Senin, Agustus 25, 2025
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional Politik

Gedung Merdeka Jadi Panggung Memori Anas, Puluhan Ribu Massa Jadi Saksi

redaksi by redaksi
2025-08-25
in Politik, Sosial dan Budaya
0

Foto: dok. istimewa

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Gedung Merdeka menjadi titik klimaks aksi solidaritas “Umat Islam Bersatu” untuk Palestina, Minggu (24/8). Terdengar suara tiruan dentuman bom menggema, disusul lemparan bom asap yang menutup pandangan. Dari balik kepulan asap itu, para pemuda yang mengenakan rompi bertuliskan “press” muncul keluar, mereka berbaris sambil mengangkat poster bergambar jurnalis Gaza Anas Al Sharif bertuliskan “Kami Gantikan Anas.”

Sebelumnya, lima puluh ribu peserta aksi mobilisasi dari Pusdai, Gedung Sate, BIP, berhenti sejenak di Braga, untuk kemudian melanjutkan ke Gedung Merdeka. Di tengah asap bom teatrikal, puluhan pemuda muncul membawa poster Anas Al-Sharif, jurnalis yang dibunuh Israel bersama empat rekan jurnalisnya dua pekan lalu (10/8).

Related posts

KASBI: May Day dan Hardiknas Harus Menjadi Tonggak Perlawanan dan Persatuan Gerakan Rakyat

KASBI soal KPK OTT Wamenaker: Tamparan Keras bagi Rezim Prabowo

2025-08-21

Ribuan Massa Geruduk Kantor Bupati Bone Tolak Kenaikan Pajak Ricuh

2025-08-20

KH Athian Ali, ulama senior Jawa Barat, menegaskan bahwa tragedi kemanusiaan di Palestina jadi tanggungan umat Islam tanpa terkecuali.

“Tidak beriman seseorang muslim yang bisa tidur dengan tenang, jika dia membiarkan muslim lainnya tidak bisa makan. Kemana umat Islam? Masih mengaku mukmin? Atau jangan-jangan sudah tidak layak dijadikan manusia karena membiarkan manusia lain.” ujarnya lantang.

Orator lainnya, tokoh FUIBB Gus Fajar mengingatkan bahwa isu Palestina bukan sekadar soal agama. “Di tempat ini, 80 tahun yang lalu, Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia. Ini bukan tentang isu agama saja, melainkan isu kemanusiaan.” katanya.

Sementara itu, Ketua KAMMI Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan perjuangan. “Bila ada 1000 orang yang membela Palestina, maka pastikan aku satu di antaranya. Bila ada 100 orang, maka pastikan aku di antaranya. Dan bila ada 1 orang yang memperjuangkan Palestina, maka pastikan itu aku. Dan jika tidak ada lagi yang memperjuangkan Palestina, maka pastikan kita syahid di jalan Allah.” tegasnya.

Puncak aksi di Gedung Merdeka juga menjadi momentum pembacaan Pernyataan Sikap Umat Islam Bandung Bersatu untuk Palestina, yang menekankan enam poin utama yakni, Ingatkan dunia tentang kehancuran Gaza, gugah masyarakat Indonesia untuk bertindak, ajak media memberi sorotan lebih besar, desak pemerintah Indonesia agar lebih tegas dalam diplomasi, pinta Mesir dan Yordania membuka jalur kemanusiaan, serta desak PBB mengirim pasukan internasional untuk menghentikan genosida.

Aksi ditutup dengan doa kemanusiaan menggema di Gedung Merdeka. Peserta aksi kemudian berangsur membubarkan diri.*

Tags: Palestina Bandung
Previous Post

KASBI soal KPK OTT Wamenaker: Tamparan Keras bagi Rezim Prabowo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gedung Merdeka Jadi Panggung Memori Anas, Puluhan Ribu Massa Jadi Saksi

2025-08-25
KASBI: May Day dan Hardiknas Harus Menjadi Tonggak Perlawanan dan Persatuan Gerakan Rakyat

KASBI soal KPK OTT Wamenaker: Tamparan Keras bagi Rezim Prabowo

2025-08-21
Alasan Mengapa Relawan Ganjar Pranowo Mania Dibubarkan

KPK OTT Immanuel Ebenezer Diapresiasi Mahfud MD

2025-08-21

Ribuan Massa Geruduk Kantor Bupati Bone Tolak Kenaikan Pajak Ricuh

2025-08-20
Peneliti: Penulisan Ulang Sejarah Hapus Suara Korban dan Memori Kolektif Bangsa

Peneliti: Penulisan Ulang Sejarah Hapus Suara Korban dan Memori Kolektif Bangsa

2025-08-19
Sejarawan: Penulisan Ulang Sejarah Nasional Mirip Era Soeharto, Legitimasi Orba

Sejarawan: Penulisan Ulang Sejarah Nasional Mirip Era Soeharto, Legitimasi Orba

2025-08-18

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Sekjend LMND Sebut KP-IPO Kelompok Pragmatis, Bertujuan Pecah Belah Organisasi

    Sekjend LMND Sebut KP-IPO Kelompok Pragmatis, Bertujuan Pecah Belah Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KASBI soal KPK OTT Wamenaker: Tamparan Keras bagi Rezim Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Massa Geruduk Kantor Bupati Bone Tolak Kenaikan Pajak Ricuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peneliti: Penulisan Ulang Sejarah Hapus Suara Korban dan Memori Kolektif Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK OTT Immanuel Ebenezer Diapresiasi Mahfud MD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In