Senin, Oktober 12, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Opini

Prabowo dan Oposisi

redaksi by redaksi
2023-12-14
in Opini
0
Catat Baik-baik Ini! Apa yang Disampaikan Prabowo saat Penyampaian Visi Misi Debat Capres

Foto: penampilan Capres Prabowo Subianto saat menyampaikan visi misi di debat pertama, Selasa (12/12/2023)/tangkapan layar

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Fahri Hamzah

Waketum Partai Gelora

Related posts

Dasco dan Politik Mendengar di Tengah Demokrasi

Dasco dan Politik Mendengar di Tengah Demokrasi

2026-09-14
AS Paksa China Tutup Konsulat Houston Dalam 72 Jam

Hormuz, Trump, dan Manuver Sunyi China

2026-05-08

Kalo ada orang yang menganggap pak Probo tidak tahan ber oposisi, orang itu tidak saja tidak mengenal pak Prabowo selama ini tetapi juga tidak kenal sejarah bangsa Indonesia sepanjang transisi kita menuju demokrasi ini. Karena Prabowo adalah salah satu Tokoh sejarah nasional yang penting dalam transisi kita menuju negara demokrasi yang lebih matang.

Orde Baru

Pada saat saya, Budiman Sudjatmiko, Andi Arif, dan begitu banyak angkatan sembilan puluhan ini sedang bersekolah, termasuk hampir  figur lain dalam Pilpres kali ini, pak Prabowo telah menjadi legenda di zaman orde baru.

Beliau adalah perwira tinggi militer yang unik dan luar biasa atau disebut oleh para senior pada waktu itu sebagai the rising star. Dia menonjol bukan saja karena menjadi menantu presiden Soeharto tetapi dia memberi warna baru di lingkungan ABRI khususnya angkatan darat.

Prabowo seperti memiliki cara pandang yang berbeda terhadap politik waktu itu di mana presiden Soeharto sangat dominan Dan semua orang seperti tidak punya pandangan alternatif dalam pemikiran Elit, tetapi Prabowo adalah angin segar yang mengelola perbedaan pandangan baik antara sipil dan militer juga antara negara dengan kekuatan kekuatan agama khususnya agama Islam dan kelompok kelompok kritis.

Pada momen momen seperti itu, Prabowo hadir menemui kelompok kelompok masyarakat Yang selama ini dicitrakan sebagai oposisi terhadap negara, juga kaum intelektual yang ruang geraknya sangat tidak bebas karena negara memberlakukan kontrol yang begitu ketat pada kurun itu.

Sampai pada suatu saat, Prabowo nampak seperti punya pandangan yang berbeda beda terkait hubungan antara negara dengan kelompok kritis, dgn  kelompok Islam dan juga kritik terhadap kecenderungan sentralisasi perekonomian nasional pada segelintir konglomerasi.

Pandangan seperti ini cukup langka di masa orde baru dan Prabowo tidak saja bersikap tapi juga justru memfasilitasi kritik kepada negara dan bisa dikatakan dalam hal ini Prabowo adalah tokoh oposisi dari dalam yang memberikan warna baru kepada masyarakat yang nyaris kehilangan harapan bahwa seolah olah negara militeristik yang kejam itu tidak lagi bisa diajak bicara sama sekali.

Inilah yang saya juga anggap sebagai latar belakang dari konflik di ujung orde baru ketika presiden Soeharto mengundurkan diri maka korban pertama yang diserang oleh kekuatan lama adalah pribadi  Prabowo yang terbuka dan unik.

Prabowo Dituduh akan mendalangi kudeta dan bahkan belakangan dituduh sebagai dalang penculikan aktivis pada seluruh masa orde baru, padahal dia sangat dekat dengan para aktivis sampai sekarang yang dibuktikan oleh bersatunya kaum aktivis di belakang Prabowo dalam perjuangan politiknya.

Pasca Reformasi

Pasca reformasi, situasi berubah dan negara tidak lagi sekuat dahulu, tetapi negara sekarang men demokratisir dirinya dengan mendorong kebebasan di seluruh bidang kehidupan. Prabowo, sadar bahwa ia memerlukan transisi untuk keluar dari fitnah yang menyerangnya siang malam tanpa bukti yang terang.

Maka tidak saya berbisnis, Prabowo juga membangun partai politik sebagai prosedur resmi untuk menyusun kekuatan konstitusional menuju kekuasaan negara. Berkali-kali Prabowo mencoba dengan partai barunya untuk memenangkan pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Tetapi, Sebagaimana di akuinya Prabowo kalah berkali-kali tetapi tidak pernah menyerah. Prabowo tetap di garis oposisi dan tidak pernah tertarik serta berniat untuk masuk ke dalam pemerintahan.

Rekonsiliasi

Barulah setelah Pemilu 2019, yang telah didahului oleh Pemilu sebelumnya yang juga berdarah darah, dalam dunia yang sepertinya mendung di bawah ancaman ketidakstabilan, Prabowo mengambil kesimpulan untuk menyetujui rekonsiliasi yang ditawarkan oleh presiden Jokowi. Maka pak Prabowo menggalang kekuatan elite, untuk bergabung membangun koalisi nasional dalam kabinet yang sangat besar pendukungnya.

Peristiwa rekonsiliasi 2019 adalah ikhtiar politik tingkat negarawan yang tidak bisa di lihat dengan kacamata yang partisan karena dua Pemilu sebelumnya yang diselingi oleh Pilkada Jakarta yang berbahaya hampir saja membelah kita berkeping keping tapi kemudian dua tokoh besar ini mau bergabung dan bersatu.

Kita meng mengapresiasi langkah itu setelah kita sukses melewati Covid 19, ketegangan laut China Selatan dan perang Rusia – Ukraina yang sekarang juga masih ditambah oleh perang di timur tengah antara Israel dan Palestina.

Jadi apabila ada orang yang menganggap bahwa rekonsiliasi 2019 adalah karena pak Prabowo tidak kuat lagi menjadi oposisi, pasti itu datang dari otak kecil dan hati yang kecil sambil ingin cuci tangan bahwa dirinya sendiri adalah pencipta pembelahan masyarakat yang sangat berbahaya.

Tulisan singkat ini tidak untuk mengingatkan figur figur ekstrim yang ingin mengambil keuntungan dari pembelahan politik, tapi sekedar sebagai pengingat bahwa Prabowo tidak bisa dibandingkan dengan figur figur partisan yang datang silih berganti. Prabowo adalah negarawan yang datang untuk satu misi mempersatukan negeri dan meletakkan pondasi Indonesia maju sebagaimana yang telah diawali oleh presiden presiden sebelumnya termasuk presiden Jokowi.

Selamat datang di Era baru Indonesia yang bersatu dan kuat menuju Indonesia emas 2045.

@fahrihamzah

Rabu, 13 Desember 2023

Tags: #Fahri#Opini#Prabowo
Previous Post

Seminar dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Lapas LP Kelas III A dengan Perbanas Institute

Next Post

Jawaban Anies dan Respons Prabowo-Ganjar ketika Ditanya soal Penanganan Disinformasi dan Kerukunan Warga

Next Post
Penyampaian Visi Misi pada Debat Pertama, Anies Singgung Negara Hukum dan Negara Kekuasaan

Jawaban Anies dan Respons Prabowo-Ganjar ketika Ditanya soal Penanganan Disinformasi dan Kerukunan Warga

Fadli Zon Dorong Pencak Silat Tembus Olimpiade dari Belanda

Fadli Zon Dorong Pencak Silat Tembus Olimpiade dari Belanda

2026-10-11
Visi Misi dan Program Kerja Cawapres Gibran pada Debat Keempat Pemilu 2024

Putusan MK Ijazah Gibran Bukan Pengesahan, Jalur Hukum Masih Terbuka

2026-10-11
FORMAD Jangkau 806 Siswa Kepulauan Aceh lewat Youth Education Roadshow

FORMAD Jangkau 806 Siswa Kepulauan Aceh lewat Youth Education Roadshow

2026-10-11
Ekonomi Digital dan UMKM 2 Tahun Prabowo-Gibran: Pertumbuhan Rapuh

Ekonomi Digital dan UMKM 2 Tahun Prabowo-Gibran: Pertumbuhan Rapuh

2026-10-11
Mahasiswa Muhammadiyah Kalbar Kecam Dugaan Teror terhadap Ketum IMM Pontianak

Mahasiswa Muhammadiyah Kalbar Kecam Dugaan Teror terhadap Ketum IMM Pontianak

2026-10-11
Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

2026-10-10

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makasar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makasar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Ini Isi dan Respons Buruh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Drama Sidang MK dan Shadow Politics Jokowi: Ancam Demokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yusril Tegaskan Pemerintah Tolak Konser Israel Houghton di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Buruh Minta Aturan Turunan Dikawal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In