Rabu, April 8, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Perhatian Tata Kota DKI Jakarta yang Berlebihan Sudah Lama Dikemukakan

redaksi by redaksi
2021-02-07
in Nasional, Politik, Sosial dan Budaya
0
Perhatian Tata Kota DKI Jakarta yang Berlebihan Sudah Lama Dikemukakan

Foto: Marco Kusumawijaya, dok. detik.com

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Peneliti perkotaan sekaligus Pendiri dan mantan direktur Rujak Center for Urban Studies, Marco Kusumawijaya mengatakan bahwa perhatian yang berlebih terhadap Ibu Kota dan kurangnya perhatian terhadap kota lain sudah dikemukakan oleh pelopor tata kota legendaris Hindia Belanda, Thomas Karsten, dkk ketika menulis Peraturan Pembangunan Kota (Stafsvormingsordonnantie, SVO) 1938.

“Hebatnya, murid Karsten yg terkenal, R.M.Soesilo, mantan Kadis PU Jakarta, perancang Kebayoran Baru, eyang konduktor Addie MS, bahkan sudah menuliskannya di tahun 1935 n 1936,” katanya, kemarin, di akun Twitter-nya.

Related posts

Multiplier Efek dan Swasembada Pangan Program MBG Perlu Dukungan Semua Pihak

CBA Desak Aparat Periksa Pengadaan Motor BGN Rp3,2 Triliun

2026-04-08
Ubedilah Badrun: Prabowo-Gibran Beban Bangsa Indonesia

Ubedilah Badrun: Prabowo-Gibran Beban Bangsa Indonesia

2026-04-07

Ia menceritakan, dalam UU Desentralisai 1903 dan pembentukan Perhimpunan Kepentingan Daerah (Vereeniging Locale Belangen) 1910 membantu perhatian atas daerah dan kota yang tak sebesar Batavia, Semarang, Surabaya. Tapi tak cukup.

“Tiap tahun Vereeniging Locale Belangen bikin Konggres Desentralisasi. Pada yg tahun 1936/7 Soesilo dan Tim Karsten dkk mengemukakan pentingnya perhatian bahkan pada kabupaten: desa n kota kecil kan akan membesar juga, maka layak perhatian sejak dini.”

Soesilo bahkan, lanjutnya, “berani” menulis: di desa dan kota kecillah mayoritas Pribumi tinggal (dibandingkan Cina, Arab dan Eropa; mereka layak mendapatkan pelayanan pemerintah.

Vereeniging Locale Belangen itu tiap tahun beberapa kali menerbitkan majalah Locale Techniek yang penuh gizi! 

Bahasa pokoknya Belanda, beberapa artikel dirangkum ke bahasa  Melayu.

“Sayang generasi ssdh saya putus hubungan dg bahasa penjajah itu…jadi rugi tak bisa akses.”

Noch een, Soesilo bahkan tulis gentrifikasi (tanpa pakai kata itu) kampung akibat liberalisasi ekonomi pasca 1870, karena “Golongan ekonomi lebih kuat. Pertama orang Eropa, lalu Cina, dan Pribumi yang kuat”, beli tanah-tanah. 

“Pribumi miskin tersingkir. Maka, pemerintah harus intervensi, serunya!”

(Rgs/PARADE.ID)

Tags: #Belanda#Jakarta#Kota#Nasional#Sosbud
Previous Post

Presiden Jokowi Bertemu Perdana Menteri Malaysia

Next Post

Tengku Berencana Melaporkan Akun Channel Youtube yang Memfitnahnya

Next Post

Tengku Berencana Melaporkan Akun Channel Youtube yang Memfitnahnya

Multiplier Efek dan Swasembada Pangan Program MBG Perlu Dukungan Semua Pihak

CBA Desak Aparat Periksa Pengadaan Motor BGN Rp3,2 Triliun

2026-04-08
Ubedilah Badrun: Prabowo-Gibran Beban Bangsa Indonesia

Ubedilah Badrun: Prabowo-Gibran Beban Bangsa Indonesia

2026-04-07

Didu Seru KAMI Naikkan Kadar Perjuangan: Prabowo Jauh dari Nilai Patriotik

2026-04-07

Tegak Lurus Buta Suburkan Premanisme Politik Baru

2026-04-06
Bisa Bangkrut BUMN Jika Komisarisnya Mengurusi Pengajian

ASPIRASI: Efisiensi Energi Tidak Boleh Mengorbankan Kesejahteraan Pekerja

2026-04-03
Pengamat Politik Ikut Senang dan Ucapkan Selamat atas Capaian Ekonomi Nasional

Pengamat Dorong Megawati Maju Capres: Selamatkam Soliditas Kader

2026-04-03

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • JK Ramal Keos Juli-Agustus jika Prabowo Salah Langkah, Kata Didu

    JK Ramal Keos Juli-Agustus jika Prabowo Salah Langkah, Kata Didu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASPIRASI: Efisiensi Energi Tidak Boleh Mengorbankan Kesejahteraan Pekerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Kerja Fatal di Lingkar Tambang Harita, AP3LT Ungkap Dugaan Kelalaian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Wajib Mandiri Energi, Pangan, dan Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegak Lurus Buta Suburkan Premanisme Politik Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In