Selasa, Mei 5, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Fahri Hamzah Ingatkan Media soal Propaganda

redaksi by redaksi
2022-05-26
in Nasional, Politik
0
Aksi Peduli Buruh di Jakarta, Mamuju, dan Makassar

Dok: mediaindonesia.com/ilustrasi

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah mengingatkan salah satu media untuk jangan mempromosikan propaganda kebohongan Negara. Fahri meminta agar media tersebut menggunakan akalnya.

“pakai akal, kalau semua orang nonton ceramah UAS lalu bikin bom bunuh diri di Indonesia, Pikir sendiri.. pakai akal sedikit kenapa sih?” ia mengingatkan, ketika mengomentari berita di salah satu media dengan judul: “Remaja Singapura Nonton Ceramah UAS, Percaya Bom Bunuh Diri”, Rabu (25/5/2022).

Related posts

Tragedi PRT Benhil: Jangan Lindungi Pelaku

Tragedi PRT Benhil: Jangan Lindungi Pelaku

2026-05-04

Buruh Minta Negara Bangun Daycare di Kawasan Industri

2026-05-03

Kita ini, kata Fahri, memilih menjadi negara demokrasi karena kita ingin ruang publik dikelola pakai akal sehat, secara jujur dan terbuka. Jadi kalau orang bohong dalam demokrasi itu pasti ketahuan karena ruang publik kita transparan jadi begitulah seharusnya kebijakan publik diambil.

“Di negara demokrasi yang bebas, ruang publik itu tidak saja dibanjiri oleh propaganda negara tetapi juga bantahan dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat yg punya hak yang sama di ruang publik. Konstitusi kita menjamin adanya kesamaan hak dalam hukum dan pemerintahan,” demikian tertulis di akun Twitter-nya.

Sedangkan di negara totaliter, ruang publik dikontrol secara ketat oleh rezim. Dimana negara tidak boleh di bantah.

Membantah negara itu sama dengan subversi, karena itulah komunikasi di negara totaliter tidak sehat, selalu berjalan searah: negara tidak pernah salah, negara tidak pernah kalah.

Berita di media (viva) yang Fahri komentari berisikan, bahwa Pemerintah Singapura menyatakan ceramah-ceramah yang memecah belah kerukunan seperti yang disampaikan Abdul Somad tidak dapat diterima di Singapura. Hal itu pula yang mendasarkan penolakan Somad untuk masuk ke negara tersebut.

Setidaknya ada 4 alasan kenapa Singapura menolak ulama yang disapa UAS itu masuk Singapura. Somad telah menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasionis, mengizinkan bom bunuh diri, merendahkan agama lain — salib ada jin kafir, serta menyebut non-muslim sebagai kafir.

“Ini hanya beberapa contoh. Anda tahu, jika seseorang mengatakan ini di Singapura, Internal Security Department (ISD) akan mengunjunginya, dan mereka akan berada di balik jeruji besi. Jadi bahasanya, retorikanya, seperti yang Anda lihat, sangat memecah belah – sama sekali tidak dapat diterima di Singapura,” kata Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam dalam media room Kementerian Dalam Negeri atau MHA Singapura dikutip Selasa, 24 Mei 2022

Shanmugam menegaskan kerukunan ras dan agama dianggap anggap fundamental bagi Singapura, dan sebagian besar orang-orang Singapura menerimanya. Karenanya, Singapura mengambil pendekatan tegas tanpa toleransi dan pendekatan yang adil terhadap segala bentuk ujaran kebencian dan ideologi yang memecah belah kerukunan.

“Dan itu tidak ditujukan pada individu tertentu, atau agama tertentu, atau kebangsaan tertentu. Posisi kita berlaku sama untuk semua,” tegasnya.

Lebih jauh, Shanmugam menuturkan otoritas keamanan Singapura ISD telah mengidentifikasi Abdul Somad dan menyelidiki radikalisasi di Singapura, dimana salah satu temuannya adlaah mereka yang ditangkap menonton video Abdul Somad, dan mengikuti khotbahnya.

“Salah satunya adalah seorang remaja berusia 17 tahun yang ditahan di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri, 2 tahun lalu, pada Januari 2020. Dia telah menonton ceramah YouTube Somad tentang bom bunuh diri. Dan anak laki-laki itu mulai percaya bahwa jika Anda berjuang untuk ISIS, dan jika Anda adalah seorang pembom bunuh diri, Anda bisa mati sebagai martir dan menerima hadiah di surga,” ujar Shanmugam

(Rob/PARADE.ID)

Tags: #Gelora#Media#Nasionalpolitik
Previous Post

Pemuda Menembak 19 Orang Anak-anak di SD Texas

Next Post

Forum Masyarakat Kepulauan Seribu Jakarta Jagokan Sekda DKI Gantikan Anies

Next Post
Pahlawan dan Kesadaran Kebangsaan Kita

Forum Masyarakat Kepulauan Seribu Jakarta Jagokan Sekda DKI Gantikan Anies

Tragedi PRT Benhil: Jangan Lindungi Pelaku

Tragedi PRT Benhil: Jangan Lindungi Pelaku

2026-05-04

Buruh Minta Negara Bangun Daycare di Kawasan Industri

2026-05-03
Ojol Tolak Potongan 8 Persen, KON Minta Presiden Revisi Perpres

Ojol Tolak Potongan 8 Persen, KON Minta Presiden Revisi Perpres

2026-05-03

Said Iqbal: Jerit Buruh dari Ojol hingga Guru Honorer

2026-05-01
Elly Rosita Silaban: Ratifikasi Konvensi ILO 188 dan 190!

Elly Rosita Silaban: Ratifikasi Konvensi ILO 188 dan 190!

2026-05-01
Kebijakan Presiden Prabowo tentang Kenaikan Upah Hanya Sekadar “Main Aman”

KASBI Tolak May Day Fiesta, Pilih Aksi di DPR

2026-04-30

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • May Day dan Harapan Buruh Indonesia

    May Day 2026 GEBRAK: Buruh Darurat Kesejahteraan, Siap Melumpuhkan Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tragedi PRT Benhil: Jangan Lindungi Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KASBI Tolak May Day Fiesta, Pilih Aksi di DPR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Iqbal: Jerit Buruh dari Ojol hingga Guru Honorer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ojol Tolak Potongan 8 Persen, KON Minta Presiden Revisi Perpres

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In