Selasa, Juni 16, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Opini

Ribet

redaksi by redaksi
2020-12-08
in Opini
0
Nobel Perdamaian 2021
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Saya sejak jaman Ken Arok dulu sudah bilang, jika kamu orang mau bantu rakyat miskin, maka kasih saja uang tunai. Selesai.

Kamu orang tidak perlu repot2 bikin paket sembako. Itu betul, masing2 jenis bantuan ini ada keunggulan dan kekurangannya. Tapi suer deh, bantuan tunai jelas lebih unggul dan aman.

Related posts

AS Paksa China Tutup Konsulat Houston Dalam 72 Jam

Hormuz, Trump, dan Manuver Sunyi China

2026-05-08
Emas, Maritim, dan Jalan Kebangkitan Umat

Emas, Maritim, dan Jalan Kebangkitan Umat

2026-04-29

1. Kamu orang mengurangi kesempatan korup

Sekali bantuan sosial itu berbentuk sembako, duh Gusti, itu paket isi sembako siapa yang nyiapin? Rempong. Beli dimana? Bungkusnya apa? Itu rantai mematikan yang semua titik ada kesempatan korup.

2.  Kualitas paket sembako itu kacau

Ada 10 paket sembako dibagikan, di 10 daerah, dijamin, 10-nya beda semua. Telornya beda, berasnya beda, belum lagi nanti beras bisa sama persis, eh harganya beda. Namanya juga paket sembako. Semua bisa diotak-atik.

3. Kebutuhan orang beda2

Lah, kamu orang kasih telor, memangnya semua mau makan telor? kasih masker, dia sudah punya di rumah. Kasih susu, dia nggak suka susu. Mending kasih uang. Terserah mau dia belikan apa.

4. Menghidupkan warung2 lokal

Nah, ini juga penting sekali. Kalau elu kasih ke PT atau CV, atau rekanan itu proyek paket sembako. Ambyar itu warung2 lokal. Coba elu kasih duit, itu warung2 bisa hidup. Ekonomi lebih jalan. Ngapain elu menambah kaya PT dan CV besar? Atau ehem, itu punya elu sendiri PT dan CV-nya?

5. Paket sembako itu menambah biaya

Ampun dah, dimana2, saat elu menggerakkan barang, dibuat terpusat, itu logistik, dll penuh biaya tambahan. Nggak ada jaminan kalaupun belinya banyak akan jadi murah. Malah tambah repot, karena elu jadi butuh gudang, staf yang mengemas, dll.  Nah, bantuan tunai? Cuma biaya transfer. Beres.

Seriusan, logika sesederhana ini kok susaaaah banget disetujui. Entahlah Kementerian Sosial, Pemda, Pemkot, yang ngurus bansos dan mengotot kasih paket sembako itu isi kepalanya kayak apa. Apa sih yang ada di otak kalian? Saya tahu, semua ada kelebihan dan kekurangannya. Ngasih BLT / tunai itu juga bisa dikorup, bikin susah yang nggak punya rekening bank, dll. Tapi suer deh, proyek bansos paket sembako jelas berkali2 beresiko dikorup. Lebih enak tunai, toh, hari gini, bagiin uang dengan aman itu banyak caranya. Kantor pos, loket2 bank di desa2, dll.

Atau kamu mengotot tetap pakai paket sembako, biar bisa ngembat juga?

*Tere Liye, Penulis Novel ‘Negeri Para Bedebah’

 

Previous Post

Imbauan DDII tentang Pilkada Serentak Desember 2020

Next Post

PAHAM soal Tewasnya Anggota FPI: Extra Judicial Killing

Next Post

PAHAM soal Tewasnya Anggota FPI: Extra Judicial Killing

PB SEMMI Meminta Presiden Untuk Mencopot Budi Karya Sebagai Menhub

Islam dan Serikat Islam: Pilar Penting Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

2026-06-16
Dukung PPKM Darurat, ASPEK Indonesia Minta Ini ke Presiden Jokowi

Konvensi ILO No 193 Lahir, ASPEK Soroti 7 PR

2026-06-15
KON Tuntut Revisi Perjanjian Kemitraan Ojek Online yang Adil

KON Tuntut Revisi Perjanjian Kemitraan Ojek Online yang Adil

2026-06-14
FSB GARTEKS KSBSI TransJakarta Dukung Kenaikan Tarif TransJakarta

FSB GARTEKS KSBSI TransJakarta Dukung Kenaikan Tarif TransJakarta

2026-06-13
Mubadala dan Kebangkitan Ekonomi Aceh: Saatnya Rakyat Menjadi Prioritas

Mubadala dan Kebangkitan Ekonomi Aceh: Saatnya Rakyat Menjadi Prioritas

2026-06-12
PMII Makassar: Anggaran Pendidikan Dikorbankan, Serukan Reformasi Jilid 2

PMII Makassar: Anggaran Pendidikan Dikorbankan, Serukan Reformasi Jilid 2

2026-06-11

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • FSB GARTEKS KSBSI TransJakarta Dukung Kenaikan Tarif TransJakarta

    FSB GARTEKS KSBSI TransJakarta Dukung Kenaikan Tarif TransJakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden KSBSI Sorot CAS 23 Negara Bermasalah di ILC ke-144

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KON Tuntut Revisi Perjanjian Kemitraan Ojek Online yang Adil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Aceh Tolak Tambang Emas Beutong Ateuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PMII Makassar: Anggaran Pendidikan Dikorbankan, Serukan Reformasi Jilid 2

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In