuah paduan suara, maka iramanya terkesan gerejani. Di media sosial minim pujian, yang ada adalah banyaknya kritik tidak setuju Masjid […]

Artikel Toleransi yang Menghancurkan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Viral video paduan suara menyanyikan lagu Asmaul Husna di dalam Masjid Istiqlal. Berkostum beragam meski berwarna putih. Ada yang pakai kerudung ada pula yang rambut terurai meski berpenutup kepala. Konduktor berkopeah haji. Sebagai sebuah paduan suara, maka iramanya terkesan gerejani.

Di media sosial minim pujian, yang ada adalah banyaknya kritik tidak setuju Masjid Istiqlal digunakan sengaja konon untuk memeriahkan Iedul Fitri.  Tertulis grup paduan suara “Jakarta Youth Choir” dan netizen menduga tidak semua muslim penyanyinya. JYC biasa dilatih dan dikonduktori Septi Adi Kristanto Simanjuntak. Founder dan pembina JYC adalah Ponirin Ariadi Limbong.

Ironinya adalah ketika kegiatan ibadah di Masjid Istiqlal dilakukan secara terbatas dan ketat sebagai efek pandemi, justru kegiatan nyanyi-nyanyi paduan suara dilaksanakan di dalam Masjid. Meskipun lagunya Asmaul Husna namun sangat terasa tak pantas.

Memang Jakarta Youth Choir sering ikut dalam berbagai perlombaan konser paduan suara di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa penghargaan didapat dari lomba antara lain tahun 2018 yang diadakan di Gereja Santa Maria di Pusat Kota Roma. Tahun 2020 dari Consorco  Corale Internazionale di Roma juga, hanya dilaksanakan secara virtual.

Perkara bahwa non muslim boleh atau haram untuk Masuk masjid terjadi pro dan kontra di kalangan ulama. Sebagian besar mengharamkan kecuali ada uzur dan izin umat Islam. Dalam kaitan madzhab hanya Hanafi yang membolehkan, Syafi’i dan Hanbali mengharamkan walau demi kemashlahatan, sedangkan Maliki mengharamkan kecuali ada uzur.

Jika dilihat dari keperluan sekedar nyanyi-nyanyi nampaknya tidak masuk dalam kategori uzur syar’i. Apalagi dengan irama gerejani yang di luar budaya Islami. Karenanya masuknya group paduan suara JYC bernyanyi di Masjid Istiqlal pantas menjadi kontroversi. Sebenarnya jika hanya untuk memeriahkan lebaran, cukup shooting dilakukan di halaman dengan latarbelakang Masjid Istiqlal. Aman.

Nazaruddin Umar, MA PhD Imam Besar Masjid Istiqlal patut untuk mengklarifikasi dan mempertanggungjawabkan kegiatan yang tak pantas ini. Jangan sampai nyanyi di Masjid terkesan sebagai balasan dari santri-santri yang ikut menyanyikan “Merry Christmas” atau “Haleluya” di Gereja.

Kalau sudah begini maka namanya adalah “toleransi yang menghancurkan”.

Bandung, 17 Mei 2021

*Pemerhati Politik dan Keagamaan, M. Rizal Fadillah

Artikel Toleransi yang Menghancurkan pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>