Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

ASPIRASI Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Desil Bansos

redaksi by redaksi
2026-08-25
in Nasional
0
Presiden ASPIRASI: Gaji Dipotong Kantong Buruh Kosong

Foto: logo ASPIRASI, dok. istimewa

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) mendesak pemerintah mengevaluasi total sistem penetapan desil yang selama ini menjadi salah satu dasar penentuan penerima bantuan sosial (bansos). Desakan ini muncul setelah organisasi buruh tersebut menerima banyak keluhan dari masyarakat yang kehilangan status penerima manfaat meski kondisi ekonominya tidak membaik.

Presiden ASPIRASI Mirah Sumirat mengatakan, persoalan penetapan desil tidak bisa lagi dipandang sekadar urusan administrasi atau pemutakhiran data, melainkan menyangkut hak dasar rakyat atas perlindungan sosial di tengah tekanan ekonomi yang kian berat.

Related posts

Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

2026-10-10
Pakar Hukum Sebut Karantina Berbeda dengan PSBB

MK Buktikan Gibran tak Punya Ijazah SMA, DPR Bisa Ajukan Pemberhentian

2026-10-10

“Kami menerima berbagai keluhan dari masyarakat dan pekerja bahwa kondisi ekonomi mereka tidak mengalami perubahan berarti, penghasilan tetap, pekerjaan tetap, jumlah tanggungan tetap, bahkan beban hidup semakin berat, namun posisi desil mereka justru berubah atau naik,” kata Mirah dalam keterangan pers tertulis, Senin (24/8/2026).

Menurut Mirah, perubahan desil tersebut berdampak langsung pada hilangnya nama-nama warga dari daftar penerima bansos. Ia mempertanyakan logika di balik perubahan status tersebut.

“Bagaimana mungkin masyarakat yang kehidupannya tidak semakin sejahtera justru dikategorikan lebih mampu? Jangan sampai rakyat miskin kalah oleh angka dan kalah oleh sistem,” ujarnya.

Data Jangan Kalahkan Fakta di Lapangan

ASPIRASI menegaskan, pemerintah memang membutuhkan data yang akurat agar program perlindungan sosial tepat sasaran. Namun akurasi tersebut, menurut Mirah, tidak bisa hanya diukur lewat sistem dan klasifikasi semata tanpa mencerminkan kondisi faktual masyarakat.

“Rakyat tidak hidup di dalam spreadsheet. Rakyat hidup dalam kenyataan,” tegas Mirah.

Ia mencontohkan, seorang buruh dengan gaji tetap tetap harus menghadapi kenaikan biaya kontrakan, transportasi, pangan, pendidikan anak, kesehatan, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Jika pendapatan tidak bertambah sementara beban hidup terus naik, kemampuan ekonomi keluarga tersebut sesungguhnya semakin tertekan, bukan membaik.

“Kemampuan ekonomi tidak boleh hanya dilihat dari apa yang dimiliki seseorang, tetapi juga harus dilihat dari berapa besar beban yang harus ditanggung untuk mempertahankan kehidupan keluarganya,” kata Mirah.

Soroti Fenomena Exclusion Error

ASPIRASI juga menyoroti fenomena exclusion error, yakni ketika masyarakat yang sebenarnya masih membutuhkan perlindungan sosial justru tercoret dari daftar penerima manfaat. Mirah mengaku pihaknya belum ingin berspekulasi soal jumlah kasus tersebut sebelum ada pendataan dan verifikasi menyeluruh, namun ia menilai keluhan warga yang kehilangan bansos usai perubahan data tidak boleh dianggap sepele.

“Jika data berubah tetapi kondisi kehidupan masyarakat tidak berubah, maka yang harus diperiksa adalah datanya, bukan rakyatnya yang disalahkan,” ujarnya.

ASPIRASI meminta pemerintah turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada keluarga miskin, buruh berpenghasilan rendah, maupun kelompok rentan lain yang kehilangan hak perlindungan sosial hanya karena persoalan klasifikasi administratif.

Tujuh Tuntutan ASPIRASI

Dalam keterangan persnya, ASPIRASI merinci tujuh tuntutan kepada pemerintah, yaitu:

  1. Menghentikan penggunaan penetapan desil sebagai pendekatan utama dalam menentukan kemampuan ekonomi masyarakat dan mengevaluasi total sistem tersebut.
  2. Mengganti pendekatan desil dengan penyajian data sosial-ekonomi yang lebih transparan dan mencerminkan kondisi nyata masyarakat, mencakup pendapatan, jumlah tanggungan, pengeluaran, biaya hidup, kondisi pekerjaan, hingga kebutuhan dasar keluarga.
  3. Membuka mekanisme usul, sanggah, dan koreksi data yang mudah, cepat, transparan, dan dapat diakses masyarakat.
  4. Melakukan verifikasi lapangan terhadap warga yang kehilangan bansos namun secara faktual masih dalam kondisi ekonomi sulit.
  5. Mengaudit kasus exclusion error agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan perlindungan sosial.
  6. Melibatkan serikat pekerja dan organisasi masyarakat sipil dalam proses evaluasi dan pemutakhiran data, terutama di kawasan industri dengan konsentrasi pekerja tinggi.
  7. Memastikan pemutakhiran data tidak berubah menjadi instrumen untuk mengurangi jumlah penerima bansos, melainkan benar-benar digunakan agar bantuan diterima oleh mereka yang membutuhkan.

Mirah mengingatkan bahwa tujuan negara membangun sistem data sosial bukan untuk mempercantik angka statistik atau menekan jumlah penerima bantuan, melainkan untuk memastikan perlindungan sosial benar-benar sampai ke tangan yang berhak, terlebih di tengah tekanan biaya hidup, ketidakpastian kerja, PHK, dan upah yang terbatas saat ini.

“Perbaiki datanya, jangan hilangkan hak rakyatnya,” pungkas Mirah menutup keterangan persnya.

Tags: ASPIRASIDesil BansosMirah SumiratPemerintah Evaluasi Total Sistem
Previous Post

Kunjungi Dewan Dakwah, Presiden WADAH Malaysia Serukan Penguatan Kader dan Persatuan Serumpun

Next Post

Putusan MK Nomor 90 “Skandal Konstitusional” Paling Melukai

Next Post
Denny Tantang Gibran Buktikan Ijazah SMA Asli, Sayembara 100 Juta

Putusan MK Nomor 90 "Skandal Konstitusional" Paling Melukai

Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

2026-10-10
Pakar Hukum Sebut Karantina Berbeda dengan PSBB

MK Buktikan Gibran tak Punya Ijazah SMA, DPR Bisa Ajukan Pemberhentian

2026-10-10

Keadilan Harus Didahulukan atas Kepastian Hukum

2026-10-09
Integritas Lahir dari Hati Nurani, Bukan Pengawasan Polisi

Integritas Lahir dari Hati Nurani, Bukan Pengawasan Polisi

2026-10-09
Pesan Sekum PP Muhammadiyah Jelang Tahun Politik: Mengedepankan Rasionalitas-Objektif, Hindari Fanatisme

Siswa tak Lagi Otomatis Naik Kelas 2027, Ini Penjelasan Mendikdasmen

2026-10-08
Indonesia Bakal Gabung OECD, Dorong Kerja Sama Malaysia

Indonesia Bakal Gabung OECD, Dorong Kerja Sama Malaysia

2026-10-08

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makasar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makasar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ormawa Unpam: Aksi Merusak Fasum hingga Penjarahan Mencederai Nilai Perjuangan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Kerja Fatal di Lingkar Tambang Harita, AP3LT Ungkap Dugaan Kelalaian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wisata Ramah Muslim Indonesia Tertinggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In