Jakarta (PARADE.ID)- Pergerakan Nusantara Sejahtera (PNS) menilai bahwa partai Gerindra akan kualat karena telah memecat Mohammad Taufik dari anggota maupun sebagi pengurus. Hal ini disampaikan Ketua Umum PNS, Mulhandy lewat keterangan kepada parade.id, kemarin.
PNS, kata dia, berani bertaruh kalau ke depannya Taufik akan membuat mereka yang memecat tercengang, seperti bersinarnya politik mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu.
“Taruhan. Dua peridode atau 10 tahun lagi, kepemimpinan Taufik takkan terkalahkan. Kita tunggu saja dan (akan) kita buktikan,” kata dia.
Kalau hanya alasan Taufik seperti mendukung Gubernur DKI Jakarta bakal calon presiden, kata dia, itulah hanyalah sebuah doa. Sama halnya ketika ada selain Anies yang didokan Taufik, seperti Wagub Ariza.
“Karena di KAHMI ini, kami semua anggotanya, yang terdiri dari bermacam-macam partai dan pemikiran. Semua diayomi Pak Ketua.”
Taufik itu, kata dia, adalah seorang pemimpin (KAHMI Jaya). Pendiri Gerindra di DKI Jakarta. Taufik adalah politisi handal. Ia ragu, setelah pemecatan oleh Gerindra itu, akan ada orang penggantinya yang lebih jago dari Taufik.
Jadi, kata dia, ironi jika Taufik pada akhirnya dipecat oleh junior-juniornya di MPP DPP Gerindra.
“Taufik itu politisi nasional. Ia (Taufik) memiliki hobi dan cita-cita berbakti kepada kampungnya, Jakarta. Kita akan selalu bersama Bang Taufik. Merdeka!”
Taufik dipecat dari Gerindra di sidang Mahkamah Kehormatan Partai (MKP), pada Selasa (7/6/2022), setelah (salah satu alasannya) bahwa Taufik tidak dapat memenangkan suara Ketum Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
(Rob/PARADE.ID)