Sabtu, Januari 17, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

BMKG: Masyarakat Perlu Dididik Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

redaksi by redaksi
2020-07-24
in Nasional, Sosial dan Budaya
0
BMKG: Masyarakat Perlu Dididik Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan masyarakat perlu diedukasi terus tentang ancaman bencana hidrometeorologi sehingga mereka bisa lebih sadar dan melakukan upaya antisipasi lebih dini.

“Jadi saya lihat masyarakat itu harus diedukasi, kita tingkatkan kesadarannya bahwa ancaman bencana hidrometeorologi itu nyata,” kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Agie Wandala Putra saat dihubunngi  ANTARA di Jakarta, Jumat.

Related posts

Warga Tamalanrea Tolak Proyek PLTSa, Gelar Nobar Film “Tumbal Sampah”

Warga Tamalanrea Tolak Proyek PLTSa, Gelar Nobar Film “Tumbal Sampah”

2026-01-12
Pilkada melalui DPRD, Kedaulatan Rakyat di Kebiri

Pilkada melalui DPRD, Kedaulatan Rakyat di Kebiri

2026-01-11

Ia mengatakan upaya edukasi itu merupakan salah satu langkah antisipasi yang dapat dilakukan pemerintah agar masyarakat sendiri bisa memiliki kesadaran penuh terhadap potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan mereka dan kemudian dapat melakukan upaya antisipasi lebih dini untuk mengurangi kemungkinan dampak.

Bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang yang dapat menyebabkan tanah longsor dan bencana lain itu, menurut Agie, jika diakumulasikan menyebabkan kerugian paling besar dibandingkan dengan bencana lainnya.

Oleh karena itu, langkah antisipasi yang diarahkan untuk menyadarkan masyarakat akan potensi bencana di sekitar mereka dianggap perlu dilakukan guna mengurangi kemungkinan kerugian yang lebih besar.

Ia mengatakan sistem respons terhadap bencana yang sudah diupayakan selama ini sebenarnya sudah sangat baik. Tetapi sayangnya, sistem respons yang sudah baik itu tidak diimbangi dengan kesadaran yang baik pula oleh masyarakat terhadap sistem peringatan dini yang sudah disosialisasikan.

Ia mengatakan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap sistem peringatan dini tersebut kemungkinan dikarenakan masyarakat Indonesia hidup di zona yang nyaman.

“Maksudnya nyaman adalah bahwa kita ke luar rumah tidak akan meninggal karena cuaca. Kalau di daerah lintang tinggi, di daerah-daerah subtropis atau daerah-daerah yang mempunyai musim dingin, kalau kita enggak ngecek info cuaca, suhunya misalnya drop minus 15, itu bisa mengakibatkan kefatalan kalau kita ke luar rumah. Tapi kalau di Indonesia kan tidak, aman-aman saja,” katanya.

Meski demikian, hujan lebat yang kerap terjadi di Indonesia masih menjadi ancaman terbesar karena dapat menimbulkan bencana-bencana lain seperti longsor, banjir bandang, angin puting beliung dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, masyarakat perlu diedukasi secara terus menerus sehingga kesadarannya meningkat dan menjadi lebih waspada terhadap kemungkinan bencana di sekitarnya.

“Jadi yang pertama adalah edukasi ke masyarakat, juga penggerak sistem respons di Indonesia itu harus belajar dan harus diperbaiki juga, baik itu dari level pusat dan juga daerah,” katanya.

“Sekarang sudah sangat baik. Tapi terus harus ditingkatkan karena kebanyakan kita agak kurang aware terhadap peringatan dini tersebut,” tambahnya.

Dari segi teknologi, ia mengakui teknologi sistem peringatan dini di Indonesia sudah semakin lengkap. Sistem peringatan dini di Indonesia bahkan juga menjadi referensi bagi negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, seperti Timor Leste, Malaysia, Fiji, Solomon dan Tonga.

Namun demikian, kesadaran dari semua pihak untuk bersama-sama melakukan antisipasi terhadap ancaman bencana dinilai masih kurang, sehingga bencana yang terjadi masih sering mengakibatkan dampak dan kerugian cukup besar.

“Sekarang tinggal ‘action’,” demikian Agie Wandala Putra.

(Antara/PARADE.ID)

Tags: #BMKG#Hidrometeorologi#Nasional#Sosbud
Previous Post

Korsel Sebut Kasus Corona Harian Mungkin Capai 100

Next Post

Laporan Harian: Positif Covid-19 Bertambah 1.761, Sembuh Tambah 1.781

Next Post
Pasien Positif Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Tambah 55 Orang

Laporan Harian: Positif Covid-19 Bertambah 1.761, Sembuh Tambah 1.781

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warga Tamalanrea Tolak Proyek PLTSa, Gelar Nobar Film “Tumbal Sampah”

Warga Tamalanrea Tolak Proyek PLTSa, Gelar Nobar Film “Tumbal Sampah”

2026-01-12
Pilkada melalui DPRD, Kedaulatan Rakyat di Kebiri

Pilkada melalui DPRD, Kedaulatan Rakyat di Kebiri

2026-01-11
Kroni Untung, Anak-anak Diracun

Kroni Untung, Anak-anak Diracun

2026-01-09
CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini

CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini

2026-01-08
Aksi Unjuk Rasa Gerakan Buruh Jakarta Hari Ini di Balai Kota

Buruh Tuntut Pemerintah Mematuhi Putusan MK dan PP Pengupahan

2026-01-08
Cerita Mahfud MD yang Tidak Dikenal Sebagai Seorang Menteri oleh Cucunya

Mengecam Penangkapan Maduro, Bisa Terjadi pada Indonesia

2026-01-07

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Alasannya

    Garuda Muda Raih Emas, Presiden dan Ketum PSSI Singgung Penantian 32 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Roy Suryo Ungkap Temuan Lima Ijazah Asli UGM Angkatan 1985

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembelajaran Online Melalui YukBelajar.com: Solusi Edukasi Digital di Era Modern

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tabir Gelap Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah di Cilacap Mulai Tersingkap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In