#Microsoft Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/microsoft/ Bersama Kita Satu Thu, 01 Jul 2021 12:50:12 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #Microsoft Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/microsoft/ 32 32 Delapan Dinas Pendidikan Gandeng Microsoft Ciptakan Pendidikan Modern https://parade.id/delapan-dinas-pendidikan-gandeng-microsoft-ciptakan-pendidikan-modern/ Thu, 01 Jul 2021 12:50:12 +0000 https://parade.id/?p=13515 Jakarta (PARADE.ID)- Sebanyak delapan Dinas Pendidikan di Indonesia, mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Kaur, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Muna, Kota Balikpapan, Kota Kendari, dan Kota Samarinda bermitra dengan perusahaan teknologi internasional guna menciptakan akses pendidikan yang modern di era percepatan transformasi digital. Delapan Dinas Pendidikan itu mengadopsi penggunaan teknologi “Microsoft 365 […]

Artikel Delapan Dinas Pendidikan Gandeng Microsoft Ciptakan Pendidikan Modern pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Sebanyak delapan Dinas Pendidikan di Indonesia, mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Kaur, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Muna, Kota Balikpapan, Kota Kendari, dan Kota Samarinda bermitra dengan perusahaan teknologi internasional guna menciptakan akses pendidikan yang modern di era percepatan transformasi digital.

Delapan Dinas Pendidikan itu mengadopsi penggunaan teknologi “Microsoft 365 for education” dalam pengembangan kompentensi digital tenaga pendidik yang telah ditunjuk oleh masing- masing dinas. Langkah itu juga menjadi arena bagi guru dan murid untuk mengikuti sertifikasi kompetensi digital berskala internasional.

“Tidak ada satu sistem pembelajaran yang efektif untuk semua anak. Sebagai pendidik, tugas kami adalah berinovasi, memaksimalkan fleksibilitas dan kemudahan yang dihadirkan teknologi, dalam memaksimalkan pengalaman belajar yang terpersonalisasi bagi para siswa,” kata Pejabat Fungsional Umum Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Joko Setiyono dalam keterangannya sebagai perwakilan dari Dinas Pendidikan yang berkolaborasi dengan Microsoft, Kamis.

Pengadopsian teknologi ini akan menata ulang konsep ruang kelas di masing-masing sekolah menjadi digital, sehingga mendukung digitalisasi sekolah yang merupakan bagian dari program Sekolah Penggerak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Melalui program itu, pendidik dapat menulis, menggambar, dan memberikan penekanan pada materi pembelajaran layaknya di papan tulis biasa melalui fitur “Whiteboard”.

Mereka juga akan mampu menganalisis keterlibatan peserta didik di masing-masing mata pelajaran secara lebih komprehensif melalui fitur “Analytics”.

Dengan demikian, pendidik dapat lebih memahami minat dan karakter para peserta didik, untuk membantu mendampingi serta mengarahkan tumbuh kembang mereka.

Sementara dari sisi peserta didik, mereka dapat mengulang atau mengjar materi pembelajaran di waktu produktif mereka sesuai dengan kecepatan belajar masing- masing menggunakan fitur “Recording” dan “Transcript”.

“Kemampuan teknologi membagi peserta didik ke dalam beberapa grup kecil untuk berdiskusi, mengerjakan suatu dokumen secara kolaboratif bersama teman sekelompok, memberikan tugas dengan sistem tagging dan tenggat waktu tertentu, serta mengajukan pertanyaan melalui kolom chat, juga akan mentransformasi seluruh sistem pembelajaran,” kata Joko.

“Sebab, kemampuan ini dapat dimanfaatkan peserta didik untuk memilih sendiri cara belajar yang sesuai bagi mereka,” ujar Joko menambahkan.

Kolaborasi untuk menghadirkan pendidikan modern di tengah era pendidikan digital itu disambut dengan sangat baik Microsoft.

“Melalui kerja sama delapan Dinas Pendidikan dengan Microsoft, saya berharap lebih dari 2.000 sekolah, 40.000 tenaga pengajar, dan 600.000 siswa di Indonesia yang berada dalam naungan delapan Dinas Pendidikan tersebut, akan lebih siap menyambut serta menjalankan tahun ajaran 2021/2022,“ ujar Public Sector Director Microsoft Indonesia Norman Yoshua.

Microsoft juga menyediakan komunitas pengajar “Microsoft Innovative Educator” yang kini diikuti lebih dari 100.000 guru dari 34 provinsi yang aktif mengikuti Training of Trainers (ToT).

Dalam program itu, para guru rutin berbagi keterampilan digital baru yang mereka pelajari kepada satu sama lain, serta pengalaman berinovasi dengan teknologi di kelas digital.

Dalam dua tahun pelaksanaan, sebanyak 125.000 guru di Indonesia berpartisipasi dan memperkuat kesiapan Indonesia dalam melakukan transformasi pendidikan sebagai bekal menuju kemajuan Indonesia di masa depan.

“Adanya dukungan Dinas Pendidikan akan mempercepat transformasi ini. Diawali dengan peningkatan keterampilan sekelompok guru, kini pendidikan di kota, kabupaten, dan provinsi tersebut juga siap bertransformasi,” kata Norman.

*Sumber: antaranews.com

Artikel Delapan Dinas Pendidikan Gandeng Microsoft Ciptakan Pendidikan Modern pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Microsoft Bentuk Dewan Keamanan Siber Asia https://parade.id/microsoft-bentuk-dewan-keamanan-siber-asia/ Wed, 02 Jun 2021 03:18:59 +0000 https://parade.id/?p=12878 Jakarta (PARADE.ID)- Microsoft mengumumkan Dewan Eksekutif Keamanan Siber Sektor Publik Asia Pasifik untuk melawan kejahatan siber di kawasan ini. Dalam siaran pers, dikutip Rabu, dewan ini berisi 15 pembuat kebijakan dari Indonesia, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand, serta pakar keamanan siber dari Microsoft. Dewan Microsoft ini berupaya merespons serangan siber lebih […]

Artikel Microsoft Bentuk Dewan Keamanan Siber Asia pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Microsoft mengumumkan Dewan Eksekutif Keamanan Siber Sektor Publik Asia Pasifik untuk melawan kejahatan siber di kawasan ini.

Dalam siaran pers, dikutip Rabu, dewan ini berisi 15 pembuat kebijakan dari Indonesia, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand, serta pakar keamanan siber dari Microsoft.

Dewan Microsoft ini berupaya merespons serangan siber lebih cepat dengan kerja sama sektor pemerintahan dengan swasta. Berdasarkan data dari Microsoft Defender, antivirus tersebut melihat peningkatan kasus ransomware hingga 31 persen selama 18 bulan belakangan.

Sementara untuk Asia Pasifik, serangan malware dan ransomware lebih tinggi 1,7 kali dibandingkan kawasan lain.

“Ancaman dan serangan siber tidak dapat dihindari di dunia yang saling terhubung ini, itulah sebabnya kekuatan kolektif dan kolaborasi kita sebagai komunitas menjadi sangat penting. Pengumuman hari ini adalah langkah pertama untuk melindungi komunitas kita di dunia maya dan saya sangat senang mengumumkan peluncuran Dewan Eksekutif Keamanan Siber Sektor Publik Asia Pasifik pertama dengan anggota pendiri yang mencakup pemerintah, pembuat kebijakan, regulator, serta pemangku kepentingan industri di seluruh wilayah,” kata Manajer Umum Sektor Publik Microsoft Asia Pasifik, Sherie Ng.

Microsoft melalui dewan tersebut berencana membuat forum yang berisi pimpinan negara atau pemerintahan dan penasihat industri keamanan siber, yang akan berdiskusi untuk meningkatkan keterampilan digital tenaga kerja dan mengurangi kesenjangan kemampuan dalam kemampuan siber.

*Sumber: antaranews.com

Artikel Microsoft Bentuk Dewan Keamanan Siber Asia pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Kasus Malware Indonesia Lebih Tinggi dari Rata-rata di Asia Pasifik https://parade.id/kasus-malware-indonesia-lebih-tinggi-dari-rata-rata-di-asia-pasifik/ Sun, 28 Jun 2020 09:47:52 +0000 https://parade.id/?p=1843 Jakarta (PARADE.ID)- Microsoft menemukan kasus malware dan ransomware pada dunia siber Indonesia sepanjang 2019 masih tinggi, lebih tinggi dari kasus rata-rata di kawasan Asia Pasifik. “Seringkali, kasus malware tinggi berkorelasi dengan tingkat pembajakan dan keamanan dunia maya secara keseluruhan, yang mencakup patching dan pembaruan perangkat lunak secara berkala,” kata Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Haris Izmee, […]

Artikel Kasus Malware Indonesia Lebih Tinggi dari Rata-rata di Asia Pasifik pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Microsoft menemukan kasus malware dan ransomware pada dunia siber Indonesia sepanjang 2019 masih tinggi, lebih tinggi dari kasus rata-rata di kawasan Asia Pasifik.

“Seringkali, kasus malware tinggi berkorelasi dengan tingkat pembajakan dan keamanan dunia maya secara keseluruhan, yang mencakup patching dan pembaruan perangkat lunak secara berkala,” kata Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Haris Izmee, dalam keterangan resmi, dikutip Minggu.

Temuan tersebut berdasarkan riset Security Endpoint Threat Report 2019 bahwa kasus malware di Indonesia tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Indonesia tercatat memiliki tingkat kasus malware 10,68 persen pada 2019.

Kondisi tersebut dua kali lebih tinggi dari rata-rata regional, meski pun sudah mengalami penurunan 39 persen pada 2019 lalu.

Sementara kasus ransomware Indonesia pada 2019 menduduki posisi kedua tertinggi di Asia Pasifik, sebesar 0,14 persen atau 2,8 kali lebih tinggi dari rata-rata regional.

Kasus ransomware tahun lalu juga turun sebesar 46 persen dibandingkan 2018.

Haris menyatakan negara yang memiliki tingkat pembajakan lebih tinggi dan pengetahuan keamanan siber yang lebih rendah cenderung terdampak lebih besar ancaman siber.

Indonesia juga mengalami kasus penambangan mata uang kripto, atau cryptomining, yang tinggi sebanyak 0,10 persen. Kasus tersebut dua kali lebih tinggi dari rata-rata regional.

“Dengan fluktuasi nilai cryptocurrency sekarang serta meningkatnya waktu yang diperlukan untuk menghasilkan uang digital ini, para penjahat kembali memfokuskan upaya mereka untuk terus mengeksploitasi pasar yang memiliki kesadaran dan adopsi praktik keamanan dunia maya yang rendah,” kata Haris.

Berkaitan dengan keamanan siber terkini, Microsoft melihat pandemi virus corona juga menimbulkan serangan di dunia maya. Tim Microsoft Intelligence Protection menemukan setiap negara setidaknya memiliki satu serangan bertema COVID-19.

Serangan tersebut sebenarnya merupakan cara lama, namun, penjahat siber mengubahnya sedikit dengan tema COVID-19. Mereka menyerang dengan mengirim malware, phishing maupun ransomware yang memuat kata COVID-19.

Microsoft menyarankan untuk mengurangi serangan siber, pengguna individu maupun perusahaan perlu menggunakan perangkat lunak yang sah, patching perangkat lunak, serta memastikan perangkat lunak selalu diperbarui.

(Antara/PARADE.ID)

Artikel Kasus Malware Indonesia Lebih Tinggi dari Rata-rata di Asia Pasifik pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>