Sabtu, Juli 4, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional Hukum

Peneliti Perludem: Soeharto Bukan Pahlawan

redaksi by redaksi
2025-10-31
in Hukum, Politik, Sosial dan Budaya
0
Peneliti Perludem: Soeharto Bukan Pahlawan

Foto: Usep Hasan Sadikin

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Usep Hasan Sadikin, peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), secara tegas menolak upaya menjadikan Soeharto sebagai pahlawan. Menurutnya, menjadikan Soeharto pahlawan berarti menolak prinsip demokrasi yang sejati.

Usep menegaskan standar negara demokrasi menurut lembaga internasional seperti Freedom House mencakup pemilu yang bebas dan adil, transparansi, akuntabilitas, dan supremasi hukum. Ia mengkritik Orde Baru yang menjadikan pemilu hanya sebagai “pura-pura pemilu” tanpa kebebasan dan keadilan.

Related posts

Aliansi Pemuda ALA Ajak Anak Muda Aceh Kenali Bendera Alam Peudeuëng

Aliansi Pemuda ALA Ajak Anak Muda Aceh Kenali Bendera Alam Peudeuëng

2026-07-04
MME: Pertamina Patra Niaga Andal Jaga Distribusi Energi Nasional

MME: Pertamina Patra Niaga Andal Jaga Distribusi Energi Nasional

2026-07-03

Fakta penting yang diungkapnya:

– Pemenang pemilu lima tahun sebelum pemilu sudah ditentukan, yaitu Golkar dengan suara antara 70-90%.

– Tidak ada mekanisme valid seperti jajak pendapat atau quick count, sehingga pemilu era Orde Baru lebih mirip rekayasa.

– Orde Baru menghancurkan multipartai dan ideologi yang berbeda, sehingga hanya Golkar didominasi layaknya negara satu partai.

– Ideologi komunisme dan bahkan Islam secara sistematis dibungkam, membuat partai ideologis sulit tumbuh hingga kini.

– Politik dibuat sebagai sesuatu yang busuk dan tidak penting sehingga rakyat didorong untuk “kerja saja”.

– Soeharto jadi contoh korupsi politik akut karena menyatukan kekuasaan negara dan pemerintahan demi kepentingan pribadi dan kroni.

Usep juga membantah mitos stabilitas ekonomi di masa Soeharto dengan menyatakan tidak ada negara sebesar dan sesulit Indonesia yang bisa maju dengan cara membungkam politik seperti Orde Baru. Ia membandingkan dengan Tiongkok dan Vietnam yang berbeda basis sosial-budayanya.

Menurutnya, data indeks kebebasan politik dan demokrasi Indonesia terus menurun seiring waktu, berbanding lurus dengan ekonomi yang tidak membaik signifikan. Ini menunjukkan bahwa pengekangan kebebasan justru menjerumuskan bangsa.

Kesimpulan tajam Usep: Soeharto adalah tokoh penting sebagai Presiden kedua RI, namun tidak layak disebut pahlawan. Pahlawan sejati adalah mereka yang memerdekakan rakyat untuk bersuara, bukan membungkam dan menakut-nakuti.

Dia menutup dengan penegasan bahwa dirinya paling menolak Soeharto dijadikan pahlawan demi menjaga nilai demokrasi dan keadilan.

Di atas disampaikan Usep saat menjadi salah satu pembicara di Konferensi Pers Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan kepada Soeharto, Jumat (31/10/2025), yang diadakan Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto (GEMAS), di Resonansi, Kalibata, Jakarta Selatan. 

Tags: Perludem SoehartoSoeharto pahlawan
Previous Post

Negara Gagal Melindungi Warganya, Jutaan PRT Menunggu Perlindungan Hukum

Next Post

ICW Tolak Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Next Post
ICW Tolak Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto

ICW Tolak Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Aliansi Pemuda ALA Ajak Anak Muda Aceh Kenali Bendera Alam Peudeuëng

Aliansi Pemuda ALA Ajak Anak Muda Aceh Kenali Bendera Alam Peudeuëng

2026-07-04
MME: Pertamina Patra Niaga Andal Jaga Distribusi Energi Nasional

MME: Pertamina Patra Niaga Andal Jaga Distribusi Energi Nasional

2026-07-03
Dukung PPKM Darurat, ASPEK Indonesia Minta Ini ke Presiden Jokowi

RUU Ketenagakerjaan Harus Menjadi Antitesis UU Cipta Kerja

2026-07-03
Prabowo: Tak Ada Kemakmuran tanpa Stabilitas Keamanan

Prabowo: Tak Ada Kemakmuran tanpa Stabilitas Keamanan

2026-07-02

Mendukung MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana Perilaku Penyimpangan Orientasi Seksual

2026-07-01
Koalisi Ojol Apresiasi Perpres, tapi Minta Status Mitra Dipertahankan

Koalisi Ojol Apresiasi Perpres, tapi Minta Status Mitra Dipertahankan

2026-07-01

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • MK Kabulkan Gugatan PK FPE KSBSI, Pensiun Freeport Bisa Dicairkan Sekaligus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi Kebijakan Perkuat Rupiah, IHSG, dan Fundamental Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MAA Jakarta Ingatkan Masyarakat Aceh: Jangan Tergesa Sikapi PoD Andaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aksi PP TIM di ESDM Gugat Bahlil soal Blok Andaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Serial Bahasa Indonesia: Apa Itu “Nyali”?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In