Selasa, Oktober 20, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional Ekonomi

Survei INDEF: Hanya 5 Persen UMKM Formal Bermitra dengan MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sudah dikenal luas pelaku usaha, tetapi keterlibatan UMKM di dalamnya masih sangat rendah

redaksi by redaksi
2026-10-20
in Ekonomi, Nasional, Politik
0
Temuan Kasus Keracunan MBG Momentum Perbaikan oleh BGN

Foto: dok. istimewa

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta  (parade.id)- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sudah dikenal luas pelaku usaha, tetapi keterlibatan UMKM di dalamnya masih sangat rendah. Survei Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menemukan hanya 5 persen UMKM formal dan 1 persen UMKM informal yang bermitra atau menjajaki kemitraan dengan MBG. Keterlibatan dalam KDMP lebih rendah lagi.

Temuan ini tercantum dalam laporan Monthly Brief Oktober 2026 bertajuk “Hasil Survei INDEF: Pandangan & Keterlibatan UMKM pada Program MBG dan KDMP”, edisi khusus dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Laporan disusun oleh Dzulfian Syafrian, Fadhila Maulida, Chairini Nugraharti, dan M. Erick Farabi.

Related posts

Mantan KSAD Subagyo HS Wafat, Dimakamkan di TMP Kalibata

Mantan KSAD Subagyo HS Wafat, Dimakamkan di TMP Kalibata

2026-10-20
Belanja Negara Kuartal IV 2026 Rp1.300 Triliun, Ekonomi Stabil

Belanja Negara Kuartal IV 2026 Rp1.300 Triliun, Ekonomi Stabil

2026-10-20

Survei dilakukan pada Agustus 2026 terhadap sekitar 1.800 pelaku UMKM formal dan informal di berbagai wilayah Indonesia. Hasilnya menunjukkan kesenjangan antara jangkauan program dan keterlibatan UMKM. Sebanyak 97 persen responden mengenal MBG, dan program ini sudah hadir di 92 persen desa/kelurahan tempat responden berada. KDMP dikenal 79 persen responden, tetapi baru 41 persen yang menyatakan KDMP sudah beroperasi di wilayahnya. Sebanyak 26 persen menyebut KDMP sedang dibentuk, dan 33 persen menyatakan belum ada. INDEF mencatat angka keberadaan ini berasal dari pengetahuan responden, sehingga bisa saja tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya.

Pada KDMP, hanya 1 persen UMKM formal yang sudah memiliki hubungan dengan program. Tidak ada satu pun UMKM informal yang terhubung.

Mayoritas tak Lihat Peluang Usaha Baru

Mayoritas UMKM juga belum melihat peluang usaha baru dari kedua program. Sebanyak 82 persen responden menilai MBG tidak membuka peluang sama sekali, dan 87 persen berpandangan sama untuk KDMP. Hanya 2 persen yang melihat peluang besar atau signifikan. Menurut INDEF, hal ini mengindikasikan rendahnya efek pengganda (multiplier effect) dari kedua program.

Laporan menyebut dua penjelasan atas rendahnya keterlibatan. Penjelasan pertama bersifat struktural: jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) terbatas, sekitar 27.500 unit, sementara UMKM mencapai 56,7 juta. Rasionya sekitar 1:2.000, padahal setiap dapur kemungkinan hanya membeli dari sejumlah kecil pemasok.

Penjelasan kedua menyangkut kapabilitas. UMKM, khususnya informal, kerap terganjal standardisasi ketika memasok ke pembeli yang lebih besar. Hal ini menjelaskan jarak partisipasi antara usaha formal dan informal.

“Kekurangan yang dihadapi UMKM terletak pada mengakses dan masuk ke ekosistem MBG dan KDMP,” tulis INDEF dalam laporannya. Hambatan itu mencakup informasi operasional seperti jenis bahan yang dibutuhkan, volume dan harga pembelian, serta prosedur menjadi pemasok. Sebanyak 25–27 persen UMKM mengaku masih membutuhkan informasi lebih lanjut meskipun sudah mengetahui keberadaan program.

Peran Koperasi sebagai Agregator

INDEF menekankan bahwa efek pengganda hanya terjadi jika bahan baku dibeli dari produsen lokal. Realisasi anggaran hingga September 2026 setara rata-rata sekitar Rp600 juta per SPPG per bulan. Mengacu pada studi di Kenya (Egger dkk., 2022), dana yang masuk ke ekonomi desa dapat berputar hingga sekitar 2,5 kali jika dikelola dengan baik. Dengan asumsi itu, setiap SPPG berpotensi menimbulkan efek pengganda hingga sekitar Rp1,5 miliar per bulan, asalkan melibatkan sebanyak mungkin UMKM produktif.

Karena usaha mikro dan petani umumnya sulit memenuhi syarat volume dan kontinuitas secara sendiri-sendiri, INDEF menilai koperasi, BUMDes, dan KDMP menjadi kunci untuk mengumpulkan pasokan. “Tanpa lembaga tersebut, pembeli cenderung beralih ke pedagang perantara, sehingga belanja program bocor keluar dari ekonomi lokal,” demikian laporan itu.

Hingga Oktober 2026, sebanyak 27.022 dapur SPPG dilaporkan telah beroperasi, dengan cakupan 340 ribu dari 580 ribu satuan pendidikan per September 2026 (CNN Indonesia, 2026). Pembangunan KDMP mencapai 38.746 titik dari 66.285 titik lahan yang dipetakan hingga 17 Oktober 2026 (Kementerian Koperasi, 2026). Sementara itu, jumlah UMKM nasional mencapai sekitar 56,7 juta unit pada 2025, dengan 96,6 persen di antaranya usaha mikro (Kementerian UMKM, 2026).

Tags: #UMKMefek penggandaKDMPKoperasi Desa Merah PutihMakan Bergizi GratisMBGrantai pasokSPPGsurvei INDEFUMKM informal
Previous Post

Mantan KSAD Subagyo HS Wafat, Dimakamkan di TMP Kalibata

Please login to join discussion
Temuan Kasus Keracunan MBG Momentum Perbaikan oleh BGN

Survei INDEF: Hanya 5 Persen UMKM Formal Bermitra dengan MBG

2026-10-20
Mantan KSAD Subagyo HS Wafat, Dimakamkan di TMP Kalibata

Mantan KSAD Subagyo HS Wafat, Dimakamkan di TMP Kalibata

2026-10-20
Kabar Kim Jong Un Meninggal Belum Terverifikasi, Ini Faktanya

Kabar Kim Jong Un Meninggal Belum Terverifikasi, Ini Faktanya

2026-10-20
Belanja Negara Kuartal IV 2026 Rp1.300 Triliun, Ekonomi Stabil

Belanja Negara Kuartal IV 2026 Rp1.300 Triliun, Ekonomi Stabil

2026-10-20
Demo Jakarta 20 Oktober 2026 Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Demo Jakarta 20 Oktober 2026 Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

2026-10-20
Mahfud MD: Prabowo Dengar Kritik, tapi Korupsi MBG Luar Biasa

Mahfud MD: Prabowo Dengar Kritik, tapi Korupsi MBG Luar Biasa

2026-10-20

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

    Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putusan MK Ijazah Gibran Bukan Pengesahan, Jalur Hukum Masih Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Kirim 200 Pompa Air Atasi Karhutla Tanjung Puting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri Ajak MUI Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas lewat “Polisi Bersama Masyarakat”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DBH Migas Riau Anjlok 77,9 Persen, Tokoh Riau Satukan Sikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In