Senin, Oktober 12, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Teknologi

6.000 Hacker Korea Utara Beroperasi di Berbagai Negara

redaksi by redaksi
2020-08-18
in Teknologi
0
6.000 Hacker Korea Utara Beroperasi di Berbagai Negara

Foto: dok. ZDNet

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Laporan Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) yang dirilis bulan lalu menyatakan Korea Utara memiliki hacker yang beroperasi di berbagai negara. Setidaknya, Korut punya 6.000 hacker dan spesialis peperangan elektronik (Electronic Warfare/EW) yang beroperasi di luar negeri seperti Belarusia, China, India, Malaysia, hingga Rusia.

Laporan yang untuk pertama kalinya dipublikasikan itu bertajuk “Taktik Korea Utara”, merupakan panduan manual taktis yang digunakan Angkatan Darat AS untuk melatih pasukan dan pemimpin militernya.

Related posts

Ancaman Deepfake dan Malware AI, Regulasi Indonesia Dinilai Tertinggal

Ancaman Deepfake dan Malware AI, Regulasi Indonesia Dinilai Tertinggal

2026-10-01
Presiden Hargai Riset BRIN

Presiden Hargai Riset BRIN

2026-08-08

Laporan setebal 332 halaman berisi “harta karun” informasi tentang Tentara Rakyat Korea (KPA) seperti taktik militer, persenjataan, struktur kepemimpinan, jenis pasukan, logistik, dan kemampuan peperangan elektronik. Sebagian besar laporan membahas taktik dan kemampuan militer klasik. Termasuk menyoroti unit peretasan rahasia Korea Utara.

“Sebagian besar EW dan operasi peperangan cyber ada di dalam Unit Panduan Perang Siber Korut, lebih dikenal sebagai Biro 121,” kata Angkatan Darat AS dilansir ZDNet, Selasa (18 Agustus 2020).

Laporan itu menyebut semua hacker Korut sebagai Biro 121 – sebuah divisi dari Biro Umum Pengintaian, badan intelijen Korea Utara yang merupakan bagian dari Komisi Nasional Pertahanan.

Menurut Angkatan Darat AS, Biro 121 tumbuh secara eksponensial dalam beberapa tahun terakhir. Itu terjadi karena Korea Utara telah memperluas aktivitasnya di ruang cyber.

“Biro 121 terus bertumbuh, dari setidaknya 1.000 hacker elit pada tahun 2010 menjadi lebih dari 6.000 anggota saat ini”.

Jumlah temuan AS sesuai dengan angka yang diterbitkan Kementerian Pertahanan Korea Selatan, yang menyatakan Korea Utara mengoperasikan 3.000 staf perang cyber sejak tahun 2013. Jumlah itu kemudian meningkat dua kali lipat menjadi 6.000 pada tahun 2015. Namun, Angkatan Darat AS percaya bahwa saat ini angka 6.000 tersebut tidak sepenuhnya akurat.

“Jumlah ini mungkin jauh lebih tinggi sekarang: pada 2009, Universitas Mirim Korea Utara telah meluluskan sekitar 100 hacker per tahun untuk KPA,” kata Angkatan Darat AS.

Empat Sub–divisi

Pejabat Angkatan Darat AS mengatakan Biro 121 terdiri dari empat sub-divisi utama. Tiga sub-divisi khusus untuk perang cyber dan satu untuk perang elektronik.

1. Sub-divisi pertama disebut para komunitas keamanan siber sebagai Andariel Group. Adalah sebuah APT dan nama kode yang digunakan untuk menggambarkan unit peretasan yang disponsori negara-negara (state-sponsored hacker).

Pejabat Angkatan Darat AS mengklaim Grup Andariel memiliki sekitar 1.600 anggota “yang misinya adalah mengumpulkan informasi dengan melakukan pengintaian pada sistem komputer musuh dan membuat penilaian awal terhadap kerentanan jaringan.”

“Kelompok ini memetakan jaringan musuh untuk merencanakan serangan,” kata seorang pejabat Angkatan Darat AS.

2. Sub-divisi Biro 121 kedua dijuluki sebagai Grup Bluenoroff. Pejabat Angkatan Darat AS menyebut APT ini memiliki sekitar 1.700 peretas “yang misinya adalah melakukan kejahatan cyber di sektor keuangan dengan berkonsentrasi pada penilaian jangka panjang dan mengeksploitasi kerentanan jaringan musuh.”

3. Sub-divisi ketiga disebut sebagai Lazarus Group, istilah umum yang sekarang digunakan industri keamanan cyber untuk menggambarkan segala jenis peretasan umum yang dilakukan Korea Utara.

Pejabat Angkatan Darat AS mengatakan Lazarus adalah salah satu alat utama bagi para pejabat Korea Utara “untuk menciptakan kekacauan sosial dengan mempersenjatai kerentanan jaringan musuh dan mengirimkan muatan berbahaya”.

4. Sub-divisi Biro 121 keempat Resimen Jamming Perang Elektronik, yang terdiri dari tiga batalyon militer (antara 2.000 dan 3.000 tentara) yang bertanggung jawab atas gangguan peralatan elektronik. Biro 121 terakhir ini adalah unit militer klasik, yang dipercaya oleh pejabat Angkatan Darat AS beroperasi dari pangkalan militer di Kaesong, Haeja, dan Kumgang.

(Cyberthreat/PARADE.ID)

Tags: #Hacker#Korut#Siber
Previous Post

KSAD-Wakapolri Mengecek Strategi Jakarta Kendalikan Covid-19

Next Post

Tak Perlu Resah terhadap KAMI

Next Post
Ayo Kita Tes Trisila-Ekasila Itu Makar atau Bukan

Tak Perlu Resah terhadap KAMI

Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

2026-10-12
Fadli Zon Dorong Pencak Silat Tembus Olimpiade dari Belanda

Fadli Zon Dorong Pencak Silat Tembus Olimpiade dari Belanda

2026-10-11
Visi Misi dan Program Kerja Cawapres Gibran pada Debat Keempat Pemilu 2024

Putusan MK Ijazah Gibran Bukan Pengesahan, Jalur Hukum Masih Terbuka

2026-10-11
FORMAD Jangkau 806 Siswa Kepulauan Aceh lewat Youth Education Roadshow

FORMAD Jangkau 806 Siswa Kepulauan Aceh lewat Youth Education Roadshow

2026-10-11
Ekonomi Digital dan UMKM 2 Tahun Prabowo-Gibran: Pertumbuhan Rapuh

Ekonomi Digital dan UMKM 2 Tahun Prabowo-Gibran: Pertumbuhan Rapuh

2026-10-11
Mahasiswa Muhammadiyah Kalbar Kecam Dugaan Teror terhadap Ketum IMM Pontianak

Mahasiswa Muhammadiyah Kalbar Kecam Dugaan Teror terhadap Ketum IMM Pontianak

2026-10-11

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makasar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makasar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Ini Isi dan Respons Buruh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Drama Sidang MK dan Shadow Politics Jokowi: Ancam Demokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yusril Tegaskan Pemerintah Tolak Konser Israel Houghton di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Buruh Minta Aturan Turunan Dikawal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In