Minggu, Oktober 18, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Internasional

Jurnalis Gaza: “Kami Sudah Membayar Terlalu Mahal”

redaksi by redaksi
2025-05-27
in Internasional, Politik, Sosial dan Budaya
0
Jurnalis Gaza: “Kami Sudah Membayar Terlalu Mahal”

Foto: dok. istimewa

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Para jurnalis dari Gaza hadir langsung di Bandung untuk menyampaikan satu pesan penting kepada rekan-rekan media di Indonesia pada Minggu (25/5). Mereka bicara di sesi talkshow bertema “Membungkam Dunia: Membunuh Jurnalis di Palestina” dalam Konferensi Aktivis Palestina Asia Pasifik untuk Al-Quds & Palestina yang diikuti  400 peserta mancanegara. 

Sesi ini dihadiri Maher Atiya Abu Qoita dan Youmna El Sayed , koresponden Al-Jazeera English Gaza. Sedangkan kepala biro Al-Jazeera, Wael Al-Dahdouh, Jurnalis Al-Jazeera English di Qatar, hadir melalui video.

Related posts

Pakar Hukum Tara Negara Prediksi Nasib Gibran di Putusan MK

Zainal Arifin Mochtar: Rocky Gerung di Wantimpres Sulit Ubah Struktur

2026-10-17
Politisi Demokrat Sebut Ini ke Pihak yang Mewacanakan Kembali Pemilu Ditunda

Desak Komisi XI Panggil BEI dan OJK, Jansen Sitindaon: IHSG Anjlok

2026-10-17

Tak hanya pewarta Gaza, turut hadir jurnalis Indonesia seperti Fitriyan Zamzami yang merupakan Asisten Redaktur Pelaksana Republika, Ananda Ismail, Senior Produser Liputan 6 SCTV, dan Pizaro Gozali Idrus Redaktur GazaMedia.net. Sesi ini dipandu oleh dosen jurnalistik Unpad sekaligus pendiri SMART 171, Dr. Maimon Herawati.

Wael Al-Dahdouh, Kepala Biro Al-Jazeera di Gaza yang kini tengah dievakuasi ke Eropa untuk dapatkan perawatan cedera lengan akibat serangan Israel mengatakan “Kami, jurnalis Al-Jazeera sudah membayar dengan sangat mahal. Lima rekan kami telah meninggal.”

Wael menegaskan, pembunuhan terhadap jurnalis adalah strategi sistematis. “Biasanya israel sudah memiliki target yang akan diserang. Misalkan Wael Al-Dahdouh, jurnalis Al-Jazeera di jalur Gaza. Alasannya? Tak tau apa,” ungkapnya.

Dia menyebut satu per satu nama koleganya yang gugur, termasuk Samar Abu Daqqa, sahabatnya, “Saya harus mengucapkan perpisahan pada teman saya, Samar Abu Daqqa tanpa bisa melihat tubuhnya yang terbujur kaku. Apa salah Abu Daqqa? Lalu apa dosa Mahmoud yang baru berusia 16 tahun, yang hanya ingin menyebarkan foto video kondisi Gaza! Apa salah Hamzah, yang hanya menjalankan tugasnya memberitakan.”

Hal serupa dialami oleh Youmna yang ditarik keluar dari Gaza akibat ancaman keamanan semakin menyulitkan. “Di gaza, ketika Anda adalah seorang jurnalis, tidak hanya Anda berada dalam bahaya, tapi juga keluarga Anda dan orang-orang yang Anda cintai terancam. Kami adalah manusia sebelum jurnalis. Saya adalah ibu dan istri. Saya ingat, tiga hari setelah genosida mulai, saya hampir terbunuh di Jabalia Camp. Semua orang berada di sana karena disebut-sebut sebagai tempat aman tapi Israel malah jatuhkan bom. Saya tidak menemukan anak saya, semua orang berhamburan. Saya mengambil gawai saya dan mengirim pesan pada keluarga, “jika saya mati, saya ada di Jabalia Camp”.

Youmna juga mengisahkan trauma mendalam yang dialaminya. “Satu hari, saya di kamar dan menangis karena merasa demikian hancur. Anak saya yang berusia 8 tahun masuk ke kamar dan berkata, ‘Ibu, kamu tidak boleh menangis. Kalau Ibu lemah, kita nggak akan selamat.’ Hari itu saya berhenti menangis. Sampai saat ini saya tidak bisa menangis karena harus bertahan kuat. Gaza masih berjuang.”

Maher Atiya Abu Qouta, kameramen yang selama ini bekerja bersama Youmna, mengisahkan bagaimana ia terus bekerja di tengah puing-puing dan tubuh manusia yang hancur karena bom, jika orang lain punya kuasa mengganti tontonan, tidak dengan kameramen di Gaza, dia harus menyorot semua, merekam kebrutalan setiap hari. “Saya masih mencium bau darah itu. Mual pusing iba tak kuat bagaimanapun harus tetap merekam. Dunia harus melihat ini”.

Diskusi juga menyinggung kondisi media di Indonesia yang vokal memberitakan Palestina. Salah satu sorotan datang dari Redaktur Pelaksana Republika, Fitriyan Zamzami, yang mengungkapkan bahwa akun media sosial Republika diblokir saat melakukan siaran langsung aksi solidaritas Palestina di Monas. Pemblokiran ini berdampak serius secara finansial. Sebelumnya, akun tersebut bisa menghasilkan antara Rp100 juta hingga Rp1 miliar per bulan. Namun, setelah pemblokiran, seluruh sumber penghasilan digital itu hilang.

Menanggapi situasi ini, Dr. Maimon Herawati menantang para jurnalis Indonesia untuk membentuk _joint newsroom_, ruang redaksi bersama yang mempertemukan seluruh wartawan Indonesia dalam satu strategi media, demi merancang pergerakan yang lebih terkoordinasi untuk mendukung perjuangan kemanusiaan di Palestina.*

Tags: Jurnalis Gaza Indonesia
Previous Post

Konferensi Aktivis Palestina Asia Pasifik untuk Al-Quds dan Palestina di Bandung

Next Post

BKSAP Desak ASEAN Solutif Tangani Pengungsi Myanmar dan Genosida Gaza

Next Post
BKSAP Desak ASEAN Solutif Tangani Pengungsi Myanmar dan Genosida Gaza

BKSAP Desak ASEAN Solutif Tangani Pengungsi Myanmar dan Genosida Gaza

Pakar Hukum Tara Negara Prediksi Nasib Gibran di Putusan MK

Zainal Arifin Mochtar: Rocky Gerung di Wantimpres Sulit Ubah Struktur

2026-10-17
Politisi Demokrat Sebut Ini ke Pihak yang Mewacanakan Kembali Pemilu Ditunda

Desak Komisi XI Panggil BEI dan OJK, Jansen Sitindaon: IHSG Anjlok

2026-10-17
DAD DKI Desak RUU Masyarakat Adat Disahkan

DAD DKI Desak RUU Masyarakat Adat Disahkan

2026-10-17
BerbagiLink Besutan Putra Aceh Raih Best Startup II HSDD 2026

BerbagiLink Besutan Putra Aceh Raih Best Startup II HSDD 2026

2026-10-17
Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Gantikan Maruli Simanjuntak

Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Gantikan Maruli Simanjuntak

2026-10-16
Surat BKP Viral, Instansi Diminta Unggah Capaian 2 Tahun Pemerintah

Surat BKP Viral, Instansi Diminta Unggah Capaian 2 Tahun Pemerintah

2026-10-16

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putusan MK Ijazah Gibran Bukan Pengesahan, Jalur Hukum Masih Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi Digital dan UMKM 2 Tahun Prabowo-Gibran: Pertumbuhan Rapuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tumbler Defect Snapy Mulai Rp5.000 Diburu Ratusan Pengunjung Blok M

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In