#Youtube Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/youtube/ Bersama Kita Satu Fri, 12 Nov 2021 10:44:30 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://parade.id/wp-content/uploads/2020/06/cropped-icon_parade-32x32.jpeg #Youtube Arsip - Parade.id https://parade.id/tag/youtube/ 32 32 Hindari Perundungan, YouTube Akan Hapus Jumlah “Dislike” https://parade.id/hindari-perundungan-youtube-akan-hapus-jumlah-dislike/ Fri, 12 Nov 2021 10:44:30 +0000 https://parade.id/?p=16135 Jakarta (PARADE.ID)- YouTube akan menghapus jumlah “dislike” yang terhitung pada layanannya untuk menghindari dan mengantisipasi cyberbullying atau perundungan siber. Aplikasi dengan dua miliar pengguna berbayar bulanan itu mengatakan perubahan tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga akhirnya bisa terealisasi secara global. Mengutip Cnet, Jumat, tombol “dislike” akan tetap ada namun yang berubah adalah angka yang muncul dari tombol […]

Artikel Hindari Perundungan, YouTube Akan Hapus Jumlah “Dislike” pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- YouTube akan menghapus jumlah “dislike” yang terhitung pada layanannya untuk menghindari dan mengantisipasi cyberbullying atau perundungan siber.

Aplikasi dengan dua miliar pengguna berbayar bulanan itu mengatakan perubahan tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga akhirnya bisa terealisasi secara global.

Mengutip Cnet, Jumat, tombol “dislike” akan tetap ada namun yang berubah adalah angka yang muncul dari tombol tidak suka tersebut tidak akan ditampilkan.

Tombol itu dipertahankan agar YouTube dapat mengetahui konten yang tidak disukai pengguna dan tidak lagi merekomendasikan konten sejenis, meski demikian kreator tetap akan bisa melihat jumlah “dislike” dari dashboard pribadi mereka sehingga jumlah “dislike” tidak akan diketahui oleh publik.

Keputusan itu diambil setelah YouTube mengklaim telah melakukan penelitian mendalam serta eksperimen dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam eksperimen itu didapati kreator konten yang baru merintis kanalnya rupanya lebih mudah mendapatkan serangan “dislike” akibat kehadiran fitur itu.

Selain itu didapati beberapa kreator konten memanfaatkan tombol “dislike” sebagai sumber pemasukan sehingga menyiapkan konten- konten yang tidak berguna bahkan hanya bermodal clickbait hingga bersifat SPAM.

Langkah itu diambil juga berkaca dari berbagai penelitian, khususnya terkait kesehatan mental yang menunjukan banyak pengguna yang mengalami gangguan kesehatan mental karena merasa dirundung akibat tombol “dislike” tersebut.

YouTube juga menegaskan dengan menghilangkan angka “dislike”, platformnya mencoba meningkatkan rasa keamanan dan inklusivitas layanan sehingga ruang digital tersebut dapat lebih nyaman digunakan oleh banyak pengguna.

Selain YouTube, sebelumnya Facebook dan Instagram juga sempat menggunakan opsi menyembunyikan jumlah “Like” di layanan mereka.

*Sumber: Antara

Artikel Hindari Perundungan, YouTube Akan Hapus Jumlah “Dislike” pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Tengku Berencana Melaporkan Akun Channel Youtube yang Memfitnahnya https://parade.id/tengku-berencana-melaporkan-akun-channel-youtube-yang-memfitnahnya/ Sun, 07 Feb 2021 13:54:26 +0000 https://parade.id/?p=10597 Jakarta (PARADE.ID)- Pendakwah ustaz Tengku Zulkarnain berencana melaporkan dua akun channel Youtube yang dinilai telah melakukan fitnah kepada dirinya. Yakni atas nama ‘JALAN PINTAS’ dan ‘PAKDE TV’. “Ingin bertanya kepada @kemkominfo dan @DivHumas_Polri  Apakah pembuat video ini melanggar UU ITE kah?” demikian yang tertulis di akunnya. Kedua akun channel Youtube tersebut dinilai olehnya telah memfitnah […]

Artikel Tengku Berencana Melaporkan Akun Channel Youtube yang Memfitnahnya pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Pendakwah ustaz Tengku Zulkarnain berencana melaporkan dua akun channel Youtube yang dinilai telah melakukan fitnah kepada dirinya. Yakni atas nama ‘JALAN PINTAS’ dan ‘PAKDE TV’.

“Ingin bertanya kepada @kemkominfo dan @DivHumas_Polri  Apakah pembuat video ini melanggar UU ITE kah?” demikian yang tertulis di akunnya.

Tangkapan layar dari akun yang bersangkutan

Kedua akun channel Youtube tersebut dinilai olehnya telah memfitnah lantaran mengedit wajah serta mengedit berita palsu.

“Senin depan bisakah saya adukan mereka di Mabes Polri? Terimakasih.”

Tankapan layar dari akun Twitter bersangkutan

Menurut dia, fitnah yang diterima lantaran ia ikut berkomentar soal Permadi Arya alias Abu Janda yang belakangan ini hangat diperbincangkan terkait, pertama terkait agama Islam, dan kedua soal mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

“Kenapa asal serempetan dgn Abu Janda langsung banyak serangan fitnah. Spt Anak Almarhum Gus Dur, Ketua KNPI, Natalius Pigai dll. Kenapa dan siapa dia? Ada komentar?”

Tankapan layar dari akun Twitter bersangkutan

(Rgs/PARADE.ID)

Artikel Tengku Berencana Melaporkan Akun Channel Youtube yang Memfitnahnya pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Waduh, Facebook dan YouTube Jadi Sumber Teori Konspirasi Corona https://parade.id/waduh-facebook-dan-youtube-jadi-sumber-teori-konspirasi-corona/ Thu, 18 Jun 2020 12:34:28 +0000 https://parade.id/?p=716 Jakarta (PARADE.ID)- Penelitian yang dilakukan oleh Ipsos Mori untuk King’s College London, Inggris memaparkan kesalahpahaman masyarakat mengenai informasi wabah virus corona COVID-19. Menurut penelitian yang dipublikasikan Kamis (18/6/2020) ini, mereka yang menggunakan platform sosial media Facebook dan YouTube biasanya mendapatkan informasi yang menyesatkan, dan cenderung lebih percaya pada teori konspirasi mengenai virus dengan nama resmi […]

Artikel Waduh, Facebook dan YouTube Jadi Sumber Teori Konspirasi Corona pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>
Jakarta (PARADE.ID)- Penelitian yang dilakukan oleh Ipsos Mori untuk King’s College London, Inggris memaparkan kesalahpahaman masyarakat mengenai informasi wabah virus corona COVID-19.

Menurut penelitian yang dipublikasikan Kamis (18/6/2020) ini, mereka yang menggunakan platform sosial media Facebook dan YouTube biasanya mendapatkan informasi yang menyesatkan, dan cenderung lebih percaya pada teori konspirasi mengenai virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini.

Dalam survei bulan Mei, sebanyak 30 persen warga Inggris berpikir bahwa virus corona kemungkinan dibuat di laboratorium. Angka ini naik 25 persen pada April. Sebanyak 8 persen warga percaya bahwa COVID-19 hadir akibat radiasi jaringan seluler 5G, sedangkan 7 persen warga percaya bahwa tidak ada bukti kuat bahwa COVID-19 ada.

Sebanyak 60 persen  warga yang percaya virus hadir akibat radiasi jaringan seluler 5G, mendapatkan informasi dari YouTube. Lebih banyak dibandingkan dengan 14 persen warga yang berpikir bahwa kepercayaan ini salah.

Sementara, 56 persen orang yang percaya bahwa tidak ada bukti kuat bahwa COVID-19 ada menggunakan Facebook sebagai sumber informasi mereka. Angka ini hampir tiga kali lebih tinggi dari 20 persen yang percaya bahwa penyakit COVID-19 nyata.

Namun hoax corona dari saluran seluler 5G di dunia maya ini menyebabkan kerugian dunia nyata. Puluhan tiang telepon di Eropa dibakar, bahkan para pekerja telekomunikasi dilecehkan di jalan oleh warga yang termakan kepercayaan tersebut.

Warga percaya jika generasi kelima jaringan seluler tersebut dapat melemahkan sistem kekebalan manusia, sehingga lebih mudah tertular. Namun, masalah kesehatan yang berhubungan dengan jaringan nirkabel bukanlah hal baru. Para ilmuwan menampik anggapan bahwa 5G menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia.

Meskipun semua klaim kepercayaan itu ditolak mentah oleh para ilmuwan, pihak berwenang di Inggris ikut turun tangan dengan memanggil perusahaan sosial media untuk mengantisipasi dengan melawan informasi yang salah mengenai wabah ini.

Hubungan Medsos dengan Hoaks COVID-19

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis peer-review Psychological Medicine ini menemukan hubungan yang kuat antara penggunaan sosial media dan keyakinan yang salah soal COVID-19.

Temuan ini didasarkan pada tiga survei terpisah yang dilakukan secara online sejak 20 Mei hingga 22 Mei, dan melibatkan 2.254 wawancara dengan warga Amerika Serikat berusia 16 hingga 75 tahun.

Studi ini juga menemukan bahwa orang yang menggunakan sosial media untuk menemukan informasi tentang COVID-19, cenderung melanggar aturan dan larangan jaga jarak sosial.

Para peneliti mengatakan 58% dari mereka yang memiliki gejala COVID-19 malah pergi ke luar setelah mendapatkan informasi yang salah dari YouTube. Angka ini jauh lebih tinggi daripada 16 persen warga yang tidak mempercayai informasi tersebut.

Bahkan sebanyak 37 persen orang senang mengunjungi atau dikunjungi teman atau sanak saudara setelah mendapatkan informasi COVID-19 di Facebook. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan 23% orang yang tidak percaya informasi dari platform tersebut.

“Ini tidak mengejutkan, mengingat begitu banyak informasi di sosial media yang menyesatkan atau salah,” kata Daniel Allington, dosen senior dalam kecerdasan buatan sosial dan budaya di King’s College London, dikutip dari CNBC Internasional.

“Sekarang beberapa aturan jaga jarak sedang dilonggarkan, orang harus membuat lebih banyak keputusan sendiri tentang apa yang aman atau tidak aman. Ini artinya akses informasi berkualitas baik tentang COVID-19 akan menjadi lebih penting daripada sebelumnya,” tambah Allington.

“Sudah waktunya bagi kita untuk memikirkan tindakan apa yang bisa kita ambil untuk mengatasi masalah yang sangat nyata ini.”

Facebook dan YouTube Hapus Konten Menyesatkan Soal COVID-19

Pihak Facebook dan YouTube sama-sama mengatakan mereka menghapus beberapa jenis informasi yang salah tentang virus corona dan penyakitnya, seperti perawatan palsu dan saran yang terkait dengan teknologi 5G.

Kedua platform ini juga bekerja dengan otoritas kesehatan seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Layanan Kesehatan Nasional Inggris untuk menampilkan informasi yang akurat mengenai penyakit ini.

“Kami telah menghilangkan ratusan ribu informasi yang salah terkait COVID-19 yang dapat menyebabkan bahaya segera, termasuk postingan tentang penyembuhan palsu, klaim aturan jarak sosial yang tidak bekerja, serta jaringan seluler 5G menyebabkan corona,” ujar juru bicara Facebook.

Sedangkan juru bicara YouTube mengatakan: “Kami berkomitmen untuk memberikan informasi yang tepat waktu dan bermanfaat mengenai COVID-19 selama masa kritis ini.”

“Ini termasuk meningkatkan konten otoritatif, mengurangi penyebaran informasi yang berbahaya dan menampilkan panel informasi, serta menggunakan data WHO dan sumber daya NHS, untuk membantu memerangi informasi yang salah,” tukas juru bicara YouTube.

Kini sudah ada 8.408.883 kasus terjangkit COVID-19 di seluruh dunia, dengan 451.472 kasus kematian, dan 4.418.788 pasien berhasil sembuh per Kamis (18/6/2020), menurut Worldometers.

AS menduduki posisi pertama dengan kasus terjangkit terbanyak, yakni 2.234.475 kasus positif, 119.941 kasus kematian, dan 918.796 kasus sembuh. Sedangkan Inggris menduduki posisi kelima dengan 299.251 kasus positif, dan 42.153 orang meninggal.

(cnbcindonesia/PARADE.ID)

Artikel Waduh, Facebook dan YouTube Jadi Sumber Teori Konspirasi Corona pertama kali tampil pada Parade.id.

]]>