Rabu, September 30, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Perhatian Tata Kota DKI Jakarta yang Berlebihan Sudah Lama Dikemukakan

redaksi by redaksi
2021-02-07
in Nasional, Politik, Sosial dan Budaya
0
Perhatian Tata Kota DKI Jakarta yang Berlebihan Sudah Lama Dikemukakan

Foto: Marco Kusumawijaya, dok. detik.com

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Peneliti perkotaan sekaligus Pendiri dan mantan direktur Rujak Center for Urban Studies, Marco Kusumawijaya mengatakan bahwa perhatian yang berlebih terhadap Ibu Kota dan kurangnya perhatian terhadap kota lain sudah dikemukakan oleh pelopor tata kota legendaris Hindia Belanda, Thomas Karsten, dkk ketika menulis Peraturan Pembangunan Kota (Stafsvormingsordonnantie, SVO) 1938.

“Hebatnya, murid Karsten yg terkenal, R.M.Soesilo, mantan Kadis PU Jakarta, perancang Kebayoran Baru, eyang konduktor Addie MS, bahkan sudah menuliskannya di tahun 1935 n 1936,” katanya, kemarin, di akun Twitter-nya.

Related posts

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

2026-09-29
Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

2026-09-28

Ia menceritakan, dalam UU Desentralisai 1903 dan pembentukan Perhimpunan Kepentingan Daerah (Vereeniging Locale Belangen) 1910 membantu perhatian atas daerah dan kota yang tak sebesar Batavia, Semarang, Surabaya. Tapi tak cukup.

“Tiap tahun Vereeniging Locale Belangen bikin Konggres Desentralisasi. Pada yg tahun 1936/7 Soesilo dan Tim Karsten dkk mengemukakan pentingnya perhatian bahkan pada kabupaten: desa n kota kecil kan akan membesar juga, maka layak perhatian sejak dini.”

Soesilo bahkan, lanjutnya, “berani” menulis: di desa dan kota kecillah mayoritas Pribumi tinggal (dibandingkan Cina, Arab dan Eropa; mereka layak mendapatkan pelayanan pemerintah.

Vereeniging Locale Belangen itu tiap tahun beberapa kali menerbitkan majalah Locale Techniek yang penuh gizi! 

Bahasa pokoknya Belanda, beberapa artikel dirangkum ke bahasa  Melayu.

“Sayang generasi ssdh saya putus hubungan dg bahasa penjajah itu…jadi rugi tak bisa akses.”

Noch een, Soesilo bahkan tulis gentrifikasi (tanpa pakai kata itu) kampung akibat liberalisasi ekonomi pasca 1870, karena “Golongan ekonomi lebih kuat. Pertama orang Eropa, lalu Cina, dan Pribumi yang kuat”, beli tanah-tanah. 

“Pribumi miskin tersingkir. Maka, pemerintah harus intervensi, serunya!”

(Rgs/PARADE.ID)

Tags: #Belanda#Jakarta#Kota#Nasional#Sosbud
Previous Post

Presiden Jokowi Bertemu Perdana Menteri Malaysia

Next Post

Tengku Berencana Melaporkan Akun Channel Youtube yang Memfitnahnya

Next Post

Tengku Berencana Melaporkan Akun Channel Youtube yang Memfitnahnya

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

2026-09-29
Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

2026-09-28
Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

2026-09-28

Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong: Penolakan, Temuan Hunian Mewah hingga Respons Yusril

2026-09-25

APPI Desak DPR Coret Nyoman Adhi Suryadnyana Calon Anggota BPK

2026-09-24
Herdman Diuji, Timnas Indonesia Buka FIFA ASEAN Cup 2026

Herdman Diuji, Timnas Indonesia Buka FIFA ASEAN Cup 2026

2026-09-24

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APPI Desak DPR Coret Nyoman Adhi Suryadnyana Calon Anggota BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lepi Ali Firmansyah Kembali Terpilih Menjadi Ketua PKB Cianjur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soal Pemimpin Dibiayai Cukong Direspon Politisi: Tunjuk Hidung Saja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong: Penolakan, Temuan Hunian Mewah hingga Respons Yusril

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In